NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa di Jebak?

Giovan menginjak pedal gas mobilnya, meninggalkan jalanan kota yang ramai. Roda mobilnya berputar cepat, mencerminkan keadaan hatinya yang gelisah.

Sesampainya di rumah, ia membanting pintu mobil dengan sedikit kekuatan yang tersisa dalam dirinya.

"Akhirnya, sampai juga," desahnya, sebelum berjalan masuk ke dalam kediaman megahnya yang sepi.

Ceklek.

Tanpa menyalakan lampu terlebih dahulu, Giovan langsung berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman.

Glek.

Ia meneguk habis minumannya, dan menaruh gelasnya di atas meja. Saat Giovan berbalik badan, tiba-tiba saja.

PLAAKK.

Pipi Giovan menoleh ke samping, ia terdiam beberapa detik hingga menyadari jika sudut bibirnya berdarah karena tamparan pria di hadapannya.

"Kakek??"

"Sini kamu!!"

SREKK.

Giovan ditarik oleh Edward menuju ruang tamu. Ruangan yang tampak sepi sebelumnya, kini ternyata dipenuhi oleh seluruh anggota keluarganya, termasuk orang tuanya.

"Dad, ada apa ini? Kenapa Daddy tarik-tarik Giovan?" tanya Emeline yang bingung.

Edward menatap tajam menantunya tersebut dan mendorong tubuh Giovan hingga tersungkur ke lantai.

Brukk.

Walaupun Edward sudah tua tapi, jangan salah. Tenaganya sangat-sangat besar.

"Dari mana kau?!!" tanya Edward tanpa berbasa-basi.

"A-aku.."

"Kau izin padaku untuk pulang lebih awal tapi, apa hah?! Kau malah tidak pulang ke rumah. Kau ke mana, Giovan?!"

Giovan menundukkan kepalanya.

"Apa kau pergi ke rumah Elena?" tanya Edward membuat kepala Giovan terangkat.

Ekspresi wajah Giovan yang terkejut, membuat Edward yakin jika cucunya ini memang habis pulang dari apartemen Elena.

"Kurang ajar! Ternyata kau masih berhubungan dengan Elena, Gov?!"

"T-tidak, Kakek. A-aku.."

"Jangan bohong! Alisha sudah menceritakan semuanya, dan kau.. Kau sungguh menjijikkan, Giovan!"

"Kakek, aku.."

"Ambilkan cambuk, dan cambuk dia sampai seratus kali," potong Edward.

Semua mata terbelalak, hukuman Giovan kali ini sangat berat. Satu cambukan saja sudah membuat luka apalagi ini seratus cambukan.

"Dad, aku mohon jangan lakukan itu pada Giovan. Kita dengar dulu penjelasannya," pinta Emeline yang tak tega melihat anaknya.

"Kalau begitu, hukuman Giovan di bagi dua denganmu, Emeline. Lima puluh cambukan!"

Mata Emeline melebar, kenapa dia jadi kebawa. Padahal Emeline hanya ingin membantu anaknya saja.

"Dad, aku.."

"Kalau kau tidak ingin kena cambuk juga, maka diam!!" sentak Edward membuat Emeline kaget.

Bramantya segera menarik tangan istrinya. "Sudah, biarkan Daddy menghukum Giovan," ujar Bramantya.

"Tapi, Mas.."

"Kau ingin kena cambuk juga?!" tanya Bramantya membuat kepala Emeline menggeleng ke kanan dan ke kiri.

"Ya sudah, maka dari itu diam saja!!" bisik Bramantya.

Alisha yang sedari tadi memerhatikan Giovan pun, hanya bisa diam saja. Ia tidak ingin membantu pria itu.

"Mana cambuknya?!" teriak Edward membuat seorang pria berbadan besar mendekat.

"Ini, Tuan Ed."

Edward meraih cambuk itu, panjangnya sekitar satu meter, dengan niat yang penuh amarah cambuk itu terayun ke arah Giovan.

PLETAK.

Giovan meringis kecil, saat cambuk tersebut mengenai pundaknya. Dia sengaja tidak melawan karena dirinya sadar, memang pantas untuk diperlakukan seperti ini.

PLETAKKK.

"Sshh."

Kemeja yang Giovan kenakan mulai robek berserta darah yang mengalir, pria itu sedikit meringkuk menahan sakit setelah dua kali cambukan.

"Dad, hentikan, Dad! Lihat, Giovan sudah seperti itu," ujar Emeline yang tak tahan melihat anaknya menahan kesakitan.

PLETAKKK.

"AAHKK!"

Kedua tangan Emeline terkepal erat, melihat anak yang baru saja mendapatkan tiga cambukan berarti masih ada 97 cambukan lagi. Lalu ia menatap ke arah Alisha dan mendekatinya.

"Alisha!!"

"Ehh, apa nih?" bingung Alisha saat tangannya dicekal Emeline.

"Tolong hentikan Kakek, Alisha!" pinta Emeline.

Alisha menatap ke arah Edward yang sedang mencambuk Giovan. "Maaf, Mom. Aku enggak bisa," ujar Alisha.

"Alisha, Mommy mohon! Giovan bisa mati kalau mendapatkan 100 cambukan!!"

"Tapi.."

"Hanya kamu yang bisa menghentikan Kakek, Alisha. Mommy mohon, hikss."

Emeline sungguh tak tega melihat anaknya, apalagi Giovan itu anak satu-satunya.

Alisha menarik napasnya dan mengangguk. "Kalau Kakek masih enggak mau berhenti, Mommy jangan salahin aku ya."

"Iya, sekarang tolong bicara pada Kakek."

"Hm."

Alisha berjalan menghampiri Edward, ia sedikit meringis melihat punggung Giovan yang sudah luka-luka.

"Kakek," panggil Alisha yang berhasil menghentikan pergerakan tangan Edward.

"Kenapa?" tanya Edward.

"Sudah, Kakek. Lihatlah Giovan sudah tak berdaya," jawab Alisha.

Edward menatap pada Giovan, seperti yang Alisha katakan. Giovan memang benar-benar sudah tak berdaya.

"Tapi, Kakek belum puas!"

"Tenang saja, Kakek. Setelah luka Giovan sembuh, Kakek bisa memukulnya kembali."

Mata semua orang melebar termasuk Emeline. Bukan ini yang dia minta pada Alisha.

Senyum Edward seketika mengembang. "Kamu pintar sekali, Alisha. Baiklah, kita tunggu lukanya sembuh dulu."

"Betul, Kakek. Karena kita tidak akan puas menyiksa seseorang yang tak berdaya."

"Hm, kalau begitu bawa Giovan pergi dan kurung dia di ruangan bawah!" titah Edward pada anak buahnya.

"Baik, Tuan!"

"Loh, loh kok Giovan di bawah ke ruangan bawah, Dad?" tanya Emeline tak terima.

"Dia harus tetap menjalankan hukuman!" jawab Edward.

"Tapi,.."

"Jangan kau bela anakmu itu, Emeline!"

Kepala Emeline langsung tertunduk. "Maaf, Dad."

"Sudah, sekarang kalian semua istirahat!"

"Baik, Kakek."

"G-Kakek.." seru Giovan dengan suara lirih.

Edward membalikkan kepalanya menatap Giovan, yang saat ini sedang dipegangi oleh anak buahnya.

"A-aku dan Elena, k-kami sudah putus!"

"Lalu??"

"A-aku i-ingin minta maaf, Kakek."

"Jangan minta maaf kepadaku, Giovan! Tapi, pada istrimu," ujar Edward.

Pandangan Giovan menatap ke arah Alisha namun, Alisha melongoskan wajahnya begitu saja.

"Kamu lelah, tidur duluan ya. Bye!!" seru Alisha sebelum Giovan meminta maaf padanya.

---

Fiona segera meninggalkan ruang tamu dan mengambil ponselnya untuk menelepon Elena.

"Halo, Tante."

"Halo, El. Gawat nih, El. Gawat!!"

"Hah, gawat kenapa?"

"Edward sudah tahu kalau kamu dan Giovan masih berhubungan!"

"Apa?!!"

"Giovan baru saja dihukum cambuk, karena ketahuan pulang malam dan bertemu dengan kamu!"

"Astaga, terus aku harus gimana, Tante? Aku enggak mau mati sia-sia ya!"

"Kamu tenang dulu ya. Maka dari itu, Tante minta kamu untuk pergi atau sembunyi untuk sementara dan jangan hubungi Giovan dulu."

"Loh, kenapa??"

"Karena Giovan masih menjalankan hukumannya. Tante takut kalau kamu hubungi dia, Edward justru akan mengincar kamu!"

"Oh oke, Tante. Aku akan ikuti perintah Tante."

"Hm. Ehh, tapi kamu beneran enggak berhasil tidur sama Giovan?!"

"Ya enggak lah, Tante! Giovan pingsan. Gimana bisa aku dan dia begituan, kecuali kalau aku yang perkosa dia!"

"Astaga, kenapa enggak kamu itu aja!!"

"Ya Tuhan, mana enak aku begituan sama cowok yang pingsan!"

"Tapi, kalau kalian enggak tidur bersama, gimana bisa kamu hamilnya, El?!"

"Tante tenang aja, masalah hamil aku bisa hamil anak orang lain. Haha."

"Stres, emang kamu!"

Tanpa Fiona sadari, seseorang tak sengaja mendengar pembicaraannya.

"Apa jangan-jangan Giovan ingin dijebak? Atau Giovan sudah terjebak?"

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!