Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.
Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.
Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?
Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Menyadari Perasaannya
Seminggu yang lalu Pak Zaidan sudah memberi tahu mereka bahwa pada hari ini akan ada ujian / Mitem, beliau juga sudah membagikan bahan bahan yang harus di pelajari untuk Mitem.
"Assalamualaikum.. Apa kalian sudah hadir semua ?" Ucap Pak Zaidan yang berjalan menuju meja..
"Waalaikumsalam, sudah Pak !" Jawab mereka bersamaan..
"Baik, kalau begitu kita bisa langsung mulai Mitemnya, Zahra tolong bantu saya bagikan Soal kepada teman teman. Yang hanya ada diatas meja kalian cukup soal, kertas jawaban dan pulpen, selain dari pada itu tolong disimpan. Mengerti !" Lanjut Pak Zaidan.
"Baik Pak !" Jawab mereka bersamaan..
Kemudian Zahra langsung membagikan soal soal kepada mereka satu persatu..
"Nah, udah dapat semua kan ? Tolong kerjakan, jangan ribut, tidak boleh lihat kiri kanan ya. Jika ada jawaban dari kalian yang sama, nilai kalian akan saya bagi dua !" Ucap Pak Zaidan sembari membuka buku yang ada diatas meja nya..
"Iya Pak !" Jawab mereka bersamaan..
Setengah jam sudah berlalu, mereka semua benar benar patuh dengan apa yang dikatakan oleh pak Zaidan. Tidak ada suara, tidak ada yang melirik ke kanan dan kiri. Mereka hanya fokus pada kerta yang ada dihadapan mereka. Kelas ini benar benar hening untuk saat ini. Karena meskipun pak Zaidan termasuk dosen yang masih muda namun mereka memiliki sedikit rasa ketakutan terhadap pak Zaidan yang selalu tegas dalam segala hal..
Pak Zaidan hanya memperhatikan mereka dari depan, sesekali ia melihat kearah Zahra yang sedang fokus dengan soal yang ada di tangannya..
"Sungguh.. Terlihat sangat manis dengan wajah yang serius seperti itu" Batin Pak Zaidan, Beliau tersenyum saat melihat Zahra yang sedang serius..
"Untung aja semalam gue belajar, kalau nggak pasti nggak bakalan bisa deh gue jawab soal hari ini. Memang benar kata senior yang pernah masuk dengannya. Si dosen dingin ini kalau ngasih pertanya selalu pertanyaan yang sulit dimengerti, Bagusnya soal cuma 3, dan gue hampir selesai" Batin Zahra.
"Ren lo udah siap belum ?" Bisik Zahra kepada Rena..
"Bentar bentar, dikit lagi ni. Tungguin gue !" Balas Rena berbisi
Sepuluh menit kemudian Zahra dan rena bangun dan hendak mengumpulkan jawaban mereka. Mereka adalah orang pertama yang selesai mengerjak soal saol mitem tersebut..
"Pak ! Saya sudah selesai !" Ucap Zahra dan Rena bersamaan..
"Oh bagus. silahkan kumpulkan dan tanda tangani absen dan kalian boleh meninggalkan kelas !" Ucap Pak Zaidan dengan wajah datar..
"Baik Pak !" Jawab mereka bersamaan..
"Yang lain kalau sudah siap bisa langsung kumpulkan dan keluar juga. Waktu 15 Menit lagi ya !" Ucap Pak Zaidan.
15 menit kemudian mereka sudah mengumpulkan dan meninggalkan kelas semuanya. Pak Zaidan merapikan kertas jawaban mereka dan bergegas pergi meninggalkan kelas. Namun saat ia berjalan dan turun kebawah. Ia melihat Zahra dan Rena bersama sedang berbicara dengan seorang laki laki berambut gondrong. Benar, itu adalah Eki senior dari fakultas Teknik. Pak Zaidan memperhatikan dari jauh, mereka terlihat sangat akrab sekali. Akhirnya beliau terus berjalan meninggalkan gedung tersebut dan berpura pura tidak melihat mereka yang sedang berdiri dan mengobrol disana.
"Hm, Zahra sedang bersama seorang laki laki, seperti nya laki laki itu anak Teknik. Kenapa juga aku memikirkan itu" Batin nya..
"Ngapain lo bang disini ?" Tanya Rena
"Nggak, abang ada urusan. Lagi nungguin teman abang, dia anak fakultas kalian juga." Jawab Eki..
"Oh gitu, iya deh kami duluan ya bang !" Balas Rena
"Oh oke Ren!" Balas Eki..
"Ren kita ke perpus yuk ? Baca Novel, kemarin gue liat banyak banget novel novel baru di rak buku loh !" Sela Zahra.
"Hah, serius lo ? yuk yuk gue mau, kalau Novel mah gue suka kali aja ada yang menarik buat dibaca !" Jawab Rena semangat..
Tiba di perpustakaan mereka langsung mengambil Novel dan duduk di lorong lorong rak buku paling belakang. karena disitulah tempat yang nyaman untuk mereka membaca buku.
"Ren... ? Panggil Zahra"
"Iya, kenapa Ra ?" Jawab Rena namun ia masih membaca Novelnya
"Gue mau curhat ! Lo mau dengerin Nggak ?" Ucap Zahra ragu ragu.
"Yaudah, lo cerita aja. Gue dengerin deh !" Jawab Rena dan menutup Novelnya
"Jadi gini, selama beberapa hari ini gue udah mikir banget soal ini, tapi gue belum berani cerita ke lo karena gue masih ragu. gue masih belum yakin sama perasaan gue ke dia. Tapi sekarang gue udah menyadari Ren kalau gue tu benar benar jatuh cinta sama dia. mungkin selama ini gue memang sedikit kesal bila bertemu dia tapi sekarang makin gue pikirin rasanya gue makin punya perasaan sama dia !" Ucap Zahra kemudian terhenti karena Rena tiba tiba memotong pembicaraan nya..
"Siap yang lo maksud Ra ? Pak Zaidan ? Apa lo benar benar udah yakin sama perasaan lo sendiri Ra ? Sela Rena
"Iya Ren, gue jatuh cinta sama Pak Zaidan ! Awal nya gue nggak yakin, Tapi tiap gue ketemu dengan pak zaidan jantung gue selalu berdetak kencang Ren. Saat dia menatap gue, wajah gue langsung memerah. Saat gue mikirin dia kadang gue jadi senyum senyum sendiri. Saat gue liat dia dengan seorang wanita termasuk kemarin saat kita liat dia di Caffe Green Beach, hati gue sakit Ren, Gue cemburu. Gue jadi galau parah."
"Sebenarnya gue udah tau Ra, gue sering perhatiin lo tiap ketemu atau bahas soal Pak Zaidan, cuma gue nggak mau bahas karena lo belum menyadari. secara lo bekum pernah pacaran jadi pikir gue lo mungkin cuma sekedar suka aja !!
"Tapi cinta gue bertepuk sebelah tangan Ren, tambah lagi ternyata Pak Zaidan sudah punya pacar sekarang. Sakit banget rasanya. "
"Sabar Raa, mungkin Tuhan punya Rencana lain !" Ucap Rena sambil memeluk temanya ini
"Makasih ren lo udah mau dengerin. tapi lo jangan cerita ke siapa siapa ya, cukup gue sama lo aja yang tau. Ngerti ?"
"iyaya, gue ngerti Ra!
"Akhirnya temen gue udah menyadari perasaannya sendiri, tapi sayang sekali cinta nya tidak dapat di gapai olehnya" Batin Rena..
Rena kembali melanjutkan membaca Novelnya, Namun tidak dengan Zahra, ia tiba tiba melamun memikirkan Zaidan.
"Sungguh, perasaan tak terbalas. kenapa bisa aku mencintai kekasih orang lain. Nggak tau sejak kapan, tapi yang jelas meskipun dia dingin, cuek selalu membuatku kesal. Tetapi kali ini aku benar benar jatuh hati padanya. Sangat tak masuk akal mahasiswi jatuh cinta pada Dosen nya sendiri, meskipun banyak kejadian seperti ini di kota kota lain. Tapi aku hanya bisa mencintainya sendirian. Lebih baik ku simpan dalam dalam perasaan yang tak terbalas ini. karena memang ini sangat tidak mungkin untukku" Batin Zahraa.
Setelah lama berada di perpustakaan, mereka akhir nya pulang, karena Zahra terlihat sangat sedih hari ini jadi Rena mengajak nya untuk pulang lebih awal..