Karena suatu kesalahan, Anastasia Lambert terpaksa menikah dengan Paman angkatnya, Henry Theodor, di usianya yang masih delapan belas tahun.
Semua bermula karena kebaikan dan perhatian Paman angkatnya, membuat Anastasia, yatim piatu yang diadopsi Henry, diam-diam jatuh cinta pada Henry, hingga hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi dingin.
Dan, sampai datangnya orang ke tiga dalam kehidupan mereka, membuat hubungan mereka menjadi sangat jauh, seperti jarak antara terbitnya matahari dari timur, hingga matahari terbenam di barat.
Saat Anastasia menyadari telah salah mencintai Paman angkatnya, dan membuka hati untuk mengenal pria lain, sikap Henry tiba-tiba berubah menjadi hangat padanya.
Apakah hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja, akan kembali seperti dulu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 9.
Anastasia mengepalkan ke dua tangannya dengan erat di atas pangkuannya, dan sebisa mungkin memperlihatkan raut wajah biasa saja.
"Nama yang cantik, Anastasia mengambil kuliah jurusan apa?" tanya Ivana dengan suara yang terdengar begitu lembut.
"Jurusan desain!" jawab Anastasia pelan.
"Wah, ternyata kamu punya bakat mendesain perhiasan!" puji Ivana masih dengan suara yang terdengar lembut.
Anastasia memaksakan senyumnya tidak terlihat kelu, sembari mengepalkan tangannya semakin erat.
"Kalau begitu, berarti kamu pandai memilih perhiasan yang bagus, bagaimana kalau kamu temani aku, memilih cincin pertunanganku dengan Pamanmu, bagaimana menurutmu, Henry?" tanya Ivana dengan lembut, sembari menyentuh tangan Henry yang berada di atas permukaan meja makan.
Tangan Anastasia semakin erat mengepal di atas pangkuannya, melirik tangan Ivana menyentuh tangan Henry, dan Henry membalas sentuhan tangan Ivana.
"Iya, benar!" jawab Henry tersenyum.
Dada Anastasia terasa semakin sakit melihat pemandangan yang ia lihat, membuatnya ingin mengamuk untuk memisahkan tangan Ivana memegang tangan Henry.
Hanya ia yang boleh memegang tangan Henry, tapi mengingat amarah Henry malam itu, membuat ia tidak berani melakukannya.
Amarah Henry membuatnya sangat takut.
Rasa sakit pada punggungnya, sewaktu di dorong Henry masih terasa sakit sampai saat ini.
"Em, baik!" jawab Anastasia menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Ivana.
"Wah, baguslah! akhirnya aku dapat mengerti kualitas cincin seperti apa yang bagus untuk cincin pertunangan ku!"
Ivana terlihat begitu senang sekali, sampai ia menggenggam tangan Henry dengan ke dua tangannya.
Dengan sebisa mungkin Anastasia tetap memperlihatkan senyumannya, berpura-pura tidak terganggu dengan apa yang ia lihat saat ini.
Butler dan Orpa yang berdiri tidak jauh dari meja makan, sudah merasa gelisah melihat keakraban Ivana dengan Henry.
Mereka bisa merasakan perasaan Anastasia sangat terluka, melihat Henry begitu akrab dengan wanita lain, yang selama ini mereka semua tahu, kalau Henry hanya dekat dengan Anastasia saja.
"Aku sudah selesai makan!" Anastasia mendorong piringnya ke depan, "Bibi dan Paman lanjut saja makannya, aku permisi dulu!"
Anastasia mendorong kursinya ke belakang, lalu bangkit berdiri dari duduknya.
Tanpa melirik ke arah mereka berdua, Anastasia meninggalkan meja makan, dan bergegas menaiki anak tangga.
Ia mengunci pintu kamarnya, begitu ia masuk ke dalam kamar, dan menyandarkan punggungnya ke daun pintu.
Tanpa dapat ia bendung lagi, air matanya pun mengalir dengan deras, dan perlahan tubuhnya merosot jatuh terduduk ke lantai kamar.
Hatinya sangat sakit melihat Henry ternyata telah memiliki seseorang yang disukainya.
Ia merasa selama ini Henry tidak pernah ingin dekat dengan seorang wanita, ternyata Henry diam-diam diluar sana memiliki seseorang yang spesial.
Tok! tok!
"Nona!!"
Terdengar suara ketukan di luar pintu, dan di susul suara Orpa memanggilnya.
"Tuan Henry dan Nona Ivana menunggu Nona untuk ikut mereka ke toko perhiasan!"
"Sebentar!" jawab Anastasia.
Anastasia bangkit berdiri dari lantai, lalu melangkah ke depan cermin untuk memeriksa keadaan wajahnya yang sembab.
Setelah ia membenarkan kembali penampilannya, ia menghela nafas sebelum keluar dari dalam kamar.
"Kenapa begitu lama? membuat orang menunggu lama!!" sentak Henry dengan dingin, begitu Anastasia menghampirinya dan Ivana, menunggunya di samping mobilnya.
"Maaf!" ucap suara pelan Anastasia.
Henry membuka pintu mobil untuk Ivana, setelah Ivana masuk ke dalam mobil, Henry pun menyusul masuk ke dalam mobil.
Brak!
Suara daun pintu mobil terdengar begitu kencang di tutup Henry, setelah ia masuk kedalam mobil.
Anastasia sampai mengedipkan matanya terkejut, dengan suara pintu mobil yang di banting Henry tepat di depan matanya.
Tanpa mengatakan apa pun, Anastasia membuka pintu mobil penumpang di samping George.
Bersambung......
lma2 up thor tk inak menunggu n klau up yg buanyk n hrs tiap hri
nie malah berbeilit²🙄🙄🙄🙄
kalo ragu, untuk apa minta ketemuan sama henry🙄🙄🙄