Hai, novel sebelumnya adalah karya terburuk bagi saya. Jadi, ijinkan saya mengubah hampir keseluruhan alurnya. Ada banyak sekali kesalahan dan seharusnya tidak ditulis, maafkanlah saya🙏
Pada saat itu saya seperti anak kecil yang sangat di luar batas, menulis bukan dari jiwa. Saya tidak mengakui dan sungguh menyesal menulis karya tersebut. Mohon kerjasamanya. Jika ada yang hendak mereview, tolong ijinkan saya menyelesaikan dulu🙏🙏
Dunia ini identik dengan cinta, kasih sayang. Tampak terdengar begitu indah. saya pikir semua itu bertahan, rupanya ketika kita berharap akan hal itu. Dunia seakan begitu kejam. No! Bukan dunia yang kejam, karena dasarnya dunia ini memang demikian. Di mana cinta yang tak berdasarkan iman pada Rabb adalah kekecewaan. Sungguh perbedaan yang sangat nyata ketika kedua cinta itu dialami oleh manusia sepertiku.
Leona Rain.
di karya ini, semoga dapat menghapus kesalahan di masa lalu terhadap penulisan Novel ini. Saya masih merancang jadi tolong bersabarl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 0409 Ni Luh Budarwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8-Moment Bersama Harry
SELAMAT MEMBACA ☃️
Aku meminta Tomi untuk mengantar ku ke restoran, namun tiba-tiba handphone Tomi berbunyi.
"Sayang, sebentar ya." Tomi mengangkat telepon.
"Kenapa menelpon tidak di sini, apakah wanita itu?" bisik ku dalam hati.
Saat sibuk memikirkan Tomi, handphone ku berdering. Tidak ada nama yang tertera, Aku sempat ragu untuk mengangkat tapi kemudian Aku memutuskan untuk menjawab.
"Halo, " ucap ku dengan suara lembutnya.
"Halo, bisa kita bertemu?" tanya orang yang bahkan tidak aku tahu namanya.
"Maaf ini siapa?" tanya ku dengan sopan.
"Kamu lupa? aku yang yang memberi mu ijin untuk melihat kelakuan pacar kamu yang brengsek itu."
"Harry, baiklah dimana?" tanya ku antusias.
"Di rumah mu." dia membuat ku berpikir keras.
"Apa? tidak, jangan kemari! di sini ada Tante ku." Aku melarangnya, bisa saja Tante Rita menghukum ku kalau ada pria selain Tomi yang kemari.
"Tenang saja, dia tidak akan tahu!" Harry memaksa, apa ini?
"Tapi jika-" ucapan ku terputus.
"Dia tidak akan tahu, kamu pastikan saja pacarmu itu tidak datang!" Harry bersikeras untuk tetap menemui ku.
"Baiklah." Aku menerimanya.
Aku merasa terjebak di antara dua pria itu, niat ingin lari dari preman ini malah ketemunya rentenir. Aku mengeluarkan kasar nafas ku, tidak lama setelahnya Tomi pamit katanya ada pekerjaan yang mendesak.
*******
Author POV
Malam pun tiba, Viana memastikan semua pembantu untuk beristirahat. Mereka di beri tahu, kalau Tomi tidak akan datang, jadi mereka boleh beristirahat lebih awal. Bukan main senangnya, jadi setelah mereka pergi Viana menunggu kedatangan Harry.
Ting, pesan masuk.
[Aku di depan, mobil ku di luar. Apa kamu sudah menunggu?]
Viana langsung membuka pintu Mansion, tampaknya pak satpam tidak tahu kalau yang datang bukanlah Tomi. Viana mempersilahkan Harry untuk masuk, kemudian membawanya ke kamar Viana. Tidak ada pilihan lain, bisa-bisa pembantunya melihat Harry.
"Ada apa?" tanya Viana.
"Aku sudah membantu mu, jadi Viana tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini." Harry memperhatikan Viana.
"Maksudmu?" tanya Viana tidak mengerti.
Harry menarik pinggang Viana, otomatis tubuh keduanya tanpa jarak. Kalau Viana berteriak semua akan tahu, kalau diam saja maka habislah Viana. Viana berusaha untuk memegang kendali, supaya Harry tidak sampai melakukan hal yang lebih kepada dirinya.
Viana memukul dada bidang Harry, barulah Harry melepasnya.Harry begitu senang, yang dia harapkan memang benar. Harry tidak mau melepaskan momentum seperti ini, dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk memiliki Viana seutuhnya.
Skip ya😊
"Sebentar lagi, kamu hanya milikku seutuhnya Viana Johan." Harry memapah Viana menuju tempat tidur.
Harry terlelap bersamaan dengan Viana yang sudah duluan ke alam mimpi. Malam yang panjang bagi Viana, tapi bagi Harry itu adalah malam spesial. Harry masuk tanpa permisi dan tidur dalam keadaan seperti itu.
Viana membuka mata, yang pertama kali di lihat adalah Harry. Kemudian mereka tertutup selimut, Viana teringat kejadian semalam. Hati Viana merasa sangat bersalah, kalau sudah begini apa bedanya dia dengan Tomi. Harry menggeliat, di lihatnya Viana.
"Hai morning sayang." Harry mencium puncak kepala Viana.
"Hutang ku padamu sudah aku bayar, " ucap Viana.
Baik Harry maupun Viana tidak ada kata yang terucap dari keduanya. Viana ingin marah percuma, Harry sudah mendapatkan dirinya. Harry yang berniat menjadikan Viana sebagai alat untuk balas dendam malah terikat dengan gadis itu, mereka sudah menjalani hubungan rumit. Di satu sisi Viana ingin melepaskan diri, di sisi lain dia juga mempertimbangkan keputusan itu.
Viana kembali tidur, begitu juga dengan Harry. Mereka tidur dalam satu ranjang, tapi saling bertolak belakang. Keduanya sama-sama keras kepala, bedanya Viana tidak pernah mengancam Harry.
*******
Sudah jam 9 pagi Viana belum bangun, para pembantu berusaha untuk menggedor pintu kamar Viana. Akan tetapi tidak ada sahutan, tidak lama Viana bangun. Para pembantunya tidak menaruh curiga sedikitpun, mereka masih sibuk bekerja. Viana yang melihat Harry masih tidur, berusaha untuk bangun. Dengan susah payah Viana bangun, sampai kaki Viana bergetar menahan sakit. Viana menggunakan dinding untuk sampai ke kamar mandi, Harry menyadari kalau Viana sudah bangun.
Harry melihat Viana yang bersusah payah menuju kamar mandi, sontak bangun dan memapah Viana. Viana tidak dapat menolak, tapi hatinya sudah berjanji dia tidak akan lagi berhubungan dengan pria ini. Harry membantu Viana, sehingga keduanya mandi bersama.
Setelah selesai,.Viana dan Harry memakai baju mereka. Viana menatap dirinya ke cermin, kali ini pancaran kemarahan dan kekecewaan terpancar di wajahnya. Harry sama sekali tidak menyadari hal itu, dia hanya tersenyum karena sudah mendapatkan Viana seutuhnya.
"Sayang, " ucap Harry, mendekati Viana.
Viana tidak mengubris ucapan Harry, dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Harry memeluk Viana dari belakang, sontak Viana terkejut. Harry ijin untuk pamit pulang.
"Aku pulang sekarang, besok aku jemput. Mau kan?" tanya Harry menggenggam tangan Viana.
"Harry cukup!" Viana membentak Harry dengan penuh emosi.
"Mulai saat ini aku sudah tidak ada kaitannya lagi dengan kamu! lupakan yang tadi malam, anggap saja hal itu tidak pernah terjadi!" tambah Viana, membuat Harry terlihat geram.
"Viana kamu sadar apa yang kamu ucapkan?"
"Aku sadar, kesalahan ku adalah mengenalmu dan aku ingin melupakan ini!" Viana bicara dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak Via, Aku akan tetap bertanggung jawab!" Harry bersikukuh, karena Harry sudah lama mencintai Viana.
Tok tok tok
"Non, waktunya makan non!" pembantu Viana memanggil dari luar.
"Sebentar bi!" Viana memakai bajunya.
"Tolong pergi!" dia juga meminta Harry untuk melupakannya, dalam keadaan kacau Viana tidak bisa berpikir jernih.
"Aku tidak akan pergi sebelum kamu mau untuk menerima ku!" Harry yang keras kepala menolak untuk pergi.
"Kalau begitu kamu akan melihat ku mati!" Viana tidak mengancam, dia memang bersungguh-sungguh dan membuat Harry frustasi.
"Ssstttt kamu bicara apa?" ucap Harry penuh kekhawatiran.
"Kalau begitu pergilah!" Viana menangis dan membentak Harry.
"Baiklah aku pergi."
Dengan terpaksa Harry mengalah, namun hatinya masih tetap akan memperjuangkan Viana. Harry pergi lewat balkon belakang dan memang ada tangga untuk keluar. Sebelum keluar Harry menatap Viana penuh arti, namun Viana tidak mau menatap Harry.
Pesan untuk Semua
Ini memang hanya sekedar cerita dan karangan semata, tapi tidak ada salahnya kita mengambil hikmah di balik ini semua. Jangan tiru yang menurut kamu hal itu tidak layak untuk di lakukan, karena sesungguhnya setiap perempuan wajib untuk menjaga kehormatannya. Jangan mau di kibuli apalagi hanya karena ancaman, jika di kehidupan nyata. Kalau di novel ini kan hanya karangan, jadi tidak nyata. Yang terpenting perempuan itu suci, jika dia bisa menjaga kehormatannya. Ingat, tamu tidak akan masuk kalau kamu menutup pintu.
Bersambung 🌻
Budayakan like ya, setelah membaca 😊♥️