NovelToon NovelToon
Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:288.7k
Nilai: 5
Nama Author: pinkanmiliar

( Drama - Romance - Adult - Fiksi )

🍁🍁🍁

Kesialan nampaknya tak pernah pergi dari seorang pria bernama Rocky Abraham meski dirinya sudah menyatakan 'insaf' dari cap sebagai 'Playboy'. Ia tak pernah berhasil dalam membangun bisnis konstruksinya meski sudah berjalan selama lima tahun.

Ditengah kegalauan mencari solusi atas masalahnya, Donny, sahabat sekaligus asisten pribadinya menyarankan agar Rocky menemui paranormal terkenal, Ki Damar Atos.

Ki Damar mengatakan kalau kesialan yang dialami Rocky adalah akibat dari perbuatannya di masa lalu. Ia menyarankan agar Rocky meminta maaf pada orang yang pernah disakitinya.

Terbersit satu nama seorang wanita yang pernah ia sakiti, Sania, mantan kekasihnya. Namun ternyata meminta maaf pada Sania tak semudah yang Rocky bayangkan.

Ditengah perjuangannya mendapat maaf dari Sania, Rocky bertemu dengan gadis lain bernama Navisha, yang sama sekali tak pernah ia kenal sebelumnya. Rocky menganggap kesialannya bertambah setelah bertemu Navisha.

Lalu siapakah sebenarnya Navisha? Apakah ia ada hubungannya dengan kesialan Rocky selama ini?

🍁🍁🍁

Kisah ini hanyalah fiktif belaka. apabila ada kesamaan nama/tokoh/karakter, tempat dan kejadian. bukanlah suatu kesengajaan oleh author.

Dukung karya ini dengan memberi Like, komen, vote, rate dan klik favorit.

Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Pembawa Makanan

...🍁🍁🍁...

TING TONG

Bel apartemen Rocky berbunyi. Rocky yang sedang duduk santai di sofa sambil menonton TV tak menggubris bunyi bel tersebut.

TING TONG

Bel kembali berbunyi. Rocky melirik jam dinding. Pukul sembilan malam.

TING TONG

Dengan kesal, Rocky beranjak dari sofa dan menuju pintu.

"Siapa sih yang datang kemari jam segini?" Rutuk Rocky.

"Siapa?" Tanya Rocky lewat pengeras suara.

"Ini aku, Rocky!"

"Kak Galang?" Rocky mengerutkan dahi.

Rocky membuka pintu dan melihat kakaknya berdiri di depan kamar apartemennya. Rocky yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana boxer, membuat Galang tertawa kecil melihat kondisi adiknya yang memprihatinkan.

"Mau apa Kakak datang kemari?"

"Aku bawa ini!" Galang menunjukkan bungkus ayam goreng dari resto cepat saji favorit Rocky, Wac'D.

"Wah! Ayam goreng Wac'D!" Mata Rocky berbinar dan merebut bungkusan di tangan Galang.

Rocky kembali duduk di sofa dan mengambil sepotong ayam goreng.

"Kenapa tidak datang ke rumah untuk makan malam?" Tanya Galang sambil duduk di sebelah Rocky.

"Aku malas bertemu dengan Papa. Dia sudah membuat hariku buruk."

"Apa benar kamu mengusir Mama saat dia datang kemari?"

"Iya. Aku sedang tidak mau diganggu."

"Ya sudah. Jangan marah pada Papa. Apa yang Papa lakukan adalah demi kebaikan kamu. Lantai 13 sudah lama kosong. Gudang Brahms Corp sudah lama dipindahkan ke gedung baru."

"Eh? Benarkah? Kenapa aku baru tahu?"

"Jangan merasa kecil hati. Jadikan ini sebagai keuntungan, jadi kamu tidak perlu menyewa gedung dan membayar tiap tahun. Benar kan?"

"Mmm, benar juga sih, Kak. Lagipula Papa kenapa membangun gedung 13 lantai sih? Bukankah angka 13 adalah angka sial. Dan sekarang aku harus menempati lantai 13 itu."

"Itu hanya takhayul, Rocky. Jika kamu percaya kalau angka 13 membawa sial, maka kamu akan benar-benar tertimpa sial. Jadi sebaiknya kamu jangan percaya hal-hal seperti itu."

"Apa Mama baik-baik saja? Aku jadi merasa bersalah padanya."

"Mama baik-baik saja. Sebaiknya kamu minta maaf padanya. Dia hanya mengkhawatirkanmu, makanya dia datang kesini."

"Kalau dipikir-pikir---kesialanku hari ini dimulai gara-gara aku ketumpahan kuah rendang."

"Eh? Apa maksudmu?"

"Jadi, saat tadi aku akan masuk lift, tiba-tiba ada seorang gadis keluar dari lift dengan membawa troli penuh kotak makan, dan dia menabrakku. Makanan yang dibawanya jatuh dan mengenai bajuku. Aku benar-benar sial!"

"Gadis pembawa makanan?" Gumam Galang.

Jangan-jangan itu Navisha? Batin Galang.

"Awas saja kalau aku bertemu lagi dengannya! Kesialanku hari ini, pasti gara-gara bertemu dengannya."

Galang tak mengomentari ucapan Rocky yang terus mengomel soal gadis pembawa makanan. Dirinya yakin kalau Rocky pasti bertemu dengan Navisha.

Besok akan kukonfirmasi pada Maharani. Apa benar insiden yang menimpa Rocky hari ini adalah benar dengan Navisha.

...***...

Esok harinya, Navisha sibuk di dapur bersama Ibu Karina dan beberapa karyawan. Batin Navisha masih tak tenang mengingat kalau dirinya akan mengirim makanan tiap hari ke gedung Brahms Corp.

Ada rasa kecurigaan dihatinya tentang Ibu Karina. Namun ia tak mau berprasangka buruk pada orang yang sudah dianggapnya sebagai Ibu. Tidak mungkin seorang ibu menjerumuskan anaknya ke dalam lembah curam. Navisha tetap tersenyum manis di depan Ibu Karina.

"Nduk, kamu sudah cari sekolah untuk Ali?" Tanya Ibu Karina.

"Ini sedang mencari, Bu."

"Cari yang dekat-dekat sini saja. Jadi biar mudah untuk antar jemputnya. Atau kamu tanya Nak Galang saja."

"Tak usah lah, Bu. Aku tidak mau merepotkan Mas Galang soal begini. Dia sudah sibuk bekerja."

"Ya sudah. Terserah kamu saja. Oya, mulai hari ini kamu harus mengantar makanan lebih awal, Nduk."

"Iya, Bu." Jawab Visha sambil merapikan kotak makan berbentuk seperti mangkuk.

Ingin rasanya menanyakan kegundahan didalam hatinya. Namun selalu ia urungkan karena takut menyinggung perasaan Ibu Karina.

...***...

Rocky menaiki lift menuju lantai 13 gedung Brahms Corp.

"Don, semua karyawan sudah kamu beritahu? Kalau hari ini kita pindah kesini."

"Sudah, bos. Mereka malah sudah sampai di atas."

"Eh? Benarkah? Mereka bersemangat sekali."

TING. Lift berbunyi dan pintu terbuka. Rocky berjalan menuju kantor barunya. Ia melihat beberapa karyawannya sedang membereskan barang-barang dari kantor lama mereka.

"Jadi benar kalau tempat ini sudah lama kosong?"

"Iya, Bos. Lantai ini sudah bukan jadi gudang lagi."

"Ruangan aku dimana, Don?"

"Disini, Bos. Rencananya, aku akan membuat satu petak ruangan berkaca sebagai ruangan bos." Donny menunjuk ke pojok ruangan yang dekat dengan jendela.

"Oke! Kamu lanjutkan beres-beresnya. Aku akan menemui Papa dulu."

"Siap, Bos."

...***...

Pukul 10.30 pagi, Visha sudah sampai di gedung Brahms Corp. Ia menuju ke lantai 11 bertemu dengan Maharani. Ia bertanya pada Maharani perihal insiden tabrakan kemarin.

"Kamu tenang saja, Pak Rocky tidak marah. Dia memang suka meledak-ledak seperti itu. Tapi sebenarnya dia baik."

"Ah, begitu ya. Sekali lagi saya minta maaf ya, Mbak. Saya jadi tidak enak dengan Mbak Maharani."

"Tidak apa-apa, Mbak Visha."

"Kalau begitu, saya permisi dulu, mbak. Saya harus mengantar pesanan lain."

Visha kembali menaiki lift dan menuju lantai satu. Ia ingin melihat-lihat Brahms Store yang ada disana.

Visha keluar dari lift dan melihat beberapa brand kosmetik tersusun rapi di etalase. Brahms Corp adalah perusahaan yang bergerak di bidang fashion and beauty, dan memasarkan produk-produk andalan seperti brand pakaian dan kosmetik.

Visha berjalan menyusuri etalase kosmetik. Visha memang jarang berdandan. Karena kesehariannya yang sibuk didapur, tak mungkin ia sempat memakai make-up. Paling hanya sedikit lipstik untuk bibirnya agar tak terlihat pucat.

Warna kulit Visha juga cenderung sawo matang, namun manis untuk dilihat. Rambut panjangnya selalu diikat kebelakang dan jarang ia gerai.

Sementara itu, Rocky yang merasa bosan berada di lantai 13, memutuskan untuk turun menuju store lantai satu.

"Aku mau lihat-lihat koleksi parfum terbaru dari Brahms Corp." Gumam Rocky.

Ia mencari etalase produk wewangian. Saat sedang berjalan menuju etalase yang dimaksud, langkah Rocky terhenti.

"I-itu kan? Gadis yang kemarin? Mau apa dia ada disini?" Rocky melihat sosok Visha dan menunjuk ke arahnya, namun kemudian ia mengendap-endap bersembunyi di balik salah satu etalase. Sepertinya Rocky takut untuk bertemu Visha. Takut kena sial lagi, katanya.

"Gara-gara bertemu dengan dia aku jadi kena sial. Dan sekarang aku bertemu lagi dengannya. Apa yang dia lakukan disini?" Rocky melirik jam tangannya. "Ah, sudah hampir waktunya makan siang. Dia pasti mengantar makanan lagi kesini."

Rocky mengamati gerak gerik Visha yang sedang memilih pelembab bibir.

Rocky mendengus sebal melihat Visha. Kemudian ia memikirkan sesuatu.

"Tunggu! Sejak kapan perusahaan ini pakai jasa catering untuk makan siang karyawannya? Siapa yang mengusulkan ide ini? Aku harus mencari tahu." Gumam Rocky.

Rocky mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya dan menelepon seseorang.

...🍁🍁🍁...

1
bagus
Ran Aulia
👍👍👍👍👍
Rahmah Rahmah
pasti ulah sania
Rahmah Rahmah
kasihan galang
Inayah Rahmadani
rasain sanis
Inayah Rahmadani
pasti ulah sania
Inayah Rahmadani
jujur lah sama galang navisha
Inayah Rahmadani
bisa jadi visha jadian sama roky
Inayah Rahmadani
panggilan mobil alena
Dewi Kumala Mulia
kayak nya rocky lebih oke,,,
Tri Utari Agustina
Cerita bagus banget thor semangat thor semoga novel tambah sukses
Tri Utari Agustina
Berarti sania yang merobah roky jadi bian
Cakcakdilejing
aku terkjut thor....
Cakcakdilejing
eh si author bikin aku kaget aja pertama kaget karena ternyata rocy meninggal kedua kaget karena eh visualnya para bolly... 😂🥰👍
Emak Femes: hehehehehe
total 1 replies
Cakcakdilejing
mampir di sini sambil nyimak
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
emak @🎤Emak Femes࿐™🎧 , novel ini yang mau di dubbing?
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ: iya, emak, sippp 😍😍😍
total 2 replies
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
suippppp, emakk 😍😍😍
YuRà ~Tamà💕
jadi ikutan ngeri...
YuRà ~Tamà💕
Hal buruk terjadi itu akibat perbuatan diri sendiri, Rocky..bukan krn orang lain ! Dasar batu emang nih..
YuRà ~Tamà💕
fan teringatlah aku akan kelangkaan minyak goreng,, gegara nama Sania 🤣🤣
Emak Femes: betchul kak 😅😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!