NovelToon NovelToon
Tentang Jenn

Tentang Jenn

Status: tamat
Genre:Romantis / Single Mom / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: Nona Fi

Jangan menilai seseorang hanya karena masa lalunya. Setiap orang pasti mempunyai masa lalu yang buruk.
Semua orang pasti pernah berbuat salah, hanya letak kesalahannya saja yang berbeda, dan berbeda juga cara orang menanggapinya.

Jenny adalah seorang model cantik yang sudah go Internasional. Kehadiran nyawa baru dalam rahimnya membuat Jenny memilih mundur dari pekerjaannya saat
ini.

Hamil dari seorang pria yang sama sekali tidak dicintainya ditambah lagi pria tersebut sangat membencinya, membuat Jenny yakin akan keputusannya untuk memulai kehidupan baru bersama calon Anaknya.


Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Jenny?

Baca kelanjutan kisahnya dengan masukan cerita ini dalam rak buku kalian atau tekan favorit. Like, komen, vote dan masukan dari kalian juga diperlukan agar kisah ini semakin menarik. Terima kasih.🙏🤗

Follow Ig: NonaFi0609

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09

Ummi Nurul dan ustadzah Mariam beserta yang lainnya sedang menunggu kepulangan Kiki dan Jenny dengan perasaan cemas. Berbagai pikiran terlintas di benak mereka.

"Semoga saja tidak ada orang yang mengenali mereka," ucap Ummi Nurul gelisah.

"Tenang kita doakan semoga semuanya baik-baik saja," sahut Ustadzah Mariam.

"Nah itu dia mereka pulang," ucap Ustadz Maulana yang sontak membuat semua menoleh kearah pintu masuk.

"Assalamualaikum... aku langsung kembali ke rumah ummi, ya. Aku merasa sangat lelah," ucap Jenny tersenyum berlalu tanpa menunggu jawaban mereka yang menatap bingung padanya.

Jenny masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.

Tangis yang sedari tadi berusaha di tahan oleh Jenny akhirnya pecah. Air mata mengalir dengan sangat deras membasahi wajah cantiknya.

"Sayang, kamu baik-baik ya di dalam perut Bunda. Tolong jangan dengarkan ucapan mereka. Meskipun semua orang membenci kita, tapi bunda akan selalu dan selalu melindungi dan menyayangimu. Maafkan bunda jika kamu harus lahir dari rahim wanita seperti bunda. Maafkan Bunda karena nanti kamu lahir tanpa disambut oleh ayahmu. Maafkan Bunda Nak," ucap Jenny terisak menangis mengelus Perutnya.

Kesedihan yang dirasakan Jenny saat ini benar-benar telah menggerogoti hatinya hingga tak terbentuk lagi, saking hancurnya hati dan perasaannya saat ini. Namun, Jenny tetap dan terus berusaha kuat dan tegar untuk calon anaknya.

Ya Allah, Tolong kuatkanlah aku dalam menghadapi semua cobaan ini.

"Ki. Ada apa ini? Apa terjadi sesuatu saat kalian diluar?" tanya ummi Nurul.

Kiki menatap semua dengan mata berkaca-kaca, cacian serta hinaan yang di tujukan kepada Jenny tadi kembali terngiang di telinganya hingga membuat air mata Kiki mengalir membuat semua orang yakin bahwa sudah terjadi sesuatu.

"Ki, jawab Ummi!" ucap Ummi dengan nada meninggi.

"Mereka mi, mereka semua mencaci maki dan menghina Jenny. Bahkan salah satu dari mereka menarik paksa hijab yang dikenakan Jenny di hadapan semua orang!" jawab Kiki di sela isak tangisnya, membuat semua yang mendengar begitu syok, terutama ummi Nurul yang begitu menyayangi Jenny.

Tanpa mengatakan sepatah katapun ummi Nurul berlari pulang untuk menemui Jenny, diikuti oleh yang lainnya.

Tok tok tok....

"Jen, ini Ummi. Bisa kita bicara?" ucap ummi Nurul mengetuk Pintu kamar.

"Iya Mi, tunggu sebentar!" jawab Jenny dengan suara seraknya seraya menghapus air matanya.

Sesaat kemudian, pintu dibuka oleh Jenny dengan senyum manis diwajahnya. Senyuman yang biasanya membuat setiap orang terpesona melihatnya, namun saat ini senyuman itu malah membuat setiap orang yang melihat meneteskan air mata.

Ummi Nurul menangis menghambur membawa Jenny kedalam pelukannya.

"Sayang, jangan dengarkan ucapan mereka. Kami semua disini menyayangimu," ucap ummi Nurul lembut mengelus punggung Jenny.

"Um ... mi," tangis Jenny kembali pecah dalam pelukan ummi Nurul. Semua yang melihat kesedihan Jenny merasa terenyuh hatinya. Bahkan beberapa ustadzah lainnya ikut menangis menyaksikan hal tersebut.

"Sayang, kami semua bersamamu. Kami semua menyayangimu, kami juga akan selalu melindungimu!" ucap ustadzah Mariam dan yang lainnya menghampiri Jenny.

"Kamu tidak perlu khawatir dan memikirkan ucapan mereka. Apapun yang terjadi kami semua akan selalu melindungimu, Nak. Jangan bersedih lagi, semua yang mereka katakan tidak benar. Kamu wanita yang baik, kami semua bersamamu!" ucap Ustadz Maulana membuat Jenny semakin bersedih dan merasa bersalah karena telah menyusahkan mereka semua yang menyayanginya.

Ya Allah, hapuskanlah kesedihannya. Andai dia halal untukku, rasanya aku ingin sekali memeluknya dan mengatakan bahwa aku ada bersamanya. Batin Ustad Yusuf menatap iba wanita yang diam-diam disukainya.

"Sayang, Jenny yang kami kenal adalah wanita yang kuat, wanita yang hebat. Dalam hidup kita akan dipertemukan dengan berbagai macam Sifat dan sikap orang. Tidak semua orang akan menyukai kita, sama halnya saat ini dengan dirimu. Jangan biarkan ucapan mereka menyakitimu dan bayimu. Jika kamu bersedih, maka anakmu akan turut merasakannya. Apa kamu mau membuat anakmu turut bersedih?" tanya Ustadzah Mariam Membuat Jenny seketika menghentikan tangisnya.

"Terima kasih, terima kasih karena kalian semua sudah menerimaku dengan sangat baik. Aku juga sangat menyayangi kalian semua, maafkan aku karena sudah menyusahkan kalian semua!" ucap Jenny menunduk.

"Sayang, tidak ada yang perlu dimaafkan karena kami semua tidak merasa di repot kan olehmu. Benar kan?" ucap ummi Nurul bertanya pada semua yang di jawab anggukan serta senyuman dari mereka.

"Sekali lagi terima kasih. Aku sangat lelah, apa aku boleh istirahat?" ucap Jenny lembut kembali tersenyum. Saat ini Jenny benar-benar butuh waktu untuk sendiri.

"Iya nak tentu saja boleh" jawab ummi Nurul, disetujui oleh semua orang.

****

Tengah malam, Jenny terbangun lalu menunaikan sholat.

"Ya Allah, Aku tidak sanggup Jika harus menyusahkan mereka semua. Aku cukup beruntung karena mendapat kasih sayang dari mereka, aku tidak ingin menjadi beban untuk mereka. Mereka semua adalah orang-orang baik. Tolong lindungilah selalu aku dan anakku di manapun kami berada, ya Allah. Maafkan lah atas semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Lindungi juga mereka semua, aku harap kepergianku dapat mengembalikan ketenangan untuk mereka semua. Aamiin..." Doa yang Jenny panjatkan usai sholatnya.

Jenny menuliskan beberapa surat untuk mereka, lalu mulai mengemasi barang-barang miliknya dengan sangat berhati-hati tanpa menimbulkan suara apapun. Jenny keluar mengendap-endap dari pondok pesantren agar tidak ketahuan oleh siapa pun.

Syukurlah bapak yang menjaga pintu pesantren tertidur. Batin Jenny perlahan-lahan keluar dari gerbang pesantren.

Setelah berhasil keluar dari pondok pesantren, Jenny segera memesan taxi online.

"Selamat tinggal, maaf dan terima kasih untuk semuanya," gumam Jenny sebelum masuk ke dalam taxi yang sudah tiba.

"Malam-malam begini mau kemana Neng?" Tanya supir taxi ramah, pada Jenny.

"Ada urusan dadakan, Pak!" jawab Jenny menatap supir taxi yang terlihat sudah cukup tua.

"Oh," ucap supir taxi yang tidak ingin terlaku ikut campur urusan penumpangnya.

"Bapak jam segini masih kerja? Pulang kerumah jam berapa?" tanya Jenny, lalu sang supir mulai bercerita sedikit tentang kehidupannya. Jenny yang juga merasa nyaman mengobrol dengan sang bapak akhirnya sedikit menceritakan masalah yang menimpanya.

Perjalanan menuju bandara cukup jauh dari desa, memakan waktu hampir 2 jam lamanya.

"Pak, nomor handphone bapak jangan di ganti ya. Nanti, setelah saya menetap di suatu tempat saya pasti menghubungi bapak."

"Baiklah Neng, nomor bapak nggak bakal ganti kok."

"Ini buat Bapak, sisanya untuk tambahan uang jajan anak dan istri bapak. Salam buat mereka ya," ucap Jenny memberikan uang yang cukup banyak kepada supir taxi tersebut.

"Tapi ini kebanyakan Neng!" ucap sang supir menolak.

"Nggak apa-apa Pak. Rejeki buat bapak, terima kasih ya pak. Assalamualaikum," ucap Jenny turun dari mobil.

"Sama-sama Neng, semoga Allah selalu melindungi dimanapun kamu berada," jawab Sang bapak menatap punggung Jenny yang mulai menjauh.

****

1
Rohabiyah Biya
Luar biasa
Rahmawati
bagus bgt
Atmita Gajiwi
/Drool//Determined//Kiss//Rose//Rose//Rose//Rose/
Nuryati Yati
ceritanya 👍👍
Nuryati Yati
Terimakasih thor karyamu👍
Nuryati Yati
kasihan Maria mungkin tdk berjodoh dgn Reyhan
Nuryati Yati
baby girl otw
Nuryati Yati
ada apa dgn Reyhan mungkinkah ortunya tdk setuju krn perbedaan agama???
Nuryati Yati
😭😭😭
Nuryati Yati
kamu wanita kuat Jen semangat demi anakmu
Nuryati Yati
cuma nebak ni thor sebenarnya Niko org pertama yg merawanin Jenny
Nuryati Yati
bhis baca Naura cus ke cerita Jenny
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
reti
yah kakeknya meninggal blm smpat melihat cucu ke 2 hadir
reti
semangat meluluhkan jeny
reti
Luar biasa
Dila Fillah
sangat bagus 👍👍👍👍
han04
kenapa Niko tidak kasih tau saja, kalo sbnrnya dia mencari jenny kemanapun, dan saat bertemu malah dikejutkan dengan kenyataan jenny kekasih Sean sahabatnya /Shame/
Rina Anggraeni
keren cerita ny nona fi.... semangat ya aq suka bgt ceritanya🥰🥰🥰
Ann,
nangis lagi kan
Novilife novi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!