NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Berubah

...TOXICSERIES...

Satu minggu kemudian.

Sherra berubah.

Tak ada binar di wajahnya.

Dan tak ada tawa riangnya.

Yang ada hanyalah kesuraman. Dengan ia yang selalu melamun tanpa sebab dan diam diam menangis tanpa alasan. Namun satu yang Mona sadari, hal itu terjadi tepat setelah gadis itu kembali di pagi hari setelah dari pulang dari ruang Jeff. Lelaki yang dia cintai.

Mona menepuk pundak Sherra kala gadis melamun ditengah obrolan mereka di kantin siang ini.

"Woy! Lo sakit?" Tegur Mina. Sherra menoleh kemudian menggeleng.

"I'm Fine. Thank you" Zara memajukan bibirnya, mencibir.

"Sok sokan pake bahasa inggris! Noh emak lo dirumah makan soto betawi!!"Mona tergelak begitupun Sherra yang ikut tertawa kecil kemudian kembali pada mangkok baksonya.

"Gue liat akhir akhir ini lo ngelamun mulu dah. Ada apaan? Cerita dong sama kita"Tutur Mona penasaran dengan perubahan sikap sahabatnya seminggu terakhir ini.

"Tau tuh. Jangan di pendem ntar gila" Sahut Zara. Sherra terdiam sebentar kemudian menggelengkan kepalanya.

"Gaada apa apa kok seriusan. Gue cuman lagi gak enak badan aja" balasnya. Mona dan Zara saling melempar pandangan kemudian keduanya kembali fokus pada Sherra.

"Sher... " melihat adanya keraguan dari kedua sahabatnya. Seketika Sherra langsung menunjukkan senyum lebarnya.

"Apaan sih? Ngapain ngeliatin gue segitunya" Zara menghela nafas pelan lalu menyeruput jus alpukatnya sedangkan Mona mengalihkan tatapannya kearah pojok kantin. Dimana tempat para Anggota Pasbara berkumpul.

"Itu si Jeff. Lo gak mau nyamperin gitu?"

Sudah hampir seminggu ini Sherra juga tak pernah heboh jika Jeff datang. Bahkan gadis itu seolah menghindar dan memilih pergi saat rombongan Pasbara mendekati. Hal itu juga yang menjadi tanda tanya seorang Mona.

Apakah perubahan Sherra ada sangkut pautnya dengan malam itu?

Tapi.... Jika ia kenapa Sherra enggan untuk bercerita?

"Eh lo berdua tau gak? Kalau katanya ada murid baru" Mona megernyitkan dahi sedangkan Sherra hanya melirik Zara sekilas.

"Iya, anak IPA. Gue denger denger ya katanya tuh murid baru tunangan si Jeff" netra Mona terbelalak sedangkan Sherra menghentikan gerakan makannya.

"Lo tau darimana? Gausah nyebar hoax!" Tukas Mona tak percaya. Zara berdecak.

"Gue denger dari si geng si Sonya anak IPA. Emang itu cewe tunangannya si Jeff yang baru aja pindah dari Australia" gosip Zara. Mona masih saja meragukkan berita tersebut sedangkan Sherra berusaha untuk tidak peduli.

Lagipula sejak malam menyakitkan itu.Sherra sudah tak ingin mendengar semua hal tentang Jeffranz Altair ataupun orang orang disekitarnya.

Hatinya terlalu lemah. Dan butuh rehat untuk sementara.

...TOXICSERIES...

Seperti hari biasnaya. Para anggota Pasbara selalu mendominasi kantin dengan kehebohan kehebohan random juga orang orang aneh di dalamnya. Seperti saat ini lara anggota terpecah menjadi 3 kubu.

Ada yang sibuk makan sambil nonton YouTube untuk menambah nafsu makan. Ada yang bermain kartu uno dan siaanya adalah para orang penting yang tengah berdiskusi sambil menikmati sebatang nikotin dan segelas kafein layaknya para petinggi dunia.

Dan salah satu orang penting disana adalah Jeff. Lelaki itu menyandarkan tubuhnya sambil menikmati hisapan rokok kesukaannya. Ia tak memesan kopi karena memang ia tak begitu menyukai minuman hitam pekat itu.

Sudah dikatakan. Jeff hanya menyukai alkohol selain itu Jeff membencinya.

Lelaki itu menghembuskan asap rokoknya keudara saat Shakka mulai menggebrak meja. Pertanda ketua Pasbara itu sedang kesal bukan main atau kalah debat dengan anggota lain.

"Gue gamau tau! Mulai besok kita harus latihan untuk pertandingan! Kalau sampai salah satu dari lo semua Skip? Gue tendang dari Pasbara!" Ancam Shakka berhasil melumpuhkan mental para junior sedangkan lara sobatnya hanya tertawa ringan seolah gretakkan Shakka tak ada apa apanya.

Para anggota inti sedang membicarakan perihal pertandingan antar sekolah dua minggu lagi. Namun Jeff sebagai pengatur strategi justru malah terfokus pada soaok gadis yang asik meminum es tehnya di bangku tengah.

Lelaki itu memutar mutar sebatang rokok di tangannya sambil mengingat memori menyenagkan satu minggu lalu. Sepertinya ia mulai tercandu candu dengan setiap memori tentang hawa nafsu sampai tak sadar jika Shakka sudah meliriknya tajam sedari tadi.

TAK.

"Aws sakit tolol!" Sentak Jeff pada Jojo yang tiba tiba memukul pundaknya.

"Fokus dongo! Tuh si Bos udah ngeliatin lo dari tadi!" Jeff menoleh kearah Shakka. Membalas tatapan ketuanya itu tak kalah galak.

"Lo denger kan strategi yang gue sampein?" Jeff mengangguk anggukkan kepalanya. Padahal ia ama sekali tak mendengar percakapan Shakka. Yang ada di pikirannya hanyalah wajah Sherra saat si bawahnya malam itu.

Jojo yang sadar akan penyebab gagal fokus sobatnya itu pun menunjukkan layar ponselnya seraya membisikkan sesuatu.

"Tenang gue masih nyimpen Videonya. Siapa tau lo butuh" Ujarnya tenang seraya memplay video live Streaming milik Jeff malam itu.

Lelaki berdarah australia itu melirik kearah Jojo tajam sedangkan sang empu malah tertawa.

"Gimana rasanya dapet perawan?"

...TOXICSERIES...

Sherra berjalan sendirian ke perpustakaan. Satu minggu ini selepas ia meninggalkan rutinitasnya untuk mengejar Jeff. Di jam istirahat kedua ia akan menyempatkan diri untuk membaca buku di ruangan penuh ilmu ini.

Entah untuk membaca novel remaja atau fiksi sejarah yang jelas Sherra merasa tenang berada di ruangan hening tanpa hiruk pikuk di sekelilingnya.

Sherra berjalan menyusuri bebwrapa rak buku untuk mencari sesuatu yang bisa ia baca hari ini. Gadis itu terus menyusuri dari atas rak hingga bawah.

"Yang ini aja deh" Gumamnya bagkit berdiri kemudian hendak pergi tanpa melihat kedepan. Hingga ia tak senfaja menubruk bahu seseorang di depannya hingga bukunya terjatuh kebawah kaki.

"Sorry... Gue gak liat" Sesalnya menunduk meraih bukunya. Namun seseorang di depnnya berhasil mendapatkannya lebih dulu. Kemudian menyerahkannya pada Sherra.

"Maaf ya, aku gak sengaja" balas suara lembit di depannya. Sherra menyelipkan surainya yang menghalangi pandangan seraya meraih bukunya dari seorang siswi di deoannya.

Wajahnya asing.

Bahkan selama 3 tahun bersekolah disini Sherra sama sekali tak pernah melihat gadis di depannya ini.

Sherra tertegun sebentar."Eh itu buku tentang sejarah indonesia ya?"

Celetukkan gadis itu berhasil membuat Sherra tersadar kemudian tersenyum canggung.

"Iya hehe"

"Wah akhirnya aku ketemu temen yang sefrekuensi juga!" Gadis itu bertepuk tanagn heboh sambil menatap binar kearahnya.

"Kamu suka fiksi sejarah kan?"

"Haha iya. Lo juga?" gadis itu mengangguk.

"Boleh rekomendasiin aku buku yang bagus gak?" Mendengar hal utu Sherra pun menuntun gadis asing itu menyusuri rak rak yang pernah ia singgahi. Merekomendasikan buku buku dengan genre serupa yang selesai ia baca.

Keduanya berbincang seru. Sherra menjelaskan dengan bahasa sederhana dan gadis asing itu menerimanya dengan mudah. keduanya berbagi rekomendasi buku dari genre kesukaan masing masing bahkan sesekali menceritakan plot buku kesukaan mereka yang sulit dilupakan.

Hingga tanpa sadar bel masuk pun berbunyi. Sherra lekas menutup bukunya untuk ia pinjam dan bawa kerumah. Gadis itu pun demikian. Namun sebekum menuju meja penjaga perpustakaan gadis itu bersuara.

"Wh kita udah ngobrol banyak tapi belum kenalan" tuturnya mengukurkan tangan.

"Aku Acacia Khalistha. Panggil aku Caca"Sherra menerima uluran tangan tersebut.

"Sherra Adara" Caca yang masih antusias karena bertemu teman baru langsung menyerahkan ponselnya untuk bertukar nomor telepon. Sherra pun sebaliknya.

...TOXICSERIES...

"Iya, kalau kamu mau pinjem bukunya aku bawa besok. Tapi kamu bawa juga dong buku yang tadi kamu ceritain"

"Ia besok pasti gue bawa. Eh kelas lo dimana?"

"Kelas 12 IPA 2" Sherra terdiam.

Tunggu, mendengar kelas Caca kenapa ingatannya malah berputar pada cerita dari Zara tentang murid baru dari Australia itu?

"Kalau kamu? Kelas Ap-"Sherra hendak menjawab namun suara bariton dari belakang tubuhnya berhasil membuat Sherra membeku kaku.

"Ca, aku cariin ternyata kamu disini" Caca menatap kearah punggung Sherra membuat Sherra mau tak mau membalikkan tubuhnya. Dan berhadapan langsung dengan seseorang yang paling ia hindari.

Terlihat Caca berjalan mendekati lelaki itu. Berdiri tepat di samping Sherra.

"Aku habis baca buku. Kebetulan banget ketemu Sherra jadi kita keasyikan ngobrol tadi. Eh Jeff kamu udah kenal sama Sherra belum? Kalau belum kenalan dulu dong!" Ucap Caca menarik lengan Sherra agar lebih dekat.

"Gausah aku udah tau! Sekarang ayo ke kelas! Bentar lagi bu Dini masuk kelas!" Tegas Jeff menarik tangan Caca agar menjauh dari Sherra. Kemudian membawa gadis mungil itu pergi meninggalkan Sherra sendiri.

"Ih Jeff jangan tarik tarik tangan aku sakit!"

"Maaf maaf, mana yang sakit?"

"Tangan! Lagian kenapa sih buru buru banget! Aku masih mau ngobrol sama Sherra"

"Ck, jangan deket deket dia"

"Kenapa emangnya?"

"Dia cewe gak bener"

"Loh? Gak boleh fitnah Jeff dosa!"

"Beneran! Jelas aja kamu gatau orang kamu masih baru"

Sherra menatap kepergian dua insan itu sendu. Bahkan saat ia berusaha melupa semesta malah menakdirkan ia untuk bertemu seseorang yang berhubungan dengannya.

Lantas bagaimana Sherra akan sembuh jika masih terus terikat benang merah dengan lelaki itu?

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!