NovelToon NovelToon
The File Of B

The File Of B

Status: tamat
Genre:Teen / Misteri / Pembunuhan / Detektif / Eksplorasi-detektif / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:447.8k
Nilai: 5
Nama Author: Robin.Y

VOLUME 1 : KUTUKAN DEVIAN (SUDAH TERBIT!)

Billie, gadis 17 tahun cucu dari seorang detektif terkenal, nekat menyamar menjadi murid laki-laki di sekolah asrama khusus pria. Dia mengemban misi untuk memecahkan kasus bunuh diri beruntun yang menggemparkan disana.

Desas-desus yang ada mengatakan bahwa semua kejadian ini adalah kutukan Devian, seorang murid yang pertama kali memulai percobaan bunuh diri. Dengan ditemani Ken, Detektif yang sedikit mesum, di sekolah barunya ini Billie menemukan banyak hal mencurigakan dan juga mendebarkan. Dari mulai teman sekamarnya yang bernama Ice; senior misterius yang dikenal sebagai Pangeran Es karena sikap dinginnya, Joshua; senior playboy yang blak-blakan mengaku gay dan jatuh cinta pada Billie di pandangan pertama, dan terakhir Godfrey; senior sok berkuasa yang disegani semua murid.

Satu hal yang harus Billie pecahkan, apakah semua korban memang benar-benar bunuh diri atau justru ini adalah sebuah kasus pembunuhan berantai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Robin.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

File 8 : Kencan Pertama Billie

"Whoaaah..." Bille berdecak kagum.

Suasana pertandingan bola basket tingkat SMU di stadium sekolah begitu meriah. Walaupun D.A.S.H ini terkenal sebagai sekolahan para selebritis, sebagai tuan rumah kali ini tim basket dari Diamond High ternyata tidak kalah dari segi performa dibandingkan tim lawan yang datang dari sekolah khusus pencetak atlit. Saking populernya para murid di sekolah ini, pertandingan tingkat SMU bahkan diliput oleh media lokal dan TV Nasional.

Billie duduk di tribun tengah dengan popcorn besar di tangannya. Matanya terpana melihat kelihaian Joshua berlari dan mengolah bola basket di lapangan.

"Ternyata cowok genit itu keren juga!" Pikir Billie saat menonton setiap aksinya.

Joshua, dengan tinggi badan 189 cm memang terlihat lebih pendek di banding tim lawan yang hampir 2 meter tingginya. Namun pemuda itu ternyata sangat tangguh. Selain bertugas di posisi center yang sering mencetak poin dengan slamdunk, dia juga ternyata bisa mencetak skor tigs angka. Memang tidak salah jika tim mempercayainya sebagai Kapten. Billie berdecak kagum dan akui ternyata otot melimpah di tubuh atletis nan seksi pemuda itu bukan hanya sekedar hiasan.

Setelah pertarungan yang sengit saling berebut poin, peluit tanda pertandingan berakhir pun berbunyi. Papan skor menunjukkan 108:106 untuk kemenangan tuan rumah.

"WUHUUU!! KEREEN! HEBAAT! KERJA BAGUS, JOSH!!!"

Gegap gempita dan sorak sorai para supporter kembali mengisi stadium dan membuat bising telinga. Wajar saja karena ini baru pertama kalinya tim basket Dream High bisa menjadi juara.

"Oohh, jadi begini rasanya menonton pertandingan basket live? Seru juga!" Billie tersenyum antusias dan mau tak mau ikut bersorak dan berjingkrak bersama suporter lainnya. Dari posisinya itu dia melihat Joshua di lapangan sedang dikerumuni anggota tim, pelatih sebelum di angkat dan elu-elukan.

***

Beberapa menit kemudian di ruang ganti sekaligus kamar mandi klub Basket.

Suara rintik air shower terdengar mengisi ruangan. Beberapa orang murid laki-laki sedang mandi dan sebagian sudah berganti baju. Pertandingan yang tadi benar-benar menguras tenaga. Joshua memijat tengkuk lehernya sendiri dan bagian tubuhnya yang pegal. Tapi meskipun dia lelah, semuanya sudah terbayarkan dengan kemenangan tim yang gemilang. Ditambah lagi kenyataan bahwa setelah ini dia ada kencan membuat Joshua semakin bersemangat. Joshua bersiul riang sambil menyabuni tubuhnya, menghilangkan rasa lengket dan bau keringat dengan aroma sitrus yang segar.

"Kak Josh! Pak pelatih sehabis ini ingin mentraktir kita semua untuk merayakan kemenangan, apa kau ikut?" Panggil Jerome yang tiba-tiba muncul dari balik tirai plastik.

"Traktir? Sekarang? Oh, Maaf Jer, katakan pada Pak pelatih kalau aku sudah punya rencana lain! Lain kali saja ya!" Jawab Joshua yang dengan cueknya melanjutkan aktivitas mandinya tanpa terganggu. Jaguar yang tanpa sengaja menatap bagian belakang tubuh Joshua yang telanjang hanya bisa menelan ludah.

"Rencana lain? Maksudmu untuk berkencan lagi, ya kan? Ya, tentu saja! Kau lebih mementingkan berkencan dengan para gadis daripada menghabiskan waktu dengan anggota tim!"

"Hei, Jerome! Apa maksud dari bicaramu?! Aku sangat peduli dengan tim makanya aku berjuang keras agar kita bisa menang! Tapi aku sudah punya janji lebih dulu! Bagi seorang pria janji itu harus ditepati!"

"Heh, ya sudah, terserah kau saja!" Jerome mengedikkan bahunya acuh sebelum melangkah pergi. Tatapan sinis dan juga kekecewaan terlihat jelas diwajahnya, melihatnya membuat Joshua mengerjapkan mata heran.

"Ada apa dengan dia?" Batin Joshua. Baru kali ini junior yang biasanya selalu menghormatinya itu bersikap ketus padanya. Joshua terus terang merasa tersinggung sekaligus serba salah dengan tuduhan Jerome. Karena malam ini bukan seorang gadis yang akan dia kencani melainkan anak laki-laki. Siapa lagi jika bukan Billie

Joshua sendiri tak habis pikir kenapa dirinya bisa tertarik pada murid baru itu. Tapi ada sesuatu yang unik yang membuat dadanya berdebar saat pertama kali melihat Billie. Mungkin kedengarannya konyol tapi perasaan aneh nembingungkan itu Joshua artikan dengan cinta.

Terus terang Joshua tak pernah membayangkan bahwa dalam satu titik hidupnya dia akan menjadi seorang gay. Tapi saat ini dia tak bisa mengendalikan perasaannya. Prinsip Joshua daripada menghindari rasa takut dan keraguan, lebih baik dia menghadapinya dan mencari tahu sendiri.

...----------------...

Di sebuah Pasar Malam

Cahaya lampu menghiasi langit sore yang mulai gelap memberikan suasana yang hangat walaupun sedikit kumuh dan penuh hiruk pikuk pejalan kaki yang lain. Pergi kesini sebenarnya adalah ide Billie karena menurutnya tempat yang ramai ini jauh lebih nyaman dan tidak membuatnya merasa canggung. Meskipun bisa dibilang Billie adalah gadis tomboy yang lebih banyak bergaul dan berteman dengan anak laki-laki ketimbang perempuan, tetap saja ini adalah pertama kalinya Billie berkencan. Dia masih bingung dan ragu, sekaligus tak tahu bagaimana harus bersikap dalam suasana yang romantis. Membayangkan hal-hal romantis saja membuatnya merinding.

"Billie, kau mau minum apa?" Tanya Joshua saat mereka berhenti untuk duduk di sebuah Cafe kecil pinggir jalan.

"Vanilla Latte saja Kak.." Sahut Billie sambil menghentakkan kakinya yang pegal.

"Waah, pilihan yang manis untuk orang yang manis..."

Gombalan pemuda ini membuat Billie memutar bola matanya sebal.

"Kak Josh, berhentilah menggombal! Bulu kudukku jadi merinding!" Canda Billie sambil mengusap lengan dan tengkuknya. Dia bergidik ngeri seolah baru mendengar cerita horor yang menyeramkan.

Ucapan Billie dan reaksinya yang tak terduga itu malah membuat Joshua tertawa. Dia menjadikan itu sebagai kesempatan untuk merangkul pundak Billie hingga jarak mereka semakin dekat.

"Haha...maaf habisnya kau sangat manis dan menggemaskan..." Ucapnya lagi sambil menempelkan ujung jarinya pada pipi gembil Billie.

"Kak, tolonglah! Manis apanya? Aku ini laki-laki, Kak! Apa Kakak terbiasa menggoda laki-laki seperti ini?" Protes Billie sambil menggeliatkan pundaknya agar rangkulan Joshua lepas.

"Hmm tidak, hanya kau saja..." Joshua menggelengkan kepala sebelum mengedip dan tersenyum nakal. Alis Billie terangkat satu, menatap Joshua tak percaya.

"Benarkah? Kakak tidak bohong?"

"Kenapa kau tak percaya padaku? Lihat saja di cemin! Kau mahluk yang terimut dan termanis yang pernah Kakak lihat hingga saat ini!" Lagi-lagi Joshua menggombal.

"Huu, bohong! Lagipula aku sudah dengar rumor kalau katanya Kakak ini playboy nomor satu di sekolah! Aku juga sudah lihat di akun instagram Kakak, banyak sekali berfoto dengan gadis cantik. Apa kau sudah bosan dengan gadis cantik dan ingin mencoba mengencani laki-laki, huh?" Tuduh Billie.

"Hey, itu tidak benar Billie!" Joshua mencoba menyangkal tapi tatapan Billie yang tajam membuatnya tersudut.

"Hhh.... Baiklah aku memang tipe orang yang mudah jatuh cinta. Aku sudah sering berganti pacar tapi ini pertama kalinya bagiku terpikat pada murid laki-laki... dan itu hanya kamu Billie!" Joshua menghela nafas pasrah sebelum akhirnya menjelaskan panjang lebar. Dia berusaha menjawab jujur tapi Billie yang tak tergoda dengan rayuan gombal menatapnya ragu.

"Lalu kenapa harus aku?!"

"Yaa, karena sudah aku bilang kau sangat manis!" Joshua kembali beralasan namun jawabannya yang dangkal tak membuat Billie puas.

"Tapi di sekolah kita kan juga ada murid laki-laki yang sangat manis!" Celetuk Billie yang dengan santai memulai interogasinya.

"Oh ya? Siapa?!" Tanya Joshua

"Devian! Dia itu kan sangat manis dan imut! Belakangan dia sangat populer! Bahkan semua orang di negara ini sudah mengenalnya." Tegas Billie. Tingkah Joshua yang seperti pura-pura tak tahu tadi membuat Billie mulai curiga.

"Oh ya? Tapi aku memang tak begitu mengenalnya! Kau tahu dia itu hanya junior dan baru terkenal setelah kasus itu saja. Kalau di sekolah, justru aku yang lebih populer dari dia!" Joshua menyilangkan kedua tangannya di dada dan tersenyum penuh percaya diri.

Jawaban Joshua yang terdengar arogan itu bisa sedikit Billie mengerti. Dari pertandingan tadi saja Billie menyaksikan betapa banyaknya fans Joshua yang datang untuk memberi dukungan. Tidak hanya murid Diamond High tapi juga murid dari sekolah lain, bahkan dari kota lain. Kebanyakan mereka semua adalah gadis remaja tapi laki-laki dan wartawan penggemar dunia olahbraga basket juga ada.

Popularitas yang dimiliki Joshua itu tidak hanya karena keahliannya bermain basket tapi juga penampilannya yang bak supermodel. Dengan wajah tampan rupawan, tubuh tinggi tegap dan kulit coklat gelap eksotis, pria ini bisa dengan mudah menjadi idaman kaum wanita. Mungkin kecuali Billie karena dia bukanlah gadis biasa yang mudah tertarik oleh penampilan fisik. Untuk saat ini Billie lebih tertarik untuk mrmecahkan kasus misteri daripada masalah cinta. Jujur saja Billie sendiri belum memahami tentang perasaan cinta, hal sentimentil yang rumit itu bagi Billie adalah masalah remeh dan tak penting.

"Lalu bagaimana dengan Luke? Aku dengar dia sempat menjadi anggota klub Basket!" Billie kembali bertanya.

"Oh, Luke... ya dia pernah jadi anggota klub basket, tapi bakatnya biasa-biasa saja dan dia jarang latihan! Jadi aku tak kenal dekat dengannya!" Balas Joshua sambil bergidik acuh.

"Oh ya? Lalu Luke itu orangnya seperti apa di mata Kakak? Apa dia orang yang periang atau pemurung? Apa dia pernah melakukan hal-hal yang aneh?" Billie semakin penasaran tanpa sadar pertanyaannya yang bertubi-tubi mulai membuat Joshua tak nyaman.

"Hei, Billie! Kenapa kau menanyaiku terus tentang mereka? Kau ini seperti detektif saja!"

"DEG!" Kalimat Joshua seketika membuat wajah Billie pucat pasi dan jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Ti-tidak! Mana mungkin aku ini detektif?! Hahaha kau bisa saja Kak Josh!" Billie tertawa palsu berusaha untuk menutupi rasa gugupnya. Dia baru saja tersadarkan kalau pemuda genit yang terlihat bodoh ini ternyata peka juga. Jika dia tak hati-hati dalam bersikap, penyamarannya bisa terbongkar dan itu sangat berbahaya.

TBC

1
Akari Yukiya
berarti Billie cewe nih?
Akari Yukiya
gimana itu di cek nya 😭
Dwi Nuryani
Luar biasa
blueface
ceritanya keren, plotnya seperti yang rumit dan berat tapi pembawaannya ringan, cocok untuk bacaan remaja. setiap bab selalu bikin penasaran, plot twistnya juga tidak mudah ditebak.
Clara Safitri
sara kali pembunuhnya?
Clara Safitri
uhh. penasaran kali siapa sebenarnya pembunuhannya..huuu sara?godfre???ntahlah
Clara Safitri
jangan2 si sara. sara mau balas dendam..mungkin mayat gadis 13 tahun itu adiknya..lanjut thor
Clara Safitri
ice kali yang membunuh atau angelena. ahhh lanjut thor seru
Clara Safitri
lanjut thor
Derza Sister
Bagaimana dengan kelanjutan Thor...
karyamu bagus sekali, sangat epic...
ku tunggu lanjutannya yahh
robin.y: makasih sudah mampir disini
total 1 replies
Nor Aida irliyanti
ceritanya bagus,penulisannya rapi,bagi yg suka cerita detektif, aku rekomen banget cerita ini
Nor Aida irliyanti: ada karya kamu yg lain kah??
total 2 replies
Nor Aida irliyanti
ceritanya baaaaguuuuus banget....kenapa aku baru Nemu cerita ini
robin.y: makasih udah mampir disini
total 1 replies
Diii
ternyata kakeknya yang berperan di eyes
Diii
yaaaaakkkkm kenapa ikut terjun
Diii
keren...selamat ya Thor....tetep semangat berkarya💪💪💪
Diii
hidup ice jadi penuh selidik dan hampa jadinya
Diii
eh mas es kenalan dong
Diii
keren abis deh....jempol top markotop
Diii
dia yang nyatain cinta...aku yg deg deg an
Diii
ternyata devian otak semuanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!