Kobalt Ostman pria paruh baya yang rela menjual tiga putrinya kepada rekan binis demi perusahaan miliknya yang hampir bangkrut.
Amanda Ostman wanita berusia 24 tahun terpaksa menemui seorang kakek yang telah membelinya demi perusahaan ayahnya yang diambang kehancuran.
Arthur Smith pria berusia 28 tahun pewaris tunggal perusahaan Smith Company dipaksa menikah terlebih dahulu sebelum dia mengambil alih semua aset berharga kakeknya Tony Roberto Smith.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
" Kakek menginginkan cucu dari kita" Amanda membesarkan matanya dan mendorong Arthur dengan kuat hingga pria itu mundur berberapa langkah
Arthur merasa kaget dengan reaksi Amanda yang mendorong nya, dia memang menduga Amanda akan menghindar tapi tidak dengan mendorong nya
" Maaf" Kata Amanda merasa bersalah setelah melihat wajah tidak senang Arthur
" Kamu memang suka mendorong orang, dari mendorong kakak tirimu yang hamil hingga aku, apa itu salah satu hobimu"
Amanda menggenggam erat tangannya saat Arthur menyinggung soal Poppy, Amanda merasa sedikit tersinggung dengan perkataan suaminya yang seakan menghina dirinya
" Jika kamu tidak suka maka jangan sentuh aku! " Amanda kembali mendorong Arthur dan keluar dari kamar mandi
Setelah kepergian Amanda, Arthur mengusap rambutnya merasa bersalah
"Aku tidak bermaksud mengatakannya, aku hanya mersa sedikit kesal karena dia mendorong ku, itu terkesan seperti dia menolak ku "
**
Amanda berdiri didepan balkon dan menghirup udara di malam hari setelah hujan berhenti turun berberapa menit yang lalu
" Perkataan pria itu mengingat ku pada Kak Poppy, apa kandungan nya baik-baik saja" Amanda tersadar dengan perkataan nya dan menepuk Bibir nya berberapa kali
" Bodoh, Dia itu bukan kakakmu lagi Amanda, kamu sudah tidak mempunyai hubungan Apa-apalagi dengan keluarga itu, dan lagian itu salahnya sendiri, kakak beradik itu berniat menyakitimu, kamu hanya melindungi diri" Amanda berbicara pada diri nya sendiri mencoba untuk meyakinkan dirinya
Tok... Tok..
Amanda menoleh kearah pintu kamar yang diketuk, dia berjalan menuju pintu dan menatap sekilas kamar mandi yang terdengar suara air, dia melanjutkan langkah nya dan membuka pintu tersebut
" Nona " Sapa pelayan yang mengetuk pintu
" Ya ada apa? "
" Tuan Besar Tony ada dibawah " Amanda membuka mulutnya kaget mendengarnya
" Baiklah, terimakasih " Pelayan itu pamit dan pergi dari sana
Amanda menutup kembali pintu kamar dan membalikkan badannya, seketika Amanda memalingkan wajahnya saat melihat tubuh Arthur dari belakang, pria itu tidak memakai apa-apa, tidak sehelai benang pun
Amanda memejamkan matanya dan berbalik badan
" Syukur lah aku hanya melihat bagian belakang, aku sungguh tidak tahu lagi apa aku masih bisa bernafas saat melihat bagian depannya " Amanda bergidik ngeri saat pikiran tersebut terlintas dipikiran nya
" Amanda "
" Ya" Sahut Amanda tanpa membalikkan badannya
" Bantu aku mencari celana dalamku"
" Apa kamu memakai baju? " Tanya Amanda memastikan, dia tidak ingin kembali melihat pemandangan yang membuat tubuhnya tiba-tiba panas
" Tidak, hanya handuk saja, bagaimana aku bisa pakai baju jika tidak memakai celana dalam" Kata Arthur dengan kesal
Amanda membalikan tubuhnya dengan mata masih tertutup, dia membuka dengan sangat pelan matanya
Disana Arthur berdiri di depan lemari sambil berkacak pinggang dengan handuk yang membalut pinggang nya
" Kenapa kamu hanya diam saja? cepat bantu aku mencari celana dalam "
Amanda berjalan dengan cepat mendekati Arthur
" Cari kan yang warna hitam dengan les abu-abu di pinggir nya"
" Apa yang bertuliskan calvin Klein? " Tanya Amanda dengan menunjukkan celana dalam berwarna hitam
" Semua pakaian dalamku Calvin Klein dan itu tidak ada les abu-abunya"
" Tapi apa bedanya, semua terlihat sama" Kata Amanda menyentuh satu persatu celana dalam milik Arthur
Arthur yang melihat itu menahan tawanya
" Kamu menyentuh celana dalamku dengan penuh perasaan, apa kamu juga ingin menyentuh yang aku punya "
Amanda merinding mendengar nya
" Ya Tuhan, pria seperti apa yang aku nikahi, dia tiba-tiba menjdi mesum begini"
Arthur tertawa dan duduk sisi ranjang dengan melipat kedua kakinya
" Apa sudah ketemu? " Tanya Arthur dengan masih menatap punggung Amanda
" Belum, lebih baik kamu cari saja sendiri"
" Tidak perlu, aku sudah memakainya sekarang " Amanda langsung berbalik badan mendengar nya
Amanda kembali menutup mata saat Arthur membuka handuknya, dan hanya menggunakan celana dalam hitam dengan les Abu-abu di pinggir nya
" Mataku! Mataku sudah tidak suci! "
" Kenapa kamu melakukan ini? Kamu mempermainkan ku? " Kata Amanda dengan kesal, dia dengan berani membuka mata dan menatap kesal Arthur yang masih tertawa dalam keadaan tanpa pakaian
" Iya"
Amanda menggeram kesal dan dengan cepat mendekati Arthur yang duduk disisi ranjang
" Jadi kamu dari tadi mempermainkan ku, kalau begitu biar aku tunjukkan seperti apa permainan yang sesungguhnya " Amanda mendekati Arthur yang sedang duduk disisi ranjang lalu menyentuh dada bidang Arthur yang polos
Seketika Amanda langsung menarik tangannya saat merasa debaran kencang dari dada pria itu, Amanda jadi salah tingkah ketika dia bertatapan dengan Arthur yang hanya diam menatapnya
" Aku.. Aku.. Aku akan kekamar mandi " Amanda dengan cepat berlari kekamar mandi dan menutup nya dengan keras
Sedangkan Arthur, pria itu masih terpaku ditempatnya, lalu dia menjatuhkan dirinya diatas kasur sambil menyentuh jantung nya
" Astaga aku benar-benar berdebar, tubuhku terasa panas saat kulitnya menyentuh kulit ku, apa ini yang disebut gairah? "
Tok.... Tok...
Arthur tersadar dari lamunannya tentang gairah, dia beranjak dari ranjang dan berjalan menuju pintu
" Ada apa? " Tanya Arthur saat dia sudah membukanya, pelayan yang sedang berdiri di depan pintu mengerutkan dahinya saat Arthur hanya mengeluarkan Kepala nya dari balik pintu
Arthur yang mengerti dengan tatapan pelayan tersebut berbicara
" Aku tidak pakai baju, apa kamu juga mau melihat nya? "
" Tidak Tuan maaf"
"Ck cepat katakan ada apa? "
" Tuan Besar Tony ada dibawah Tuan"
" Baiklah " Arthur langsung menutup pintu kamarnya, tidak ada rasa kaget atas dirinya karena kedatangan Tony yang mendadak
" Kakek pasti kesini karena Paman Johan"
Arthur masuk ke ruang ganti, setelah beberapa saat dia keluar dari sana, dia menatap pintu kamar mandi dan berjalan mendekat
" Amanda "
" ....... "
" Amanda! "
" Ya! "
" Aku akan turun lebih dulu, kakek ada dibawah sekarang "
Setelah mengatakan hal itu Arthur keluar dari kamar, tak lama setelah kepergian Arthur, Amanda juga keluar dari kamar mandi
" Dari mana dia tahu? Aku bahkan belum mengatakan nya? " Amanda merasa bingung mengenai Arthur yang mengetahui kalau Tony datang
**
Arthur turun dari lantai atas dan melihat, tiga orang yang sedang duduk di ruang tamu, Arthur berjalan lebih cepat dan menyapa Tony saat dia sudah sampai disana
" Kakek" Tony menatap Arthur dan menyandarkan punggungnya
" Ada apa kakek kesini? " Tanya Arthur setelah dia duduk di samping kakeknya
" Hanya mampir untuk melihat mantan narapidana" Kata Tony dengan mata menatap Johan yang sedang menahan kemarahan nya
Linda yang menyadari akan adiknya yang tampak kesal, menyentuh tangannya agar Johan menahan dirinya
" Terimakasih atas kunjungan nya Tuan Tony, biasanya kalau orang datang berkunjung pasti membawa hadiah kan? Jadi mana hadiah ku? " Kata Johan dengan santai, dia sama sekali tidak merasa takut
" Hadiah ? " Kata Tony tertawa pelan merasa lucu
" Jadi hadiah yang aku berikan padamu 4 tahun masih kurang? " Sambung Tony dengan tersenyum sinis pada Johan.
Arthur kan tau Amanda dijual ayah nya tpi knpa dia baik sama ayah Amanda
.