Jeni seorang perempuan yang lemah lembut, sopan dan diberikan kelebihan memiliki paras yang sangat cantik. namun sejak dia berusia 4 tahun ayahnya pergi meninggalkan dia dan juga sang ibu untuk selama - lamanya
yang membuat ibunya harus banting tulang untuk menghidupi Jeni, sejak kecil Jeni terbiasa dengan kehidupan yang sederhana yang membuatnya selalu bersyukur dengan apa yang dia miliki
tapi kehidupannya baru saja dimulai saat dia mulai beranjak dewasa cobaan silih berganti mendatanginya, akan kah Jeni tetap kuat menghadapi cobaan demi cobaan yang datang kepadanya
apa kah Jeni akan bahagia dengan pernikahan yang sangat tidak pernah dia duga sebelumnya, walau pun dia menikah dengan sahabat masa kecilnya namun tetap saja itu berbeda sekarang mereka sudah dewasa sudah tidak sama lagi dengan masa kecil mereka
kalau penasaran dengan ceritanya, silahkan dinikmati ceritanya
mohon maaf jika ada kekurangan didalam cerita ini, karena ini adalah karya pertama say
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenika Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita 8
Lalu terlihat lah orang yang di dalam itu keluar ternyata orang itu adalah dita, lalu tidak lama dita keluar seseorang dari dalam keluar lagi ia adalah seorang laki - laki yang berjalan di belakang dita
jeni yang melihat dita membawa seorang lelaki pun hanya diam berdiri di depan pintu tanpa bergerak, ia benar - beran heran hati nya bertanya - tanya siapa kah orang yang sedang bersama sahabatnya itu
" Jen apa kamu nungguin aku lama " ujar dita, setelah ia sampai menghampiri jeni yang sedang berdiri di depan pintu
" nggak kok " jawab jeni
jeni pun mengalihkan pandangannya ke arah laki - laki yang berdiri di belakang dita itu. dita yang sadar akan sahabatnya itu langsung memperkenalkan orang yang ikut bersama nya itu
" oh ya jen perkenalkan ini Jerry. pacar aku " ujar dita, sambil malu - malu memperkenalkan pacarnya kepada sahabatnya itu
Jeni hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh dita.
" Perkenalkan nama aku Jerry " ujar jerry, ia pun mengulurkan tangannya kepada jeni
" jeni " jawab singkat nya sambil menyambut uluran tangan dari Jerry
" oh ya jen aku minta maaf ya, aku nggak bilang sebelumnya sama kamu kalau Jerry ikut bareng kita " ujar dita
Dia paham kalau jeni pasti merasa tidak enak kalau ada orang lain yang ikut dengan mereka, apa lagi sebelum nya dita tidak bilang apa - apa soal kalau Jerry juga ikut bersama mereka
" iya nggak papa kok, lagi pula aku ingin bisa kenal lebih jauh lagi sama pacar kamu, biar aku bisa pastiin kalau dia benar - benar baik buat kamu " jawab jeni
Ia menatap tajam kearah Jerry, seperti seorang ibu yang mengintimidasi pacar dari anak nya, lalu iya mengelus pelan lengan tangan dita dan tersenyum ke arah nya
" yasudah kalau begitu mari kita berangkat " ujar Jerry
lalu jeni pun mengikuti Jerry dan dita, ia masuk ke dalam mobil di kursi penumpang sedangkan dita dan Jerry duduk di kursi pengemudi bersebelahan
setelah semuanya sudah berada di dalam mobil, Jerry lun melajukan mobil nya, mereka melewati gang kecil setelah itu mereka keluar dari gang kecil itu menuju jalan yang besar
" oh ya jeni apa kamu sudah punya pacar " tanya Jerry
sebenarnya Jerry tidak bermaksud apa - apa menanyakan itu ia hanya ingin tahu, kalau saja jeni mempunyai pacar maka ia akan menyuruh jeni untuk mengajak nya bersama mereka, agar jeni tidak sendirian
Dita yang mendengar apa yang di katakan oleh pacar nya itu, menatap nya dengan lekat ia benar - benar kaget dengan apa yang di katakan oleh Jerry
" maksud kamu nanya seperti itu apa " ujar dita, dengan mata yang melotot memandang orang yang ada di samping nya itu
" kamu jangan salah paham gitu dong sayang, aku cuman nanya kalau jeni punya pacar dia bisa ngajak pacarnya buat bareng sama kita " jawab Jerry menjelaskan maksud nya kepada
dita yang sudah terlanjur salah paham
" aku nggak punya pacar " jawab jeni.
" oh aku minta maaf, aku benar - benar nggak bermaksud apa - apa kok " ujar Jerry.
" iya aku ngerti kok, dita kamu jangan salah paham gitu dong " ujar jeni, karena ia merasa kalau dita sudah salah paham dengan pertanyaan Jerry kepada jeni
" nggak kok, aku ngerti maksud Jerry " jawab dita, lalu ia tersenyum ke arah pacaran nya itu
lalu mereka pun melanjut kan obrolan mereka dengan topik yang santai, jeni merasa sangat senang benar kata dita kalau kita punya teman banyak maka kita akan lebih banyak pengetahuan tentang orang lain, dan tentang apa pun yang sebelum nya tidak pernah ia ketahui
################################
setelah makan malam selesai Hendra, dan melinda duduk di ruang keluarga mereka mengobrol tentang masalah perusahaan tentang masalah yang di hadapi oleh anak perusahaan mereka yang berada di luar kota
namun masalah itu sudah di selesai kan oleh Hendra pada saat ia memutus kan untuk turun tangan mengurusi masalah di anak perusahaan nya itu, yang membuat melinda tenang mendengar nya
dia bangga dengan sang suami yang sangat hebat menghadapi masalah - masalah yang silih berganti datang di perusahaan mereka, maka tidak terlalu berlebihan menyebut kalau perusahaan YG grub bisa seperti sekarang karena Hendra
" mah... pah... " ujar rendy, yang tiba - tiba saja datang, yang membuat Hendra dan juga melinda kaget
" sayang kamu buat mamah kaget saja " ujar melinda
" kamu kelihatan rapi sekali, mau kemana " tanya melinda, setelah melihat anaknya terlihat sangat rapi
" aku mau jalan - jalan sebentar mah " ujar Rendy
" sama siapa " sambar Hendra
Rendy pun hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari ayah nya, dengan diam nya Rendy sudah cukup bagi nya Hendra iya sudah tahun apa jawabannya
Hendra pun langsung meninggal kan Rendy yang masih berdiri membisu di ruang keluarga, ia menyaksikan kepergiaan ayah nya, Hendra pun masuk kedalam kamarnya tanpa sepatah kata apa pun keluar dari mulutnya
" sayang.... ya sudah kalau begitu kamu berangkat aja ya, ingat jangan malam - malam pulang nya " ujar melinda
melinda menepuk pelan pipi anak nya sambil tersenyum, lalu ia berjalan menyusul sang suami kedalam kamar yang sudah terlebih dahulu masuk
Rendy pun melangkah kan kakinya untuk keluar, lalu ia mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi dan ia melakukan mobilnya keluar dari halaman rumah mewah nya
sedangkan di dalam kamar setelah melinda masuk ia melihat sang suami yang duduk di ujung tempat tidur, terlihat dari raut wajahnya yang memerah yang menandakan kalau ia sedang berada dalam amarahnya
melinda yang melihat sang suami sedang benar - benar marah lalu ia duduk di samping sang suami lalu ia memeluk erat Hendra, ia berpikir hanya itu lah satu - satunya cara yang bisa ia lakukan untuk memendam amarah sang suami
" kita tidak bisa diam saja seperti ini, yang ada hubungan mereka akan terjalin semakin erat " ujar hendra
" aku paham sayang, tapi aku mohon jangan sampai membuat Rendy mengancam kita dengan ancaman nya yang dulu, aku benar - benar tidak ingin dia pergi dari kita, hanya Rendy lah anak kita satu - satunya " ujar melinda
melinda meneteskan air matanya yang masih dengan posisi memeluk sang suami, dia benar - benar takut kalau harus berpisah kembali dengan putranya
dia teringat dengan ancaman putra nya dulu saat ia memohon untuk Hendra melepaskan perusahaan satria jaya, kalau Hendra tidak mau melepaskan perusahaan milik dari orang tua kekasihnya itu
TERIMA KASIH😇😊
JANGAN LUPA LIKE, COMEN, VOTE, DAN JANGAN LUPA TAMBAHKAN FAVORITE
LOVE YOU💜
bkin rendi mmbenci devina dn kluargax.. trus nikahi jeni dn hidup bahgia
smg ppax rendy tau lngsung hacurkan prusahanx tono