Shelvia Liliana, wanita cantik berumur 20 tahun. Terlahir di dalam keluarga terpandang namun, dia di buang ibu nya sendiri. Selama 12 tahun hidupnya sangat menderita.namun, di dalam penderitaan itu sahabatnya yang bernama Zein, dialah yang memberikan kekuatan pada Shelva agar tegar dalam menjalani hidup.
Namun, nasibnya sialnya ini malah parah. Di hari yang sama dia harus kehilangan pekerjaannya dan kehilangan kesuciannya. Depresi pasti dia alami,menurutnya ini yang lebih berat.saat hari itu terjadi menyebabkan Shelvia hamil.namun, karna sudah mengalami cobaan bertubi-tubi dia bisa menjalani ini semua meskipun menanggung malu. Sahabatnya Zein pun membantunya untuk tetap kuat apapun yang terjadi.
Setelah mengalami banyak cobaan saat hamil. Akhirnya, Shelva melahirkan anak perempuan kembar yang cantik.setelah melahirkan Shelva banyak mengalami hal yang tidak terduga yang berhasil mengangkat derajatnya. Si kembar yang genius ini akan membawa keberuntungan untuk ibunya.suatu hari saat Shelva mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan cabang.dia bertemu dengan seorang lelaki bernama Ardiaz Arkatama Putra. Akankah Shelvia dan Ardiaz menyadari satu malam yang mereka lakukan bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia membenci Ku?
"RAKA!!"
Teriak seorang wanita cantik dengan jas Berwarna Pink. membuat Ardiaz menoleh ke arahnya, Shelvia menghampiri Ardiaz.
"Raka Terima kasih ya atas bantuannya kemarin, maaf merepotkan" Ucap Shelvia yang sangat berterimakasih kepada Ardiaz
"iya gapapa santai aja, emmm ngomong-ngomong. suami mu dimana? kenapa dia tidak ada di rumah? " Tanya Ardiaz yang bermaksud untuk basa-basi.
"aku ibu tunggal,jadi aku mengurus mereka sendiri dari lahir hingga sekarang. bahkan, sampai saat ini aku tidak tahu ayah kandung mereka"jawab Shelvia dengan santai dan sambil tersenyum.
Ardiaz sangat tak menyangka ternyata reaksi yang di berikan Shelvia seperti orang menjawab pertanyaan dengan cara yang sepele.
"maaf aku tidak bermaksud untuk.. "Ardiaz belemu selesai berbicara.
"tidak apa-apa, lagi pula aku sudah terbiasa dengan ini semua. menjadi susah saat kecil dan menjadi tulang punggung keluarga kecil. aku bersyukur memiliki si kembar tapi, aku menyesal bertemu ayah kandung nya mereka dulu. " ucap Shelvia dan kini suasana menjadi sedikit hening
Ardiaz kini terkejut, dan menyadari kesalahannya dulu. yang tak cepat mencari Shelvia. nasi kini telah menjadi Bubur, sulit tuk di ubah.
"ternyata dia membenci ku, aku memang pantas tuk di benci karena, keberanianku yang tak cukup hingga melakukan kesalahan di masa lalu." gumam hatinya Ardiaz yang sangat menyesal.
saat ini perusahaan mengalami peningkatan keuangan yang pesat, hingga perusahaan untung 50%.bahkan Shelvia juga naik jabatan, yah tentu saja perusahaan ini tidak setoxic perusahaan nya yang dulu. para karyawan di perusahaan juga tak iri dengannya karena kinerja yang bagus juga pengalaman bekerja di luar negeri dengan jabatan yang bagus.
"selamat ya Shelvia sekarang jadi atasan kita loh, jangan lupa pesta makannya ya" ucap Angel rekan kerjanya sambil memberikan bunga sebagai tanda ucapan selamat atas pencapaian yang dia dapat.
"tenang aja, aku udah pesen makanan yang spesial buat karyawan di devisi Kreatif ini semoga kalian suka ya"ucap Shelvia yang sangat bergembira karena kerja kerasnya selama beberapa bulan di perusahaan ini.
Kang anter makanan sudah datang dan beberapa makanan spesial di pesan untuk 1 orang mendapatkan 1 paket makanan enak.
"kenyang banget ini shel, banyak loh ada dessert nya juga."
"alhamdulillah kalo gitu kalian nikmati ya, dan setelah makan langsung kerja lagi" ujar Shelvia yang kini tertawa bersama para karyawan kantor.
Ardiaz memegang makanan dari Shelvia, dia bengong dan merasa kagum pada wanita itu. siapa yang tak tertarik wajah yang cantik, cerdas, berpakaian rapi dan selalu tampil dengan aura yang positif. tentunya membuat Ardiaz terkagum hingga dia tak sadar bahwa yang dia bawa bukan makanan melainkan tas milik manajer.
"loh makanan saya mana? " Ardiaz kebingungan mencari makanannya yang dia pegang dari tadi.
ternyata ada pada mang Boy selaku OB senior di kantor.
"maaf mas saya ambil punya mas ya.ini tolong tasnya kasih pak Manajernya ya, saya laper dari malam belum makan. nanti mas ambil lagi ya"ucap mang Boy yang kini berlari lantai bawah.
semenjak Ardiaz menjalani misi ini harga dirinya sudah tak berarti lagi. dia juga pernah membersihkan toilet laki-laki, karena cleaning service yang di tugas kan pingsan mendadak. saat di telusuri ternyata cleaning service yang di tugas kan saat itu adalah karyawan baru yang gugup.
tok, tok
Ardiaz melihat tidak ada seseorang di dalam ruangan manajer bahkan asistennya juga tidak ada di tempat. dia meletakkan tas di atas meja milik manajer, Ardiaz melihat sekilas tentang dokumen milik Klien besar. saat ingin membuka Dokumen tiba-tiba ada yang menepuk pundak Ardiaz dengan pelan.
"HAAH" Teriak Ardiaz yang kini melihat wajah seseorang itu.
"kamu siapa?".tanya seorang wanita berambut pendek berponi.
" saya.... mmm"gugup karena takut nantinya dia ketahuan.
"oooh, kamu OB baru di perusahaan? kok bajunya beda ya?apa kamu ketua nya, masak iya ganteng kek gini jadi OB. makanya mas jadi sarjana kaya saya"
"emang mbaknya kerja di sini gak pake koneksi? langsung masuk gitu? kan masuk kantor cabang Arkatama harus ber IQ tinggi" ujar Ardiaz
" oh..... tentu saja pake koneksi. saya kan keponakannya Pak Manajer ,padahal ya skor tes IQ saya cuman 97."bisik Sekretaris itu.
"hehehe, di bawah rata-rata ya mbak"
"iya betul sekali. kalau tidak ada keperluan silahkan keluar dari ruangan ini" Sekretaris itu mempersilahkan Ardiaz untuk keluar.