Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TRAGEDI DI RUANG MEETING
Asyifa Berdiri dengan tatapan sendu, wajah nya pucat... Tubuhnya masih gemetar.
Tidak... Dia tidak sengaja... tubuhnya tidak bisa menjaga keseimbangan saat kakinya tersandung...
Dan seorang laki laki di hadapannya, telah menampakkan muka murka. Bukan hanya baju yang basah, tetapi juga berkasnya yang siap untuk bahan presentasi... Rusak.
Belum juga minta maaf... Sebuah bisikan membuatnya membeku...
" Jika tidak ingin kehilangan pekerjaan... Temani aku malam nanti." ya... Bisikan itu yang membuatnya membeku...
Serendah itukah dirinya... Apakah penghinaan ini juga bentuk karmanya...
" Maaf pak... Saya akan segera membersihkan tempat ini." tiba tiba Ima sudah datang dengan membawa perlengkapan kebersihan.
" Kamu bisa membersihkan, lalu bagaimana dengan berkas ku, kalian bekerja itu juga pakai otak juga, jangan mentang mentang karena hanya CS kalian ceroboh." ucapan salah satu peserta meeting dengan tatapan yang... entah...
Ima tidak menjawab, dia tahu siapa yang dia lawan, dia hanya tidak ingin Asyifa menjadi korban.
" Sekali lagi kami minta maaf pak Andre. Teman saya masih baru... Mohon di maafkan." jawab Ima.
" Saya minta maaf pak... " kata Asyifa dan berlalu pergi mengikuti Ima.
Di dalam ruangan meeting, manager pemasaran yang bernama Andre... Masih saja mengumpat.
" Anda tinggal menghubungi sekretaris untuk print berkas yang baru" kata Arka dengan tegas.
Arka bukan tidak tahu siapa Andre, setelah ini dia pasti memanfaatkan situasi untuk bisa bermain main dengan Asyifa. Dan dia.... Tidak rela. Entahlah.
"Mudah sekali anda berkata, saya butuh berhari hari mengerjakan ini, dan hancur dalam sekejap karena kebodohan cs itu." sarkas. Jawab Andre dengan sorot mata tajam.
Sedangkan peserta lain memilih diam berhadapan dengan 2 manager beda departemen itu.
Direktur datang, rapat pun di mulai dan mengakhiri perdebatan dua manager berpengaruh di perusahaan itu.
Sedangkan di pantri... Asyifa membereskan barang barangnya dan bersiap pulang.
" looh kok barang kamu di beresin?, kamu mau kemana? , kita lembur Fa" Kata Ima.
" Besok aku akan mengundurkan diri Ma," jawab Asyifa.
" What!!! Kenapa??? Kamu kan butuh pekerjaan ini Syifa. Kalau kamu resign.... Bagaimana kuliah adikmu?" kata Ima.
Asyifa tersenyum...
" Ya aku cari pekerjaan lain" jawab Asyifa.
" Aku sudah hancur... Aku tidak akan mau menghancurkan kehormatan yang sudah aku jaga hingga detik ini" lanjut Asyifa dalam hati.
" Fa... jangan resign. kejadian tadi pasti tidak sampai berujung pemecatan... " kata Ima berharap Asyifa berubah pikiran.
" Aku lanjutkan pekerjaanku dulu, kamu tunggu di sini ya Fa." Ima teringat pekerjaannya yang belum selesai. Tadi dia terburu buru karena mendapat telp dari asisten Raka untuk membersihkan meja meeting.
Dan sekarang.... Saat sendirian... Asyifa terduduk di lantai dengan kaki di tekuk. Kedua tangannya di lipat di atas lutut. Dia.... Menangis.
" Belum cukupkan hukumanku Tuhan.... Berapa tahun lagi aku menerima hukuman... aku hanya ingin melihat adik adikku lulus sekolah, tapi... Jika aku kehilangan pekerjaan... Mampukah aku mewujudkan impian kedua adikku... " Asyifa bergumam sendirian.
Asyifa kembali menangis di antara kedua telapak tangan... Berbagai pikiran bersliweran di benaknya.
Di balik cucuran air mata... Asyifa berusaha menguatkan hatinya sendiri... Dia tidak mungkin bisa lemah, sebab ada masa depan adiknya di tangannya...
" Asyifa... " Ima yang sudah membersihkan ruangan sebelah, terkejut melihat Asyifa yang duduk bersimpuh dengan air mata.
Ima memeluk sahabat barunya itu, memberi kekuatan seolah semua pasti baik baik saja.
Malam telah tiba saat rapat para manager perusahaan berakhir. Semua staff kembali ke ruangan masing masing untuk bersiap pulang.
Setelah membersihkan ruangan tersebut, Ima mengajak Asyifa pulang. Tetapi... Ternyata Asyifa belum selesai mencuci jas lab, waktunya sedikit terbuang karena menangis.
" Kamu pulanglah dulu Ma, aku tinggal menjemurnya saja. " kata Asyifa.
" Tidak Syifa, aku temani... Aku tahu hatimu tidak baik baik saja." jawab Ima.
" Hush... Aku baik baik saja Ma, kasihan ibu kamu menunggu sendirian... Beliau baru saja sembuh." Asyifa mengingatkan Ima.
" hemmmm iya sih. Ya Sudah... Aku tinggal pulang ya Fa, kamu lekas pulang juga" Pamit Ima setelah melihat cucian Asyifa tinggal di keringkan.
" Iya.... Hati hati ya" jawab Asyifa.
Asyifa melanjutkan pekerjaannya sampai selesai, lalu menjemur semua jas lab di belakang. Dia sempat bertemu security yang sedang berpatroli, sebelum akhirnya kembali ke ruang laundry.
Setelah semua beres... Asyifa melangkah meninggalkan pantry menuju parkiran.
Saat berjalan di sebuah parkiran, tiba tiba sebuah tangan menariknya dan membungkam mulutnya.
" Diam dan jangan berisik" suasana terang di parkiran membuatnya mengenali siapa yang telah menariknya.
" Malam ini...." Belum sempat berucap Asyifa langsung memotong.
" Saya tidak mau. Saya memilih kehilangan pekerjaan dari pada kehilangan kehormatan. " Tegas Asyifa.
Asyifa berusaha melepaskan diri, namun cengkraman Andre terlalu kuat.
" Tolong lepaskan saya! Saya sudah memilih untuk resign dari perusahaan ini." lanjut Asyifa dengan meronta.
" Tidak boleh!! Kamu harus membayar malu ku tadi, sekarang masuk kedalam mobil" bentak Andre.
" Saya tidak mau!!! Lepaskan saya!!" Asyifa berontak.
Andre yang gelap mata berusaha mencium Asyifa yang berontak, tetapi tidak berhasil.
Tangan andre sudah bersiap mengudara untuk menampar Asyifa. tetapi... Belum sempat telapak tangan itu menyentuh kulit Asyifa, sebuah tangan lain sudah menahan lengan Andre.
" Jangan pernah berbuat kotor pada wanita ini" kata Arka dengan sorot mata tajam.
Tanpa banyak bicara, Arka memperlihatkan layar ponsel pada Andre, di mana hal itu membuat Andre langsung terdiam.
Entah apa yang ada di layar ponsel Arka, yang jelas... Tanpa banyak bicara, Andre langsung berlalu menuju mobilnya dan langsung pergi begitu saja.
" Terimakasih pak Arka sudah menolong saya." kata Asyifa dengan menunduk.
Tanpa menjawab ucapan Asyifa, Arka menarik tangan perempuan itu menuju mobilnya.
" Masuk. " perintah Arka dengan singkat.
" Tapi..." ucapan Asyifa terpotong.
Arka yang tidak sabar, mendorong pelan tubuh ringkih Asyifa agar masuk ke dalam mobil.
Arka menutup pintu dengan sedikit keras, lalu berjalan memutar dan duduk di kemudi.
Sampai di post security, tiba tiba Arka menghentikan laju mobilnya dan turun.
" Jangan ikut turun!! Diam di sini" tegas Arka dengan mata tajamnya.
Arka terlihat berbincang dengan security, memasuki ruangan yang ada di post tersebut, dan kembali kedalam mobil.
Entah apa yang di lakukan Arka di sana tadi, tetapi... Wajahnya terlihat lebih garang.
Ketenangan yang biasanya terlihat sedikit berkurang... Tetapi... Asyifa enggan bertanya.
" Besok tetaplah masuk kerja, jangan resign dari perusahaan ini." kata Arka tanpa penjelasan apa lagi senyuman.
Asyifa hanya membalas dengan menganggukkan kepala. Tidak menjawab sedikitpun... Sebab dia takut salah bicara.
Asyifa sedikit heran... Sebab Arka menghentikan mobilnya tepat di depan tempat tinggalnya.
"Dari mana dia tahu rumah ku...." kata Asyifa dalam hati.
" Aku pernah melihatmu menyapu teras warung ini, itu sebabnya aku tahu tempat tinggalmu." Jelas Arka yang seolah tahu apa yang sedang di pikirkan Asyifa....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semua dukungan kalian. Sungguh... Jejak kalian adalah penyemangatku guys...
Semoga kalian sehat semua ya manteman...
Jangan lupa like, komen dan follow....
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔