NovelToon NovelToon
Transmigrasi Claudia

Transmigrasi Claudia

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amelia Chisuga

Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.

sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.

Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.


Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia

yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 10

"setelah ini apa kau mau berjalan sebentar di taman?" tanya Claudia yang tanpa ada jawaban dari Luca.

Luca hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, dan itu membuat Claudia senang jika Luca sudah mau meresponnya dengan perlahan.

Ritual makan malam bersama pun telah selesai lalu Claudia dan Luca segera melangkahkan kakinya menuju taman.

Claudia segera memecahkan keheningan diantara mereka berdua dengan memetik bunga rose berwana merah yang ditanam di tamannya itu.

"bunga ini indah dan harum akan tetapi dibalik itu butuh pengorbanan untuk memetiknya" ucap Claudia.

Luca melihat ibu sambungnya itu sedikit ada goresan di jari lentiknya. "jika kau tahu kenapa kau petik bunga itu? tanganmu terluka" ucap Luca yang berterus terang.

Claudia yang menyadari tangannya sedikit berdarah lalu tersenyum karna ia tahu Luca pasti khawatir padanya.

"kau tidak perlu khawatir, ayo kita duduk dikursi itu" ucap Claudia yang terus terang menarik tangan kecil Luca.

Mereka pun duduk berdua di kursi taman.

"bagaimana di sekolah apa kau punya banyak teman?"

"kau terus bertanya dari tadi seolah kau ibu ku, ternyata benar kata teman-temanku kalau wanita istri ayah itu sangat cerewet" ucap Luca yang terang terangan.

"maksudnya ibu mereka? sepertinya begitu karna aku istri ayahmu berarti aku ibumu jadi wajar terus bertanya kepada putranya hanya ingin tahu keadaannya apa tidak boleh?" Claudia memberikan senyuman hangat pada Luca untuk menyerang hati dingin milik putra sambungnya.

"terserah padamu" ucap singkat Luca.

"apa kau berfikir aku akan berbuat jahat padamu? karna aku ibu sambungmu?"

Deg....

Memang benar yang dipikirkan Luca sama persis dengan yang dikatakan Claudia. Luca takut pada Claudia takut tidak suka dengannya.

"kau tenang saja walau aku ibu sambungmu tapi kau akan ku perlakukan seperti putraku sendiri, kau jangan mendengar ucapan yang telah menghasutmu"

"apa kau benar tidak marah jika aku tiba-tiba menjadi putramu duchess?" tanya Luca yang mengangkat kepalanya menatap wajah ibu sambungnya itu.

"tentu saja anaknya Raphael anakku juga, ah makin dingin diluar. sudah memasuki musim dingin tetapi saljunya belum turun juga." ucapnya sebenarnya Claudia ingin memeluk putra kecil yang ada dihadapannya akan tetapi niatnya dia urungkan karena takut Luca akan terkejut.

"baiklah ayo masuk, aku takut kau akan sakit karena kedinginan kau harus istirahat juga" imbuhnya.

"ibu..."

langkah Claudia terhenti saat Luca memanggilnya ibu.

"ibu... apa aku boleh memanggil mu ibu?" ucap malu-malu.

Claudia tersenyum dan merasa senang karna ia dengan cepat mengambil hati Luca lalu ia memeluknya karena sangat bahagia.

"tentu saja kau boleh panggil ibu sesuka hatimu".......

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Satu Minggu telah berlalu setelah kedatangan Luca yang membuat Claudia tidak merasakan sepi lagi. hari ini masih pagi Claudia masih memejamkan mata menikmati tidurnya namun sepasang mata sedang memperhatikan ia tidur yang tak lain adalah Luca, semenjak dekat dengan Claudia dia selalu datang pagi sekali untuk melihat ibunya tidur.

"ibu.... ibu... ibu aku rindu padamu" rengek bocah laki-laki berusia 9tahun itu tak biasa ia bersikap manja karna ayahnya selalu bersikap tegas dari ia masih kecil.

Claudia membuka mata indahnya lalu melihat Luca yang setiap pagi selalu datang ke kamarnya.

"sini, ibu masih mengantuk nanti agak siang kita kedapur bikin cookies untuk Luca" ucap lirih dari suara seraknya karna baru bangun tidur.

"baiklah.." dengan wajah yang berbinar Luca tak malu lagi untuk tidur memeluk Claudia.

2jam berlalu mereka pun terbangun dari tidurnya karna dibangunkan oleh Larin.

"nona ah maksud saya nyonya dan tuan muda ini udah siang katanya kalian akan pergi untuk piknik" ucap larin membuka gorden kaca.

"ah baiklah aku sudah bangun dari tadi, tolong siapkan keperluan untuk Luca" ucap Claudia segera bangun dari tidurnya.

***

Saat ini Claudia sedang didapur bersama Luca membuat roti dan beberapa cookies dibantu dengan cheff dikediaman itu. sudah lama sejak lahir menjadi Claudia, dia tidak pernah lagi membuat roti yang termasuk hobinya itu.

"nyonya biar saya saja yang menyelesaikan jika tuan Duke tahu dia pasti akan memarahi kami" ucap salah satu cheff di dapur tersebut.

"ah ini sudah selesai, kau tenang saja selagi dia tidak ada kalian aman bersamaku" jawab Claudia yang sedang mengambil cookies yang ada di dalam oven.

"wow... akhirnya sudah sekian lama ternyata kemampuan ku masih sama, Luca buka mulutmu cobain cookies ini" ucapnya lagi menyuapi anaknya.

Dengan nurut Luca membuka mulutnya dan memakan cookies yang dibuat oleh tangan Claudia sendiri. "ibu...ini enak sekali..nomm" ucap nya dengan mulut yang masih penuh.

"jangan bicara dulu sebelum habis, dan kalian boleh mencobanya juga kalau sudah selesai tolong masukkan kedalam keranjang ya Larin" perintahnya lalu pergi bersama Luca.

"baik nyonya" jawab Larin.

"aku tak tahu jika nyonya kita pintar membuat cemilan aku baru saja rasa yang seenak ini"

"kita beruntung memiliki nyonya sebagai nyonya kita, ternyata nyonya berbeda yang dirumorkan"

"benar kita tidak bisa menilai nyonya dari rumor, aku berjanji akan terus bekerja dengan nyonya"

Begitulah kericuhan didapur saat sudah ditinggalkan oleh Claudia. disisi lain Claudia dan Luca sudah bersiap pergi berpiknik ke dekat danau tak jauh dari mansion diikuti dengan 4 knight dan 2 maid Larin dan Maya.

Mereka menggelar tikar sedikit lebar cukup untuk 8 orang, Claudia mempersiapkan semua kebutuhan pikniknya dibantu dengan dua maidnya.

Setelah semuanya selesai Claudia menyuruh kesatrianya itu bersama maidnya untuk duduk bersama.

"cepatlah sini tidak ada penolakan kali ini, akan lebih enak kita makan bersama kalian juga lelah menjaga kami berdua" ucap Claudia dengan nada menyuruh.

"sebuah kehormatan untuk kami bisa duduk bersama nyonya duchess" ucap salah satu kesatria nya.

Mereka saling bercanda tanpa menghiraukan kasta.

"Luca kau ingin bermain apa?" tanya Claudia.

"hari ini ingin bersama ibu karna besok aku harus ada latihan pedang dengan paman kesatria" jawabnya tanpa melepas pelukannya pada Claudia.

"baiklah, manja sekali putraku ini" Claudia mengecup keningnya.

"aku akan memamerkan ibu kepada teman-teman ku kalau aku punya ibu yang sangat cantik menyayangi Luca"

"hahaha boleh boleh bilang jika ibu lebih menyayangi Luca dari ibu menyayangi tuan Duke, ah ngomong-ngomong jika ayahmu ada pasti akan tambah seru kita liburan hanya bertiga"

"tidak ada ayah juga menyenangkan, Luca akan melindungi ibu sampai kapanpun"

Matahari mulai tenggelam Claudia maupun Luca sudah pulang lebih awal karna cuacanya makin dingin walau saljunya belum turun.

Claudia yang sedang berada di ruang baca ditemani oleh pelayan kesayangannya.

"nona bilang sudah 2bulan tidak datang bulan, kita cek kedokter ya nona" ucap Larin khawatir.

"iya aku juga ingin cek tapi setiap malam aku selalu menangis padahal tidak ada masalah, rasanya aku sangat merindukan tuan Duke" ucap Claudia yang lalu menaruh bukunya di meja.

"nona aku panggilkan dokter dan Hans juga ya" ucap Larin terburu-buru

Dokter pun datang bersama Hans dan Larin, lalu segera mengecek keadaan Claudia. dokter pun mengerti dengan keluhan Claudia akhir-akhir ini.

"nyonya tidak merasa mual atau pusing?" tanya dokter duduk di kursi dekat Claudia berbaring.

"tidak hanya saja moodku selalu turun saja karna sudah periode ku tak datang" jawab Claudia.

"itu wajar untuk seorang yang sedang hamil muda usianya sekitar 5minggu, tidak ada perlu dikhawatirkan cukup beristirahat dan saya permisi" ucap dokter lalu keluar diantar oleh Larin.

"nyonya tuan Duke pasti sangat senang, saya akan mengirim surat agar tuan Duke segera pulang" ucap Hans.

"aku sudah mengirim surat banyak tapi tidak ada jawaban darinya, biarin saja jangan mengirim apapun padanya"

"tapi nyonya..."

"sssttsss....... kau bisa keluar Hans"

"baik nyonya" Hans pun keluar meninggalkan kamar Claudia.

Sekarang tinggal dirinya sendiri didalam kamar mengelus perut yang terbilang masih rata. "kakakmu pasti akan senang mempunyai saudara, aku merasakan jika Raphael ada disekitar ku mungkin aku terlalu rindu padanya hingga berhalusinasi" ucapnya lalu ia menutup matanya karena hari ini dia merasa sangat lelah.

💢💢Mohon dukungannya ya!🤗💢💢

1
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
cerita taiiiiiiiiiiikkkkkk
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
haduhhhhh...kenapa alurnya jadi begini......saya pusing bacanya
Qur Assyifa Sutanato
ok
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Siti Nurain
selalu tunggu cerita ni up....
Lia
akhirnya up juga❣️
Seira: Terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
Lia
lanjoottttt
Lia
up dong thor!!!!
Seira
masih rame gak nih?
Rieanty
Nex thor
Rieanty
buat cerita ini gua sangat mendukung kaisar barat buat jadi pembinor 😂😂😂😂
Rieanty
kesel banget sama Raphael ,,,
nuke
ambil aja tuh raphael. duke kok goblok
nuke
Raphael goblok
Almira Homestore
jangan mati thor, mending cerai aja sama raphael.
vania
penuh banyak misteri
Rieanty
semoga aja ntar Duke pulang ga, bawa bini baru
Riskiya depot
yang salah itu bukan ceweknya tp cowoknya, karena gak punya pendirian.. yah gitu lah cowok 😌
vio~~~~
aku kira raphael lebih baik dari putra mahkota.. eh ternyata lebih buruk... ingatlah hubungan yg diawali dengan ketidak jujuran tidak akan berjalan dengan baik apalagi pernikahan...😔😔
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
☠️えぅしあ。じぇっしえ
MATI LAU J*LANG B*NGSAT!!!
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!