NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:874
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perfect Act

Ren mendudukkan dirinya di sun lounger di tepi kolam. Pertemuannya kembali dengan Arka setelah satu tahun ternyata tak seperti yang dibayangkannya. Ren pikir tak akan ada yang berubah dari Arka —selalu hangat, selalu menenangkannya. Ternyata, semua telah berbeda.

Lia menghela napas panjang sebelum akhirnya memutuskan keluar dari ruang ganti. Dia berjalan perlahan ke arah Ren yang duduk tertunduk. Lia duduk di sun lounger di samping Ren duduk. Ren menoleh ke arah Lia. Tatapannya kosong dan dingin.

"Anda boleh membenci saya," kata Ren.

"Saya tahu, Anda mungkin jijik dengan saya," lanjut Ren. Nada suaranya kembali dingin.

"Tapi saya mohon, Anda bisa bertahan —minimal satu tahun. Setelah itu, jika Anda menghendaki perceraian, akan saya kabulkan hari itu juga," kata Ren, masih menatap Lia, seolah menunggu jawaban Lia. Lia tersenyum.

"Saya akan bertahan. Tuan Muda tenang saja. Saya suka tantangan dan hal-hal yang orang pikir menjijikkan, menurut saya unik dan sedikit misterius," kata Lia dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Ren tertegun. Ren menatap dalam-dalam mata Lia, mencari kebohongan di dalamnya. Namun tak ada apapun disana selain kehangatan dan penerimaan. Di saat keluarganya menganggap apa yang ada dalam diri Ren adalah sesuatu yang menjijikkan dan harus ditutupi. Lia malah duduk disana, tersenyum, dan mengatakan akan bertahan.

"Oh ya! Gelangnya! Ternyata ada di saku celana saya. Sepertinya kepala saya masih terkena efek demam semalam," kata Lia sambil merogoh saku celananya dan mengeluarkan gelang dari dalamnya.

Ren tersenyum tipis, sangat tipis, hingga membuat Lia mengerjapkan kedua matanya, tak percaya. Senyum pertama Ren Damaris yang Lia lihat. Bukan senyum sarkastik atau senyum yang dipaksakan. Tapi sebuah senyuman yang membuat wajah Ren yang dingin sedikit melembut. Lia tersenyum.

"Bolehkah saya memesan room service?" tanya Lia sambil beranjak dari sun lounger.

"Room service?"

"Saya lapar," jawab Lia sambil meringis.

"Kita makan saja di resto hotel. Saya juga lapar," kata Ren lalu berjalan menuju pintu keluar kolam. Lia tersenyum sambil mengangguk.

Lia menatap punggung pria yang sekarang adalah suaminya. Ada banyak perasaan bercampur di dalam hati Lia saat menatap punggung Ren yang berjalan di depannya. Sedih, sepi, kecewa, bingung, penasaran, dan banyak lagi yang tak bisa Lia jelaskan.

'Tapi satu yang pasti. Entah mengapa, aku tak bisa meninggalkannya sendirian. Dia... begitu rapuh,'

***

Seperti yang Lia duga. Banyak mata yang tertuju pada Ren dan Lia saat keduanya memutuskan makan di resto hotel di lantai satu. Namun Lia sudah mempersiapkan akting terbaiknya.

Lengan Lia bahkan sudah menggelayut manja di lengan Ren sesaat setelah keluar dari kamar hotel. Ren sempat menatap lengan Lia dengan tatapan dingin sebelum Lia mengatakan itu adalah bagian dari akting pasangan suami isteri yang sempurna.

Dan benar saja, baru beberapa detik mereka melangkah menyusuri koridor hotel, mereka bertemu orang-orang yang mengenali Ren. Ren dan Lia mengangguk ramah pada mereka.

"Saya rasa, saya bisa memesan menu andalan resto sebagai hadiah," kata Lia sambil tersenyum lebar.

Ren, lagi-lagi, terpaku pada senyuman Lia. Ren kini merasa senyuman Lia terlalu cerah untuk dirinya yang kelam.

Di resto, Lia sudah memesan signature dish resto hotel yang terkenal, Smoked Wagyu Nusantara dengan tumis jamur liar dan saus rendang reduksi sebagai hidangan pelengkap. Ren memesan Golden Saffron Lobster dengan truffle potato puree, asparagus panggang dan sentuhan caviar premium sebagai pelengkapnya.

Ren dan Lia makan dalam diam. Sesekali Lia melemparkan senyuman ke arah Ren yang menatapnya dingin.

"Enak?" tanya Lia pada Ren. Ren mengangguk tipis, agak terkejut tiba-tiba Lia bertanya.

"Boleh incip?" tanya Lia pada Ren sambil menempelkan sedok ke mulutnya.

Orang-orang akan menilai Lia adalah isteri yang manja. Ren menyodorkan sesuap Golden Safron Lobsternya ke mulut Lia. Lia menaikkan kedua alisnya lalu tersenyum. Sepertinya Ren bisa mengimbangi akting Lia.

"Hmmm... Ini enak banget!" komentar Lia.

"Kamu suka lobster?" tanya Lia, membuat Ren menaikkan kedua alisnya, kaget dengan bahasa Lia yang tak seformal biasanya. Mata Lia berbinar. Senyumnya lebar merekah.

"Ya. A... Aku suka lobster," jawab Ren, mencoba mengimbangi Lia yang ternyata tak semudah kelihatannya. Lia tersenyum.

"Mau coba punyaku?" tanya Lia sambil menyodorkan sesuap Smoked Wagyu Nusantaranya ke mulut Ren. Ren menatap sendok yang disodorkan Lia lalu membuka mulutnya perlahan.

"Gimana?" tanya Lia pada Ren setelah menyuapkan makanannya ke mulut Ren. Ren mengangguk.

"Enak. Wagyunya lembut," jawab Ren. Lia tersenyum.

"Sepertinya keputusan kita untuk turun dari kamar dan makan adalaha keputusan yang tepat," kata Lia sambil kembali memakan makanannya sambil tersenyum. Ren mengangguk setuju.

Sisa waktu makan mereka habiskan dalam diam dan saling tatap. Lia masih sesekali melempar senyum pada Ren, membuat Ren sedikit tidak nyaman karena belum terbiasa. Saat Lia sedang memperhatikan sekitar, Ren mencuri pandang ke arah Lia. Sepertinya keputusannya memilih Lia tiga bulan yang lalu adalah keputusan yang tepat.

'Semoga ini akan cepat berlalu,'

***

Arka berdiri diam di depan jendela kaca besar kamar hotelnya. Dia menatap lurus, jauh melampaui kota. Pikirannya melayang pada wajah sedih Ren di kolam renang pagi ini. Dia sudah mengatakan hal yang menyakitkan bagi Ren.

"Maaf..." gumam Arka lirih.

Arka meninggalkan Ren karena tekanan dari ayah Ren. Ayah Ren tahu segalanya tentang Arka, tentang keluarganya, tentang adiknya yang butuh perawatan hanya untuk bertahan hidp.

Satu tahun yang lalu saat ayah Ren menangkap basah Arka tidur dengan Ren, ayah Ren menawarkan hal yang paling Arka butuhkan: biaya untuk perawatan adiknya. Adik Arka, yang usianya terpaut tiga belas tahun dengannya, mengidap Duchenne Muscular Dystrophy (DMD). Sebuah penyakit genetik yang menyebabkan otot terus melemah. Belum ada penyembuhan yang benar-benar tuntas. Penyakit ini membutuhkan terapi fisik, alat bantu, dan perawatan jangka panjang yang tentu saja membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Tentu saja tawaran ayah Ren mempunyai satu persyaratan yang harus Arka penuhi: tidak boleh lagi berhubungan ataupun menemui Ren. Namun, dua hari yang lalu, ayah Ren meminta Arka untuk melakukan satu hal lagi. Arka diminta hadir di pernikahan Ren dan Lia, memastikan Ren melihat kehadiran Arka dan setelah itu, jika Ren menemuinya, ayah Ren meminta Arka mengatakan apapun untuk membuat Ren membenci Arka.

"Maaf..." Arka kembali menggumamkan kata itu sambil masih menatap jauh keluar jendela besar kamar hotelnya. Arka masih tak menyangka dia bisa mengatakan kata-kata yang menyakitkan itu pada Ren.

'Maaf... Kata-kata itu... aku katakan untuk melindungi banyak orang... termasuk kamu, Ren,'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!