NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Rolls-Royce Phantom hitam pekat itu membelah jalanan kota yang mulai padat, bergerak dengan keheningan yang mewah di bawah kendali Asher di kursi kemudi. Di kursi penumpang belakang, atmosfer terasa begitu kontras. Cia duduk bersandar dekat jendela, menatap deretan ruko dan pepohonan yang bergerak mundur, sementara Dixon duduk tegap di sampingnya, dipisahkan oleh jarak beberapa puluh sentimeter yang terasa sarat akan ketegangan tak kasatmata.

Setelah kesepakatan di toko kue tadi, Dixon bersikeras untuk mengantarnya pulang. Pria berusia 39 tahun itu menolak mentah-mentah saat Cia berkata ia bisa naik angkutan umum.

Mobil mewah itu akhirnya berbelok masuk ke sebuah kawasan pemukiman padat, lalu melambat dan berhenti tepat di depan sebuah gedung apartemen tua yang sangat sederhana. Dindingnya yang mulai mengelupas dan deretan jemuran di beberapa balkon luar membuat mobil miliarder itu tampak seperti benda asing yang tersesat di sana.

Asher baru saja hendak turun untuk membukakan pintu bagi Cia, namun gerakan tangannya tertahan saat mendengar suara bariton Dixon bergema di dalam kabin yang kedap suara.

"Tunggu sebentar, Valencia."

Cia yang sudah memegang tuas pintu mobil seketika mengurungkan niatnya. Ia membalikkan tubuhnya perlahan, menatap wajah tampan Dixon yang terpahat sempurna namun sedingin es. "Ada apa lagi, Tuan Dixon?" tanya Cia lembut dengan raut wajah polosnya.

Dixon tidak langsung menjawab. Jari-jari kekarnya mengetuk-ngetuk pelan di atas lututnya yang terbalut celana kain mahal. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke dalam manik mata Cia, memancarkan aura dominasi yang selalu berhasil membuat pasokan oksigen di sekitar mereka terasa menipis.

"Tadi, saat kita di jalan, Mamaku menghubungi lewat pesan singkat," ucap Dixon, nadanya datar namun penuh penekanan di setiap suku kata. "Beliau bergerak jauh lebih cepat dari yang kukira. Mama bilang, semua berkas dan administrasi sudah mulai diurus, dan beliau menjadwalkan pernikahan kita akan digelar minggu depan."

“Minggu depan? Cepat banget, tua bangkai itu benar-benar sangat berambisi,”batin Cia bersorak puas, meski di luar ia sengaja membelalakkan matanya terkejut. Tubuhnya dibuat sedikit tersentak di atas jok kulit mewah tersebut.

"M-Minggu depan? Bukankah itu terlalu cepat, Tuan?" cicit Cia dengan nada suara yang bergetar panik, berakting seolah dirinya adalah gadis polos yang belum siap menghadapi perubahan besar ini.

"Bagi keluarga Alessandro, tidak ada kata terlalu cepat jika semua sumber daya digerakkan," jawab Dixon dingin, mengabaikan kepanikan palsu Cia. Pria itu memajukan tubuhnya sedikit, memperpendek jarak di antara mereka. "Karena itu, aku ingin bertanya padamu. Kamu menginginkan konsep pernikahan yang bagaimana? Katakan saja. Berapa pun biayanya, atau di mana pun tempat yang kamu inginkan, aku bisa mewujudkannya dalam sekejap."

Dixon menawarkan kemewahan itu seolah itu adalah hal paling sepele di dunia. Ia mengira wanita muda seusia Cia pasti akan langsung berbinar-binar dan meminta pesta megah bak pangeran dan putri di hotel bintang lima untuk memamerkan status barunya.

Namun, Cia justru menurunkan pandangannya. Ia meremas pelan tali tas kecilnya, berpura-pura larut dalam pemikiran yang dalam, sebelum akhirnya mendongak dengan tatapan mata yang terlihat sangat tulus, jujur, dan penuh kesederhanaan.

"Kalau boleh... saya hanya ingin pernikahan yang biasa saja, Tuan Dixon," ucap Cia dengan suara yang pelan dan lembut. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis yang tampak begitu pasrah di wajah cantiknya. "Hanya sebuah akad atau pemberkatan yang sah secara hukum dan agama, dihadiri oleh keluarga inti saja. Saya... saya tidak suka keramaian, Tuan. Berdiri di atas pelaminan megah di depan ribuan mata orang asing hanya akan membuat saya merasa tertekan dan ketakutan."

Cia jeda sejenak, menatap mata Dixon dengan pandangan memohon yang begitu dalam. "Saya hanya ingin hidup tenang setelah ini. Pesta mewah yang disorot media hanya akan membuat orang-orang mulai menggali masa lalu saya atau menggunjingkan perbedaan status kita. Saya tidak menginginkan hal itu."

Mendengar penuturan Cia, Dixon seketika terdiam. Sepasang mata elangnya menyipit, meneliti setiap jengkal ekspresi di wajah gadis itu, mencari apakah ada kebohongan atau kepura-puraan di sana. Namun, akting Cia terlalu sempurna. Di mata Dixon, Valencia benar-benar terlihat seperti gadis malang yang trauma akan kerasnya dunia dan hanya mencari tempat bernaung yang aman, bukan wanita haus harta yang ingin memanfaatkan kekayaannya.

Dada bidang Dixon kembali berdesir aneh. Keputusan Cia yang menolak kemewahan justru membuat rasa hormat dan rasa bersalahnya semakin bertambah besar terhadap gadis ini.

"Baik jika itu maumu," ucap Dixon akhirnya, suara baritonnya melembut tanpa ia sadari sendiri. "Aku akan bicara pada Mama agar pesta besar ditiadakan dan hanya menggelar acara tertutup yang intim. Kamu bisa turun sekarang. Istirahatlah, dan bersiaplah untuk minggu depan."

"Terima kasih banyak, Tuan Dixon. Hati-hati di jalan," ucap Cia dengan senyuman termanisnya, lalu membuka pintu mobil dan melangkah turun menuju gedung apartemennya yang usang.

Dixon terus menatap punggung ramping Cia yang berjalan menjauh hingga sosok gadis itu menghilang di balik pintu lobi apartemen. "Jalan, Asher," perintah Dixon dingin.

Begitu mobil Rolls-Royce itu melesat pergi dan menjauh dari kawasan tersebut, Cia yang tadinya berjalan dengan langkah gontai seketika menghentikan langkahnya di lorong tangga yang sepi.

Ia berbalik, menatap ke arah jalan raya melalui celah jendela apartemen. Senyuman polos dan rapuh yang tadi ia tunjukkan di depan Dixon seketika sirna, digantikan oleh sebuah seringai iblis yang teramat licik dan mengerikan. Sepasang matanya berkilat penuh kemenangan yang membara.

“Pernikahan biasa yang tertutup? Tentu saja, Tuan Dixon,”batin Cia sambil tertawa tanpa suara, meremas pegangan tangga besi hingga jemarinya memutih. Gue nggak butuh ribuan orang asing di pesta itu. Gue cuma butuh satu penonton utama. Gue sengaja minta pernikahan ini privat agar Amora nggak punya waktu buat bersiap-siap. Gue nggak sabar melihat hari di mana dia pulang ke rumah, dan mendapati musuh bebuyutannya sudah duduk di kursi utama sebagai ibu tirinya. Waktu eksekusimu tinggal satu minggu lagi, Amora... nikmati sisa hari-harimu.”

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!