NovelToon NovelToon
Kesalahanku Menyakitimu

Kesalahanku Menyakitimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Divty Hardyfani

Namaku Aliqa Mardika, setelah lulus SMA orangtuaku menjodohkan ku dengan putra dari sahabatnya, yang bernama Davin Aryasatya dia berprofesi sebagai seorang Dokter Spesialis di Rumah Sakit Swasta.

Dengan berat hati aku menerima perjodohan ini, dengan harapan seiring kita bersama cinta akan hadir dengan sendirinya.

Ternyata aku memasuki hubungan yang salah, pria yang di jodohkan dengan ku telah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Akan kah pernikahan ini berjalan dengan semestinya?

Ini adalah novel pertama ku, mohon maaf jika mengalami kesalahan dalam penulisan, mohon koreksinya.

Ditunggu like, komen & vote nya ya reader.. terimakasih 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Divty Hardyfani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Ke Rumah Baru

Ssrraakkkk" Suara tirai di buka, cahaya masuk melalui jendela. "Silau" gumam ku, dengan menutup wajah dengan jemariku, ku buka mata ku perlahan nampak suamiku sedang memandang keluar jendela.

"Mas, sudah bangun?" sapa ku.

"Segera bergegas, kita akan pindah hari ini," ucap nya dengan pandangan tetap lurus kedepan.

"Apa tidak besok saja?"

"Terserah jika kau mau tetap tinggal, aku pergi sendiri."

"Oke," jawab ku.

Pagi ini aku sedang tidak ingin ribut dengannya apalagi di rumah orang tua ku, jika sampai terdengar oleh mereka akan sangat memalukan baru saja satu hari menikah sudah berantem.

Ku ambil koper berukuran 24 inch, memasukan sebagian baju yang ada di dalam lemari dan beberapa barang penting lainnya. Belum hilang lelah ku setelah acara kemarin sudah harus bersiap untuk segera menempati rumah baru.

***

Ayah dan Bunda terlihat sedang melaksanakan sarapan. Aku duduk bersebelahan dengan suamiku, ku ambilkan nasi beserta lauk pauk dan ku simpan di atas piringnya dan tak lupa segelas air putih.

"Di makan Mas."

"Terimakasih."

"Gak usah tegang gitu Vin." ucap Ayah dengan kekehannya, untuk menghilangkan ketegangan.

"Iya Om."

"Ko panggil Om, Ayah dong. Kan kamu suamiya Aliqa."

"Iya A..ayah," ucapnya ragu-ragu.

"Kok pagi-pagi udah bangun, padahal gak apa-apa pengantin baru jangan bangun kepagian kan capek dari kemarin berdiri terus di pelaminan," tutur Bunda.

"Pusing Bund kalo tidur kelamaan, lagian kan nanti aku bakalan jarang bisa sarapan bareng sama Ayah dan Bunda."

"Ayah, sepertinya hari ini kami akan langsung menempati rumah yang telah di persiapkan oleh Papa sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kami," ucap Davin menjelaskan mengenai kepindahan kami.

"Kok cepat banget sih, gak betah ya tinggal disini?" tanya Bunda.

"Gak apa-apa Bunda, mungkin anak mu butuh privasi. Biar kita cepat punya cucu, Ayah gak sabar ingin segera menimang cucu."

"Bunda juga sama ingin segera punya cucu. Segerakan ya Vin jangan di tunda-tunda."

"Ayah.. Bunda... nikah baru sehari aja udah ngobrolin cucu. Kalo aku udah pindah ke rumah yang baru, Ayah dan Bunda disini jaga kesehatan ya." Segera ku alihkan pembicaraan untuk tidak membicarakan cucu.

"Bersabarlah sedikit. Karena suami ku belum mencintai ku, aku akan berusaha untuk menghadirkan cinta di antara aku dan Davin, semoga dengan seiring kita bersama cinta akan hadir dengan sendirinya," batinku.

"Iya sayang, jangan terlalu mengkhawatirkan kami. Kamu dan Davin pun harus menjaga kesehatan, jadilah istri yang baik, layani suami mu dengan baik?"

"Titip Aliqa ya Vin, jaga dia. Ayah percayakan Aliqa kepada mu, dia satu-satunya putri Ayah. Jika terjadi sesuatu segera hubungi Ayah, sesekali kami akan mengunjungi kalian," ucap Ayah dengan memandang Davin lekat.

"Baik Yah," jawab Davin singkat.

"Ayah... Bunda... kaya yang mau pindah kemana aja, kan masih sama-sama di Bandung mah deket atuh. Nanti aku akan sering main kesini."

Kami pun berpamitan kepada Ayah dan Bunda untuk segera berangkat menuju rumah yang akan kami tempati, Ayah dan Bunda memelukku erat menyalurkan kasih sayang mereka. Berat rasanya meninggalkan rumah ini, tapi bagaimana lagi status ku sekarang sebagai seorang istri harus nurut apa kata suami.

***

Hanya suara alunan musik yang terdengar dari radio yang menemani perjalanan kami, tidak seperti keluarga pada umumnya yang jika bepergian akan saling berbicara, bercanda tawa bersama. Sepertinya aku harus mengalah untuk saat ini, harus sering mengajaknya bicara meskipun tanpa jawaban. Harus ku menangkan hati suamiku.

Tak lama mobil yang aku tumpangi pun sampai, di sebuh rumah bercat putih, model minimalis 2 lantai dengan carport cukup untuk menampung dua mobil. Disinilah kehidupan rumah tangga ku akan di mulai.

Ku keluarkan koper dari dalam bagasi mobil, tak ada keinginan dari suami ku untuk membantu mengangkat barang bawaan menuju kedalam rumah. Ku tatap punggung nya yang berlalu meninggalkan, dengan membawa koper segera ku susul untuk mengikutinya.

"Kamu tidur di kamar sebelah sana, aku disini," tunjuk ya setelah kami menaiki lantai dua. "Aku tidak ingin tidur bersama mu."

"Ok." aku tak membantah keinginannya.

"Kau tidak boleh mencampuri urusanku, begitu pun aku tak akan mencampuri urusan mu."

"Lalu?"

"Aku tidak akan menyediakan pembantu dirumah ini, uruslah hidup mu sendiri. Terserah apa pun yang akan kau lakukan aku tak peduli."

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala ku. Tak ada guna nya aku berdebat, hanya akan menguras tenaga. Lagipula tak akan ada yang berubah jika aku menolak sekalipun.

"Jika kau ingin pergi keluar rumah, Kau bisa menggunakan mobil yang satunya. Aku tidak akan mengantarmu."

"Permintaan mu begitu banyak mas, Boleh kah hari ini aku memiliki permintaan?"

"Apa?"

"Temani aku berbelanja, untuk memenuhi keperluan rumah dan membeli sayur dan daging untuk keperluan satu minggu."

"Tidak, pergilah sendiri."

"Hanya satu permintaan ku, sedangkan permintaan mu begitu banyak tak satupun aku menolaknya."

"Baiklah."

***

"Kemana kita akan pergi?" tanya nya dengan fokus memperhatikan jalan.

"Pasar tradisional."

"Tidak, lebih baik ke supermarket."

"Tidak, pasar tradisional saja. Sayur nya masih segar dan harganya pun jauh lebih murah," tutur ku menjelaskan.

"Baiklah."

Tak lama mobil pun telah sampai di tempat yang di tuju. Ku berjalan memasuki pasar terlihat pria yang kini menjadi suamiku sedang mengekoriku dengan raut wajah yang tak bisa di artikan mungkin dia merasa jijik karena kondisi pasar yang kami kunjungi becek yang di akibatkan hujan yang tejadi tadi subuh.

Ku hampiri salah satu penjual sayuran, lalu memilih sayuran yang akan di beli. Aku sudah terbiasa datang ke pasar tradisional karena sering mengantar bunda untuk berbelanja, membantu bunda untuk memilih sayuran, memilih bawang merah yang berukuran besar karena kata bunda jika bawang merah yang di beli berukuran besar akan mudah dan cepat untuk mengirisnya.

Ku beralih menuju penjual ikan, aku membeli ikan nila berukuran besar, meski hanya di taburi garam kemudian di goreng rasanya enak, apalagi di tambah sambal cobek buatan bunda. Belum juga sehari pindah rumah, sudah kangen Ayah dan Bunda.

"Belum selesai?"

"Belum, tinggal membeli ayam potong. Mas lebih baik kamu membantuku untuk membawa barang belanjaan." tanpa menunggu persetujuan darinya ku serahkan kantung keresek penuh dengan belanjaan.

Seluruh belanjaan yang telah di beli langsung di masukan kedalam bagasi.

***

"Mas terimakasih." Pria itu hanya menatapku tanpa memberikan jawaban dan berlalu meninggalkan ku masuk ke dalam kamar nya.

Ku keluarkan semua yang telah di beli dari katung belanjaan, untuk ikan dan daging aku cuci bersih kemudian di masukan kedalam wadah dan di simpan di dalam freezer agar kualitasnya tetep terjaga, untuk sayuran aku simpan di lemari pendingin biasa.

1
Oktavia Ratuliu
haaa balikan??? Ogaaaaahhh
Oktavia Ratuliu
satu kata untuk Davin sukurin
Yulia Rongkang
iya Thor aliga ama Bima aja setujuu
Yulia Rongkang
cerai aja laa aliqa
Yulia Rongkang
sayang banget kok cepet kali udah kumpul harusnya jangan dl Thor jual mahal dl laaa jangan sampe nyesel
Buncit
Kayanya authour lagi lupa sama novel yg ini ya makanya uda setahun gak update bab
Buncit
Pokoknya biarkan saja davin sama mila dan agila sama Bima. Di dunia nyata aja mana ada istri yg mau balik sama suami yg kaya davin 😂😂😂 ya kan Thour
Buncit
Agila sama Bima aja thour🙏🏻🙏🏻
Memyr 67
hiih, cowok bego. mengikuti istri egois, tersiksa sendiri.
Rena Agustina
kalau aku sih daripada dimadu mending nyelamatin hatiku agar tak terlalu sakit
Rena Agustina
dengar sendiri kan Al ..makanya buka mata Lo dan hati Lo lebar lebar jgn oon
Rena Agustina
makanya punya otak di pake ngapain lu yg berjuang bertahan sedangkan suami lu lebih cinta madu lu oon bangeett
Rena Agustina
si Mila pintar dan si aliqa bodoh
Rena Agustina
makan tuh otak tololl mu Aqila.
Lany Lan
kak ini ceritanya berhenti ya dilanjut dong kak ceritanya bagus
Sartika Bertha
mila2 kasih kamu😒😒
Mariatul Qibtiah
Bima aja
Ani Nurlia
ini cerita udh lama ga up apa ada lanjutan nya ga sih
Woro Kenthir
sayangnya author terus menghilang tanpa menyelesaikan 😭😭😭
Yani mulyani
aku mau bima aja sama aliqa.....jngn balikan lg ah sama davin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!