NovelToon NovelToon
Kegilaan Sang Immortal

Kegilaan Sang Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Ruang Ajaib
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Wang Chan hanyalah pemuda biasa dari Desa Hitam. Berkali-kali ditolak oleh sekte karena bakat rendah dan kekuatan lemah.

Namun saat desa mereka dihancurkan oleh monster iblis, ia tak punya pilihan selain melarikan diri sambil membawa seorang teman wanitanya.

Di tengah dunia kultivasi yang kejam, Wang Chan harus bertahan hidup dengan kekuatan yang nyaris tak berarti. Dari pelarian putus asa itulah, takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Menggunakan segala cara agar tidak mati

Saat Wang Chan ditekan habis-habisan, tidak ada yang menolongnya.

Para kultivator lain yang hadir di Medan Pertempuran Langit, yang tadinya bersemangat menyaksikan duel dua jenius, kini hanya bisa terdiam.

Beberapa berlutut, beberapa pingsan, beberapa lainnya hanya bisa menunduk, tidak berani menatap ke arah Wen Pang yang murka.

Mereka sibuk memikirkan diri mereka sendiri, keselamatan mereka sendiri, nyawa mereka sendiri. Tidak ada yang berani melawan. Tidak ada yang berani membantu.

Qing Yi hendak membantu. Kakinya sudah melangkah maju, tubuhnya sudah condong ke depan, siap menerjang tekanan spiritual yang menyiksa itu.

Tapi tubuhnya tidak cukup kuat menahan tekanan. Setiap langkah terasa seperti mengangkat gunung di pundaknya. Dadanya sesak, kepalanya pusing, dan telinganya berdenging.

Ia masih berada di Ranah Nascent Soul, sementara Wen Pang adalah Ranah Nirvana tahap akhir. Perbedaan level kultivasi mereka bukan sekadar jurang, tapi seluruh samudra.

Qing Yi jatuh berlutut. Tangannya menopang di tanah, gemetar. Air mata mengalir di pipinya, bukan karena takut, tapi karena marah.

Marah pada dirinya sendiri karena tidak cukup kuat. Marah pada dunia yang tidak adil.

Liu Chiyang di sampingnya juga tidak lebih baik. Fondasi kekuatannya sendiri masih belum stabil sejak penerobosannya yang tergesa-gesa beberapa waktu lalu.

Tubuhnya serasa remuk saat ditekan oleh aura Wen Pang. Tulang-tulangnya terasa seperti akan hancur, otot-ototnya seperti diremas oleh tangan raksasa.

'Inikah perbedaan kekuatan antara kami?' gumamnya dalam hati, getir.

Selama ini ia merasa sudah cukup kuat. Sebagai kultivator Ranah Nirvana, ia pikir ia bisa melindungi orang-orang di sekitarnya.

Tapi sekarang, di hadapan kultivator sejati, ia merasa seperti semut.

'Harus membantu, Xiao Chanchan!'

Tapi tidak ada yang bisa Liu Chiyang lakukan. Ia bahkan hampir tidak bisa berdiri. Kaki-kakinya gemetar hebat setiap kali mencoba menegakkan tubuh.

Ia menoleh ke sekitar. Mencari. Berharap ada seseorang, siapa pun, yang bisa membantu.

Tidak ada.

Para tetua dari keluarga lain yang tadinya hadir untuk menyaksikan kompetisi, kini sudah minggat. Mereka tidak mau terlibat dalam urusan Keluarga Wen.

Para penonton biasa sudah tidak terlihat, sudah kabur sejak awal. Bahkan beberapa pengawal Keluarga Wen sendiri hanya bisa berdiri di kejauhan, tidak berani mendekat.

"Hari ini, adalah hari kematianmu, bocah!"

Suara Wen Pang menggema di seluruh Medan Pertempuran Langit. Bukan sekadar suara keras, tapi suara yang membawa otoritas absolut, suara yang membuat semua makhluk hidup di sekitarnya merasa kecil dan tidak berdaya.

Wang Chan benar-benar tidak bisa bergerak lagi. Tekanan dari Wen Pang begitu kuat, begitu berat, seperti gunung yang jatuh menimpanya dari langit.

Setiap inci tubuhnya terasa seperti akan hancur. Tulang rusaknya berderit, persendiannya terasa longgar, dan organ dalamnya terasa seperti bergeser dari tempatnya.

Darah menetes dari sudut bibirnya. Tidak berhenti. Terus mengalir, membasahi dagunya, menetes ke tanah merah di bawahnya.

Kedua tangannya tetap bertahan di tanah, mencengkram tanah yang retak-retak itu dengan sisa kekuatan terakhirnya, agar tubuhnya tidak jatuh sepenuhnya. Kukunya patah, jari-jarinya berdarah, tapi ia tidak melepaskan.

Huh. Huh. Huh.

Napasnya juga tidak beraturan. Pendek. Cepat. Terputus-putus.

Setiap tarikan napas terasa seperti menghirup pecahan kaca, setiap hembusan napas terasa seperti mengeluarkan darah dari paru-parunya.

Tangan Wen Pang bergerak.

Bukan tangannya yang asli. Tapi tangan spiritual raksasa di belakangnya.

Telapak tangan besar itu terbuka lebar, selebar rumah, dan siap untuk menghantam, untuk meremukkan, untuk menghancurkan Wang Chan menjadi bubur.

Wen Pang menatap Wang Chan dengan mata yang dingin.

Tidak ada ampun. Tidak ada keraguan. Hanya keyakinan bahwa apa yang ia lakukan adalah benar.

'Bocah dengan kekuatan seperti ini,' pikirnya, 'akan berbahaya di masa depan. Lebih baik disingkirkan sekarang, sebelum ia sempat tumbuh lebih besar, sebelum ia sempat menjadi ancaman bagi Keluarga Wen.'

Tangan spiritual itu perlahan turun ke arah Wang Chan.

"Matilah kau!"

Tangan itu turun lebih cepat. Angin berdesing keras. Udara di depannya terdesak, menciptakan gelombang tekanan yang membuat tanah di sekitarnya ambruk.

Wang Chan terlihat kesal karena tidak bisa apa-apa.

'Sial. Sial. Sial.' Gigi-giginya gemerutuk.

Kedua tangannya mencengkram tanah lebih kuat, sampai-sampai tanah di bawah jari-jarinya hancur menjadi debu.

"Haaghhhhhh!"

Ia perlahan berdiri dalam tekanan itu. Sulit. Berat. Tulangnya terasa remuk.

Wang Chan bisa mendengar suara retakan dari dalam tubuhnya sendiri, suara yang tidak pernah ia dengar sebelumnya, suara yang mengatakan bahwa tubuhnya hampir mencapai batasnya.

Tapi ia tidak mau mati.

Ia harus hidup.

Wang Chan mengangkat wajahnya. Matanya, mata kirinya yang masih bersinar keemasan, menatap Wen Pang dengan niat membunuh yang sangat kuat.

Bukan sekadar marah. Bukan sekadar dendam.

Tapi kebencian murni, kebencian yang lahir dari ketidakberdayaan, kebencian yang akan terus membakar bahkan setelah tubuhnya hancur.

Aura hitam pekat merembes dari tubuhnya. Bukan dari Transformasi Iblis Langit. Tapi dari sesuatu yang lebih dalam. Dari luka-luka lama.

Dari kemarahan yang terpendam. Dari semua ejekan, semua penghinaan, semua rasa tidak adil yang ia alami sepanjang hidupnya.

"NUAN SHUANGGGGG!!"

Krankkk!

Telapak tangan spiritual Wen Pang tiba-tiba retak.

"Apa!"

Retakan kecil di tengah telapak tangan raksasa itu. Hanya satu. Tipis. Hampir tidak terlihat.

Tapi dalam hitungan detik, retakan itu menyebar. Seperti jaring laba-laba yang melebar dengan cepat, seperti es yang retak di bawah beban. Retakan itu merambat ke jari-jari, ke pergelangan, ke lengan.

Kemudian, telapak tangan spiritual itu hancur. Seketika. Tidak ada perlawanan. Tidak ada proses. Hancur menjadi percikan-percikan kecil, lalu lenyap seperti tidak pernah ada.​

1
Cecilia
sabar nunggu bab selanjutnya yaa
yayat
lanjut dah
yayat
wah yg 1 lg ga pernh diksh ni
Cecilia: yang itu spesial wkwk
total 1 replies
yayat
kash kenangn donk buat 2 gadisnya ahaaay
yayat
haha pusing dy
syarif ibrahim
siapa ya??? barusan juga bergerak eh sudah dibikin pingsan🤭
Fajar Fathur rizky
cepat tingkatkan kultivasi wangchan habis itu hancurkan segel budak itu dan taklukkan mu Qing Huan
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin sifat wangchan kejam bantai wenpang beserta keluarganya dengan cara paling sadis
syarif ibrahim
hmmmm... gitu ya thor... 🙏
Cecilia
lesgoo, besok sampe 40 bab yakk
Fajar Fathur rizky: cepat bikin wangchan kuat habis itu bantai wenpang
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
Thor cepat naikan ranah kultivasi wangchan habis itu bikin wangchan bantai wenpang beserta keluarganya dengan cara paling kejam bikin wangchan hancurkan dantian wenpang dan kultivasi bikin wenpang mati di tangan manusia fana
Fajar Fathur rizky: kalau perlu wen xiang sama wangchan ambil dulu Thor
total 4 replies
yayat
wah dipertemukan n diperkenalkn dlm situasi yg kurang baik apakan yg dua mampu menerima n berbagi kehangatn dengn nuan huang
Hasan Udin
jangan tambah lagi wanitanya Thor cukup mereka ber 3 dah kalau nambah lagi jadi bosen bacanya
paling sukakarakter nuan shuang
Cecilia: bukan pejahat kelamin juga sih, sesuai genre dia dikelilingi cwe, tau btth ga? nah kira2 gitu, cwenya kan banyak, tpi rata2 cuma jadi bantuan doang gitu loh, ga nyampe jadi istri
total 3 replies
Hasan Udin
jangan tambah lagi wanitanya Thor cukup mereka ber 3 dah kalau nambah lagi jadi bosen bacanya
paling sukakarakter nuan shuang
Cecilia
next bab tungguin yww
Cecilia
bab selanjutnya otw ya gaess
yayat
nuan ga bantu ni
yayat
yg kaya gini yg bikin urusan panjang urusan anak n anaknya yg minta tp kalah n ortu ga terima klo anaknya menang bilng karn lbh kuat n jadilah urusan panjang sampe ke buyut2 dah ahaaay
syarif ibrahim
akhirnya bantuan datang.... 🙏💪
yayat
wah2 baru belajar sebntr tp sudah nunjukin perubhn besar berarti harus swring kultivasi ganda ni sama ketiga wanitanya biar cept ningkt lg ahaaay
yayat: oh msh singgle berarti donk ahaay
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!