NovelToon NovelToon
Pengacara Jodohku

Pengacara Jodohku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Revalina Celendia 20 tahun, sering di sapa Lina atau Reva, seorang pelayan kafe dan penjaga warnet. Tapi juga memiliki nama 'Recel' di dunia dunia siber.

Abhirama Notonegoro 27 tahun, pengacara junior yang terpaksalah menikah dengan pelayan kafe, yang baru di kenalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Amplop

"Bagaimana kasus Revalina, kira-kira kamu bisa memenangkan kasus ini gak?" tanya Laras, yang sengaja mengunjungi apartemen Rama di pagi hari untuk mengantar sarapan, sekalian mau ada kegiatan persit.

"Kalau dari cerita mama di awal, aku pikir akan ada tantangan dengan orang berduit, tapi sekarang aku yakin menang dengan bukti CCTV dan laporan kesehatan lawan, yang ternyata positif dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang."

Laporan kesehatan Rama dapet dari Laras, yang bekerja sebagai dokter spesialis di rumah sakit itu dengan alasan penyelidikan.

Terdengar helaan nafas lega Laras. "Bagaimana, anakmu hebatkan?" bangga Rama.

"Hebat bisa mendapatkan CCTV itu, karena tanpa CCTV kemungkinan menang juga akan tipis, kalau hanya mengandalkan laporan kesehatan yang bisa aja mereka sangkal."

"Ck!" decak kecewa Rama.

"Kenapa?"

"Tidak," jawab Rama, sambil menikmati sarapannya karena tidak mungkin membahas CCTV, karena Rama sedikit curiga darimana gadis muda itu mendapatkan CCTV yang begitu jelas.

"Dia gadis yang dulu hampir kamu lecehkan, kan?"

"Uhuk uhuk," suara batuk Rama yang terkejut dengan ucapan mamanya, yang tidak Rama sangka masih mengingatnya.

"Kenapa kaget, benerkan?"

"Hmm, apa jangan-jangan mama menyuruhku ambil karena alasan ini."

"Salah satunya."

"Salah duanya.Plakkk!!" ucap Rama terhenti karena mendapatkan pukulan keras yang mendarat di bahu Rama. "Saki mah."

"Kebiasaan."

"Kan mama yang bilang salah satunya, makanya aku tanyak salah duanya apa?"

"Salah duanya, karena mama yakin kamu belum minta maaf dan Revalina juga tidak tahu, kalau kamu adalah pria yang di hotel malam itu."

"Anggap aja ini imbalan, karena dia pernah menolongmu."

"Anakmu di pukul ma sampai pingsan, jangan lupa." protes Rama.

"Tapi, dengan kamu di buat pingsan olehnya, kamu jadi tidak bisa melecehkan perempuan yang akan merusak karirmu."

"Ck!" kesal Rama.

"Benarkan kata mama, jika hari itu kamu yang masuk perangkap Carol, maka namamu langsung terkenal. Anak Jendral Arjuna melakukan."

"Iya iya, sudah gak usah di bahas lagi. Lagian Carol sudah jadi tahanan rumah ini dan wajib lapor ini."

"Awas kamu hubungan lagi sama dia!" ancam Laras. "Mending kamu sama Revalina, aja."

"Dia masih muda, ma. Baru 20 tahun, yang bener aja."

"Cuma beda 7 tahun ini, sudah ah mama mau pergi. Ingat jangan bikin ulah, Papamu bulan depan mau paripurna tugas."

"Berarti setelah papa pensiun kita bebas bikin ulah dong, ma!"

"Bikin ulah, mama sunat untuk yang kedua kalinya kamu!"

Rama langsung memegang senjata kesayangan ngeri, mendengar ancaman mamanya. "Mentang-mentang dokter main sunat aja, jangan sampai deh dapat istri dokter." ucap Rama membuat mamanya yang sedang memegang gagang pintu hendak keluar malah tertawa renyah.

***

"Bagaimana keadaan ayahmu?"

"Sehat, sedang tahap pemulihan dan sedang istirahat di rumah." jawabku sedikit heran dengan kedatangan ibu ke kafe tempatku bekerja.

Karena ibu tidak pernah datang ke kafe dan selalu datang seorang diri jika menemuiku, tapi hari ini ia berdua dengan suaminya, Nichole Smith. Yang anehnya lagi, menanyakan kabar ayah.

"Bagaimana dengan biaya pengobatannya?"

"Alhamdulillah ada."

"Meski ada beberapa obat yang tidak di tanggung oleh pemerintah dan harus beli sendiri dengan harga yang lumayan." sambung ku di dalam hati.

"Ini ada uang untuk biaya hidup dan berobat, ayahmu." ucap suami ibu, membuatku mengerutkan kening curiga.

"Om tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin meringankan bebanmu. Dengan tidak bekerjanya ayahmu, pasti pemasukan hanya dari penghasilanmu. Sedang kamu selain buat makan, masih harus membayar hutang ayahmu yang belum lunas kan."

"Maaf, langsung aja ke intinya om, tidak usah berbelit-belit." kataku yang mulai mencium ada yang tidak beres.

"Mobil ayahmu juga di sita polisi sebagai barang bukti, biaya perbaikannya dan biaya mengeluarkan dari kantor polisi tentunya juga tidak sedikit kan?"

"Iya aku tahu, om mau apa?"

"Bagaimana kalau damai aja. Om akan jamin ayahmu dapat mobil baru buat bekerja, hutangnya ayahmu juga lunas dan yang terakhir om akan menanggung biaya kuliahmu."

Aku tertawa renyah, "jadi aku harus terima ayahku jadi tersangka. Lagian apa hubungannya om dengan mereka?"

"Bukan begitu, om cuma kasihan dan tidak ada hubungannya dengan mereka."

"Lagian, cukup kamu dan ayahmu bilang sama pengacara, kalau ingin penyelesaian dengan cara kekeluargaan, semua akan di jamin selesai." sambung Ibu.

"Ayahmu itu hatinya lembut, tidak suka hal yang gaduh apalagi berurusan dengan polisi. Bahkan di tipu ratusan juta aja, ayahmu juga tidak lapor polisi."

Aku langsung tertawa renyah mendengar ucapan ibu, yang sangat lucu menurutku. "Ibu tentu tahu alasannya, kenapa ayah tidak jadi melapor ke polisi. Bukan tidak lapor polisi, bedain bu."

Ayah sudah ada rencana untuk laporin adiknya yang bawa uang ratusan juta, tapi kakek terkena serangan jantung dan meminta untuk tidak melaporkan ke polisi, sebelum menghembuskan nafas terakhir. Karena janji itulah, pak lek tidak di laporkan ke polisi.

"Om, sudah peringatkan kamu lo."

"Maaf aku tetap pada pendirian awal, menuntut nama baik ayah." tolakku berusaha tenang, meski kenyataannya aku ketakutan sampai kedua tanganku basah oleh keringatku sendiri.

"Ayo ma, kita pergi!"

"Tidak kamu pikirkan dulu, Lin." bujuk ibu, yang aku jawab dengan gelengan kepala menyembunyikan ketakutan yang aku rasakan.

Aku takut ini ancaman yang bisa membahayakan aku dan ayah. Hidupku dan ayah saat ini hanya bisa saling bergantung, satu sama lain. Bagaimana jika terjadi sesuatu sama ayah, pada siapa lagi aku bersandar pikirku dengan melihat ibu yang sudah pergi dengan suaminya.

"Sepetinya peran ibu hanya melahirkan aku ke dunia, karena aku merasa tidak punya kenangan manis dengan ibu." sedihku melihat ibu, yang seharusnya melindungiku tapi kenapa malah membuatku semakin tertekan aja.

"Lin, kamu tidak apa-apa?"

"Oh tidak, aku tidak apa-apa," Kaget ku saat Dian menegurku dengan memegang bahuku, yang juga menyadarkan aku dari lamunanku.

"Mereka siapa? Orang yang terlibat dalam kecelakaan ayahmu?"

"Mereka," bingung ku harus jawab apa.

"Gak usah di jawab, pasti betul karena meninggalkan amplop ini."

"Amplop, amplopnya tidak mereka bawa. Gawat aku harus hubungi pak Rama," kataku takut dan segera menghubungi pengacara itu tanpa berani menyentuh amplop itu.

Dengan arahan pak Rama lewat sambung telpon, aku menggunakan sarung tangan terlebih dahulu sebelum mengambil amplop itu lalu aku simpan ke dalam plastik.

Menurut pak Rama untuk melindungi diriku jika ini jebakan. Dengan memakai sarung tangan, sidik jari atau DNA ku tidak akan menempel pada amplop itu, yang akan di simpan oleh pak Rama sebagai barang bukti, jika nanti di perlukan.

Karena aku kerja di kafe sif sore, yang otomatis pulang pukul 11 malam, pak Rama akan menemuiku sepulang kerja sekalian mengantarkan aku pulang, katanya.

1
Teti Hayati
Rekomended... bagus ceritanya..
Teti Hayati
👏👏👏👏👏...
terima kasih cerita bagusnya....
eed: Terimakasih kakak 😍💕🙏
total 3 replies
Teti Hayati
Disenyumin aja yaa Lin, 🤭
Teti Hayati
Ini mh ceritanya promoin anak lewat pintu belakang.... 🤣🤣🤣🤣
Teti Hayati
Aiih... bapak tirinya Lina, anak sama bapak sama2 ular kayaknya
Teti Hayati
Haissssst.. sembarangan ngatain Laras kampungan...
Teti Hayati
Hallo bang Rama... 👋
Teti Hayati
Baru ngeuh ada yg baru, jadi baru mampir... 🤭
Sengaja nengokin Mas Juna, eeeh... saingannya udh gede ternyata.... 🤣🤣🤣
eed: Terimakasih sudah mampir🙏😍
total 1 replies
Siti Maemunah
aah bentar kali kak cepet up ya kak
Suntoro Yanti
bilang saja lina orang bapaknya rama
lia juliati
jujur lah kan hamil gak BS sd boong
in
Siti Maemunah
yg lama dong upnya 💪
Siti Maemunah
cepet up lagi kak jdi penasaran deeh 💪
Siti Maemunah
semoga ga ada kabar buruk .. semangat thor ditunggu upnya
Siti Maemunah: siap selalu menunggu 👍
total 2 replies
Siti Naimah
lucu juga si Lina.. nginap di rumah mewah ibunya ternyata kelaparan 🤭
Elen Gunarti
double up Thor 👍👍👍👍👍👍
eed: 🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
Onih Rohani
up yang banyak
Elen Gunarti
lanjutt
Siti Maemunah
aaah upnya sedikit sekali💪
eed: 🙏🙏💪💪💪
total 1 replies
Siti Maemunah
semangat di tunggu up nya kak💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!