Aileenath gumilang seorang ibu rumah tangga yang keseharian nya mengisi waktu luang dengan menonton drama indosiar. siapa sangka kisah dalam sinetron itu kini malah menimpa dirinya.. sebagai seorang wanita yang sudah di duakan aileen bertekad membuat suami nya menyesal dengan perubahan dirinya yang dulu dekil sekarang menjadi cantik. apakah penampilan aileen sekarang mampu membungkam mulut pelakor itu?? apakah aileen dapat memikat cinta suaminya lagi ?? atau seperti akhir kisah dalam sinetron yang berujung perpisahan?? yuk baca yuk insyaalloh nagih😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aphrodhite_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 9 : Proses berubah glow up
....
"Ah mau nambah lagi? Boleh kok ambil aja.." kataku tersenyum lebar,
Sari pun langsung menyambar centong nasi dan langsung menyendok ya hingga kini piringnya terisi penuh lalu ia juga menyendok lauk juga tumis cumi pedas manis yang tinggal sedikit itu hingga tak bersisa , senyumku merekah seraya menatap Sari yang makan dengan lahapnya bahkan ia sampai makan pakai tangan tak menggunakan sendok nya . Saat tengah makan aku pun kembali melanjutkan kalimatku yang tadi sempat kujeda..
" Tapi nggak gratis ya .." kulirik Sari dan mas Abi bergantian ,tak lama setelah kalimat ku ini terucap Sari yang tengah menikmati makanannya menghentikan kegiatan makannya lalu wajah sumringah yang tadi sari tunjukkan tiba-tiba hilang, luntur lenyap berganti dengan ekspresi yang sulit diartikan .
"Dek!! Apaan sih! Kok kayak gitu! ngomongnya?! maksud kamu apa?!" mas Abi menatap ku tajam
"Maaf ya mas, tapi aku sudah mau lho bersusah payah membuatkan hidangan lezat untuk kalian santap setiap hari secara cuma-cuma. Jadi ... " Kutatap manik mereka bergantian
"Jadi apa!!?" Nada suara mas Abi meninggi saat aku menggantung ucapan ku.
"Jadi aku ingin Sari juga menyumbang tenaga dirumah ini membantu ku mengurus pekerjaan rumah. karena jumlah nyawa yang kini bertambah dirumah ini aku nggak mau ya mas semua nya aku yang kerjain sendiri"
"Hah maksud kamu?! Apa dek!? " Mas Abi terlihat kaget dengan penuturan ku barusan
"kamu udah dengerkan mas aku nggak mau mengulang kata-kataku lagi." ucapku sinis
"em Udah mas gak papa kok aku sadar diri kok aku kan cuma numpang disini hiks..!" tangis sari pura-pura seketika membuat mas Abi kian memihak kepada nya..
"Nggak! Pokoknya aku nggak setuju! Dek ayolah jangan seperti itu Sari sepupu mas dirumah ini ayolah kamu harus perlakukan dia tamu di rumah ini. Mas nggak mau dia kecapean karena ikut mengerjakan pekerjaan bebersih dirumah ini yang bukan kewajibannya! apa kata orang tua Sari nanti kalo tahu anaknya diperlakukan seperti babu dirumah mas" dibelakang mas Abi dapat kutangkap ekspresi Sari yang tersenyum menyeringai menatap ku lekat.
"Dan terus?kamu nggak kasihan sama aku mas?! Kamu mau aku yang kerjain semua nya mas? Mengurus ben mengurus rumah mencuci baju kotor kamu dan juga dia?kalo mencuci baju Kamu dan sio ok gakpapa karena kalian tanggung jawab ku tapi kalo Sari? seenggak nya dia bisalah cuci baju dia sendiri nyapu ngepel kamar dia sendiri ?! emang Kamu nggak kasian sama aku?! Iya!!" Aku tersulut emosi ini adalah kali pertama ku berani melawan mas Abi
"Dek! Ayolah jangan seperti anak kecil! Aku dan sio adalah tanggung jawab mu jadi sudah sepantasnya jika kamu mengurus dan melayani kami tapi disini sari adalah tamu ketambahan baju sari sedikit palingan juga nggak papa lah toh ada mesin cuci juga!" Jawabnya enteng
"Huhuhu mas aku... Mbak aku minta maaf ya kalo kedatangan ku justru jadi beban buat mbak dan mas Abi" tangisnya yang dibuat - buat
"Sudah sar kamu nggak salah apa-apa sudah sana siap-siap mas antar ke kampus sekalian " balas mas Abi sambil mengusap-usap tengkuknya .
Sungguh panas sesak dada ini! Keterlaluan sekali kamu mas kamu membela pelakor ini dibandingkan aku istrimu yang sudah menemani suka dan duka mu. bila tak ingat sio sudah ku tinggalkan kamu dari dulu mas.
"Ehm! Maaf ya mas Abi! Sari! Tapi ini rumah ku bila kalian tak mau menuruti peraturan ku disini gapapa! so silahkan keluar saja dari rumah ini lagi pula aku bukan pembantu kalian di rumah ini! aku tetap tak akan mencuci baju ataupun piring bekasmu Sari! Karena kamu bukan tanggung jawabku!" Tegas ku
"ehm dan untuk kamu mas Abi aku setuju kalo Sari adalah tamu dirumah ini tapi kalo kamu tetap nggak mau dia membantu minimal mencuci baju kotor nya sendiri serta membersihkan kamarnya saranku mending kamu cari art aja gih atau kalo kamu mau hemat kamu aja yang bersihin gimana?" Kutatap lekat manik mata mas Abi hingga wajah nya merah padam dan tatapan nya nyalang ke arahku
"Jangan kurang ajar kamu dek!" Jawab mas Abi
"Yah terserah! Kalo gak mau ya sudah keluar saja dari rumah ini! toh ini rumahku! atau Kamu lupa ya? kalo ini adalah rumah ku!"
"Hah ? rumah Lo?! Jangan ngacok deh ini tuh rumah mas Abi !" Jawab Sari nyolot
"Mas Abi?! jadi Kamu nggak kasih tau Sari?! Tentang rumah ini? " Yang ditanya hanya diam saja membisu pengecut kamu mas!
"Ok nggak papa aku kasih lihat aja ya sertifikat nya biar kalian ingat dan tau siapa pemilik sah rumah ini!" Jawabku lantang
"E..sudah!sudah! Sar buruan berangkat nanti telat! " Mas Abi menyela kemudian buru-buru ia menarik tangan Sari dan memasuki mobilnya
"Awas kamu yaa.." ucap Sari tepat ditelinga ku.
Mau Serapi dan secantik apapun kamu menyembunyikan bangkai mas pasti nanti bau busuknya akan tercium juga
Aku hanya bisa mengelus dada sambil menguatkan diri ini agar tidak terpuruk dan menjatuhkan air mata lagi demi seseorang yang tak pantas untuk ditangisi.
....
Hari ini aku berencana mengunjungi pusat kebugaran di ibu kota. kemarin malam aku sudah memboking salah satu tempat gym terbaik di jakarta pusat ini. ku putuskan untuk menitipkan lexsio sementara di tempat kakak ku, karena mulai hari ini aku akan diet serta mempercantik diri ku jadi mungkin aku akan sering menitipkan sio disana. lebih baik aku bersiap sekarang.
"sio ! Hari ini kita main ke rumah makde nur ya.. mama ada urusan penting sio nanti main sama Lala Lulu ya"
"Wah ketempat makde nur mah! Asyikkk..."
"Iya Sayang tapi janji lho yaa jangan nakal disana"
"Iya mah" jawab sio senang
...
Sesampainya di rumah mbak nur aku dan sio langsung disambut ramah oleh mbak nur dan sikembar Lala Lulu.
"sio!!" Teriak Lala dan lulu memanggil adik sepupu nya ini dengan raut wajah yang menunjukkan banyak kerinduan didalamnya
"Kak Lala kak Lulu, sio kangen kalian" sio turun dari motor langsung menghambur ke pelukan Lala dan lulu lama mereka berpelukan layaknya Teletubbies aku juga sempat memotret beberapa kali saat mereka berpelukan juga saat Tengah bermain.
Mbak nur datang menghampiriku
" Sudah ai , sebaiknya kamu segera berangkat takutnya nanti suamimu itu pulang lagi" ucap kakakku.
" Iya tapi sio.." kutatap sio Dengan hati gelisah..
"Sudah kamu tenang saja , biar sio mbak yang jagain lagian ada Lala sama Lulu juga mbak jamin sio nggak akan nangis sudah lebih cepat berangkat lebih baik kan" katanya meyakinkan
"Baiklah mbak aku Titip sio ya.. telfon aku jika terjadi apa-apa" pamit ku .
"Iya - iya hati-hati Ya ai"..
Aku pun berangkat menuju lokasi gym yang tertera di map menggunakan sepeda motor ku ternyata..
pasti si Sari mokondo....hehehe