NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan pahit

Kondisi Giyandra cukup serius hingga ia harus dirawat inap di ruang VVIP rumah sakit selama beberapa hari. Para dokter tampak sibuk berkonsultasi, namun hingga saat ini mereka belum menemukan penyebab pasti dari rasa sakit hebat yang menyerang wanita itu.

Sampel darah telah diambil untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium, dan hasilnya baru akan diketahui beberapa hari lagi. Sementara itu, dugaan sementara dokter hanyalah gangguan pencernaan akibat makanan yang kurang baik.

Di dalam ruangan yang dingin dan mewah itu, Giyandra terbaring dengan wajah pucat namun matanya masih menyala penuh amarah. Saat Tamara masuk membawa tas berisi barang-barang keperluan sang majikan, kemarahan Giyandra langsung meledak.

"Ini semua gara-gara kamu!" seru Giyandra sambil menunjuk wajah Tamara dengan jari yang gemetar. "Pasti kau menyajikan makanan yang kotor dan tidak sehat untukku, kan? Itu sebabnya aku sakit seperti ini!"

Tamara menunduk dalam, suaranya bergetar menahan rasa tidak adil. "Bukan begitu, Nyonya. Saya menyajikan makanan sudah sesuai prosedur yang ada. Dan lagi... bukan saya yang memasaknya, saya hanya membawakannya ke meja makan saja."

"Alasan saja kau ini!" Giyandra mendengus kesal. "Aku tidak mau melihat wajahmu lagi! Kau dipecat! Keluar dari sini!"

"Sayang, jangan terburu-buru," Dion yang duduk di tepi ranjang segera menenangkan istrinya. Ia menatap Giyandra dengan lembut namun tegas. "Tamara direkomendasikan oleh Bu Susi, orang yang sudah mengabdi pada keluargaku sejak aku kecil. Bu Susi sudah seperti ibu kedua bagiku, beliau tidak mungkin merekomendasikan orang yang tidak baik. Lagipula, dokter sendiri bilang itu baru dugaan, belum pasti kesalahannya ada pada makanan."

Giyandra mendengus, masih terlihat kesal namun tidak memaksakan kehendak lagi. "Aku hanya tidak menyukainya. Setiap kali dia ada di dekatku, masalah selalu datang."

"Sudah, jangan bahas itu dulu. Sekarang fokuslah istirahat agar cepat pulih, ingat kau sedang mengandung." bisik Dion lembut. Lalu ia menoleh ke arah Tamara dan memberi isyarat mata. "Tamara, lebih baik kau pulang dulu. Aku akan minta pelayan lain untuk menggantikanmu di sini menjaga Giyandra."

"Baik, Tuan. Saya permisi," jawab Tamara patuh. Ia membungkuk hormat lalu perlahan keluar dari ruangan itu, meninggalkan suasana yang menyesakkan di dalamnya.

Saat berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang panjang dan sepi, Tamara hampir menabrak seorang wanita paruh baya yang berjalan tergesa-gesa. Dia adalah orang tua Giyandra.

Mata mereka bertemu sejenak. Waktu seolah berhenti berputar. Tamara bisa merasakan detak jantungnya memburu hebat saat menatap wajah yang dulu ia kenal baik, wajah orang yang memiliki andil dalam kehancuran keluarganya.

Wanita itu menatap Tamara sekilas dengan tatapan bingung, seolah ada kesan yang samar namun tak ingat persis. Namun karena terburu-buru ingin menjenguk sang putri, ia hanya berlalu begitu saja tanpa menyapa Tamara.

Tamara berdiri mematung, menggenggam tangannya erat-erat hingga buku jarinya memutih.

 ***

Setelah menghubungi pelayan lain untuk menggantikannya, Tamara tidak langsung pulang ke rumah mewah sang majikan. Ia memesan taksi daring yang membawanya ke sebuah pemakaman umum yang tenang dan teduh.

Di sana, di antara gundukan tanah dan batu nisan, Tamara berlutut di depan tiga pusara yang berdiri berjejer. Ia meletakkan seikat bunga segar di atas tanah yang sedikit berlumut itu.

"Ayah... Ibu... Kakak..." bisik gadis itu pelan, suaranya pecah menahan tangis. "Aku datang."

Air mata mulai mengalir membasahi pipinya. Matanya menatap nama-nama yang terukir di batu nisan itu dengan penuh rindu dan sakit.

"Tadi... tadi aku bertemu dengan mereka, Ayah, Ibu. Orang-orang yang telah menghancurkan hidup kita," lirih Tamara, dadanya terasa sesak oleh kenangan pahit.

"Mereka terlihat begitu berkuasa dan tidak bersalah... tapi aku tidak akan gentar."

Tamara mengusap air matanya kasar, dan di wajah yang sempat sedih itu kini muncul sorot mata yang penuh tekad baja.

"Tenanglah di sana. Aku berjanji, aku akan membalaskan semua rasa sakit yang pernah kalian rasakan. Aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita. Dan aku akan memastikan mereka merasakan kehancuran yang sama seperti yang dulu mereka berikan pada kita," ucapnya tegas, seolah berjanji di hadapan makam orang-orang yang dicintainya.

Bersambung...

1
Dewi
jangn menyerah tmara, kamu harus membals org-org yang jahat pada keluargamu
Dewi
jijik sama orangnya tapi minta dibikinin jus sama orang itu
Dewi
katanya orang kaya, tapi gak bisa bedain barang asli sama palsu
Dewi
ah, Pasti tamara pura-pura jatuh supaya bisa dekat dengan Dion
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!