Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 09
“Apa? Kau tidak bercanda ‘kan?!”
Octa yang baru bangun dibuat terkejut saat mendengar kalau semua pihak yang bekerjasama dengannya kini memutuskan kontrak secara sepihak , bahkan wanita itu juga dikeluarkan dari agensi yang sudah menaunginya selama lima tahun.
“Aku tidak percaya! Aku akan menemui pihak agensi!” Marah Octa yang kini bergegas turun dari tempat tidurnya yang terlihat begitu berantakan.
Wanita itu memutuskan panggilan secara sepihak, tatapannya kini tertuju pada pria yang tadi malam dipanggil untuk menyenangkannya. Octa tidak memiliki waktu untuk membangunkan pria itu, karena ia harus segera pergi menemui pihak agensi yang mengeluarkan dirinya tanpa alasan.
Sedangkan di Mansion milik Max, pria itu tampak sedikit senang saat melihat pesan dari Elion yang selalu menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik.
“Kak Max mau sarapan dengan apa?” Suara Leticia membuatnya menoleh dan menatap wajah cantik istrinya.
“Samakan denganmu,” jawab pria itu yang kini menaruh ponselnya dan fokus memperhatikan setiap pergerakan kecil dari sang istri.
Leticia yang terus diperhatikan begitu intens oleh suaminya, tentu saja merasa gugup… apalagi pagi ini penampilan Max terlihat begitu tampan dengan setelan kerjanya.
“Mau ikut ke kantor?” Tanya pria itu sambil mengambil alih piring di tangan istrinya.
Leticia terdiam cukup lama, karena ia tidak menyangka sang suami akan mengajaknya ke kantor.
“Leticia akan pergi bersama Mommy seharian ini!” Seru Calistha yang sudah datang sepagi ini.
Max menahan decakannya, saat melihat wanita yang sudah melahirkannya muncul sepagi ini di Mansion miliknya.
“Mommy sengaja tidak sarapan di Mansion utama?” Tanya Max yang dibalas tawa penuh ejekan oleh sang mommy.
“Main ke kantor bisa kapan saja, Mommy ingin membuat penampilan Leticia semakin cantik sampai kau tidak bisa berpaling dari istrimu,” ujar Calistha yang kini duduk berhadapan dengan sang putra.
Tiba-tiba saja suasana di ruang makan terasa sedikit sesak, dan itu berasal dari Max yang tidak bisa menekan amarahnya.
“Mommy mengajakku lebih dulu, jadi aku akan pergi bersama Mommy. Ke kantornya bisa besok atau lusa,” ucap Leticia dengan senyuman kecilnya.
“Baiklah, beli barang apapun yang kau suka!” Max mengeluarkan dua kartu hitam miliknya dan memberikannya kepada sang istri.
“I-ini untukku? Dua-duanya?” Tanya Leticia yang begitu terkejut, sebab ia sangat tahu dua kartu tersebut tidak memiliki limit.
“Ambil saja, Sayang. Uang Max juga uangmu!” Kata Calistha yang sangat menyukai pemandangan tersebut.
“Habiskan semua uang suamimu itu, karena uang Max sangat banyak!” Lanjutnya.
“Benar kata Mommy, habiskan semua uangku,” Max malah menyetujui ucapan Calistha.
“Kalau kurang katakan kepadaku!” Pria itu kembali melanjutkan sarapannya.
Calistha juga sarapan di sana, karena belum sempat sarapan… sebab wanita paruh baya itu takut Max membawa Leticia pergi, sebelum dirinya datang.
Sedangkan Leticia, semua yang terjadi hari ini dan kemarin masih terasa seperti mimpi. Memiliki suami yang sangat tampan dan begitu royal, lalu memiliki mertua yang sangat baik dan juga royal.
Leticia merasa seperti hidup di cerita novel, karena nasibnya kini berubah sangat jauh dari yang sebelumnya hanya hidup menyedihkan… kini hidup dengan orang-orang yang begitu baik dan memberikan segalanya kepadanya.
“Eh kenapa menangis, Sayang?” Kaget Calistha saat melihat menantunya meneteskan air mata.
“Aku hanya terlalu senang,” kekeh Leticia sambil mengusap air matanya, tetapi Max lebih dulu melakukannya.
“Kau boleh menangis, asalkan tangisan bahagia! Sampai kau menangis, karena merasa sedih… aku akan menyalahkan diriku sendiri,” ujar Max yang membuat Calistha kembali senyum-senyum tidak jelas.
Baru kali ini Calistha melihat putranya bertingkah romantis, dan pemandangan yang sangatlah langka.
“Pagi-pagi sudah disuguhkan pemandangan romantis, Mommy langsung teringat masa muda dulu,” celetukan itu membuat Max tersadar dan langsung menarik tangannya.
Pria itu lupa kalau di sana juga ada sang mommy, jadi ia harus menahan diri agar tidak menjadi bahan sindiran oleh sang mommy.
“Elion sudah menungguku, aku berangkat dulu!” Max berdiri dari duduknya, setelah mendapatkan pesan dari sekretarisnya.
Leticia ikut berdiri, tetapi langsung ditahan oleh sang suami.
“Lanjutkan sarapanmu, tidak perlu mengantarku keluar!” Max mengecup kening istrinya, sebelum berlalu pergi dari ruang makan.
Leticia masih menatap punggung suaminya yang semakin menjauh, dari bangun tidur sampai saat ini… Max memperlakukannya dengan lembut. Ternyata pria itu akan kasar kalau sedang marah, Leticia baru memahami sifat suaminya.
“Baru kali ini Mommy melihat perlakuan begitu manis dari si minim ekspresi itu,” ucap Calistha yang membuat Leticia langsung menatapnya.
“Dan sepertinya dugaan Mommy benar, Max sangat mencintaimu…”
...***...
Octa berteriak seperti orang gila di depan gedung yang selama ini menjadi ladang penghasilan untuknya, wanita itu tidak menyangka kalau kariernya akan hancur dalam semalam dan ia tidak akan mendapatkan banyak uang lagi.
“Pergi dari sini dan jangan membuat keributan!” Seorang petugas keamanan menyeretnya untuk segera pergi dari kawasan agensi.
Octa tidak terima diperlakukan seperti ini, tetapi tenaganya sudah habis… karena ia sempat mengamuk di dalam.
“Aku salah apa? Kesalahan apa yang sudah aku lakukan?” Octa masih belum menyadari kesalahannya kemarin.
Tiba-tiba sebuah pesan dari nomor asing masuk, dengan cepat Octa membuka pesan tersebut.
“Selamat atas kehancuran kariermu, Octavia. Itu adalah hadiah untukmu, karena sudah berani mengusik istri dari atasan kami.” Wanita itu membaca pesan tersebut sebanyak tiga kali.
“Siapa orang yang dimaksud? Siapa istri yang mereka maksud?” Bingung Octa yang mencoba mengingat siapa yang sudah disinggung olehnya.
Pesan kembali masuk, dari nomor yang sama.
“Nona Leticia Tavisha Leander, jangan pernah mengusik ketenangan Nona kami!” Baca Octa yang kini langsung terduduk di atas trotoar.
“Kenapa bisa begini? Kenapa mereka sampai menghancurkan karierku, hanya untuk Leticia yang merupakan anak bungan itu?” Heran Octa yang masih tidak percaya dengan dua pesan yang baru saja dibacanya.
“Aku harus memastikannya, aku harus menemui Leila untuk meminta bantuan… karena Leticia adalah kakak kembarnya, pasti Leila akan menolongku!” Octa langsung berdiri dan bergegas pergi ke tempat Leila berada.
Namun saat dirinya hendak memasuki mobil kesayangannya, tiba-tiba dua orang pria yang dikenalinya menghampirinya.
“Cicilan mobilmu sudah menunggak selama tiga kali, sekarang bayar atau mobil ini kami bawa!” Ancam mereka yang membuat Octa begitu panik.
“Aku akan membayarnya nanti, aku masih akan pergi untuk mengambil uang!” Kata Octa yang sudah kalang kabut, karena tidak memiliki uang… bahkan tabungannya juga tinggal sedikit, sebab ia terlalu mementingkan gaya hidup dan selalu merasa akan berada di atas.
“Kau pasti akan membohongi kami lagi, kami akan membawa mobil ini dan kau bisa menjemputnya saat uangnya sudah ada di tangan kami!”
Octa kembali berteriak dan berusaha menghalangi mereka yang ingin mengambil mobil kesayangannya, tetapi kedua pria itu malah mendorongnya dengan kasar dan membuat tubuhnya terhempas cukup jauh.
“Kenapa jadi begitu? Aku benar-benar sudah tidak memiliki apapun!?”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️