Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.
Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.
Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.
Rahasia?
⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.9
Hari ini adalah hari minggu.Biasanya di hari minggu Syeira akan pergi ke markas atau ke perusahaan.Tapi pagi ini Syeira berniat pergi ke makam kakeknya dan.setelah itu dia akan pergi ke perusahaan atau markas.
Syeira sudah siap dengan pakaian serba hitamnya.Dia memandangi tubuhnya lewat kaca besar yang ada di dalam kamarnya.Dia memperhatikan pakaiannya sebelum akhirnya dia melangkahkan kaki keluar dari kamar.
"Mau kemana?" tanya Revan yang kebetulan keluar dari kamar nga."Keluar" jawab Syeira datar.
"Mau bunuh orang lagi?" cibir Revan dengan nada meremehkan."Hm" Syeira hanya berdehem menanggapi ucapan kakaknya yang sangat pedas.
Syeira sudah terbiasa dengan segala hinaan yang keluar dari mulut keluarganya.Baginya hinaan itu adalah makanan sehari-harinya.
Syeira menghela napas panjang sebelum akhirnya kaki ke jenjangnya membawa dia untuk menuruni satu persatu anak tangga.
"Bi nanti aku pulang malam" ucap Syeira ketika sudah sampai di dapur."Non kenapa selalu pulang malam,gak baik anak perempuan pulang malam nanti kalau ada yang berniat jahat gimana" nasihat Bi Surti sambil menatap Syeira yang sudah duduk manis di kursi."Gak bakalan Bi" Syeira tersenyum tipis.
'Bahkan Bi Surti lebih peduli daripada mommy,padahal Bi Surti hanya pembantu di rumah ini' batin Syeira miris.
Bi Surti menghela napas panjang."Ya sudah non Syeira hati-hati di jalan ya" peringat Bi Surti."Ya pasti" Syeira mengangguk lalu mencium punggung tangan Bi Surti.
"Syei pamit" Syeira pun segera beranjak dari dapur dan pergi ke garasi untuk mengambil motor yang akan dia gunakan.
Syeira menaiki motor hitam kesayangan nya dan mulai melajukannya meninggalkan halaman rumah milik keluarga Falensia.
***
"Kakek Syeira datang" Syeira berjongkok di samping malam kakeknya lalu meletakkan bunga yang tadi sempat dia beli di toko bunga di atas gundukan tanah.
"Kakek,Syei kangen sama kakek.Apa kakek tau kalau Syeira sangat tersiksa?.Syei selalu di cap sebagai pembunuh kek,Syei capek kek jalanin semua ini,Syei lelah, Syei pengen ikut kakek" pandangan Syeira memburam akibat air mata yang menumpuk di pelupuk matanya.
"Kek aku ingin mendapatkan kasih sayang keluarga,aku ingin mendapatkan perhatian mereka.Aku selalu iri pada mereka yang bisa disayang keluarga.Apa aku salah jika aku menginginkan itu semua?" Syeira memejamkan matanya hingga air mata yang tadi menumpuk di pelupuk matanya terjun dengan bebas di pipi mulusnya.
"Kakek Syeira pamit dulu" Syeira segera berdiri dari duduknya dan menatap sejenak gundukan tanah itu sebelum akhirnya dia melangkahkan kaki meninggalkan area pemakaman.
Syeira mulai menaiki motor hitamnya dan melajukannya meninggalkan tempat parkir yang memang disediakan di pemakaman tersebut.
***
Setelah sekitar tiga puluh menit perjalanan akhirnya Syeira sampai di markasnya.Di tengah hutan.
"Mau ngapain lo kesini,tumben amat" ucap Raihan sambil merangkul pundak Syeira."Gak" Syeira melepaskan tangan Raihan yang sedang merangkul pundaknya.
"Jangan datar-datar gitu lah,nanti cantiknya ilang loh" Goda Raihan."Hm" Syeira tetap melanjutkan langkahnya menuju sofa begitu juga dengan Raihan.
"Eh Queen tadi malam katanya anak buah dan tangan kanan Black Shadow kill nyerang markas kita yang ada di hutan selatan" ucap Raihan.
"Gimana keadaannya?" tanya Syeira."Gak ada korban jiwa sih tapi banyak mafioso kita yang terluka" jawab Raihan.
"Hm,kalau gitu tingkatkan keamanan disana" ucap Syeira.
"Oke" jawab Raihan singkat.
Keduanya pun mulai diam setelah percakapan singkat tadi.keduanya sama-sama larut dalam pikiran masing-masing,entah apa yang mereka pikirkan.
"Gua mau istirahat dulu" Syeira beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya yang memang disediakan di markas tersebut.
***
Malam hari~
Syeira sampai di rumahnya pukul dua dini hari.
"Syeira kemana saja kamu?,ini sudah jam berapa?" ucap David."Keluar.Dan ini pukul dua lebih sepuluh menit" Syeira melihat jam tangannya yang melingkar manis di tangan kirinya.
"Kamu itu sudah mencemarkan nama baik daddy,banyak rekan kerja daddy yang melihat kamu balapan liar dan mereka berpikiran kalau daddy tidak bisa mendidik anak dengan baik,kamu itu memang benar benar anak gak guna!" bentak David.
Deg!.
"Bukannya anak anda itu Sisi bukan saya" ucap Syeira datar dengan sorot mata yang tajam."Kamu lupa marga mu?" tanya David sambil melipat tangannya di depan dada."Aku tidak lupa margaku tapi bukanya anda yang mengumumkan ke publik kalau aku adalah anak angkatmu dan Sisi anak kandungmu hm?" David terdiam.Memang yang dikatakan Syeira itu fakta dan tidak ada rekayasa sama sekali.
"Sekarang terserah anda mau menilai saya dari segi mana,saya tidak peduli sama sekali dan saya juga tidak peduli dengan rekan bisnis anda" Setelah mengucapkan kata itu,Syeira segera pergi ke kamarnya guna mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah.
ditunggu up nya