💐💐 NOTED DARI AUTHOR, HATI - HATI DARAH TINGGI KALO BACA NOVEL INI💐💐😜
***
Mencintai dan Dicintai
Menyakiti dan Tersakiti
---
Malik dan Kania, disatukan dalam perjodohan namun tidak dalam suatu tekanan. Menerima dengan lapang dada perjodohan yang dilakukan oleh Kakeknya Malik atas dasar bakti pada sang kakek.
Tak ada benci pada awalnya meski butuh waktu saling menerima hingga rasa cinta diantara mereka mulai tumbuh dan bersemi.
Namun badai sedikit demi sedikit mulai menghantam mahligai rumah tangga mereka.
Akankah Malik dan Kania berpisah pada akhirnya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AC – 09
Happy Reading ....
***
Seminggu setelah Malik mengucapkan kata ‘Aku Suka Kamu. Sudah cinta mungkin?.’ pada Kania. Yang sukses membuat Kania selalu merasa berdebar debar setiap berdekatan atau hanya sekedar ga sengaja bertatapan dengan Malik. Selama itu juga sebenarnya Malik sudah benar benar menyukai atau mungkin sudah mulai mencintai Kania.
Namun Kania masih ragu untuk mengartikan kalimat ‘ Aku suka kamu. Sudah cinta mungkin?. ‘ yang diucapkan oleh Malik malam itu. Baru mungkin. Belum pasti !. Begitu pikir Kania. Jadilah Kania mencoba bersikap biasa saja
seperti sebelumnya pada Malik. Walau tidak dipungkiri Kania juga sudah menyukai Malik, bahkan sebelum Malik mengatakan hal yang sama pada dirinya.
Kania memang menyukai Malik dari sejak mereka mengenal setelah di perkenalkan oleh kedua ayah mereka. Walau jarang bertemu Malik , tapi setiap kali bertemu Malik selalu bersikap baik padanya. Kania mengagumi Malik karena laki-laki itu adalah pribadi yang sopan walau kadang wajahnya terlihat dingin. Namun saat kakeknya Malik menjodohkan dirinya dan cucu laki-lakinya itu, Kania malah takut Malik membencinya karena perjodohan tersebut.
Namun pada kenyataannya, hingga sampai saat mereka menikah dan menjalani kehidupan sebagai suami istri, walau Malik tidak memperlakukannya dengan mesra dan meminta untuk tinggal dikamar yang berbeda pada awalnya. Malik tetap bersikap baik pada Kania, jadi rasa suka dan kagumnya Kania pada Malik tidak hilang melainkan bertambah. Hanya saja Kania tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya langsung pada Malik.
Sejak beberapa minggu terakhir Kania dan Malik sudah menempati kamar yang sama, seperti layaknya suami istri. Membuat hadirnya satu asa dalam hati Kania untuk mendapatkan cintanya Malik bukan sekedar suka. Kania ingin membuka hatinya untuk mencintai Malik, tapi rasanya ia masih takut cintanya tak berbalas. Jadi Kania hanya menunggu saat nanti Malik sudah mencintainya.
Saat Malik mengatakan ‘ Aku suka Kamu. Sudah cinta mungkin .... ‘ pada Kania, tidak bisa dipungkiri kalau saat
ini hati Kania berbunga – bunga. Merasa kalau Malik sudah mulai membuka hatinya untuk Kania. Tapi tetap saja Kania tidak mau merasa ke ge er an sendiri. Karna Malik bahkan belum menciumnya. Belum ada mesra-mesranya sikap Malik ke Kania. Belum ada manis-manisnya gitu.
---
Seperti biasa hari ini Kania menjalankan aktifitasnya kembali di kantor. Kebetulan dalam minggu ini ada dua pernikahan yang menggunakan jasa Wedding Organizer tempatnya bekerja. Kania beserta tiga teman dalam timnya benar – benar sibuk dengan dua acara Pernikahan ini. Mereka membagi pekerjaan agar semuanya bisa berjalan lancar dan sempurna.
“Ni, lo sakit?.“ Tanya Terry yang melihat wajah Kania sedikit pucat.
“Agak ga enak badan doang dikit. Kecapean kayaknya nih.“ Jawab Kania yang memang merasakan dirinya agak sedikit lelah, karena beberapa hari ini dirinya dan Ivan sibuk mondar mandir untuk mengerjakan segala hal untuk persiapan acara Pernikahan klien mereka.
Sementara Terry dan Tian juga sama seperti halnya Kania dan Ivan yang sibuk mengecek segala keperluan untuk acara Pernikahan klien mereka.
“Apes ini kita , dua pasang calon penganten yang dua-duanya sama bawel nya.“ Ucap Ivan yang kesal dengan sikap klien mereka yang agak perfeksionis.
“Jangan ngomong gitu lo. Biar gimana bawel nya Klien tetep aja kita harus kasih yang terbaik tau.“ Ucap Kania sambil mengurut keningnya.
“Lu sakit beneran kayaknya Ni.“ Tutur Tian yang melihat Kania memijit-mijit keningnya.
“Anemia gue kambuh nih kayaknya.“ Ucap Kania sambil membuka laci kerjanya dan mencari obat penambah darah yang biasa dia konsumsi saat anemianya kambuh.
“Hamil kali lo Ni.“ Celetuk Terry sambil merangkul Kania dan memperhatikan wajah temannya yang pucat itu.
“Apaan sih lu ah, gosip aja.“ Ucap Kania tak bersemangat.
“Ye, harusnya lu bahagia kali. Hamil juga ada suaminya ini.“ Sambung Terry.
“Tau lo Ni, beryukur lo kalo hamil. Kan orang nikah pengen punya anak pasti.“ Ivan menambahkan.
Kania kemudian terdiam . 'Anak ....'
“Yah lo kok jadi malah sedih gitu mukanya Ni.“ Terry melihat wajah Kania yang tiba – tiba murung.
“Sedih apaan sih, gue lagi ngerasain kepala gue tambah sakit ini.“ Bantah Kania. “Yuk udah kita mending jalan sekarang deh. Formasi kayak biasa ya. Ivan sama gue . Terry sama Tian.“ Ucap Kania untuk segera menyelesaikan melakukan pengecekan kesiapan gedung acara dan pakaian pengantin kliennya.
"Lu yakin ga apa-apa , Ni?.“ Tanya Terry mengkhawatirkan rekan kerjanya itu.
“Iya Ni, lu di kantor aja deh mendingan kali ini . Kayaknya muka lo pucet banget itu.“ Sahut Ivan.
“Ata gue mintain ijin ya lu biar balik duluan.“ Tian menawarkan.
“Udah ga apa – apa masih bisa ketahan. Ntar sekalian mampir apotik aja buat beli penambah darah.“ Sahut Kania sambil berdiri dan bergegas untuk menyelesaikan persiapan untuk klien yang memakai jasa WO tempat mereka bekerja .
“Ya udeh yuk . Biar cepet selesai.“ Kemudian Terry menggandeng Kania dan berjalan keluar dari ruangan mereka.
Baru beberapa langkah Kania merasakan kepalanya pusing dan pandangannya sedikit berputar. Ia pun menghentikan langkahnya sebentar dan menopang kan tangannya pada dinding kantor.
“Ni, lu kenapa?!.“ Tanya Ivan Panik yang melihat Kania seperti lunglai.
“Pusing banget gue. Kayak muter ini kepala.“ Ucap Kania lemah.
“Kita anter pulang aja deh ya?!.“ Terry mengajak Kania untuk pulang karena kayaknya udah lemes banget temennya itu. Kania pun mengangguk pelan.
"Lo masih kuat ga jalan ke lift?. Biar gue ambil mobil dulu dan jemput di lobby.“ Tian ikutan panik.
Kania tidak terlalu mendengar ucapan Tian karna dia sudah merasa pandangannya samar dan kepalanya seperti berputar. Mencoba melangkahkan kakinya tapi tak sempat karena seketika tangan Kania yang tadi bersandar pada dinding kantor demi menopang tubuhnya karena merasa sangat pusing tiba – tiba merosot dan ia hilang kesadaran.
“KANIAAA!!. “ Ucap Terry, Ivan dan Tian bersamaan seraya membantu menahan tubuh Kania agar tidak jatuh dengan keras ke lantai.
---
Malik tak kuasa menahan rasa khawatirnya saat Dimas , asisten sekaligus temannya memberitahukan kalau Kania pingsan di kantornya.
“Apa?!.“ Malik setengah teriak pada Dimas saat asisten sekaligus temannya itu mengatakan pada Malik kalau Kania pingsan di kantornya dan tadi salah seorang temannya menelpon ke kantor Malik karena tidak tahu nomor ponsel pribadi atasannya itu.
Dengan segera Malik keluar dari ruangan pribadinya dan bergegas untuk pergi ke Kantor Kania.
“Tunggu Lik, gue ikut.“ Ucap Dimas sambil mengejar Malik yang setengah berlari.
“Bisa cepet ga sih lo nyetirnya?.“ Protes Malik pada Dimas yang tadi menawarkan diri untuk ikut dan menyetir mobil Malik yang terlihat panik.
“Ini udah cepet bro, sabar napa . Panik amat sih lu.“ Dimas menyahuti Malik sambil memperhatikan wajah temannya yang terlihat sangat khawatir itu.
Sementara Malik mengedarkan pandangannya pada jalanan dari kaca mobil disampingnya sambil memikirkan Kania. 'Kamu kenapa K.. ?.'
“Lo kayaknya khawatir banget denger Kania pingsan. Apa jangan – jangan .. lo dah jatuh cinta sama istri lo yang cantik jelita itu?." Selidik Dimas sambil melirik Bos sekaligus temannya itu. Karena ia tau kalau Pernikahan Malik dan Kania adalah karena dijodohkan oleh Sang Kakek.
Malik melirik Dimas . “Lo jangan suka merhatiin istri orang. Apalagi istri gue.“
“Ah, bener ini mah Bos gue udah jatuh cinta guys....“ Goda Dimas sambil terkekeh membuat Malik menatapnya sinis.
"Diem Lo!.“ Ucap Malik.
“Hahahaha .... tidak ada sanggahan dari yang bersangkutan guys.. berarti bener nih kayaknya Lo udah jatuh cinta sama Kania.“ Sambung Dimas.
“Gue Cuma khawatir dia kenapa napa.“ Ucap Malik.
“Masa? . Kalo ga cinta ga mungkin lo sepanik ini. Muka lo ga bisa boong tuh Bapak Malik yang terhormat .“
“Jangan sok tau lo!.“
“Witing tresno jalaran saka kulina.“ Ucap Dimas mengutip satu ungkapan tentang kenapa cinta bisa tumbuh.
“Apaan tuh?.“ Tanya Malik yang kurang paham sama apa yang Dimas bilang barusan.
“Cinta bisa tumbuh karena sering terbiasa bersama.“ Jawab Dimas. Membuat Malik benar – benar mencerna arti ungkapan tersebut.
'Mungkin emang aku udah jatuh cinta sama kamu K'. Batin Malik.
Malik sudah membuka seat beltnya meski mobil yang ia tumpangi bersama Dimas belum sepenuhnya berhenti. Dan ia buru – buru membuka pintu tepat saat Dimas menginjak rem mobil di depan lobby.
“Woy santai Bro!.“ Teriak Dimas dari dalam mobil pada Malik yang sudah setengah berlari masuk ke dalam kantor tempat Kania bekerja. Namun Malik sepertinya menghiraukan teriakan Dimas karena pikirannya sudah di penuhi dengan kekhawatiran pada Kania dan ingin segera menemui istrinya itu.
“Calon bucin.“ Gumam Dimas saat memarkirkan mobil dan menyusul Malik.
-----
To be continue...
Dukung Author ya Sayang - sayangkuh dengan memberikan Like, Vote dan Komen pastinya.
Dlu wajar Kania marah dan kecewa tp dia Menghindari masalah itu yg disesali dari Kania, kalau masih cinta dan perluas diperbaiki kenapa tdk dioertahankan krn pada dasarnya Malik tdk menyentuh Erika, tp Kania memlih mengakhiri dan menghindar. kalau masih mencintai kenapa cari org lain utk pelampiasan itu namanya kamu menyakiti org lain dan melibatkan Jhon dalam masalah mu padahal hati kamu belum move on. seandainya Kania sdh ikhlas dgn perpisahan dan sdh move on barulah memulai hubungan baru bukan cari pengganti dan pd akhirnya kau menyakitinya yg ga tahu masa lalumu.
mntul thorr
smngtt trz thorr dg karya" nya dn sukses sll
trlepas malik da,alsn mnikhi rika ...hrsny jgn lh ap pun itu alsn nya sm sj mnghkianati prnikh ny dg kania... mna ad istri d madu dsarr mlik egois dn muna