Kelanjutan dari Cinta Pengganti Season 1 (Season 2)
Rafandra Jhonathan Sanjaya, sosok pria yang di gandrungi para wanita karna sosoknya yang begitu sempurna. Siapa yang tidak mengenal putra tunggal dari Nathan dan Anel.Pewaris satu - satunya keluarga Sanjaya.
Tapi sayangnya Fandra harus menelan pil pahit saat baru kembali dari menempuh pendidikan, dirinya harus menikah dengan Rania seorang pembantu rumah tangga orang tuanya, karna kesalahan yang tidak ia sengaja.
Akankah pernikahan Fandra sama dengan kisah orang tuanya, ataukan Fandra akan menerima statusny dengan lapang dada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09.Awal antara kebahagiaan atau penderitaan
Satu minggu berlalu setelah Fandra menyerahkan keputusannya,Kini pernikahan Fandra pun tiba.Seperti yang di setujui di awal,Pernikahan mereka terkesan tertutup.Pernikahan itu hanya di hadiri keluarga saja,Dan untuk Rania di wakili oleh Mbok Nur selaku wali Karna meskipun Rania masih memiliki Paman dan Bibi Fandra tidak mengijinkan Mereka tau tentang pernikahan ini.
Pernikahan Fandra di adakan pada Pagi hari tadi,dan setelah acara pernikahan selesai mereka semua kini tengah menikmati makan siang di meja makan keluarga.Rania yang belum terbiasa dengan semua ini terlihat sangat canggung.Sedangkan Nathan sejak pernikahan mereka di nyatakan sah,wajahnya selalu terlihat dingin dan Kaku,Bahkan tidak ada sedikitpun senyum di wajahnya.
"Ran,Selamat ya.Aku sangat senang kini kau sudah menjadi Kakak ipar ku."Kata Kinan yang begitu senang
"Aku juga ikut bahagia untukmu Ran,semoga kau selalu bahagia."Timpal Alin tulus
Rania Hanya tersenyum Kaku,Ia tidak tau harus senang atau sedih dengan pernikahan ini.
"Fan,Papa punya hadiah untuk mu."Kata Nathan sambil menyodorkan sebuah berkas
Fandra menatap berkas yang di sodorkan Sang Papa,Dengan ragu Fandra menerima berkas itu.Perlahan Fandra membuka berkas itu lalu membaca isi yang tertera di sana."Rumah Pa,Untuk Apa Papa memberikan Fandra rumah?"Tanya Fandra sedikit bingung
"Kamu itu sekarang sudah mempunyai istri,Jadi Papa harap kamu bisa mandiri bersam Istrimu Nak."Kata Nathan cepat
"Papa Ingin mengusirku dari Sini."Kata Fandra dengan Nada sedikit ketus
"Fan,Bukan maksud Papa seperti itu.Mama dan Papa hanya ingin kamu belajar menjadi Suami yang Baik.Dan Kami juga tidak memaksamu untuk cepat cepat pindah dari sini."Kata Anel lembut
Fandra Menatap Rania dengan Tatapan penuh kebencian,Ia bangkit dari kursi lalu berlalu ke kamarnya.Nathan yang ingin sekali memarahi anaknya itu langsung di cegah oleh Anel.
"Mas,Biarkan Fandra menenangkan dirinya dulu."Kata Anel menenangkan Sang suami
"Papa Hanya ingin dia tidak mengulangi kesalahan yang dulu pernah Papa buat Ma."Kata Nathan terlihat sedih
"Pa,Kak Fandra tidak akan berbuat macam macam."Kata Kinan meyakinkan
"Jangan mengungkit masalalu yang sudah lama berlalu,Kita Bisa mencegah ini terjadi jika kita selalu ada di dekat Mereka."Kata Anel cepat
Nathan hanya bisa menghela nafasnya.Setelah makan siang selesai Anel menyuruh Rania naik ke atas ke kamar suaminya.Rania hanya bisa mengikuti arahan mertunya itu,Ia tidak ingin mengecewakan orang yang selama ini selalu membantunya.
*****
KAMAR FANDRA
Rania Menatap pintu berwarna Putih dengan ukiran menghiasi pintu itu.Jantung Rania berdegup cepat ,Ia sangat gugup.Perlahan Rania membuka pintu itu,dengan langkah penuh ketakutan Rania melangkahkan kakinya masuk ke dalam Kamar itu.
Pemandangan pertama yang Rania lihat adalah kamar yang awalnya begitu rapi dan bersih kini begitu berantakan.Rania lalu melangkahkan Kaki nya masuk lebih dalam ke kamar itu,Sayup sayup Rania mendengar suara gemercik Air dari dalam kamar mandi.
Mata Rania terlihat berkaca kaca."Inikah takdir mu tuhan,Kapan kau akan memberikan kebahagiaan untuk ku,Batin Rania
Rania perlahan memunguti barang yang berserakan di lantai,Dengan perasan sedih ia membersihkan Kamar itu.Tak lama kemudian Pintu kamar mandi terbuka,Fandra keluar dari dalam kamar mandi dengan kepala basah dan handuk yang terlilit di bagian pinggangnya memperlihatkan bagian atas tubuhnya.
Tanpa menghiraukan keberadaan Rania,Fandra melempar handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah ke sembarang Arah.Setelah selesai memakai pakaiannya Fandra langsung berjalan keluar dari kamar itu.
Rania tidak bisa berbuat banya Ia hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu berat,Ia tau jika ia tidak boleh terlalu banyak berharap dari pernikahan ini.
Setelah selesai membersihkan Kamar itu,Rania memutuskan untuk Membersihkan Badannya yang sangat lelah.Rania merendam tubuhnya di dalam bathtub yang sudah terisi air Hangat,Setelah air itu sudah terasa dingin Rania pun memutuskan untuk menghentikan aktifitas mandinya.Rania berjalan keluar kamar mandi dan langsung mengambil bajunya yang masih di dalam tas.
Rania memakai pakaiannya lalu memoles sedikit wajahnya dengan make up tipis.Setelah selesai Rania merebahkan badannya di atas tempat tidur milik suaminya.Sebenarnya Rania Masih cukup Takut,Tapi karna tubuhnya sangat lelah Rania pun Akhirnya terlelap dalam kenyaman.
*******
Rania terbangun saat mendengar pintu terbuka,ia terlonjak kaget saat melihat Fandra yang menatapnya dengan rahang mengeras dan wajah memerah.
"Ma...afkan Aku."Kata Rania takut
Fandra berjalan mendekati tempat tidur,Ia melempar sebuah berkas yang ia bawa di tangannya."Aku membawa surat perjanjian itu untuk mu,Bacalah dengan teliti Agar kau tidak salah faham Pada pernikahan ini."Kata Fandra dengan Nada dingin
Rania mengambil berkas itu dengan tangan bergetar,Perlahan Rania membuka berkas itu lalu ia membaca isinya.Jantung Rania berdegup kencang,Tangannya mulai mengeluarkan keringat dingin.
"Apa maksud dari semua ini Tuan, Sebuah pernikahan bukan untuk main main."Kata Rania yang kini sudah tidak ingin mengalah lagi
"Hahahahha,Jika kau sudah tau itu kenapa kau hanya diam saat orang tua ku menikahkan kita,Aku sudah memberimu pilihan,tapi kau malah memilih untuk tetap tinggal disini."Kata Fandra dengan Tawa yang menakutkan dan Tatapan tajam
Rania menelan Saliva nya,Tatapan itu dan Tawa itu membuat tubuhnya semakin bergetar hebat karna takut."aku tidak punya piliha_
"Kau tidak punya pilihan karna kau menginginkan pernikahan ini."Bentak Fandra
"Maaf Tuan,Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini",Riana Diam sejenak sebelum ia melanjutkan ucapannya."Dan jika memang Anda menginginkan ini,Baik lah.Saya akan mengikuti semua kemauan Anda."Kata Rania tegas.Ia mengganpil Pulpen yang ada di atas Nakas lalu menandatangani berkas yang di berikan oleh Fandra
"Anda puas Tuan."Kata Rania lagi dan meletakan Berkas itu di atas tempat tidur
Fandra tersenyum puas Setelah Ia melihat Rania sudah menandatangani surat perjanjian itu."Kemasi Barang mu,Karna besok Kita akan pindah ke rumah pemberian Papa."Kata Fandra tersenyum licik
"Tunggu Tuan,Apa sebenarnya yang anda rencanakan?Bukannya anda sudah menolak pemberian Tuan Nathan."Kata Rania Mulai tidak nyaman
"Jangan Banyak bertanya,Kau sekarang adalah istriku bukan,Jadi ikuti semua perkataan ku",Kata Fandra penuh penekanan."Setidaknya Mereka tidak akan melihat perlakuan ku terhadap mu setelah ini."Kata Fandra lagi
Deg
Jantung Rania kembali berdegup kencang,Ia tidak tau apa yang akan Fandra perbuat kepadanya setelah ini.Kali ini ia hanya bisa memasrahkan semua kepata sang pencipta.Setelah membaca surat perjanjian itu Rania sudah merasa harga dirinya jatuh sampai ke dasar.
dasarrrr ga tahu diri. sdh kasih hati masih minta jantung. begitu kalau wanita sdh tahu kalau laki2 sdh mencintainya. maunya semena menanya menurutnya dia paling benar
ditunggu....
pasti akan langsung masuk list favorit...
semoga si kembar sehat selalu