Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.
Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.
Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Gadhul Bashar.
Agatha penasaran dengan percakapan Zayn dan sang Mama, kenapa juga ia harus tunggu di luar.
Agatha bergerak gelisah, ada rasa takut. setelah beberapa menit Zayn keluar dengan seutas senyum, senyum yang belum pernah Agatha lihat.
MasyaAllah makin ganteng aja kalau senyum, aduhh jantung gue kaga sehat ini kalau tiap hari liat dia senyum. Batinnya.
Lelaki itu menghampirinya, "Lama ya? " tanya Zayn dan Agatha hanya menggeleng.
Agatha membenarkan posisi berdirinya "Gus sudah bicaranya sama mama saya? " Zayn menganggukkan kepalanya.
"Agatha?" panggil Zayn lembut.
"Hm! " Agatha melihat Zayn dan lelaki itu juga sedang menatapnya.
menurut Agatha mata Zayn itu meneduhkan setiap di pandang.
Zayn melihat bola yang mengarah ke Agatha dengan sigap ia memasang badan untuk gadis itu.
Bugh!
"Isss" ringisnha keluar dari mulut saat bola menyap punggung nya.
Agatha menatap Zayn yang sangat dekat dengannya. Gak baik buat jantung gue kalo kaya gini.
"Maaf Gus saya tidak sengaja" kata santri yang baru saja menendang bola sambil menundukkan wajahnya.
"Lain kali hati hati! " kata Zayn dan santri itu mengangguk dan mengucapkan salam sebelum pergi.
"Gu Gus Zayn gapapa? " tanya Agatha saat melihat wajah Zayn seperti nahan sakit.
"Gapapa, Hm! "
"Tadi Gus Zayn mau ngomong apa? " tanya Agatha.
"Kalau seandainya saya ingin melamar kamu gimana? " tanya Zayn to the point.
Agatha terdiam sesaat lalu tersenyum manis yang bisa membuat siapapun terpana atas senyumnya, "Ya gimana! siapa si yang gak mau di lamar apalagi samapai di nikahi sama Gus" katanya dengan kekehan kecil.
"Tapi kaya nya kalau buat saya mustahil deh Gus, " lanjutnya.
Zayn menghela napas benar, "Saya serius Agatha, Tadi saya sudah bicara sama mamah kamu untuk minta restu."
"Tidak apa apa nak, ada apa ya? apa anak mama bikin ulah? "
"Tidak kok bu, saya ingin bicara sama ibu karna ingin minta restu! "
"Restu! kamu menyukai anak saya? "
"Saya bukan hanya sekedar suka bu, saya ingin membimbing Agatha sampai terakhir bu. "
Mamah Agatha tersenyum di sana mendengar tutur seorang.
"Apa kamu sudah bicara sama anak mama nak? anak mamah bandel tingkahnya bikin ngelus dada mulu. dan apa kamu yakin dengan putri mama?"
"InsyaAllah bu, insyaAllah saya menerima semuanya yang ada pada Agatha. "
"Kalau begitu datang lah bersama orang tua kamu untuk meminta putri ibu. "
"Terimakasih bu akhir pekan saya dan orang tua saya akan kesana. "
"Mama tunggu ya nak! "
Agatha terdiam ia melihat Zayn tidak ada tanda bercanda, Deg!
"Gus mau lamar saya! serius? saya tuh sebelum nya nyebut Gus calon suami saya bercanda loh. " Agatha masih tidak yakin dengan perkataan Zayn.
"Tapi saya benar ingin melamar kamu Agatha! tunggu saya Akhir pekan!" ucap Zayn.
"Satu lagi hukuman kamu Hafalkan surah yasin besok setor kepada ustadz Farhan! "
setelah salam Zayn meninggalkan Agatha yang masih terpaku di tempatnya.
Rasanya ia mimpi atau apa! ia tidak percaya dengan ucapan Zayn yang akan melamar nya akhir peka.
•••••
Gadis berambut kecoklatan itu terlihat gelisah diatas kasurnya, membuat ketiga temannya yang melihat tampak heran.
Mela memperhatikan sahabatnya itu, pasti ada yang gadis itu pikirkan, Mela mendekat kearah kasur dan duduk dipinggir.
Agatha yang merasakan ada seseorang lalu melihatnya dan memposisikan duduk.
Bisa Agatha lihat mereka melihat kearahnya dengan tatapan bertanya. Sebelum Agatha mengatakan sesuatu ia terlebih dulu menghela napas!
"Putri? " panggil nya.
Putri mengangkat alisnya bertanda bertanya, "Gue mau nanya sama kalian semua. "
Bugh! Putri melempar buku tepat kepada Agatha, "Lo manggil gue tapi lo mau nanya kesemuanya! aneh. "
Agatha hanya memperlihatkan deretan giginya yang rapih dan putih.
"Mau tanya apa Ta? " tanya Adel.
"Lo seandainya dapat calon suami model Gus Zayn gimana? " tanya nya tiba tiba.
Mela mengernyit heran kepada Agatha, Agatha yang merasa ditatap oleh Mela mengangkat dagunya.
"MasyaAllah saya sangat bersyukur atu Ta, siapa si yang tidak mau punya suami seperti Gus Zayn, jangan kan Gus Zayn dapat FotoCopy nya saja sudah Alhamdulillah. " kata Adel. yang mendapat persetujuan dari kedua temannya.
"Kenapa lo? suka sama Gus Zayn? " tanya Mela.
"Siapa si yang gak suka Mel, perempuan model kaya gue ya mau lah biar ada yang bisa bimbing gue seumur hidup. "
"NAH!! " pekik Putri. membuat yang lain terkejut. dan menatap nya.
"Mangkanya perbaiki diri, kali aja di lauhul mahfudz nama lo yang tertulis untuk Gus Zayn. "
"Aamiin!! " ucap mereka kompak.
•••••
Di sore hari disudut pesantren yang sepi, seorang gadis yang tengah duduk membaca A-Qur'an di tangan nya. melafalkan ayat demi ayat hingga bacaan itu sempurna, hingga ia terhenti pada salah satu arti dari ayat yang merupakan janji Allah akan surga.
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang seluas langit dan bumi yang di sediakan bagi orang orang yang bertakwa. (QS.Ali-Imran : 133)."
Mela Renata Apriliani gadis itu tampak memikirkan bagaimana surga yang telah Allah janjikan untuk hambanya yang bertakwa.
"Surga? Nikmat yang bagaimana? kayanya hidup gue masih jauh dari kata baik. "
"Jika kapal membutuhkan nahkoda untuk berlayar, maka surga membutuhkan imam yang baik untuk membimbing. lagi pula mengejar surga sendirian itu berat, pasti akan ringan dengan hadirnya sosok imam hidup yang baik untuk berlayar kesana. "
Mela terdiam membayangkan imam yang baik untuk hidup nya. Mela menutup hafalannya, tak mau memikirkan hal lebih ia beranjak dari tempatnya. menuju masjid untuk menyetor hafalannya.
Sesampainya di depan masjid, Mela yang hendak masuk mengurungkan niatnya begitu tak sengaja melihat beberapa santri putra yang tengah berjalan melewati masjid menuju ndalam dengan membawa beberapa kitab di tangannya.
"Pesona santri emang gak ada obat. " Mela berdecak kagum melihat pesona santri putra Al-Muhazirin. terlebih lagi pesona santri yang memakai peci di keatasin hingga terlihat ujung rambutnya.
Sayangnya tatapan itu tak bertahan lama ketika tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang.
"Istighfar neng! " Agatha menggeleng melihat kelakuan sahabatnya tidak berubah.
"Baru juga hafalan udah buat zina mata aja! nanti lupa tuh hafalan. " sambungnya.
Mela menggaruk keningnya yang sedikit gatal.
"Khilaf gak sengaja! tau nih mata jalan sendiri, padahal mau berubah buat bisa dapetin suami spek Gus Zayn. "
"Serem banget matanya bisa jalan. "kekeh Agatha "Kalau mau jodoh yang baik lebih baik kita perbaiki diri dulu, perbaiki apa yang masih belum baik, jaga pandangan. jodohkan cerminan diri. " sambungnya.
Mendengar itu Mela menganggukkan kepalanya patuh, "Nggih Bu nyai. "
Agatha terkekeh. "Aamiin bu Ustadzah. "
Senyum Mela merekah mendengar itu. "AAMIIN."
Plak! Agatha menampar lengannya, "Jangan keras-keras. " Mela hanya terkekeh pelan.
"Lo udah setoran? " tanya Mela.
Agatha menggelengkan kepalanya. "Belum, tadi udah masuk masjid tapi masih ngantri. eh malah gak sengaja lihat lo lagi zina mata, gak inget sama gadhul Bashar? "
GADHUL BASHAR: Menahan, menundukkan atau menjaga pandangan yang bukan mahram.
"Niat awal mau masuk masjid, eh malah khilaf. "
Agatha memutar mata jengah. "Khilaf tapi berulang kali. "
Mela tertawa. "Mumpung belum punya suami kali-kali, kalau udah ada suami kan susah. nggak bisa lihat kanan kiri depan belakang, nunduk terus pegel leher. kecuali suami gue ganteng baru gue pandangan tiap jam. "
Agatha menghela napas sabar. "Suami lo jelek? "
"Nikah juga belum! mana tahu jelek apa ganteng. " Agatha hanya ber'oh'ria.
"Lu bantuin Aamiin dong do'anya. Skenario Tuhan siapa yang tahu? siapa tahu gue dapet yang paket komplit: Zaujah sholihan, aaliman iimaman, shobiron, ghoniyan, jamilan, jiddan jiddan, dhohiron wa bathinan. "
"Doa kok maksa. " Agatha menggeleng kepalanya.
"Dari pada tidak doa, maksa dikit gapapa. " bantah Mela.
"Dikit bagaimana? " tanya Agatha. " Suami sholeh, alim (berilmu), iimaman (taat beribadah), sabar, kaya, ganteng banget banget dan menerima kamu lahir dan batin. kalau itu sedikit banyaknya seperti apa? "
•
•
•
Ingat ya pren Gadhul Bashar tundukkan pandangan kalian pada yang bukan mahram.
Bye bye bye....