NovelToon NovelToon
SEPHIA

SEPHIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Slice of Life
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

Sephia tidak pernah menyangka, kehadiran tetangga baru itu akan mengubah segalanya.
Berawal dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, satu sekolah, hingga satu kelas—mereka perlahan menjadi dekat. Terlalu dekat, sampai Sephia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Sayangnya, perasaan itu datang di waktu yang salah.
Dia sudah memiliki seseorang.
Sephia memilih diam, menyimpan semuanya sendiri.
Hingga sebuah kejadian memaksa mereka untuk saling mendekat, lebih dari yang seharusnya.
Namun, bahkan setelah jarak memisahkan, waktu tetap tidak pernah berpihak.
Dan saat mereka dipertemukan kembali…
segalanya sudah berbeda.
Kali ini, justru Sephia yang harus belajar melepaskan.
Karena tidak semua yang hampir, akan benar-benar menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bubur Ayam

Pagi-pagi sekali, alarm di kamar Sephia sudah menjerit heboh. Bertekad bulat tidak ingin mengulangi nasib sial kemarin yang harus berakhir jalan bareng Alan, Sephia sengaja bangun satu jam lebih awal.

​Dia mandi secepat kilat, memakai seragamnya dengan rapi, bahkan menolak tawaran sarapan nasi goreng dari Mamanya demi bisa keluar rumah sebelum jam menunjukkan pukul enam pagi.

​"Pia, kok tumben pagi amat berangkatnya? Biasanya juga nempel kayak perangko sama kasur," tegur Mama heran melihat anak gadisnya sudah sibuk memakai sepatu di teras depan.

​"Hehe, iya nih, Mah. Pia piket pagi hari ini, jadi harus dateng cepet," bohong Sephia sambil menyengir lebar. Setelah menyalimi tangan Mamanya, Sephia langsung menyampirkan tasnya. "Pia berangkat ya, Mah. Dadah!"

​Sephia membuka pagar rumahnya dengan langkah riang. Suasana kompleks masih sangat sepi, udara pagi juga masih terasa dingin dan berkabut tipis. Sephia tersenyum puas, merasa bangga dengan kecerdasannya sendiri.

​Rasain lo, Alan! Jam segini lo pasti masih ngorok. Emang enak gue tinggalin, batin Sephia kegirangan.

​Dia pun melangkah dengan santai. Namun, baru saja melewati dua rumah, langkah kaki Sephia mendadak terkunci di aspal. Matanya membelalak sempurna menatap sosok cowok yang sedang bersandar santai di tiang listrik, tepat di depan pagar rumah nomor empat.

​Cowok itu memakai seragam putih-abu-abu yang sangat rapi, tas ransel hitamnya tersampir di satu bahu, dan tangannya sedang sibuk memainkan ponsel. Begitu menyadari kehadiran Sephia, cowok itu menurunkan ponselnya lalu menoleh.

​"Pagi, Tetangga. Kepagian ya kaburnya?"

​Suara berat Alan memecah keheningan pagi. Sephia rasanya pengin menenggelamkan diri ke dalam got kompleks saat itu juga.

​"L-lo... ngapain di situ?!" pekik Sephia tertahan, menunjuk Alan dengan telunjuknya yang agak gemetaran karena syok.

​Alan berjalan menghampiri Sephia dengan langkah santai, mengikis jarak di antara mereka. "Kan semalem gue udah bilang, mulai hari ini kita berangkat bareng. Gue tahu lo pasti bakal coba kabur pagi-pagi, makanya gue udah nongkrong di sini dari jam setengah enam."

​Gila nih bocah, niat amat nyiksa gue! jerit batin Sephia frustrasi. Dia mendengus kencang, melipat kedua tangannya di dada dengan cemberut. "Gue ada piket pagi ya! Jadi jalan gue buru-buru, lo gak usah ikut-ikutan!"

​"Ya udah, ayo. Gue juga bisa jalan cepet kok," balas Alan lempeng tanpa dosa. Dia langsung berjalan mendahului Sephia, seolah-olah dia adalah pemandu jalan setapak kompleks pagi itu.

​Mau tidak mau, dengan perasaan dongkol setengah mati, Sephia menghentakkan kakinya dan berjalan mengekor di samping Alan. Sepanjang jalan pintas menuju sekolah, Sephia sengaja memasang muka masam dan mendiamkan Alan. Dia melangkah lebar-lebar dengan grasak-grusuk untuk menunjukkan kalau dia sedang protes.

​Anehnya, Alan sama sekali tidak terganggu. Cowok itu malah sengaja menyesuaikan temponya dengan santai. Di tengah jalan, saat mereka melewati bapak-bapak penjual bubur ayam, perut Sephia mendadak berbunyi cukup nyaring karena tadi melewatkan sarapan.

​Kruuuk...

​Suara itu terdengar jelas di keheningan pagi. Langkah Sephia langsung membeku. Mukanya mendadak terasa panas bukan main. Dia merutuki perutnya yang sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama dalam mode pamer gengsi ini.

​Alan menghentikan langkahnya. Dia melirik ke arah perut Sephia, lalu menatap wajah cewek itu yang sudah merah padam menahan malu. Seulas senyum tipis—lagi-lagi senyuman ngeledek yang paling Sephia benci—muncul di bibir Alan.

​"Katanya buru-buru mau piket, tapi perutnya belum siap ternyata," ledek Alan pelan.

​"B-bukan perut gue! Itu suara... suara kucing lewat tadi!" kilat Sephia ngasal, matanya melotot tajam berusaha membela diri.

​Bukannya mendebat kebohongan konyol Sephia, Alan malah berbalik dan berjalan menuju gerobak bubur ayam tersebut. Dia memesan dua porsi untuk dibungkus, lalu membayarnya dengan cepat. Setelah menerima kantong plastiknya, Alan kembali menghampiri Sephia yang masih matung dengan muka masam di pinggir jalan.

​"Nih," Alan menyodorkan satu kantong plastik bubur ayam yang masih hangat ke depan muka Sephia.

​Sephia menaikkan sebelah alisnya, sok jual mahal. "Apaan nih? Gue gak minta ya."

​"Gak usah gengsi. Taruh di tas lo, nanti dimakan di kelas sebelum bel," ucap Alan, lalu tanpa permisi dia meraih tangan Sephia dan mengaitkan kantong plastik itu ke jari-jari Sephia. Sentuhan kulit mereka yang mendadak itu sukses bikin Sephia tersengat setruman tidak kasat mata, membuat jantungnya kembali berdegup gak karuan.

​"Anggap aja ini... bonus dari bos lo, karena hari ini lo gak telat cicilan ganti rugi," bisik Alan pelan sambil mengedipkan sebelah matanya jahil, lalu berjalan duluan meninggalkan Sephia yang masih terpaku memandangi sebungkus bubur ayam di tangannya dengan perasaan campur aduk.

1
Ayunda
judulnya bikin inget lagu Sheila on seven yg viral pd jamanya
Arya Suluran
wahh adapakah ini??😄
Arya Suluran
plenger juga sih Sephia ini ya😄
Azkaqia Ratna: ya gugup soalnya doi hehe
total 1 replies
Arya Suluran
apakah jatuh cinta pandangan pertama??
Azkaqia Ratna: belum kyknya, cuma awal mengagumi 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!