NovelToon NovelToon
Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:125.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .

Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.Sikap baik

HAPPY READING!!!.

.

.

.

Drttt… drttt… drtttt…

Tidur nyenyak Raline terganggu oleh suara ponselnya yang berdering keras tepat di telinganya. Dengan gerakan setengah mengantuk, Raline meraih ponsel itu dan langsung menjawab telepon.

📞 “Hmm… halo…” ucap Raline dengan suara khas orang baru bangun tidur.

📞 “Astaga, Raline! Kamu belum bangun jam segini? Anak perempuan mana yang masih tidur ketika matahari sudah setinggi ini? Kamu benar-benar mempermalukan keluarga Kusuma di depan keluarga Pranoto!”

Raline mendengus kasar begitu tahu siapa yang meneleponnya pagi-pagi sekali: ibu tirinya.

📞 “Sudahlah, tidak perlu menasihatiku lagi. Lagipula aku juga bukan anakmu. Jadi cepat katakan apa keperluanmu meneleponku?” ucap Raline, tak ingin berbasa-basi lebih lama dengan “nenek lampir” itu.

📞 “Anak kampungan memang tidak punya adab dan sopan santun saat bicara—”

📞 “Jika kamu masih mengumpatiku, aku akan mematikan telepon ini. Karena semua umpatanmu itu tidak penting untukku.”

📞 “Tunggu, anak kurang ajar! Papamu meminta kamu dan suamimu datang ke rumah Kusuma sebagai bentuk penghormatan suamimu setelah menikah kepada mertua. Pastikan kamu dan Raka datang malam ini, karena papamu sudah menyiapkan sajian untuk menyambut kedatanganmu dan Raka!”

📞“Bilang saja kalau kalian ingin cari muka di depan suamiku,” ucap Raline dingin, lalu menutup teleponnya begitu saja.

Maya menghela napas panjang, wajahnya memerah karena kesal.

“Dasar anak kurang ajar, berani-beraninya dia menutup teleponku ketika aku belum selesai berbicara. Dia benar-benar sudah berbeda. Padahal dulu dia begitu takut padaku, tapi sekarang kenapa dia berani? Apa karena sekarang dia sudah menjadi istri pria tidak berguna itu, makanya dia merasa berkuasa?” gumam Maya, darahnya mendidih karena perlakuan anak tirinya itu.

“Lihat saja. Aku sudah mempersiapkan balasan untuk sikapmu, Raline. Setelah makan malam nanti, mari kita lihat apakah kamu masih bisa sekurang-ajar ini kepadaku,” sambung Maya lagi sebelum ia melangkah pergi dari taman belakang rumahnya.

Di sisi lain, Raline langsung melempar ponselnya ke sembarang arah di atas kasur. Apalagi ketika ia melihat sisi tempat tidur yang kosong ,Raka sudah tidak ada. Sudah bisa ditebak, pria itu pasti pergi ke ruang kerjanya pagi-pagi sekali. Begitulah cara Raka bekerja sekarang: melakukan meeting secara online dan mengurus pekerjaan jarak jauh. Ia tetap menjadi CEO Pranoto Group meskipun tidak pernah lagi pergi ke kantor sejak kecelakaan itu.

Raline berusaha duduk, mengumpulkan nyawanya. Namun betapa terkejutnya ia ketika menyadari pakaiannya telah berganti menjadi piyama tidur. Ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. Ia ingat jelas: ia belum berganti pakaian apa pun, ia meminum anggur, mabuk, berbicara dengan Raka… lalu setelah itu semuanya gelap.

“Tidak mungkin Raka yang mengganti pakaianku… bukan?” ucap Raline pelan, memeluk dirinya sendiri dengan erat. Tatapannya bergeser ke cermin besar yang mengarah ke tempat tidur. Wajahnya sudah bersih tanpa make up.

“Bahkan make up-ku semalam juga sudah dihapus olehnya…?” gumam Raline sambil menggigit ujung jarinya. “Apa dia sudah menelusuri tubuhku saat aku mabuk kemarin…?”

Tanpa sadar, gumaman itu terdengar jelas oleh Raka yang baru saja masuk ke dalam kamar.

“Kamu pikir aku pria macam apa? Aku tidak semesum yang kamu bayangkan,” ucap Raka tiba-tiba.

Raline terlonjak kaget, jantungnya serasa meloncat. Ia spontan menoleh, dan mendapati Raka sudah berdiri di dalam kamar tanpa ia sadari.

“Salah satu maid yang mengganti pakaianmu dan membersihkan make up-mu saat kamu mabuk dan tidur begitu saja di sembarang tempat. Kamu benar-benar sangat merepotkan,” jelas Raka, diakhiri decakan kesal.

“Oh… begitu.” Raline berdeham kecil, berusaha tampak santai padahal wajahnya memanas karena malu. “Lagipula aku tidak menuduhmu. Aku hanya mengira-ngira kalau mungkin kamu yang mengganti pakaianku. Jika pun iya, tidak ada salahnya juga, kan? Kamu adalah suamiku sekarang.”

“Berapa kali harus aku katakan, aku bukan suamimu,” sahut Raka datar. Ia lalu menyerahkan sebotol obat pereda pusing ke arah Raline. “Minum ini untuk meredakan mabukmu. Setelah itu segera bersih-bersih, lalu sarapan di bawah. Maid sudah menyiapkan makanan untukmu.”

Kening Raline berkerut. Ia memandang Raka penuh curiga. Ia pun mendekatkan wajahnya ke arah pria itu.

“Kenapa kamu tiba-tiba bersikap baik denganku? Tidak terjadi sesuatu saat aku mabuk tadi malam, kan?” tanyanya pelan.

“Tentu saja tidak,” jawab Raka cepat. “Jangan salah paham. Aku hanya ingin segera mengusirmu dari kamarku, karena aku ingin meminta maid mengganti dan mensterilkan udara di sini. Aku tidak tahan aroma alkohol yang kamu bawa.”

Nada suaranya ketus, dingin, tanpa sedikit pun keraguan.

Dengan spontan Raline mencibir. Jadi dugaannya salah total. Ia sempat mengira hati laki- laki kulkas itu mulai luluh karenanya.

Raline membuka botol obat pereda pengar itu, meminumnya, lalu bangkit dari kasur untuk mandi. Raka memperhatikan gerak-geriknya tanpa sadar, dan seulas senyum tipis melintas di wajahnya ketika ia teringat ngigauan Raline semalam ,kata-kata sederhana yang entah kenapa membuat dadanya terasa hangat.

“Raline, bangunlah. Kamu tidak bisa tidur di sini,” ucap Raka panik ketika semalam tubuh Raline tiba-tiba terkulai.

Setelah beberapa menit mencoba membangunkannya dan tidak ada perubahan, Raka akhirnya berteriak memanggil maid. Namun sebelum mereka sempat masuk, Raline sempat membuka mata—walau hanya sebentar.

Raline mendongak, menatap Raka dengan mata sayu namun jujur.

“Aku tahu kamu begitu baik. Laki-laki sebaikmu tidak pantas terpuruk dan membiarkan orang-orang yang mencelakaimu menang menikmati kesengsaraanmu. Kamu harus bangkit… buktikan pada mereka bahwa kamu tidak selemah yang mereka kira.”

Raline kemudian menggenggam tangan Raka kuat-kuat.

“Ada aku. Aku akan menjadi pengikut setiamu. Aku tidak akan meninggalkanmu. Kamu bisa mempercayaiku…” ucapnya lirih, sebelum akhirnya kembali menjatuhkan wajahnya ke paha Raka dan tertidur lagi.

Raka terdiam. Kata-kata itu masih terngiang di kepalanya.

“Dari mana kamu tahu? Kamu bahkan baru menjadi istriku beberapa hari… tapi kamu berbicara seolah tahu segalanya tentangku,” gumamnya pelan, menatap wajah Raline yang terlelap.sebelum akhirnya dua orang maid masuk kedalam kamarnya.

Namun di dalam kamar mandi justru Raline mengigit jarinya berusaha mengingat apa yang sudah ia katakan pada pria tersebut tadi malam.

"Aku tidak mengatakan apapun bukan?, jangan sampai aku keceplosan dan dia tau jika di tubuh perempuan ini bukanlah jiwa yang pemilik asli. " gumam Raline menatap cemas wajahnya di pantulan kaca westafel.

"Anes kenapa kamu bodoh sekali ingat kamu sekarang adalah Raline kamu tidak boleh semabuk kemarin, mulutmu ini tidak bisa di kontrol jika sudah terlalu mabuk harusnya kamu sadar akan kelemahanmu. "ucapnya memukul- mukul kepalanya.

"Ingat Anes kamu adalah Raline, kamu Raline sekarang bersikaplah selayaknya gadis kampung agar rencanamu untuk membalaskan dendam kepada Kenzo dan Celine berhasil. " ucapnya mencoba kembali meyakinkan dirinya agar orang- orang tidak mencurigai jiwanya yang terjebak di tubuh gadis ini.

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Roman -roman kesem-semnya kuat banget ya pak, udah pak suami nggak usah sok kulkas -kulkas lagi.

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

1
Atoen Bumz Bums
pelakor sok jd korban
Atoen Bumz Bums
tarik saham kalian raka,biar jera Arumi sama maya
Omah Tien
ms bdh so
Memyr 67
𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝗎 𝗒𝖺
Memyr 67
𝖺𝗉𝖺 𝗄𝖾𝗇𝗓𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖽𝗂𝖺 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗉𝗎𝗇𝗀𝗎𝗍 𝖺𝗇𝖾𝗌?
Memyr 67
𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖺𝗆𝖺𝗍 𝗄𝖾𝗇𝗓𝗈. 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗉𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗅𝗂𝗁 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗋𝖺𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗂𝗋𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗃𝖺𝗁𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝖽𝗂𝗉𝖾𝗋𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗍𝗎
Memyr 67
𝖼𝖾𝗅𝗂𝗇𝖾 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁, 𝖽𝖾𝗆𝗂 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝗆𝗈𝗄𝗈𝗇𝖽𝗈, 𝗍𝖾𝗀𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗁𝖺𝖻𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺. 𝗆𝖾𝗇𝗍𝖺𝗅 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝗆𝗈𝗄𝗈𝗇𝖽𝗈 𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗍𝗎
Memyr 67
𝗋𝖺𝗄𝖺 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖾𝗅𝗂𝖽𝗂𝗄𝗂 𝗋𝖺𝗅𝗂𝗇𝖾? 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗌𝖾𝗌𝗎𝖺𝗂 𝗄𝖾𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗋𝖺𝗅𝗂𝗇𝖾 𝗃𝗂𝗐𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗐𝖺 𝗋𝖺𝗅𝗂𝗇𝖾.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗅𝗎𝗎𝗍 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗋𝖺𝗄𝖺. 𝗐𝖺𝗅𝖺𝗎𝗉𝗎𝗇 𝖽𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗅𝖺𝗁 𝗆𝖾𝗇𝖽𝗂𝖽𝗂𝗄 𝗄𝖺𝗇𝗂𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖿𝖺𝗋𝖾𝗅
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Yuyun Zampiet
cukup satu kata, SADIS demi harga berani membunuh
awesome moment
asyik buat kenzo malu smp lupa jaga diri. raline99x...kamu g cermat
awesome moment
😄😄😄1x merasakan kenikmatan bikin mokat org y...nyandu dwh..peengin bikin mokat org lg..kenzo99x...kamu tu bnr2 jodoh celine. plek ketiplek
Mila Julia: di restui ni yeee🤣
total 1 replies
awesome moment
bnr2 bruntung tu duo kadal buntung
awesome moment
sdh memokatin buanyak org msh kalah jg😄😄😄
awesome moment
dalang smua kekacoan n tu celine..otak psikonya 👍👍👍bgts. bunuh sana bunuh sini. mokatin sana mokatin sini. bnr2 membantu mengurangi penduduk bumi😄😄😄
Mila Julia: diaa bantuin malaikat maut 😅
total 1 replies
awesome moment
whoah...pasangan licik menanti panggung
awesome moment
psikonya celine kluar..manipulatif dan jahat puooollll
awesome moment
fauzan ternyata lurus abis. pengacara anes tp sahabat raka. lucu kn?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!