**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Kedatangan Pasukan Serigala Hitam!**
Suasana di depan pintu gerbang utama Paviliun Phoenix Ungu mendadak berubah menjadi lautan zirah hitam yang mengerikan. Jalanan batu pualam abu-abu yang biasanya dipenuhi oleh kereta kencana mewah para bangsawan dan saudagar kaya kini telah dikosongkan secara paksa. Ribuan tentara dengan baju zirah besi hitam pekat berdiri berbaris dengan formasi tempur yang rapi, memegang tombak panjang dan panah berat yang dilapisi oleh energi Qi pemecah zirah.
Ini adalah **Pasukan Serigala Hitam**, divisi militer elit yang berada di bawah komando langsung Jenderal Besar Wang Tianba. Setiap prajurit di dalam pasukan ini minimal memiliki kultivasi Ranah Pengumpulan Qi Tingkat 8, dan para komandannya semuanya adalah praktisi Ranah Fondasi Dasar!
Di barisan paling depan, atmosfer terasa begitu berat hingga membuat udara seolah-olah berhenti mengalir. Jenderal Besar Wang Tianba berdiri dengan gagah, jubah perang hitamnya berkibar kasar diterpa angin sore. Di sampingnya, berdiri seorang pria tua berjubah abu-abu dengan lencana tungku api perak berbintang tiga di dadanya. Pria tua itu adalah **Master Zhou**, Wakil Ketua Asosiasi Alkemis Kekaisaran Azure, seorang kultivator Ranah Fondasi Dasar Tahap Akhir yang memiliki pengaruh politik sangat kuat di Ibu Kota.
"Jenderal Wang, apakah Anda yakin bocah itu memanifestasikan Api Jiwa Legendaris?" Master Zhou bertanya dengan suara serak, matanya yang cekung memancarkan kilatan keserakahan yang tidak bisa disembunyikan.
"Putraku, Wang Chen, mungkin tidak berguna, tetapi dia tidak akan salah mengenali api alkimia yang mampu menekan api bintang duanya hingga mati kutu," jawab Wang Tianba dengan nada dingin, suaranya yang berat mengandung getaran energi spiritual setengah langkah Inti Emas yang membuat batu-batu di sekitarnya bergetar. "Master Zhou, setelah aku mematahkan kaki bocah itu, esensi jiwanya akan menjadi milik Anda untuk dimurnikan, tetapi seluruh harta spiritual dan cincin spasialnya harus diserahkan kepada Klan Wang-ku!"
"Tentu saja, Jenderal Wang. Kerja sama kita selama ini selalu saling menguntungkan," Master Zhou terkekeh kejam, mengelus janggut kambingnya yang tipis.
*Brak!*
Tepat pada saat itu, pintu gerbang kayu cendana ungu Paviliun Phoenix Ungu terbuka lebar dari dalam. Keheningan seketika melanda ribuan pasukan zirah hitam saat mereka melihat sesosok pemuda berjalan keluar dengan langkah kaki yang sangat santai.
Pemuda itu mengenakan jubah abu-abu kusam murid luar yang tampak longgar, dengan kedua tangannya terbenam dalam di saku jubahnya. Wajahnya tampan, namun sepasang matanya yang berwarna keemasan memancarkan ketenangan yang begitu mutlak, seolah-olah ribuan tentara di hadapannya tidak lebih dari sekadar pemandangan rumput liar di tepi jalan.
Di belakang pemuda itu, Tetua Mu Qing dan Mu Chen berjalan dengan tubuh yang gemetar hebat, wajah mereka pucat pasi menatap lautan tentara yang mengepung paviliun mereka.
"Rekan Muda Feng... itu Jenderal Besar Wang Tianba," bisik Mu Qing dengan suara yang sangat rendah, keringat dingin mengalir deras membasahi dahi tuanya. "Dan di sampingnya adalah Master Zhou dari Asosiasi Alkemis... Situasi ini benar-benar buruk."
Feng Tian tidak menghentikan langkahnya sampai dia berdiri tepat di atas anak tangga teratas paviliun, menatap turun ke arah Wang Tianba dan Master Zhou dengan pandangan malas yang khas.
"Bocah sombong! Jadi kau yang bernama Feng Tian?!" Wang Tianba maju satu langkah, aura hitam yang pekat dan tirani meledak dari tubuhnya seperti badai salju, menekan ke arah Feng Tian dengan kekuatan setengah langkah Ranah Inti Emas (Gold\ Core\ Realm). "Kau berani melukai kedua putraku, menghina nama besar Klan Wang di hadapan publik, dan bahkan menantangku untuk datang ke sini?! Berlutut dan serahkan kepalamu sekarang juga, atau aku akan meratakan Paviliun Phoenix Ungu ini menjadi tanah abu!"
Tekanan aura dari praktisi setengah langkah Inti Emas begitu kuat hingga membuat Mu Chen di belakang Feng Tian langsung memuntahkan seteguk darah kecil dan jatuh berlutut karena tidak mampu menahan tekanan batin tersebut. Bahkan Tetua Mu Qing pun harus mengerahkan seluruh energi Fondasi Dasar Puncaknya untuk tetap berdiri tegak.
Namun, di barisan paling depan, Feng Tian bahkan tidak berkedip. Jubah abu-abu kusamnya sedikit berkibar menahan hempasan badai aura Wang Tianba, tetapi tubuhnya tetap berdiri tegak bagaikan gunung karang yang tak tergoyahkan di tengah lautan.
Berkat **Tubuh Suci Dewa Guntur Sembilan Kesengsaraan** yang baru saja diintegrasikan ke dalam tubuhnya, kekuatan fisik Feng Tian saat ini telah mencapai tingkat yang tidak masuk akal. Tekanan aura spiritual tingkat fana seperti milik Wang Tianba sama sekali tidak memiliki efek apa pun pada struktur fisiknya yang setara dengan baja dewa.
"Jenderal Besar Wang?" Feng Tian menarik tangan kanannya dari saku jubah, lalu membersihkan debu imajiner di bahunya dengan gerakan malas. "Gonggonganmu lumayan nyaring untuk ukuran seekor anjing tua yang gagal menembus Ranah Inti Emas. Apakah semua orang dari Klan Wang hanya tahu cara berteriak menggunakan nama klan mereka?"
*Hening!*
Mendengar ucapan Feng Tian, seluruh medan perang mendadak sunyi senyap hingga suara jatuhnya selembar daun pun bisa terdengar jelas. Ribuan tentara Pasukan Serigala Hitam menatap Feng Tian dengan pandangan tidak percaya.
*Bocah ini... dia baru saja memanggil Jenderal Besar sebagai anjing tua?!*
Wajah Wang Tianba seketika berubah dari merah menjadi hitam pekat karena amarah yang tak tertahankan. Sebagai panglima militer tertinggi, bahkan Kaisar Azure pun selalu berbicara dengannya dengan nada penuh hormat. Kapan dia pernah dihina sedemikian rupa oleh seorang bocah yang sekilas auranya hanya berada di Tingkat 6 Pengumpulan Qi?!
"Kau... benar-benar mencari mati!!!" Wang Tianba meraung murka. Dia menghentakkan kaki kanannya ke lantai pualam. *Bum!* Lantai batu di bawah kakinya hancur berkeping-keping saat tubuh kekarnya melesat maju ke arah Feng Tian seperti peluru kendali hitam.
Tangan kanan Wang Tianba mengepal, dilapisi oleh energi Qi hitam yang pekat yang membentuk kepala serigala raksasa yang menganga kejam. **[Teknik Tinju Serigala Hitam Pemecah Gunung]**! Pukulan ini membawa kekuatan penuh dari seorang kultivator setengah langkah Inti Emas, cukup untuk menghancurkan sebuah gerbang kota dalam sekali hantam!
"Rekan Muda Feng, awas!!!" Tetua Mu Qing berteriak histeris, berniat maju untuk memblokir serangan tersebut meskipun dia tahu tindakan itu sama saja dengan bunuh diri.
Namun, Feng Tian hanya tersenyum dingin. Di dalam ruang kesadarannya, suara mekanis sistem mendadak berdenting dengan nada merdu.
**[Ding! Mendeteksi serangan fisik bermuatan energi spiritual tingkat tinggi dari musuh!]**
**[Memicu Pasif: 'Tubuh Suci Dewa Guntur Sembilan Kesengsaraan' - Membuka konversi energi petir skala mikro!]**
"Sistem, gunakan 500 Poin Sistem untuk memperkuat pukulan fisik murniku!" perintah Feng Tian dalam hati dengan cepat.
**[Ding! Mengurangi 500 Poin Sistem. Mengaktifkan 'Pukulan Tirani Dewa Guntur'!]**
*Bzzzt! Krak!*
Seketika itu juga, untai petir berwarna ungu keemasan yang sangat tipis namun memancarkan aura kehancuran yang pekat mendadak berputar di sekeliling kepalan tangan kanan Feng Tian. Tanpa menggunakan energi Qi Ranah Fondasi Dasarnya, Feng Tian hanya mengandalkan kekuatan fisik murninya ditambah modifikasi sistem, lalu menghantamkan tinjunya ke depan secara langsung untuk menyambut pukulan raksasa Wang Tianba.
*Bum!!!!!*
Dua tinju bertemu di udara tepat di depan tangga Paviliun Phoenix Ungu, menciptakan ledakan gelombang kejut udara yang begitu dahsyat hingga menghancurkan seluruh anak tangga batu pualam menjadi debu halus. Gelombang angin yang tercipta menerbangkan ratusan tentara zirah hitam di barisan depan hingga kocar-kacir.
Master Zhou yang berdiri di belakang langsung menyipitkan matanya, bersiap untuk melihat tubuh Feng Tian hancur menjadi bubur daging. Namun, pemandangan berikutnya membuat jiwa tuanya hampir melompat keluar dari tubuhnya.
*Krak! Krak!*
Suara patahan tulang yang sangat renyah terdengar menggema di tengah ledakan. Namun, sosok yang terpental mundur dengan kecepatan tinggi bukanlah Feng Tian, melainkan Jenderal Besar Wang Tianba!
*Sret! Sret! Sret!*
Tubuh kekar Wang Tianba terseret mundur di atas tanah sejauh lebih dari tiga puluh meter, meninggalkan dua parit dalam di jalanan batu sebelum dia akhirnya bisa menstabilkan tubuhnya. Wajahnya dipenuhi oleh ekspresi syok dan ngeri yang luar biasa. Tangan kanan zirahnya telah hancur total, dan lengan kanannya kini terkulai lemas dengan darah segar yang merembes keluar dari pori-pori kulitnya.
Sementara itu, Feng Tian masih berdiri tegak di posisi semula. Jubah abu-abu kusamnya bahkan tidak robek sedikit pun. Dia menarik kembali tangan kanannya, lalu meniup kepalan tangannya dengan santai seolah-olah baru saja menyelesaikan pemanasan ringan.
"Setengah langkah Inti Emas? Hanya segini kekuatan dari Jenderal Besar Kekaisaran Azure?" Feng Tian terkekeh malas, pandangan mata keemasan menatap Wang Tianba dengan ejekan yang mendalam. "Wang Tianba, tampaknya tulang tuamu sudah terlalu rapuh untuk bertempur denganku."
Seluruh area di depan Paviliun Phoenix Ungu seketika jatuh ke dalam keheningan yang mati. Ribuan Pasukan Serigala Hitam mematung dengan senjata yang gemetar, tidak percaya bahwa panglima tertinggi mereka yang tak terkalahkan baru saja ditumbangkan dalam satu adu jotos oleh seorang pemuda misterius jubah abu-abu!
**💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
**PLAKK!! TAMPARAN FISIK YANG SANGAT MENGGELEGAR!!** ⚡️🔥 Jenderal Besar Wang Tianba yang tadinya sombong bawa ribuan pasukan dan pamer aura setengah Inti Emas, langsung dibikin patah tulang tangan cuma pakai satu pukulan fisik murni Feng Tian! Efek *Tubuh Suci Dewa Guntur* ditambah poin sistem bener-bener gak ada tandingannya! 😂💥 Tapi di sana masih ada Master Zhou dari Asosiasi Alkemis yang belum bergerak. Apakah dia bakal ikutan kena prank maut dari Feng Tian di bab 33 besok? Jangan sampai kelewatan bab selanjutnya ya, gaes! Simpan kuota kalian! 💥