NovelToon NovelToon
Dinda Dan Mas Komandan

Dinda Dan Mas Komandan

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Spiritual / Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:66.4k
Nilai: 5
Nama Author: Marwiyah Ningsih

ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rencana Dinda

   

Dinda yang sudah bangun pagi-pagi sekali kini duduk di ruang tamu dengan wajah murung. Beberapa kali dia menghela napas panjang.

"Aku sebenarnya malas pulang ke Indonesia. Kenapa Kak Morgan harus menikah di sana sih? Kenapa tidak menikah di sini saja?" gumamnya dalam hati.

Dinda baru mendapat kabar kalau kakaknya akan menikahi Yohana di kediaman mereka. Pagi-pagi buta ayahnya sudah menelepon, sekalian menanyakan apakah Gara sudah sampai di apartemennya atau belum.

"Dan di sana aku pasti bertemu dengannya, karena otomatis semua rekan bisnis Ayah akan diundang. Aaah... Kenapa harus secepat ini?" ucapnya frustasi sambil memijat pelipisnya.

Sedangkan Gara baru saja terbangun dan keluar dari kamarnya dengan mulut yang terus menguap.

"Aneh, kenapa aku tidak merasa ada yang memindahkan ku ke kamar?" gumamnya bingung sambil menggaruk kepala yang terasa gatal.

Tiba-tiba matanya menangkap sosok kakaknya di ruang tamu. Dinda terlihat melamun, sesekali menggerutu tidak jelas. Dengan penasaran Gara mendekati kakaknya dan duduk tegak di sebelahnya.

"Kak, ada apa denganmu? Apa ada yang mengganggumu di kantor?" tanya Gara, alisnya bertaut.

Dinda tersentak dan menatap adiknya dengan sinis.

"Kenapa kamu mengagetkanku? Kamu sengaja, kan? Apa kamu tidak lihat aku sedang kesal?" ucap Dinda dingin.

Gara meringis. Dia menatap kakaknya dengan senyum manis.

"Ya ampun, Kakakku sayang... Kenapa saat aku lihat Kakak sekarang, Kakak jadi semakin cantik? Baru beberapa bulan tidak ketemu, tapi Kakak sekarang malah semakin luar biasa," puji Gara heboh sambil menatap wajah Dinda lekat-lekat.

Dinda yang mendengar itu memutar bola matanya malas.

"Sudahlah, tidak usah banyak bicara. Jadi kenapa kamu datang tiba-tiba tanpa kabar? Dan kenapa juga kamu tidur di depan pintu apartemenku? Apa kamu sengaja mempermalukan kakakmu ini? Kamu tidur di sana biar semua orang bilang aku tidak punya hati?" ucap Dinda dengan mata melotot.

Gara menggeleng cepat. Dia bergeser duduk di samping kakaknya, lalu memeluk pinggang Dinda manja.

"Kak, kenapa menuduhku begitu? Aku ini adikmu yang paling baik dan paling sayang sama Kakak. Lihat wajah tampanku ini, apa Kakak tidak kasihan?" ucap Gara merengek.

Dinda mendengus, tapi tangannya mengelus rambut adiknya dengan lembut.

"Kakak cuma bercanda. Lalu kenapa kamu datang tiba-tiba?" tanya Dinda, nada suaranya berubah serius.

Mendengar pertanyaan itu, Gara sontak duduk tegak dan menatap kakaknya serius.

"Apa Kakak tahu Kak Morgan akan menikah dengan sekretaris Kakak?" tanya Gara. Melihat Dinda mengangguk, dia menghela napas lalu menyentuh pipi Dinda lembut sambil tersenyum. "Kak, aku ke sini karena khawatir. Kalau Kakak datang ke sana, bajingan itu pasti datang juga. Dan dia pasti akan mengganggu hidup Kakak lagi," ucap Gara dingin. Rahangnya mengeras.

Dinda hanya diam. Dia melihat adiknya benar-benar mencemaskannya.

"Kalau pun Kakak mau datang ke pernikahan Kak Morgan, Gara mau Kakak bawa pasangan ke sana! Dan... apa Kakak sudah menemukan orang yang membuat Kakak jatuh cinta?" tanya Gara dengan nada sedih. Dia takut kakaknya sampai sekarang belum bisa melupakan laki-laki yang dulu menghancurkan hidupnya.

Mendengar ucapan adiknya, tiba-tiba mata Dinda berbinar cerah. Dia tersenyum bahagia, lalu mengangguk semangat sambil menatap Gara.

"Ya, Kakak sudah menemukannya. Dan dia sangat tampan, tapi orangnya kaku dan gengsian," ucap Dinda, lalu cemberut kecil mengingat sikap Nathan.

Gara terkejut. Dia melepaskan tangannya dari pipi Dinda dan menatap kakaknya lagi dengan serius.

"Apa dia pemuda yang baik? Apa dia jelas asal-usulnya? Aku tidak mau Kakak tertipu lagi dengan pemuda yang terlihat baik dari luarnya saja!" ucapnya dingin, menatap Dinda lekat.

"Dia laki-laki yang baik. Dia hidup sebatang kara dan dia seorang komandan yang sangat tampan. Kamu tahu, dia gagah dan... sedikit pemalu," cicit Dinda sambil tersenyum malu-malu membayangkan Nathan yang waktu itu menyatakan perasaannya.

Melihat wajah bahagia kakaknya, Gara ikut tersenyum lembut. Dia menggenggam tangan Dinda.

"Aku senang kalau Kakak bahagia. Mmm... tapi boleh aku bertemu dengan pemuda itu? Aku ingin kenal calon kakak iparku. Aku penasaran dia seperti apa," ucap Gara lembut.

Padahal dalam hatinya dia ingin memastikan laki-laki yang dekat dengan kakaknya itu benar-benar baik, bukan hanya memanfaatkan Dinda.

Dinda mengangguk, lalu bergegas masuk ke kamarnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti. Dia berbalik melihat adiknya yang masih tercengang.

"Cepat bersiap. Kita akan menemui calon kakak iparmu. Sekalian aku mau mengajaknya ke Indonesia menemui Ayah dan kedua kakakmu," ucap Dinda, lalu masuk ke kamar sambil bersenandung bahagia.

Gara yang melihat itu terkejut, apalagi melihat wajah antusias kakaknya.

"Dulu dia tidak seperti ini waktu mau bertemu bajingan itu! Dan sekarang Kakak begitu antusias mau menemui pemuda ini? Siapa sebenarnya dia? Aku jadi penasaran. Lebih baik aku mandi dan bersiap," gumam Gara, lalu masuk ke kamarnya.

*_**_*

Sementara itu, pemuda yang dibicarakan baru saja sampai di gerbang markas militer. Dia mengendarai motornya dengan wajah datar seperti biasa.

Para anggota yang melihat kedatangan sang komandan tersenyum lega. Mereka tidak bisa tidur semalaman karena khawatir terjadi sesuatu pada komandan mereka.

"Selamat pagi, Komandan," ucap mereka serempak sambil memberi hormat.

Nathan mengangguk singkat, lalu berjalan menuju ruang kerjanya. Para anggota saling pandang.

"Aku merasa kita akan kena masalah, apalagi yang kita hadapi komisaris besar kita sendiri. Aku takut Komandan disalahkan," ucap Teo serius.

Mereka semua mengangguk dengan wajah tegang.

"Kamu benar. Dan aku yakin komisaris besar akan menyalahkan Komandan. Bagaimana kalau Komandan dipenjara? Aku yakin komisaris akan memutarbalikkan fakta tentang kejadian semalam," ucap Hensel geram.

"Apa pun yang terjadi, kalau Komandan kena masalah, kita semua harus mendukung beliau!" ucap Sam dingin. Yang lain mengangguk setuju.

Sedangkan Nathan yang duduk di ruang kerjanya menatap layar ponselnya sejak pagi. Layar itu masih gelap, tidak ada notifikasi masuk.

"Kenapa dia belum juga mengabariku? Apa dia melupakanku?" ucapnya dingin sambil menggenggam ponselnya kuat. "Apa dia sudah menemukan pemuda yang lebih menarik dariku? Tapi dia sudah bilang hanya ingin menikah denganku," gumamnya lagi. Dia mengalihkan pandangan ke tumpukan berkas di meja, tapi pikirannya melayang.

"Entah kenapa aku ingin sekali menemuinya, tapi aku tidak tahu di mana rumahnya," gumamnya pelan.

Tok tok tok.

Mendengar ketukan pintu, Nathan menatap tajam ke arah pintu yang perlahan terbuka. Di sana Hensel dan Sam berdiri dengan wajah pucat.

Nathan menaikkan alisnya, seolah bertanya ada apa. Melihat itu, Sam dan Hensel saling pandang, lalu berjalan mendekati meja komandan. Mata mereka memerah, menahan tangis.

"Komandan... itu... di luar ada Komisaris Besar membawa polisi lain. Mereka ingin menemui Anda," ucap Hensel dengan suara bergetar.

Sam menghapus air matanya. Dia tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Nathan terdiam sejenak, lalu mengangguk. Dia berdiri dari kursinya, menatap Hensel dan Sam yang masih mematung di tempat.

1
Rickielessta
bagus bangettsss... ditunggu karya yg lainnya
Bunda Cica
syukaa .. selesai dech cerita Dinda.. trimakasih thor😍
Bunda Cica
mantap Thor suka...
Sifa Khalisha Nazlla
assalamualaikum author ketemu lagi nih yang selalu nunggu in update nya,,,🤭🤭🤭🤭
Sifa Khalisha Nazlla: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
AzZai83
MANTAP THOR..TERIMA KASIH🤩
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
jadi bayi, anak indigo, nenek², bahkan jadi ratu vampir juga..
berbagai peran dan kisah di ceritakan menjadi 1 dengan peran yang tegas dan sakti..
suka banget sama ceritanya, recommended deh pokoknya..
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥: sama² akak 🤗
total 2 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
akhirnya happy ending semua untuk keluarga Erlangga 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ya ampun, si triplets sama konyolnya dengan mama nya 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
berubah jadi ratu vampir yang cantik Dinda
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
menjadi ratu vampir, peran baru lagi dong 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
1 keluarga somplak semua, ada² aja kelakuan absurdnya..
dan aneh nya aku menyukai tingkah mereka 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
btw si kunti merah kemana ini gak nongol-nongol
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kenapa baru sekarang Dinda bertindak nya, setelah kakak nya resmi menikah 😭
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
serius Morgan menikah dengan Yohana?
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
karna kamu siluman duyung sayang, makanya Nathan pingsan 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
mau sedih gak jadikan, random banget sih manusia ajaib 1 ini 🤣
Saya Sayekti
makasih thooor, ceritanya bagus sekali
Maudy: terimakasih kembali kak 😍🙏🏻
total 1 replies
Yuli indriani
keren
Suzana Diro
athor kulitmel ada dimana dah lama tak dengar khabarnya
apa kah dia sudah beranak-pinak
semangat thor
Erni andi arifuddin
astaga harus setiap saat mas komandan senam jantung 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!