Lucas, pembunuh bayaran paling mematikan dari Akademi Bayangan Utara, adalah master pisau dengan elemen air yang tak tertandingi. Obsesinya untuk menjadi yang terbaik dan persaingannya dengan Diana, senior ahli pedang es, membentuk dirinya. Namun, kedamaian hancur saat akademi diserang. Master Loe dan Niama gugur, memicu amarah Lucas yang melepaskan kekuatan airnya menjadi badai penghancur. Di tengah reruntuhan, Lucas bersumpah membalas dendam atas kematian mereka. Dengan sebuah lambang spiral gelap sebagai petunjuk satu-satunya, ia memulai misi pencarian dalang di balik kehancuran ini. Akankah balas dendam mengubahnya atau ia menemukan kebenaran yang lebih dalam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Masuk Ke Sekte Pedang Berbunga
Lucas berdiri di tengah hutan, tubuhnya basah kuyup oleh sisa-sisa elemen air. Napasnya terengah-engah, tetapi tekadnya tidak sedikit pun mengendur. Pertarungan melawan Raven membuka matanya lebar-lebar. Ia memang berhasil melarikan diri, namun ia sadar betul bahwa kekuatan Raven jauh melampaui perkiraannya, apalagi saat pria berjubah hitam itu mengeluarkan bayangan-bayangan menyeramkan.
"Aku butuh lebih dari ini," bisiknya pada embun malam yang dingin, suaranya serak karena kelelahan. Luka-luka kecil akibat cakar bayangan Raven terasa perih, menjadi pengingat pahit atas kekurangannya. Lucas tahu, jika ia ingin membalas dendam kepada Master Brian, ia tidak bisa hanya mengandalkan kelincahan dan elemen airnya yang fleksibel. Ia butuh kekuatan yang mampu menghancurkan, bukan hanya menghindar.
Malam itu, di bawah kerlip bintang yang samar, Lucas mulai menyusun rencana. Ia tidak bisa kembali ke kota. Raven pasti akan mencarinya, dan ia tidak ingin menarik perhatian Master Brian lebih jauh lagi. Hutan ini, dengan segala misteri dan ketenangannya, adalah tempat yang sempurna untuk bersembunyi dan berlatih.
Lucas ingat ajaran Master Loe tentang menguasai elemen. Bukan hanya sekadar mengendalikan, tetapi juga memahami esensi terdalam dari elemen itu sendiri. Air, yang baginya adalah simbol ketenangan dan adaptasi, juga bisa menjadi kekuatan yang menghancurkan jika dikonsentrasikan dengan benar. Ia harus melampaui batas yang selama ini ia tahu.
Ia menemukan sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik semak belukar lebat. Gua itu kering dan cukup luas untuk menjadi tempat tinggal sementara. Dengan segera, Lucas mulai membersihkan bagian dalamnya, menyingkirkan dedaunan kering dan bebatuan kecil. Tempat ini akan menjadi dojonya, tempat ia akan menempa diri.
Pagi harinya, Lucas bangun dengan perasaan yang campur aduk antara kelelahan dan semangat baru. Ia segera memulai latihannya. Fokus pertamanya adalah memperkuat inti elemen air dalam dirinya. Ia duduk bersila, memejamkan mata, dan membiarkan pikirannya menyelami aliran air yang ada di sekitarnya.
Ia mencoba merasakan setiap tetes embun, setiap aliran sungai kecil di dekat gua, dan bahkan kelembapan di udara. Lucas berusaha menyerap energi air itu, bukan hanya untuk membentuk klon atau mengubah wujud, tetapi untuk memadatkan energinya menjadi sesuatu yang lebih solid dan kuat di dalam tubuhnya.
Beberapa hari pertama sangat sulit. Ia sering merasa pusing dan kelelahan, karena menyerap energi elemen melebihi batas biasanya. Namun, setiap kali ia merasa ingin menyerah, bayangan Master Loe dan Niama muncul di benaknya, disusul seringai Master Brian dan tatapan dingin Raven. Itu cukup untuk memicu kembali tekadnya.
Perlahan, Lucas mulai merasakan perubahan. Inti elemen air di dalam tubuhnya terasa semakin padat, seperti permata biru yang memancarkan cahaya redup di kegelapan batinnya. Ia merasa koneksinya dengan air di alam sekitarnya semakin kuat, seolah ia bisa merasakan denyutan kehidupan setiap tetes air.
Dengan inti elemen yang lebih kuat, Lucas mulai bereksimen dengan teknik baru. Ia mencoba membentuk air menjadi bilah-bilah tajam yang lebih padat, bukan hanya percikan air atau pisau air yang mudah buyar. Ia ingin menciptakan senjata dari air yang sekuat baja, tetapi tetap memiliki fleksibilitas elemennya.
Ia juga melatih kemampuan adaptasinya. Jika Raven bisa memanipulasi bayangan dan asap, maka Lucas harus bisa menanggapi setiap serangan dengan variasi elemen airnya. Ia berlatih menciptakan perisai air yang lebih tebal dan kuat, mampu menahan hantaman keras, sekaligus melatih kemampuan untuk langsung mengubah perisai itu menjadi serangan balik yang mematikan.
Di sela-sela latihannya, Lucas sering merenung. Ia mengingat kembali setiap gerakan Raven, setiap detail kecil dari pertarungan mereka. Cara Raven memanfaatkan bayangan untuk mengecoh, kecepatan serangannya yang brutal, dan yang paling penting, kekuatan gelap yang muncul dari celah lantai gudang. Lucas harus mencari tahu lebih banyak tentang kekuatan gelap itu.
Ia menyadari bahwa kekuatannya untuk berubah menjadi air adalah anugerah sekaligus kelemahan. Itu memungkinkannya melarikan diri, tetapi tidak memberinya kekuatan untuk bertahan dalam pertarungan langsung melawan lawan sekuat Raven. Ia perlu menemukan cara untuk tetap menggunakan elemen airnya untuk menyerang, sambil mempertahankan bentuk fisiknya.
Satu minggu berlalu. Lucas merasa fisiknya jauh lebih kuat dan inti elemennya semakin stabil. Ia bisa membentuk pisau air yang lebih padat, dan bahkan menciptakan ledakan air kecil yang cukup kuat untuk melumpuhkan pohon-pohon muda. Kemampuannya untuk membuat klon air juga meningkat, klon-klon itu kini terlihat lebih nyata dan mampu bertahan lebih lama.
"Ini belum cukup," gumamnya, meskipun ia merasakan kemajuan yang signifikan. Ia tahu bahwa Master Brian pasti memiliki kekuatan yang lebih besar dari Raven, dan ia harus siap untuk itu. Lucas berencana untuk mencari tahu lebih banyak tentang Sekte Pedang Berbunga dan rahasia kekuatan gelap yang mereka miliki. Karena Master Brian adalah dalang di balik semua ini, Lucas sadar ia harus masuk ke dalam sarang musuhnya untuk mendapatkan informasi paling akurat. Ia tidak bisa terus bergerak di bayangan, ia harus menjadi bagian dari apa yang ingin ia hancurkan.
Lucas memutuskan untuk menyusup ke Sekte Pedang Berbunga. Ide itu awalnya terdengar gila, tetapi itulah satu-satunya cara untuk mendekati Master Brian dan memahami skala kekuatan yang ia hadapi. Selain itu, ada Diana di sana, dan Lucas perlu memastikan keadaannya, bahkan jika itu berarti harus menyamar dan bertindak hati-hati.
Ia akan menggunakan teknik penyamaran airnya, bukan hanya sekadar berubah wujud, tetapi menciptakan identitas baru yang sama sekali berbeda. Wajah, postur, bahkan cara bicaranya harus diubah agar tidak ada yang bisa mengenalinya. Ini akan menjadi tantangan terbesarnya, sebuah pertarungan psikologis yang jauh lebih rumit daripada duel pisau.
Sebelum mengambil langkah berani itu, Lucas harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang Sekte Pedang Berbunga. Ia tidak bisa langsung mendatangi markas mereka tanpa persiapan. Setiap detail kecil, mulai dari lokasi pasti, aturan masuk, hingga kebiasaan sehari-hari para penghuninya, akan sangat berharga.
Lucas mulai meninggalkan gua persembunyiannya, tetapi hanya pada malam hari dan selalu dalam bentuk gumpalan air, menyatu dengan embun atau aliran sungai kecil. Ia menyelinap keluar hutan, mendekati desa-desa kecil di pinggir jalan yang ramai dilalui pedagang dan pelancong. Di sana, ia bisa menjadi 'telinga' yang tak terlihat.
Ia menyerap kelembapan dari dinding-dinding penginapan atau menempel di bawah gerobak pedagang, mendengarkan percakapan. Banyak sekali rumor yang beredar tentang Sekte Pedang Berbunga. Beberapa menyebutnya tempat suci para ahli pedang, sementara yang lain berbisik tentang ketegasan pemimpinnya dan aturan-aturan ketat yang harus dipatuhi.
Lucas sering mendengar nama Master Brian disebut dengan nada hormat, tetapi juga sedikit takut. Beberapa cerita menyoroti betapa sulitnya masuk ke sekte itu. Hanya mereka yang memiliki bakat luar biasa atau koneksi kuat yang bisa diterima. Ini jelas menjadi tantangan bagi Lucas, yang ingin masuk sebagai orang biasa.
Akhirnya, Lucas menemukan sebuah penginapan yang cukup ramai, tempat para pelancong sering berbagi cerita sambil minum. Ia menyelinap ke celah kecil di lantai kayu, menyerap suara-suara yang melayang di udara. Dari sana, ia mendengar seorang pedagang tua bercerita tentang putranya yang pernah mencoba masuk ke Sekte Pedang Berbunga.
"Sulit sekali masuk ke sana," keluh pedagang tua itu. "Mereka sangat selektif. Katanya, harus menunjukkan bakat yang luar biasa di bidang pedang, atau memiliki elemen yang kuat. Kalau tidak, kau hanya akan diusir begitu saja." Lucas mendengarkan dengan saksama, informasi ini sangat penting. Ia tidak bisa masuk sebagai pembunuh bayaran dari Akademi Bayangan Utara.
Lucas lalu memikirkan persona baru. Ia tidak bisa menggunakan bakat pembunuh bayarannya secara terang-terangan. Ia harus menciptakan latar belakang yang sesuai dengan kriteria Sekte Pedang Berbunga. Mungkin sebagai seorang pengembara yang haus ilmu pedang, atau seseorang yang ingin mencari bimbingan spiritual.
Ia mulai mempraktikkan akting, mengubah nada suaranya, memelankan gerakannya, dan bahkan mengubah cara ia menatap. Menggunakan elemen airnya, Lucas mencoba mengubah fitur wajahnya sedikit demi sedikit, menyamarkan matanya yang tajam dan garis rahangnya yang keras. Ia ingin terlihat lebih polos dan jujur, seperti seorang pemuda lugu yang ingin belajar.
Setelah mengumpulkan cukup informasi, Lucas kembali ke gua. Ia telah mendapatkan gambaran yang jelas tentang cara kerja Sekte Pedang Berbunga. Sekarang, ia hanya perlu menyempurnakan penyamarannya. Ia mengamati pantulan dirinya di genangan air, mempraktikkan ekspresi dan bahasa tubuh yang berbeda.
Ia juga mencari pakaian sederhana yang umum dipakai para murid sekte atau pelancong. Sebuah jubah polos berwarna abu-abu menjadi pilihannya. Dengan semua persiapan ini, Lucas merasa yakin ia siap untuk langkah berikutnya. Ia akan menjadi "pemuda pengembara" yang ingin belajar.
Saat fajar menyingsing, Lucas meninggalkan gua persembunyiannya. Ia tidak lagi menyamar sebagai gumpalan air. Kini ia adalah sosok baru, dengan wajah yang sedikit berbeda, rambut yang lebih rapi, dan sorot mata yang penuh kerendahan hati. Langkahnya mantap, menuju ke arah Sekte Pedang Berbunga. Misi penyamarannya telah dimulai.