Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.
Ling Qi adalah salah satunya.
Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.
Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.
Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.
Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.
Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Pertarungan itu berlangsung sengit, cakar dan taring Long Xuan menyambar dari berbagai arah, memaksa Ling Qi bergerak tanpa henti, menghindar, menahan, membalas dengan ayunan beliung yang sesekali berhasil menggores sisik biru mengkilap milik lawannya.
Namun setiap kali Ling Qi mengira dia berhasil mendapatkan celah, Long Xuan selalu punya cara untuk membalikkan keadaan—ekornya yang panjang menyapu dari sudut yang tidak terduga, cakarnya bergerak dengan kecepatan yang seolah tidak terpengaruh oleh ukuran tubuhnya yang besar.
'Sial. Tubuhku belum sepenuhnya pulih dari pertarungan di dalam gua tadi.' Ling Qi merasakan ototnya mulai kelelahan, napasnya semakin memburu, setiap ayunan beliungnya terasa sedikit lebih berat dari sebelumnya. Luka-luka kecil mulai bermunculan di sekujur tubuhnya akibat cakar Long Xuan yang berhasil menggores kulitnya beberapa kali.
Long Xuan, meski tidak terlihat berkeringat sedikit pun, mulai menunjukkan sedikit ketidaksabaran, gerakannya semakin agresif, mendorong Ling Qi mundur langkah demi langkah menuju sudut parkiran yang semakin sempit.
'Kalau begini terus, aku akan terjebak.' Ling Qi melompat mundur lebih jauh, menciptakan jarak sesaat untuk mengatur napas. Long Xuan mengejar, cakarnya kembali terangkat untuk pukulan yang tampak akan menjadi penentu.
Namun tepat sebelum cakar itu turun, suara dari alat komunikasi di leher Long Xuan kembali terdengar, kali ini dengan nada lebih tegas.
"Long Xuan, mundur. Sekarang." Naga biru itu menghentikan gerakannya di tengah udara, cakarnya berhenti hanya beberapa senti dari kepala Ling Qi, lalu perlahan menarik diri, mendarat kembali dengan anggun beberapa meter jauhnya.
Long Xuan menghela napas panjang, menatap Ling Qi dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa penasaran dan kewaspadaan.
"Kau beruntung," gumamnya, sebelum tubuhnya melayang, membawanya melesat naik ke langit dan menghilang di antara gedung-gedung tinggi kota.
Ling Qi berdiri terengah-engah, tidak membuang waktu untuk berpikir lebih jauh. Dia berlari menuju dinding gedung terdekat, melompat memanjat dengan kecepatan yang tidak wajar, lalu melesat dari satu atap gedung ke atap gedung lainnya, menciptakan jarak sejauh mungkin dari area parkiran yang kini pasti sudah dipenuhi kerumunan dan aparat keamanan.
Setelah beberapa kali lompatan, dia turun ke sebuah gang sempit yang lembap, jauh dari keramaian jalan utama, dindingnya dipenuhi lumut dan bau sampah yang menyengat.
Ling Qi bersandar di dinding gang itu, dadanya masih naik-turun cepat, pikirannya berkecamuk.
'Kenapa mereka semua menganggapku monster? Aura seperti lima Raja Iblis, katanya. Bentukku bukan manusia, katanya. Apa maksud semua itu?'
Matanya menangkap genangan air kotor yang tergenang di antara retakan aspal gang itu, memantulkan cahaya lampu jalan yang temaram.
Sekadar refleks, dia menunduk untuk melihat pantulan wajahnya sendiri di permukaan air itu. Yang dia lihat membuat seluruh tubuhnya membeku total.

Wajah yang terpantul bukan wajah tampan dengan rambut putih dan mata merah yang dia kenal. Yang terpantul adalah sesuatu yang menyerupai monster—kulit yang menghitam di beberapa bagian, retakan-retakan halus menyerupai kerak batu di sekitar pipi dan dahi, dan yang paling mengerikan, tidak ada mulut sama sekali di wajah itu, hanya permukaan kulit yang rata tanpa celah.
"...Apa—" Ling Qi mencoba berbicara, tangannya refleks meraba area di sekitar mulutnya sendiri.
Dia bisa merasakan mulutnya masih ada, bisa merasakan giginya, bisa merasakan udara keluar masuk saat dia bernapas. Namun pantulan di air itu menunjukkan wajah tanpa mulut sama sekali.
Dia meraba matanya, dan terkejut merasakan sesuatu yang keras dan dingin di bawah kelopak matanya, seperti kristal, bukan bola mata yang lembut seperti seharusnya.
[Kutukan Terdeteksi]
[Kamu sudah mendapatkan kutukan yang membuat dirimu akan terlihat seperti monster oleh para manusia.]
Ling Qi menatap panel itu dengan mata membelalak, tangannya masih gemetar menyentuh wajahnya sendiri.
'Kutukan? Sejak kapan? Apa ini terjadi saat aku masuk ke dalam gua tadi? Atau... sejak pertama kali aku menggunakan Life Crystal?'
Pikirannya berputar liar, mencoba mengurutkan setiap kejadian yang mungkin menjadi penyebabnya, tetapi tidak satu pun jawaban yang terasa pasti.
Di tengah kebingungannya, suara langkah kaki terdengar mendekat dari ujung gang, langkah yang ringan namun terdengar familiar.
"Ling Qi?" Suara itu, suara perempuan, membuatnya tersentak, menoleh cepat ke arah sumber suara dengan jantung yang berdegup kencang.