NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 9_ BATASAN YANG MULAI GOYAH

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 9_ BATASAN YANG MULAI GOYAH

Baru saja Cinta mendudukkan tubuhnya yang masih lemas di kursi kerja sekretarisnya, ponsel pribadinya di atas meja mendadak bergetar. Sebuah nama tanpa identitas muncul di layar, namun Cinta tahu persis siapa pemilik nomor rahasia itu. Dia segera menyambar ponselnya, menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan suaranya, lalu menggeser tombol hijau.

"Ya, Nyonya Valen?" bisik Cinta pelan, sambil melirik waspada ke arah pintu ruangan CEO yang tertutup rapat.

"Bagaimana perkembangannya, Cinta?" suara Valen dari seberang telepon terdengar berbisik, dipenuhi nada kecemasan dan ketakutan yang konstan. "Apakah kamu sudah mulai mendekatinya? Tolong katakan padaku kamu punya kemajuan. Aku sudah tidak tahan lagi berada di rumah ini bersama pengawal-pengawalnya."

Cinta memegangi lehernya yang mendadak terasa panas, mengingat kejadian panas di pangkuan Maxim beberapa menit lalu yang hampir berakhir dengan ciuman. Ego pemburunya kembali bangkit untuk menutupi kegugupannya sendiri.

"Tenang saja, Nyonya Valen. Semuanya berjalan sesuai rencana," ucap Cinta dengan nada percaya diri yang dipaksakan. "Aku baru saja mengonfirmasi sesuatu yang penting tentang suamimu hari ini. Benteng esnya sudah mulai retak. Percayalah padaku, dalam waktu dekat, aku akan membuat Tuan Maxim bertekuk lutut dan menceraikan Anda. Fokus saja pada bagian Anda untuk bersiap pergi begitu surat cerai itu ditandatangani."

Setelah menutup telepon dari Valen, Cinta menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. Kalimatnya pada wanita itu terdengar sangat meyakinkan, namun di dalam hatinya, Cinta mulai merasakan kegelisahan yang aneh. Kejadian di ruangan Maxim tadi benar-benar di luar kendalinya. Intensitas gairah dan aura berbahaya dari sang CEO tidak hanya membuktikan pria itu normal, tetapi juga berhasil menggetarkan pertahanan mental Cinta yang selama ini terkenal sekeras batu.

Ini buruk, batin Cinta, memijat pelipisnya yang berdenyut. Maxim bukan pria sembarangan yang bisa kupermainkan dengan mudah. Jika aku lengah sedikit saja, justru aku yang akan tersedot ke dalam pesonanya.

Dan hal yang paling mengacaukan pikirannya saat ini adalah sosok Ethan, si gigolo bertopeng. Cinta sadar, setiap kali dia merasa frustrasi atau lelah menghadapi Maxim di kantor, otaknya secara otomatis langsung mencari pelarian pada pelukan hangat Ethan di malam hari. Kehadiran Ethan, pesona tubuhnya, dan pemuasan yang pria itu berikan, perlahan mulai mengambil alih fokus energinya. Dia menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memikirkan Ethan, padahal pekerjaannya di kantor saat ini membutuhkan fokus penuh.

Aku tidak boleh hilang fokus karena seorang pria penghibur, tekad Cinta bulat dalam hati. Uang dan karierku jauh lebih penting daripada tubuh bagus Ethan. Aku harus memotong hubungan ini sebelum terlambat.

Malam harinya, hujan rintik-rintik membasahi kaca jendela kamar hotel mewah yang biasa mereka sewa. Suasana di dalam kamar begitu sunyi, hanya menyisakan temaram lampu tidur yang kuning hangat.

Ethan—yang tidak lain adalah Maxim—sudah duduk di tepi ranjang dengan kemeja hitamnya yang santai dan topeng satin hitam yang melekat erat menyembunyikan wajah aslinya. Dia menatap Cinta yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, tidak mengenakan gaun malam seksi seperti biasanya, melainkan setelan kasual yang tertutup.

Maxim menyadari ada perubahan atmosfer yang dingin dari wanita di hadapannya ini. Seringai tipis terukir di sudut bibirnya yang tersembunyi. Dia sangat penasaran, permainan psikologis apa lagi yang sedang disusun oleh "Vera" palsunya ini setelah kejadian intim di pangkuan ruang CEO siang tadi.

"Kakak Cantik kelihatan sangat serius malam ini," suara bariton Ethan terdengar berat, seksi, dan dalam, memecah keheningan kamar. "Apakah ada masalah lain yang mengganggu pikiran Anda?"

Cinta tidak langsung menjawab. Dia berjalan mendekat, namun tidak mendudukkan diri di pangkuan Ethan atau memeluk lehernya seperti biasa. Dia berdiri tegak di hadapan pria bertopeng itu, melipat kedua tangan di depan dada dengan ekspresi profesional yang dingin.

"Ethan, aku ingin kita mengakhiri kesepakatan eksklusif kita hari ini," ucap Cinta tanpa basa-basi, suaranya terdengar tegas dan mutlak.

Di balik topeng hitamnya, sepasang mata tajam Maxim berkilat. Dia tidak menyangka wanita serakah ini akan mengambil langkah mundur secepat ini. Namun, alih-alih menunjukkan sifat aslinya yang dominan, Maxim memilih untuk menurunkan egonya demi mempertahankan Vera palsunya. Dia tahu persis bagaimana cara melunakkan hati wanita seperti Cinta yang suka memegang kendali atas pria.

Ethan bangkit berdiri dari tepi ranjang, melangkah mendekat dengan bahu yang sengaja dibuat sedikit lesu. Tatapan matanya di balik topeng berubah menjadi sayu dan penuh permohonan, memancarkan sisi rapuh yang menggemaskan.

"Kak Vera... jangan lepaskan saya," bisik Ethan dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi manja dan bergetar pelan, seolah dia sangat takut kehilangan pelindung kayanya. "Saya janji akan lebih memuaskan Kak Vera dan membuat Kak Vera senang malam ini. Tolong jangan batalkan kesepakatan kita."

Sebelum Cinta sempat membalas kalimat tersebut, Ethan sudah melangkah maju dan langsung melingkarkan kedua lengan kokohnya di sekeliling tubuh Cinta. Dia memeluk erat wanita itu, lalu perlahan menenggelamkan wajah bertopengnya tepat di ceruk leher Cinta yang hangat.

Sentuhan fisik yang tiba-tiba itu membuat napas Cinta tercekat. Keberanian Ethan yang bertingkah manja seperti anak kucing yang takut ditinggalkan ini benar-benar menghancurkan seluruh benteng pertahanan yang sudah susah payah Cinta bangun sejak siang tadi. Ego Cinta sebagai "majikan" kaya seketika terpuaskan mendengar betapa pria setampan Ethan begitu memohon untuk tidak didepak olehnya.

Ethan mulai menggerakkan bibirnya, memberikan kecupan-kecupan yang sangat lembut, lambat, dan penuh perasaan di sepanjang permukaan kulit leher dan selangka Cinta. Sentuhan bibirnya begitu halus, sangat kontras dengan kebrutalan malam pertama mereka, menciptakan sensasi menggelitik yang memabukkan. Cinta sempat terpejam, membiarkan dirinya terlena sejenak oleh kelembutan yang Ethan tawarkan.

Namun, ego Cinta sebagai seorang penipu ulung yang selalu memegang kendali atas korbannya mendadak berontak. Dia tidak boleh membiarkan seorang pria penghibur mendominasi perasaannya, bahkan lewat cara memohon yang manja sekalipun.

Cinta membuka matanya, menyunggingkan sebuah senyuman nakal yang penuh pesona. Kedua tangannya yang tadinya mencengkeram bahu kokoh Ethan kini berpindah ke dada bidang pria itu, lalu dengan satu sentakan yang tak terduga, Cinta mendorong tubuh tegap Ethan menjauh hingga cengkeraman lengan pria itu terlepas.

"Ethan... kamu nakal sekali," bisik Cinta dengan nada suara yang sengaja dibuat mendayu namun sarat akan kekuasaan seorang majikan. "Kakak akan menghukummu malam ini karena sudah berani menolak perintahku."

Dengan gerakan yang cepat dan berani, Cinta kembali mendorong dada bidang Ethan hingga tubuh pria berotot itu jatuh telentang di atas empuknya kasur ranjang hotel. Cinta langsung merangkak naik, mengukung tubuh Ethan di bawah kendalinya. Malam itu, Cinta merebut kembali kendali permainan, memperlakukan Ethan sebagai mainan mahalnya untuk melepas seluruh penat, tanpa tahu bahwa pria di bawahnya ini sedang tersenyum puas menikmati setiap jengkal sandiwara yang mereka mainkan.

Keesokan paginya, sebelum fajar sepenuhnya menyingsing dan sinar matahari belum sempat menembus celah tirai, Cinta sudah terbangun. Dia menatap tubuh Ethan yang masih tertidur pulas di sampingnya dengan posisi menyamping, masih setia mengenakan topeng hitamnya bahkan dalam tidur.

Cinta tidak merasakan kehangatan atau penyesalan. Logika dinginnya telah kembali seratus persen. Baginya, hubungan ini harus selesai detik ini juga jika dia ingin mendapatkan sisa delapan miliar rupiah dari Nyonya Valen.

Tanpa menimbulkan suara sekecil pun, Cinta turun dari ranjang dan memunguti pakaian kasualnya. Setelah membersihkan diri kilat di kamar mandi, dia bersiap untuk pergi. Namun sebelum melangkah keluar dari pintu kamar suite mewah itu, Cinta berjalan menghampiri meja nakas.

Dia membuka tas Chanel-nya, mengeluarkan seonggok uang tunai yang jumlahnya jauh lebih besar dari kemarin—uang kompensasi yang dia janjikan untuk membatalkan kontrak eksklusif mereka secara sepihak. Dia meletakkannya di samping vas bunga, menatap tumpukan uang itu dengan senyum tipis.

Anggap saja semalam adalah yang terakhir, Ethan, batin Cinta mutlak, menegakkan kepalanya dengan angkuh.

Cinta berbalik dan melangkah pergi, menutup pintu kamar hotel dengan bunyi klik yang sangat pelan. Dia benar-benar berkomitmen untuk tidak akan pernah menemui Ethan lagi demi fokus penuh menaklukkan Tuan Maxim. Cinta mengira dia telah memenangkan perang mental ini dengan memotong rantai yang mengikatnya.

Namun, begitu pintu kayu hotel itu tertutup rapat, tubuh tegap di atas ranjang langsung tersentak bangun. Mengabaikan tumpukan uang kompensasi di atas meja nakas, Maxim merenggut topeng hitam satinnya dengan kasar, memperlihatkan gumpalan kemarahan yang pekat di wajah tampannya.

Rahang tegas Maxim mengeras dengan urat-urat leher yang menegang kencang. Sepasang mata hitamnya berkilat tajam, menatap nanar ke arah pintu yang sudah kosong. Dia mengepalkan tinjunya kuat-kuat di atas seprai beludru hingga buku-buku jarinya memutih.

Dicampakkan begitu saja oleh seorang penipu kecil seumpama Cinta benar-benar menghantam harga dirinya ke titik terendah. Kebebasannya untuk bisa menyentuh, mendekap, dan mencium tubuh Cinta dengan sepuasnya hanya bisa dia dapatkan saat dia memakai topeng dan menyamar sebagai Ethan. Dan sekarang, Cinta baru saja memutus satu-satunya akses intim itu demi mengejar target lain yang sebenarnya adalah dirinya sendiri.

"Berani sekali kamu membuangku seperti sampah setelah menggunakanku, Cinta..." desis Maxim dalam batinnya dengan suara rendah yang terdengar amat dingin dan mengancam. Pria itu mengacak rambut hitamnya yang berantakan dengan frustrasi, menyembunyikan napas memburunya. "Kamu pikir kamu bisa lari dariku? Kita lihat saja, seberapa jauh kamu bisa bertahan di kantor hari ini setelah membuatku murka seperti ini."

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!