NovelToon NovelToon
Inilah Aku!

Inilah Aku!

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:648.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggrek

JANGAN DIBACA!!!
ASLI, BUKAN TIME TRAVEL, YA!
HANYA KISAH ASAL PENUH PERKETYPOAN!
KALAU UDAH BACA, YA JANGAN NYESEL! BISA MENYEBABKAN MUAL DADAKAN, GANGGUAN SUSAH TIDUR, DIABETES BERLEBIHAN, DAN BUCIN DADAKAN.

(Gejala di atas berdasarkan survey dari zaman kuno hingga saat ini).

Bagai bulan yang tertutup awan, aku harus membuang semua hal tentangku, semua jati diriku, dan melanjutkan hidup sebagai kembaranku sendiri.

Terasa susah. Namun, itulah yang harus kulakukan. Hanya karena paksaan sang ayah dan juga kesalahan yang sepenuhnya bukan milikku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggrek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Tinggal Semuanya.

Desita menyelesaikan pembayaran untuk pelayan yang dia sewa, mereka akan meninggalkan kota ini kurang dari dua jam. Untuk rumah, akan ada asisten Hermansyah yang mengurus jual belinya nanti. Kini ketiganya berada dalam satu mobil yang dikemudikan oleh Jono, supir panggilan sementara. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju bandara.

Tak ada yang bersuara, keheningan berat memenuhi mobil yang mereka tumpangi. Adriana nampak cuek dan memilih memainkan ponsel kakaknya, melihat beberapa media sosial yang dimiliki sang kakak. Dia ingin tahu siapa sebenarnya 'Si Bodoh' yang ada di dalam daftar kontak kakaknya.

Sibuk mencari dan menjelajah ke dunia maya, ponsel yang Adriana pegang bergetar pelan. Satu notifikasi pesan masuk tertera di layar, tentu saja Adriana langsung membacanya. Ternyata pesan itu dari 'Si Bodoh' yang baru saja dicarinya, 'Si Bodoh' menanyakan, apa dia boleh main ke rumahnya akhir pekan ini.

Adriana tersenyum sinis. "Akhir pekan, huh? Beberapa jam lagi aku akan meninggalkan kota ini tahu!" gumam Adriana sangat pelan sehingga tak ada satu orang pun yang mendengar.

"Kamu bilang apa, Rian?" tanya Desita yang duduk di samping Adriana. Dia merasa mendengar sesuatu tadi, tapi tak yakin.

Adriana menggeleng sambil tersenyum. "Tak ada, mom. Rian tak mengatakan apa-apa!" balas gadis itu cepat.

Desita menatap lekat anaknya sebentar, sebelum mengangguk. "Mungkin mom yang salah dengar," katanya dengan nada lembut, nada yang sering Adriana dengar ketika sang Ibu berbicara dengan kakaknya dulu.

Perjalanan menuju bandara terus dilanjutkan, semua telah siap, Hermansyah menyewa pesawat kecil untuk penerbangan kali ini. Jadi mereka hanya tinggal duduk manis dan menikmati penerbangan tanpa terganggu penumpang lain.

Adriana mengetik pesan singkat untuk 'Si Bodoh', dia merasa perlu mengucapkan selamat tinggal pada teman kakaknya yang selalu menghubungi dirinya. "Kalau bisa jangan hubungi aku lagi, selamat tinggal semuanya!" ucap Adriana menatap keluar jendela pesawat setelah dia mengirimkan pesan. Pesan yang mengatakan dirinya akan pergi ke luar negeri untuk kurun waktu yang belum bisa ditentukan, dan saat ini dia sedang berada di bandara.

"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja, Rian!" kata Desita menghibur anaknya.

"Kamu pasti gugup, apa kamu mau tukar tempat dengan daddy dan duduk dengan mommy mu?" tawar sang Ayah yang mengira anaknya gugup.

"Tak perlu dad, seperti kata mommy, semua akan baik-baik saja, ya kan mom?" balas Adriana melemparkan senyum manis tetapi palsu miliknya.

"Anak kita ternyata sangat bijak dan mandiri, ya pa," ucap Desita dengan tawa bangga.

"Tentu saja, anak siapa dulu?!" timpal Hermansyah tak kalah senang. Keduanya tertawa bahagia tanpa tahu sepasang mata yang menatap muak kepura-puraan mereka. Adriana membuang muka dan menatap ke arah lain, dia hanya harus terus berakting , dia tak boleh larut dan mengharap semuanya nyata. Ini hanya ilusi yang mereka buat untuk menebus kesalahan dan memohon pengampunan untuk dirinya. Tak akan ada lagi dunia yang nyata untuk dirinya hingga akhir masa.

...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...

Adriana mengucek matanya, dia ternyata ketiduran. Adriana menatap sekitar, sedikit linglung karena nyawanya belum terkumpul sepenuhnya. "Ah, benar ini di pesawat," lirihnya setelah sadar. Biasa, efek baru bangun tidur, otaknya lambat merespon apapun yang ada di sekelilingnya. Butuh waktu untuk memproses semuanya dan mengingat lagi.

Gadis kecil itu tak tahu mereka akan ke mana, dia hanya tahu mereka akan ke luar negeri. Dia tak tahu tempat mana yang akan menjadi tujuan mereka untuk menetap ke depannya. Kini Adriana mulai terbiasa memakai pakaian pria, lebih nyaman dan praktis untuk dirinya, begitulah yang dipikirkan oleh gadis kecil ini.

Seorang pramugari menghampiri Adriana."Apa ada yang anda butuhkan? Anda ingin minum sesuatu? Coklat hangat mungkin?" katanya dengan senyum menawan nan ramah. Adriana menggeleng sebagai balasan, dia juga balas tersenyum pada pramugari itu.

"Mengapa anda tak mencoba kembali beristirahat saja, masih banyak waktu sebelum kita sampai," ucap pramugari tadi memberi usul.

Kali ini Adriana menganggukkan kepalanya. "Terimakasih, kak!" katanya dengan nada riang.

"Sama-sama, selamat beristirahat!" kata sang pramugari sebelum meninggalkan Adriana sendirian. Mengikuti saran sang pramugari, Adriana kembali memejamkan matanya.

Beberapa jam kemudian, suara berisik terdengar. Adriana kembali terbangun, kali ini dia tak lagi melakukan hal seperti saat pertama kali dia terbangun di pesawat ini. Ternyata suara ribut tadi berasal dari pemberitahuan bahwa pesawat akan segera mendarat.

Hal pertama yang Adriana lihat saat pesawat akan mendarat, yaitu semuanya nampak seperti miniatur kota, terlihat kecil dan juga indah. Saat mereka sudah turun dari pesawat, udara dingin dan salju yang putih menyambut kedatangan mereka. Mau tak mau, Adriana menyunggingkan senyum bahagia saat melihat pemandangan yang baru pertama kali dia lihat selama ini.

"Ayo, Rian! Kita bisa membeku kalau berdiri di sini terus sayang," panggil sang Ibu.

Adriana tersentak kecil, sebelum kembali memasang senyum kecil. "Rian datang, mom!" kata anak itu dengan tampang polos.

"Kamu tak kedinginan sayang?" tanya sang Ayah perhatian.

Adriana menggeleng cepat. "Rian malah merasa sangat senang!" balasnya penuh semangat. Dia jujur kalau dia merasa senang, tapi bukan karena mereka, lebih tepatnya karena pemandangan yang ada di depannya saat ini.

Desita dan Hermansyah hanya tersenyum, mereka bahagia. Terlebih Desita, dia merasa keputusannya untuk membuat Ana menggantikan Rian sangat tepat dan tak salah. Buktinya mereka mampu terlihat seperti sebelumnya, keluarga bahagia seperti saat anaknya Rian masih ada bersamanya.

Hermansyah sendiri, meski dia kesal pada Adriana yang membuat anak laki-laki yang dia sayangi meninggal, dia juga sedikit tak setuju dengan keinginan istrinya. Namun, dia tak menyuarakan pendapatnya, semua terserah Desita. Asal wanita itu mau dan dia suka, dia bisa melakukannya dan Hermansyah tak akan pernah melarang. Itu sudah perjanjian yang mereka buat dari lama.

Sibuk dengan pemikiran masing-masing, kini ketiganya telah duduk di mobil yang menjemput mereka. Mobil itu membawa ketiganya menuju mansion yang dimiliki oleh keluarga Ferdinan di sini. Tak berapa lama mereka telah sampai, tempatnya cukup terpencil. Mansion itu dibangun di daerah perbukitan yang luas, memiliki taman yang besar dan pagar mengelilingi. Di luar pagar, terdapat hutan asri yang sengaja tak dirusak oleh Herman. Dia ingin membuat lingkungan yang sejuk dan memiliki oksigen yang baik.

Para pelayan yang menjaga mansion itu menyambut majikannya, semua mengucapkan selamat datang. Adriana diantar ke kamar untuk beristirahat sesuai titah sang nyonya besar, siapa lagi kalau bukan Desita.

Kini Adriana sibuk memperhatikan kamarnya, pelayan yang tadi mengantar dirinya telah pergi setelah mengucapkan beberapa kata ramah. "Kak, kakak tahu, aku melihat salju untuk pertama kalinya, kak!" ucap gadis kecil itu seakan berbicara dengan Adrian.

"Semoga semuanya berjalan lancar," lanjutnya dengan nada yakin.

1
Mearly Early Mey
👍👍👍💯💯
HNF G
karma krn udah menzolimi anak kandung sendiri 😏
HNF G
huaaa.... bs lgsg naik darah nih ana😄😄😄😄😄😄😄
ayang bebeb disuruh jd tukang parkir 😝😝😝😝
HNF G
apa lagi tambah ale sm anwar😂😂😂
HNF G
ihh.... dasar gilak😄😄😄
HNF G
waahh... parah nih... gak bpk gak emak, dua2nya gak ngenalin anak kandung sendiri 😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha.... mati kutu si herman
HNF G
Herman aneh ya, masa gak ngenalin anaknya sendiri sih🙄🤔🤦‍♀️
HNF G
calon mantumu pak😄😄😄
HNF G
gara2 liat postingan Diego pst el protes keras gegara cemburu 😂😂😂😂😂
HNF G
cerita dr awal mula km diculik dan rian yg asli meninggal.
HNF G
bener tuh...... goblok koq diborong sendiri, udah gitu gak ngenalin anaknya pula😅😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha..... dasar orang aneh gak kenal sm anak sendiri 😂😂😂🤦‍♀️
HNF G
koq gak ada yg curiga kl wajahnya mirip rian ya???
HNF G
jgn2 ntar dikira oplas ganti kelamin 🤭🤭🤭
HNF G
kasihan..... dia merasa belok🤭🤭🤭
HNF G
semoga ktm ana/rian versi ciwi🤭
HNF G
ngaca lo...... harusnya elo yg masuk RSJ😡😡😡
HNF G
dasar gila tuh orang 😡😡😡
HNF G
hayoh loooo.... mulai deh benih2 cinta tumbuh dan bersemi🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!