NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:553.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Annisha A

Terjebak di antara dua pilihan yg sulit, antara kakak beradik yg dua duanya ada di hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisha A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 9 Ungkapan Cinta

Juan akhirnya menghentikan mobil di tepi jalan, terlihat seperti sudah jauh dari Jalan raya dan sedikit terpencil. Namun belum ku lihat hal apa yang menarik dari tempat ini.

"Ayo turun" Juan turun memutari mobilnya dan membukakan pintu untukku.

"Ini dimana? Apa benar sudah sampai?" mataku masih mencoba mencari sesuatu di sekeliling yang kulihat masih biasa saja.

"Ayo lewat sini" Tangan Juan begitu saja menuntunku, ia mengajakku melewati jalanan setapak yang ada tak jauh dari mobil.

Tak terlalu jauh berjalan, akhirnya dihadapkan lah aku dengan sebuah danau yang lumayan luas. kerlipan-kerlipan air danau akibat bias dari sinar matahari yang mulai turun, di tambah angin sepoi-sepoi yang turut menggoyangkan air danau dan ranting pohon turut menambah kesempurnaan pemandangan.

"Wahhh, indah sekali" Aku terpana, seperti terhipnotis akan indahnya pemandangan yang di sajikan di depan mataku.

"Bagaimana? Apa kamu suka tempatnya?" Tangan Juan masih menuntun tanganku, ia menarik ku hingga sedikit lebih berada di tepi danau yang mulai pasang.

"Ya aku suka, suka sekali" Pandangan ku masih belum bisa lepas memandangi pemandangan, persis di seberang danau sana sudah terlihat sunset dengan bias warna jingga yang menambah elok nya pemandangan, aku pun terpukau.

Tak lama kulihat Juan mengambil posisi duduk di atas rerumputan tepat di pinggir danau dan menarik ku juga untuk ikut duduk disampingnya.

"Tempat ini gak terlalu jauh dari kota, tapi kenapa aku baru tau ada danau seindah ini disini ya?" Tanyaku pada Juan namun dengan tatapan masih fokus ke arah danau.

"Ini tempat rahasia, cuma orang-orang yang special yang bisa kemari." Jawab Juan santai.

"Wah berarti aku termasuk special dong hahaha" Kataku terkekeh.

"Iya! kamu memang orang special bagiku." kali ini Juan kembali menatap wajahku lagi, tatapannya sama seperti di mobil tadi, begitu lembut.

Aku membalas tatapan Juan, mencari tanda tanda kebohongan disana, namun seperti tak bisa kutemukan. Tangan Juan membelai lembut rambutku, pandangan nya pun masih belum di palingkan nya dariku. Sejenak kurasakan jika ia benar-benar tulus menyukaiku.

"Kenapa?" Tanyaku lirih sambil menurunkan pandanganku darinya.

"Kenapa apanya"? Juan nampak bingung.

"Kenapa bisa menyukaiku? Kenapa harus aku?" Tanyaku yang hingga saat ini masih belum bisa memahami kenapa dia bisa menyukaiku.

"Aku pun tak tau, perasaanku datang begitu saja."

"Tapi bukankah kamu tau kalau aku ini..."

"Ya aku tau kok, bahkan sangat tau." Juan langsung menjawabku tegas bahkan sebelum aku menyelesaikan kalimatku.

"Lalu kenapa?" Tanyaku lagi.

"Kalau kamu tanya kenapa, maka aku tak punya jawabannya, karena perasaan ini juga bukan aku yang mau. Aku juga tak tau kenapa harus kamu, kenapa harus pacar abangku sendiri, jadi kamu jangan menyalahkan aku, salahkan hatiku." Jelasnya panjang lebar.

"Ya, aku tentu tak akan menyalahkan kamu, aku juga tak punya hak untuk mengatur perasaanmu harus suka pada siapa. Tapi kamu pasti tau kalau kamu akan kecewa dengan perasaanmu padaku."

"Hehehe aku bahkan sudah kecewa sejak pertama sadar kalau aku menyukaimu." Kata Juan sembari tersenyum simpul.

"Maaf jika sudah mengecewakanmu" Ucapku lirih dan hanya bisa tertunduk dihadapan Juan, seperti ada perasaan tak tega.

"Aku sudah terlanjur kecewa, dan itu bukan salahmu, tak perlu meminta maaf. Tapi bisa kah kamu melakukan satu hal untukku, agar aku tak terlalu merasa kecewa ?"

"Kamu mau aku melakukan apa?" Aku kembali mengernyitkan dahi.

"Tapi kamu harus janji akan melakukannya untukku."

"Iya tapi apa? Aku gak mau sembarangan berjanji tanpa aku tau lebih dulu apa yang kamu mau."

"Ayo berjanji lah padaku kamu mau melakukan satu hal ini untukku, permintaanku tidak akan merugikan mu dari sisi manapun, percayalah." Pujuk Juan.

"Emm, baiklah aku janji. Sekarang katakan, what can I do for you ?"

"Bisakah kamu biarkan aku menggantikan posisi Rendi selama dia tak ada? hanya itu saja, setelah Rendi pulang, maka kamu bisa melanjutkan hari-harimu seperti biasa bersamanya. dan aku tak kan mengharapkan kamu lagi."

"Ta, tapi a, aku" lidahku mendadak kelu, sulit untuk melanjutkan ucapanku, aku tak percaya Juan meminta hal yang kurasa sedikit mustahil untuk ku lakukan. Aku tidak mau menghianati Rendi, tapi disisi lain juga tidak mau membuat Juan lebih kecewa lagi.

"Ya ampun, jawaban apa yang harus kuberikan pada Juan? Haruskah aku benar-benar menyetujui permintaannya?" Aku terus bergumam dalam hati.

"Apa sulit sekali bagimu? Apa aku memang sama sekali tak pantas untuk menggantikan Rendi walau hanya seminggu?" Tanya Juan yang mendadak menjadi lirih.

"Bu, bukan begitu maksudku, aku hanya..."

"Sudahlah, aku tak bermaksud membuatmu pusing, lupakan saja, ayo ku antar kamu pulang hari sudah mulai gelap." Kulihat Juan langsung berdiri dari duduknya.

Juan masih tersenyum namun dengan makna yang berbeda, terlihat raut kekecewaan terpancar dari wajahnya yang coba ia sembunyikan dariku, tak lama Ia pun melangkah pergi.

"Baiklah aku mau" Kataku refleks yang sontak menghentikan langkah Juan yang kulihat mulai beranjak.

Juan berbalik menatap wajahku, lalu pelan-pelan memangkas jarak antara kami.

"Katakan sekali lagi." Katanya seperti ingin memastikan.

"A, aku setuju, aku gak mungkin sekejam itu menambah rasa kecewa mu lagi." Timpalku lagi dengan sangat pelan.

Tanpa sepatah katapun Juan langsung saja menarik ku dalam pelukannya. Terdengar, detak jantungnya yang berdetak sangat kencang saat memelukku.

"Terima kasih" Ucap Juan masih belum melepaskan pelukannya bahkan sekarang dia membelai rambut dan punggungku.

Aku hanya mengangguk pelan tanpa membalas pelukannya.

"Ayo kita pulang, hari sudah semakin gelap" Juan melepas pelukannya dan beralih menarik tanganku, menuntunku melewati jalan setapak yang hampir sudah tak terlihat jelas.

Didalam perjalanan masih saja hening sejak awal kami kembali ke mobil, namun tangan Juan sejak tadi masih menggenggam tanganku, kelihatannya dia seperti tak berniat melepaskannya, tangannya begitu hangat dan lembut.

"Ah apa-apaan? Apakah aku benar-benar sudah gila?" Gerutu ku dalam hati.

Juan menghentikan mobilnya di tepi jalan yang tak jauh dari warung lalapan sederhana favoritku.

"Kamu tunggu disini ya"

Juan langsung bergegas keluar dari mobilnya namun tak membiarkan aku ikut.

Hal itu sama sekali tak masalah untukku karena kebetulan juga badanku lelah.

20 menit lamanya aku menunggu Juan dan akhirnya ia kembali dengan bungkusan yang lumayan besar. Di letakkan nya bungkusan itu di kursi bagian belakang, dan langsung melanjutkan perjalanan. Masih dengan suasana yang hening, tak seperti biasanya saat Juan selalu pintar memecahkan keheningan, bisa terlihat melalui ekor mataku dia hanya melirik ku beberapa kali yang tengah bersandar lelah di sandaran kursi dan kemudian mengelus lembut rambutku tanpa berkata apapun, hanya begitu saja sampai tiba dirumahku.

"Bolehkah aku mampir? Aku sudah sangat lapar." Katanya seperti terdengar tengah meminta izin padaku.

Aku hanya mengangguk sambil keluar dari mobil. Entah mengapa aku menjadi canggung, diperlakukan Juan seperti tadi, hanya terasa agak aneh bagiku saat Juan yang melakukannya. Sepertinya aku benar-benar sudah sangat terbiasa dengan Rendi hingga membuatku canggung saat mendapat perlakuan yang serupa dari lelaki lain.

Apa kalian berfikir aku bersikap begini karena Juan kalah tampan dari Rendi? Oh tentu tidak, Secara fisik bahkan Juan lebih terlihat tampan dibanding Rendi, bentuk badannya bidang, kulitnya berwana kuning Langsat, hidungnya mancung, bahkan bulu mata Juan lebih panjang dan tebal dariku. Cara berpakaian nya yang lebih terkesan santai namun tetap bagus saat dia gunakan. Tubuhnya juga tak kalah harum, harum mint yang sepertinya sudah menjadi ciri khas Juan.

Ah sudah lah lupakan tentang itu, aku tak mau larut dalam memuji lelaki lain yang bukan pacarku.

Bersambung...

Jangan Lupa like dan vote ya teman teman:)

1
Rena Roy
Lumayan
Rena Roy
Buruk
sakura09
wkkw...aku suka bgt ini alurnya seru bgt
sakura09
alurnya seru bgt...sampe jingkrak"sendiri....keren
Dhita Rosmalia
akh pasti aku ga akan bisa move on dr Juan Thor 🥰🥰🥰
Erloviana Messakh Dethan
keren
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Faridah Usman
hadeeh. Icha...ichaa.....sadar Icha....
Faridah Usman
aasyeek...
Lita Fediyani
bner2 crita terkerennddd...
tp bnr ada yahh crita gni d dunia nyata
iyaa Smngtt trs y KK👍👍👍👏👏
Nika Nugraha
ichaa nya masih labil , belum bisa mastiin hati nya sepenuh nya buat rendi
Aprilia Amanda
yaelah cha knp harus boong sih😌 knp juga setuju sm permintaan nya juan? ih kesel😌
Aprilia Amanda
tp dia kan pacae abang lu😌
Aprilia Amanda
emang nasinya punya mata?🤣
Aprilia Amanda
kok feeling ku icha sm juan ya? gatau juga sih😂
Aprilia Amanda
visual juan sejuta novel thor😂
Rizky
Omg akhirnyaaaaa selamat yaa thor ceritamu luar biasa menghiburrr
Rizky
Yahhh beneran tamat ini?? Seriusss????
Rizky
Jgn sampe mami ola datangg
Rizky
Sedih campur deg deg an aduh gimana sihhh ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!