NovelToon NovelToon
Lean On Me

Lean On Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:119.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Archies

"Aku melepaskannya untukmu, karena menurutmu hanya kaulah yang pantas mendampinginya. Jika suatu hari nanti kau dan dia sedang menikmati waktu bermain dengan keluarga kecilmu, ingatlah... semuanya terjadi karena aku"

Cinta bukan hanya sebuah perasaan, itu adalah sebuah komitmen dan pengorbanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

Hari lamaran pun tiba, siang ini Kira berniat akan pergi ke mall bersama Dewi untuk membeli keperluan dirinya untuk acara nanti malam. Memang ini dadakan, bahkan Kira baru memiliki waktu untuk mempersiapkan bajunya pada hari H karena kesibukan kerja paruh waktunya.

📩 Kira, sorry gue kayaknya ga bisa nemenin lo cari baju. Kita sekeluarga mau ke luar kota nengokin sodara yang sakit, maaf banget ya 😢

Hufftt...

Kira menghembuskan nafasnya dengan kasar, selalu ada saja masalah dikala seperti ini.

📨 Oke, Dew

Waktunya udah mepet, ga mungkin untuk diundur-undur lagi. Bundanya yang biasa menemaninya berbelanja pasti sedang sibuk mengurusi persiapan nanti malam. Begitu pula dengan ayahnya dan Arka.

Kira meraih sling bag-nya dan berjalan menuruni tangga. Okelah, mungkin ngemall sendiri enggak jadi masalah.

"Bunda... Kira pergi ya" ucapnya sembari mencium tangan Tati.

"Jangan kelamaan, begitu dapet apa yang mau dibeli langsung balik. Oke?"

"Iya, bunda. Ayah sama mas Arka kemana?"

"Oohh, lagi ke stasiun jemput om Khalid dan istrinya"

"Mereka datang kesini?"

Tati mengangguk. "Mereka begitu bahagia pas ayah ngasih tau kamu mau lamaran, ayah udah bilang ga usah dateng gapapa. Tapi mereka ngotot mau datang"

"Oohhh..."

"Udah, ga usah oh-oh mulu. Jalan sekarang sana, nanti keburu siang. Waktumu mepet, Kira"

"Iya bunda, Kira pergi dulu. Assalamualaikum..."

"Waalaikumsalam..."

Kira melajukan motornya ke mall di dekat kampusnya. Ia berkeliling mall seorang diri sambil sesekali melihat ponselnya, mencari referensi model baju dan alas kaki yang akan ia kenakan nanti malam. Keluar masuk beberapa toko baju membuatnya bingung menetapkan pilihannya. Saking banyaknya model baju yang bagus, membuat Kira pusing mengambil satu potong baju saja.

Ia kembali mengingat pesan dari Raksha.

"Aku akan pake batik cokelat tua, tolong cari baju dengan warna senada ya. Biar keliatan serasi pas difoto"

"Tau gitu kemarin diokein aja pas dia nawarin baju couple, jadi ga pusing kan sekarang" dengus Kira kesal sambil memilah baju disebuah toko.

Kira menengok dengan kaget saat seorang wanita memegang bahunya dari samping.

"Ehh, tante..." ucap Kira saat melihat mama Ina berada disampingnya.

"Kamu lagi beli baju untuk nanti malam ya?" tanya Ina dengan wajah sumringah.

"Hehehe iya tante, soalnya baru ada waktu"

"Raksha udah ngasih tau warna bajunya kan? Kemarin Raksha bilang kamu mau cari sendiri, jadi mami enggak beliin buat kamu deh"

"Iya tante, enggak apa-apa. Kira, emang pengen cari sendiri kok. Sekalian jalan-jalan hehehehe"

"Sekarang kamu masih boleh panggil saya tante, setelah lamaran pokoknya harus panggil mami ya. Biar mulai terbiasa"

Kira hanya memaksa untuk tersenyum lebar, namun keliatan kaku. Entah karena grogi, malu atau apalah.

"Tante lagi beli sesuatu?" tanya Kira.

"Iya, mami lagi anter keponakan yang baru balik dari luar negeri. Demi Raksha, dia balik kesini. Itu dia lagi nyobain baju disana" jawab Ina sembari menunjuk ke salah satu fitting room.

"Kamu udah dapet belum bajunya?" tanya Ina.

Kira menggelengkan kepalanya. "Kira... bingung. Tadi nemu warna yang Kira suka, tapi dressnya selutut"

"Emang kenapa kalo selutut? Kamu takut keliatan seksi? Hahahaha" goda Ina. "Nanti biar dibantu Alika ya" sambungnya sembari mengelus lengan Kira.

"Tante, Alika udah selesai" ucap seorang gadis cantik bak model itu.

"Ehh, udah ya? Oiya Alika, ini Kira calonnya Raksha. Pas banget kan kita ketemu disini, jadi kamu ga penasaran lagi" ucap Ina.

"Hai, aku Alika" kata Alika sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan Kira.

"Aku Kira, kak" jawab Kira dengan menjabat tangan Alika.

Kayak pernah liat wajah mbaknya ini deh, tapi dimana ya?

"Pantes aja Raksha udah ngebet minta nikah, pacarnya aja cantik gini" celetuk Alika diiringi dengan senyum lebarnya yang semakin membuatnya semakin terlihat cantik.

"Om kamu aja sampai ga bisa tidur mikirin anaknya tiba-tiba minta nikah hahahaha.... Oiya Alika, Kira masih bingung sama bajunya untuk ntar malam. Dia bilang udah nemu baju yang dia suka, cuma dia takut kependekan. Kamu bantu dia ya, cocok ga sama batiknya Raksha"

"Ohh... boleh, ayo aku bantuin" ucap Alika dengan menggandeng tangan Kira.

Kira menunjukkan baju yang ia pilih sebelumnya. Dress dengan model kaftan selutut, lengan sesiku, berbahan tile dan berwarna dusty pink itu ternyata langsung mendapat persetujuan dari mami Ina dan Alika. Bagi mereka dress itu tidak kependekan dan sangat cocok dibadan Kira.

"Nanti kamu harus dandan ya, biar bikin kita semua pangling" ucap Ina sembari mengusap rambut Kira.

Kira tersenyum kaku. "Kira enggak bisa dandan, tante. Harus banget ya?"

"Haruslah, Kira. Mau aku bantuin dandan?" ucap Alika menawarkan diri.

"Naaahhh, itu dibantuin dandan sama Alika. Mau ya? Daripada dandan sama orang lain" sahut mami Ina.

"Yaahh jadi ngerepotin kak Alika"

"Enggak repot kok, nanti sejam sebelum acara aku ke rumah kamu. Gimana?"

"Hmm... oke deh, kak"

"Ini, tulis nomer ponselmu disini. Nanti biar aku chat untuk nanyain alamat rumah" ucap Alika sambil menyodorkan ponselnya.

Kira segera menuliskan nomer ponselnya. Mereka berpisah setelah urusan baju selesai, Kira segera pulang ke rumah. Sedangkan mami Ina dan Alika masih akan berkeliling sebentar untuk membeli beberapa barang.

🍀

"Assalamualaikum..." seru Kira saat memasuki rumahnya.

"Naahhh ini dia yang mau lamaran!" seru tante Martha yang melihat kedatangan Kira.

"Tante udah sampai dari tadi?"

"Udah, itu baru aja selesai bantuin bunda kamu bikin bolu gulung"

"Om khalid mana, tante?"

"Oohh, lagi keluar sama ayahmu ke tempat catering. Udah sana istirahat, ga boleh capek biar ntar malem keliatan makin cantik"

"Iya tante, Kira ke kamar dulu ya"

Ting...

Notifikasi pesan dari ponsel Kira berbunyi. Kira segera merogoh ponselnya ditas dan membaca pesan yang baru saja masuk.

📩Abis ketemu mami ya?

📨Iya, ga sengaja ketemu

📩Senengnya udah mulai deket mami 😍

"Apaan sih? Ga jelas deh" gumam Kira. Ia tak menghiraukan pesan Raksha dan memilih untuk tidur siang.

Tidur siang memang menjadi sebuah kewajiban bagi Kira saat libur. Maklumlah, selain kuliah, ia juga disibukkan dengan kerja paruh waktunya. Hingga dering ponsel membangunkannya yang telah tidur lebih dari sejam itu.

"Halo..." ucap Kira dengan suara serak khas bangun tidur.

"Tidur, Ra? Pantes aku dicuekin"

Kira menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatap layar ponselnya.

"Apaan sih, Sha? Ganggu aja deh"

"Hahahaha... abisnya tidur ga bilang-bilang"

"Dalam rangka apa juga gue mesti laporan sama lo?"

"Ya kan bentar lagi kita nikah"

"Au ah"

"Hahahaha... Nanti kak Alika ke rumahmua abis maghrib, tadi aku udah kasih tau alamatnya"

"Hm. Udah ah, gue mau tidur"

Kira mematikan panggilan Raksha dan kembali melanjutkan tidurnya.

🍀

"Sodaranya Raksha belum dateng ya, bun?" tanya Kira saat menyusul bundanya di dapur yang sedang sibuk dengan makanan.

"Belum, emang mau datang awal?"

"Iya bun, mau bantuin Kira dandan"

"Belajar dandan, Ra. Biar nanti suaminya makin cinta" celetuk tante Martha sembari menyolek pipi Kira.

"Kiraaaa... ada temenmu nih" teriak ayah Bima yang sedang duduk di teras bersama om Khalid.

Kira segera berlari ke depan dan menemui Alika.

"Maaf ya Ra, lama. Agak macet tadi, weekend sih ya" ucap Alika sembari merapikan rambutnya.

"Santai, kak. Yuk masuk, kak" Kira meraih kotak make up Alika untuk membantunya. "Kakak makin cantik aja nih kalo dandan" sambung Kira sambil berjalan masuk ke dalam rumah.

"Nanti kalo kamu udah dandan juga cantik. Selamat malam, tante. Saya Alika, sodaranya Raksha"

"Ehhh, iya. Duuhhh cantiknya! Saya Ina bundanya Kira. Ini tante Martha. Mau makan dulu? Atau mau icip kuenya nih"

"Enggak usah tante, terimakasih banyak. Alika mau langsung dandanin Kira aja deh ya, udah mepet soalnya"

"Ohh.. yaudah, nanti minumnya biar tante bawain ke atas ya"

Kira dan Alika berjalan menaiki tangga sembari ngobrol kecil. Sesampainya diujung tangga, Arka baru saja keluar dari kamarnya dan telah berpakaian rapi.

"Alika!"

"Arka!"

Seru keduanya secara bersamaan dan membuat Kira menjadi bingung.

1
falea sezi
coba aja lu gk tidur ma alin sakitnya g kayak. gini alesan perangsang halah munafik
falea sezi
ngapain minta maaf yg salah itu reksa jd biarin aja dia jd duda km bs cari lagi suami yg pinter gk. bego kek reska
falea sezi
males klo balikan klo pcrn biasa bs di maklumin mereka ua sering kissing bahkan tidur bareng lo munafik bgt Reska ini sumpah meski karena perangsang banyak di novel lain kena perangsang tp gk tolol ke kamar mandi atau pukul aja lah cweknya ampe. pingsan tolol
falea sezi
ttep aja reksa salah lu uda di apartemen berdua doank paham. lu sangat salah
falea sezi
tp ttep aja mereka tidur bareng itu kesalahan fatal karena kebodohan reksa
falea sezi
moga g balik secara Reska tolol dan uda tidur ma alin jijik
picii
Luar biasa
Anonim
maksude py
Archies: oponeeeee? 😅😅
total 1 replies
Anonim
br gabung thor...
Fery Lestari
ceritax sejauh ini bagus mgkin belum ada yg tau aja kali ya makax likex maih dikit
Archies: Thank you
total 1 replies
Fiona Rupilu De Fretes-New
Raksha lemah banget jadi cowok
Agustin
Akhirnya selesai jg, setelah berbuka puasa
Agustin: Bngt..
total 2 replies
Agustin
Aq baru tau klo ada karya mu lg thor
Baiklah akan aq baca
Krn karya sebelumnya ceritanya bagus2 aq suka, semoga yg ini jg demikian..
Agustin: Ok siap author..
total 2 replies
Masiah Firman
Ha....ha...ha.....sdh nuggu 1 minggu....eh gak bisa juga mendarat.....terpaksa pakai car lain😁😁😁
h
Masiah Firman
untuk apa.lagi di tunda 1 bulan......ikut aja kira
..
Masiah Firman
Rasakan raksha .......justru peeselingkuhannmu yg katanya mau lindungi kira .....malah berakibat fatal.......koq bisa sampai setahun hak cari 2 penyelesaian
Masiah Firman
koq ada ya yg suka sm orang sampai segitunya
Masiah Firman
Rasain rakhsa ....... apa pun alasan nya perselingkuhan tdk dibenarkan
Masiah Firman
raksha bodoh..bodoh...bodoh
Masiah Firman
makanya jangan bodoh rakhsa, alasan mau lindungi istri berselingkuh selama setahun, kenapa terlalu lama, dan tdk mencari cara untuk lepas dr situasi ini, dasar bodoh, sy koq gak setuju thour sm karakter raskha, yg kata nya cinta banget . istri, tp menjalin hub .dg cewek lain selama 1 thn sampai. erakhir hub.intim walaupun Krn pengaruh obat
Archies: duuuhhhhh sabar yaaaaa 😆😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!