NovelToon NovelToon
Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Katarina terjebak dalam raga seorang gadis malang yang tinggal di panti asuhan, Karina Putri.

Namun sebuah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita kaya raya yang tiba-tiba mengangkat Karina sebagai putri angkatnya.

Tetapi bukan itu masalahnya, melainkan tiga kakak angkat Karina yang ternyata adalah tokoh utama dalam novel yang pernah dibacanya. Lalu takdir ketiga kakak angkatnya tidaklah baik, mereka akan mati ditangan tokoh utama wanita.

Namun, Karina tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia akan mengubah takdir ketiga kakak angkatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

“Sudah selesai, apa Kak Jevan merasa sakit atau tidak nyaman?” Tanya Karina yang baru selesai membersihkan luka dan menganti perban sang kakak.

Jevan tidak langsung menjawabnya, pria itu masih ingin berlama-lama melihat wajah cantik gadisnya. Namun ia bingung untuk mencari alasan apa, karena perawat baru kembali dan sudah ada yang menjaganya.

“Kakak masih belum mengantuk, apa kamu bisa menemani Kakak berjalan-jalan di taman?” Tanya Jevan dengan tatapan memohonnya.

Karina tersentak kaget, karena baru pertama kalinya Jevan menunjukkan tatapan seperti itu.

Gadis itu ingin menolak, karena luka di perut Jevan masih basah dan nanti akan mengeluarkan darah lagi kalau terlalu banyak gerak. Namun, Karina juga merasa tidak enak kalau menolak keinginan kakak ketiganya.

“Boleh, tapi pakai kursi rodanya Kak Jemian. Apa aku bisa meminjam kursi roda Kak Jemian?” Karina menatap perawat pribadi Jemian.

“Boleh. Saya akan membantu Tuan Jevan berpindah ke kursi roda,” jawab sang perawat.

Jevan menahan senyumannya, akhirnya ia memiliki waktu lebih banyak untuk berduaan dengan gadisnya.

Namun ternyata bayangan Jevan berubah total, saat melihat sosok Joshua yang baru pulang dan menggantikan Karina untuk mendorong kursi roda.

“Mau ke mana?” Tanya Joshua dengan tatapan lelahnya.

Pria itu memang sangat lelah hari ini, tetapi ia tidak akan membiarkan Karina mendorong kursi roda yang diduduki Jevan. Nanti adik angkatnya akan kelelahan, apalagi besok hari Senin dan Karina harus ke sekolah.

“Taman samping!” Kata Jevan dengan datar.

Karina ikut di belakang, ia sebenarnya tidak mau menyerahkan Jevan kepada Joshua yang sangat membutuhkan istirahat… tetapi kakak keduanya memaksa dan bilang kalau ia tidak lelah.

“Kak Jo mengantuk ya?” Tanya gadis itu saat melihat kakak keduanya menguap lebar.

“Sedikit dan masih bisa ditahan satu atau dua jam ke depan,” jawab Joshua sambil mengusap puncak kepala adik angkatnya.

“Kamu tidak mengantuk?” Tanya Joshua saat mereka sampai di taman samping Mansion.

Karina menggeleng pelan, ia berbohong kalau dirinya tidak mengantuk. Sebenarnya, saat kulitnya terkena udara dingin… tiba-tiba ia merasa ngantuk dan ingin tidur di kursi taman.

“Matamu sudah kelihatan mengantuk, sana tidur! Biar Kak Jo yang jagain Jevan,” Joshua mengusap pipi dingin sang adik.

“Jo! Perutnya kembali nyeri!” Bohong Jevan yang sudah jengah melihat pemandangan manis di depannya.

Meskipun Jevan tahu kalau Joshua hanya menganggap Karina sebagai adik mereka, tetap saja Jevan merasa cemburu dan tidak suka melihat gadisnya disentuh oleh pria lain… termasuk kakak kembarnya sendiri.

“Yang sopan sama Kakak!” Geram Joshua sambil mengetuk pelan kepala kurang ajar Jevan.

“Ck, cuma beda lima menit!” Decak Jevan, sebelum meringis pelan sambil memegangi perutnya.

“Kakak mau ambil obat dulu, kamu jagain Jevan!” Pesan Joshua kepada Karina yang matanya kembali segar, karena gadis itu mengkhawatirkan Jevan.

“Apa perut Kak Jevan nyeri, karena terlalu banyak gerak?” Tanya Karina yang sudah berada di hadapan pria itu.

“Mungkin,” jawab Jevan yang begitu menikmati ekspresi panik gadisnya.

“Apa kita kembali ke kamar saja? Aku takut lukanya semakin parah atau Kakak kehabisan darah. Kak Jevan harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak gerak dulu!” Karina hendak memeriksa keadaan luka di perut pria itu, tetapi tangannya langsung ditahan.

“Karina, kalau seandainya Kakak mencintai…” Jevan menjeda kalimatnya.

Sedangkan gadis di depannya tampak membeku dengan apa yang baru saja diucapkan oleh kakak ketiganya.

“Ma-maksud Kak Jevan?” Tanya Karina yang entah mengapa mendadak jadi gugup.

“Obatnya sisa satu, besok aku bawakan!” Suara Joshua membuat Jevan menahan umpatannya.

Karina sedkit menjauh untuk memberi ruang kepada Joshua yang sudah kembali.

“Ada apa ini? Kenapa suasananya menjadi canggung?” Heran Joshua yang merasa ada yang aneh dengan keduanya.

“Karina, lupakan yang tadi… Kakak hanya bercanda,” ujar Jevan yang dibalas anggukan kaku oleh gadis itu.

Joshua memicingkan matanya. “Apa yang kamu katakan kepada Karina? Apa kamu berkata kasar?” Tuduhnya kepada Jevan.

“Pikiranmu selalu buruk kepadaku,” dengus Jevan yang kini memilih untuk menatap ke arah air mancur di taman.

“Karina, apa yang Jevan katakan kepadamu?” Joshua memilih untuk bertanya kepada adik angkatnya.

Karina sedikit terkejut, tetapi ia menutupinya dengan senyuman tipis. “Tidak ada, hanya masalah sekolah.”

Entah mengapa, Karina malah kepikiran untuk menjawab seperti itu.

“Kak Jo, aku sudah mengantuk. Aku ke kamar dulu, titip Kak Jevan,” gadis itu memilih pergi dari taman, tanpa mendengar jawaban dari Joshua.

Karina berjalan cepat, membuat Joshua semakin heran. Sebenarnya gadis itu tidak ingin suara detak jantungnya terdengar oleh Joshua, padahal Jevan tidak menyelesaikan kalimatnya… tetapi jantung Karina sudah berdetak tak karuan.

Tidak berbeda jauh dari Karina, Jevan juga merasakan hal yang sama. Tadi ia hampir kelepasan, karena rasa cemburunya.

“Jev, kamu benar-benar tidak mengatakan hal yang buruk kepada Karina ‘kan?” Tanya Joshua yang ingin memastikan.

“Buanglah pikiran burukmu itu, Jo! Aku tidak mungkin menyakiti Karina, bahkan tidak akan pernah,” Jevan memelankan suaranya pada empat kata terakhirnya.

“Baiklah, aku mempercayaimu. Tapi ingat satu hal! Karina adalah gadis yang baik, jadi jangan pernah melukai hatinya!” Pesan Joshua yang memilih untuk tidak memperpanjangnya.

Jevan mengangguk sekali, sebelum kembali fokus pada air mancur. Sedangkan Joshua sedang memeriksa luka di perutnya, tetapi perbannya masih baru dan tidak kelihatan ada darah yang keluar.

“Nyerinya sudah hilang,” kata Jevan yang mengakhiri kebingungan kakak keduanya.

“Ini pegang! Nanti kalau kembali nyeri, minum obat ini setelah makan!” Joshua meletakkan obat di tangannya pada telapak tangan Jevan.

“Satu lagi! Berapa lama kamu akan di sini? Aku sudah mengantuk, kalau masih lama… aku akan meminta bodyguard untuk menjagamu!” Joshua kembali menguap, kali ini pria itu tidak bisa menahan rasa kantuknya.

“Masih lama, panggil bodyguard saja,” jawab Jevan.

Joshua mengangguk dan bergegas menemui bodyguard untuk menjaga Jevan yang masih ingin di taman samping.

“Mulutku sangat ingin mengatakan kalau aku sangat mencintainya, tapi bukan sekarang waktu yang tepat!” Jevan mengerang pelan, ia tampak frustasi dengan perasaannya sendiri.

Rasa cemburunya, membuat pria itu tidak bisa berpikir jernih.

Sedangkan di dalam kamar, Karina tidak bisa tidur dan terus kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh kakak ketiganya.

“Jangan-jangan aku salah dengar?” Gumam gadis itu sambil menggigit bibir bawahnya.

Lagipula Jevan tidak jelas, pria itu tidak menyelesaikan kalimatnya. Jadinya, Karina sangat bingung.

“Mana mungkin seorang artis terkenal seperti Kak Jevan mencintai… ku? Sepertinya aku benar-benar salah mendengar, karena mulai mengantuk..”

Bersambung!

1
vew
ini mksdnya gimana thor ,, ada pria lain kah yg di cintai karina ?? 🤔🙏🙏

semangat thor 💪💪
Wulan
jawab van " OTW "
Wulan
agak agak salting ya van ☺️
Dewiendahsetiowati
Karina pakai gaya batu
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!