NovelToon NovelToon
CAMELIA

CAMELIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:665.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kimmy reana

Kara,gadis cantik dan baik hati, tapi suatu kejadian mengerikan mengubah hidupnya menjadi gadis liar dan sulit di kendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy reana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 9

KARA KAISARA

Aku mengendap-endap begitu keluar dari mobil, berharap tidak bertemu dengan lelaki aneh, Jupiter.

Aku menghela nafas lega begitu berhasil melewati beberapa ruang kelas,namun begitu aku melewati ruang UKS, tiba-tiba pergelangan tanganku ditarik hingga punggung terbentur dinding tembok. 

Dengan gerakan cepat, seseorang membalik tubuhku hingga berhadapan dengannya, dan sebelah tangannya membekap mulutku. 

"Sssst, kalau teriak gue cium!"  Seketika mataku membulat mendengar ucapannya. Mesum sekali. 

Aku berusaha melepas tangan besar nya,namun tidak sedikit pun dia bergeming. Hingga akhirnya aku menggigit lengannya dengan keras.

"Awwwwwww! " Pekiknya, dan berhasil membuat lengannya menjauh dari mulutku.

"Kamu gila?!" Teriakku

"Nggak." 

Aku mendengus kesal, berjalan melewatinya. Namun bagitu satu langkah, dia kembali menghadang. Aku mendongak menatap tajam matanya, tubuh kecilku yang hanya sebatas dada nya,membuatku sedikit kesulitan dan harus mendongkak agar bisa menatapnya dari jarak sedekat ini.

"Jupiter! Kamu kenapa sih?" Pekikku.

"Gue ga kenapa-kenapa. Kenapa lo sewot."

Aku semakin kesal dibuatnya.

"Awas minggir aku mau lewat!" 

"Jalan luas, ngapain nyuruh gue minggir. Badan lo kecil masa ga muat jalan segede gitu." 

Ya Tuhan.. Kenapa Jupiter sangat menyebalkan. Kali ini aku benar-benar melihatnya bahkan dengan sengaja aku menyenggol lengannya dengan pundakku. 

"Jangan berbuat seenaknya, aku ga suka!" Sejenak aku berbalik, menatap tajam matanya. Jupiter hanya tersenyum jahil sembari mengangkat tangannya dan melambai ke arahku.

Aku segera bergegas masuk ke ruangan kelas, ternyata Nadira sudah terlebih dulu sampai.

"Dari mana aja? Tadi gue ketemu Pak Parman di parkiran, dia bilang lo udah nyampe. Taunya gue ke kelas ,lo belom sampe." Nadira langsung bertanya, bahkan sebelum aku duduk di bangku, di sebelahnya.

"Jupiter itu beneran ga sih pacaran sama si Ayu?" Nadira mengerutkan dahinya, nampak terkejut dengan pertanyaanku.

"Pagi ini lo sarapan roti isi coklat ya?"

"Hah?" 

"Lo ga biasa nya nanya soal hubungan orang, berarti lo salah sarapan." 

"Gue serius,Nad." Aku memutar bola mata jengah, begitu Nadira terkekeh mendengar ucapanku.

"He he , abisnya lo lucu. Ga biasanya kan lo nanya urusan orang lain." 

"Sekarang gue nanya. Serius jawab." Aku bergeser menghadap ke arah Nadira, menunggunya menjelaskan rasa penasaranku.

"Oke, biar gue jelasin. Di sekolah ini siapa yang ga tau pasangan fenomenal Jupiter Ayu. Mereka itu goals couple di sekolah kita. Yang satu cantik, yang satu ganteng." Jelas Nadira, aku hanya mengangguk, mulai mengerti.

"Sekarang gue balik nanya. Ngapain lo nanyain si Jupiter? Jangan-jangan, lo?" Nadira menutup mulut nya dengan kedua tangannya, matanya terbelalak menatapku.

"Kar, jangan-jangan lo? Tunggu,, jangan bilang, lo suka si Jupiter, iya kan?"

"Hah? Enggak lah!" 

"Gue tau sekarang, kenapa kemaren si Jupiter nemuin lo di perpus. Jadi lo sama dia ?" Mata Nadira menyipit penuh selidik.

"Enggak. Amit-amit,mesti suka sama cowok aneh kaya gitu."

"Kar, gue ga nyangka akhirnya mata hati lo terbuka." Ucap Nadira seolah takjub.

"Tapi, kenapa mesti naksir pacar orang. Lo nanti dicap pelakor." 

"Apa?! Lo gila?"

"Gue kasih saran ya, mending cari yang masih single, jangan di_"

"Nad, stop! Siapa yang pacaran sama tu anak? Gue cuman nanya. Na-to the nya. Nanya !" Nadira terkekeh melihat kekesalanku.

"Ahhhh, sensi amat sih. Sepagian gini." 

"Lo nyebelin!" 

Nadira semakin terkekeh, dan merangkul lenganku

"Lo lucu sih." Tangannya mencubit pipiku. 

Selama pelajaran berlangsung, baru kali ini aku berharap agar tidak cepat selesai. Karena, setelah pelajaran ini berakhir,jam istirahat makan siang tiba. Sedari tadi aku masih memikirkan kemana lagi aku harus bersembunyi, menghindari Jupiter. Apa sebaiknya aku berada di kelas saja? 

Nadira sudah pergi sejak lima menit lalu, dia segera melesat ke kantin begitu bel berbunyi. Meninggalkan aku sendiri di kelas dengan perut kelaparan. 

Kubuka ransel, berharap ada beberapa cemilan yang masih tersisa, namun aku hanya menemukan bungkus nya saja,tanpa ada isi satu pun. Tenggorokanku kering, namun Nadira tak kunjung kembali, bagaimana ini? 

Apa aku harus menyusul Nadira, bagaimana jika aku kembali bertemu Jupiter? 

Karena rasa haus yang semakin membuat tenggorokanku kering,akhirnya aku memutuskan keluar kelas. Namun bukan kantin sekolah tujuanku, melainkan Minimarket yang berada lumayan jauh dari sekolah. Masih ada waktu sekitar tiga puluh menit, aku pergunakan untuk berjalan secepat mungkin menuju minimarket,membeli beberapa cemilan dan air minum. 

Terik matahari membuatku berkali-kali mengusap keringat yang mulai membanjiri wajah hingga punggung.

Sejujurnya pendingin ruangan di mini market membuatku merasa betah berlama-lama,namun begitu melihat jam di layar ponsel,waktu istirahat tinggal lima belas menit lagi. Aku segera mengambil makanan dan minuman, tak lupa membeli beberapa roti isi selai kacang.

Selesai membayar, aku tidak menyia-nyiakan waktu. Bahkan kali ini aku sengaja mempercepat langkahku, berharap jam istirahat belum berakhir. 

Hanya tinggal beberapa langkah, sayup-sayup aku mendengar bunyi bel sekolah berbunyi, tanda jam istirahat berakhir. Aku semakin kencang berlari, namun tinggal dua langkah lagi, tiba-tiba gerbang ditutup.

"Pak,, jangan di tutup." Teriakku, begitu melihat Pak Sodik, security sekolah menutup gerbang.

"Pak,,, tolong jangan tutup." Aku menggedor, memukul gerbang besi, berharap Pak Sodik mau berbaik hati membuka kembali gerbang.

"Pak,, tolong." Aku memelas dan memohon. Pak Sodik nampak ragu, begitu hendak membuka seseorang muncul dari sebelahnya. Tersenyum licik ke arahku.

"Wahhhh, sepertinya ada yang telat. Habis keluyuran kaya nya."

"Jupiter, buka gerbangnya!" 

"Lo telat satu menit." Aku tau ini pasti ulah Jupiter, tak biasanya Pak Sodik setega itu. Bahkan Nadira pernah telat tiga puluh menit pun, Pak Sodik masih mau membuka gerbang.

"Jupiter, tolong buka!" 

"Apa? Gue ga denger?" 

"Tolong buka!" Teriakku.

"Minta tolong ko nyolot." Jupiter melipat kedua tangannya di dada membuatku ingin sekali mencakar wajahnya.

"Jupiter buka !" Namun bukannya membuka gerbang,Jupiter justru makin tersenyum mengejekku. 

Aku menghela, kali ini aku harus menurunkan egoku,bersikap semanis mungkin agar Jupiter mau membuka gerbang.

"Jupiter, tolong buka pintunya. Aku ada jam pelajaran Bu Tania sebentar lagi." Aku berbicara sangat pelan dengan nada sehalus mungkin, karena hanya dia satu-satunya yang bisa menyelamatkanku dari guru super galak, seperti Bu Tania. Namun Jupiter masih diam, satu alisnya naik dan tersenyum pongah.

"Jupiter, tolong." Aku semakin putus asa.

"Lo ga tuli kan, semalem gue ngomong apa?" 

"Ha? Apa? yang mana?" 

"Kalau lo ga keluar dalam hitungan ke tiga, berarti lo pacar gue. Masa bujuk pacar pake nama, biasa juga panggil sayang,beb, atau apa gitu." 

Mataku seakan loncat dari tempatnya begitu mendengar ucapan Jupiter. Apa dia memang benar-benar sinting?

"Apa?!"

"Lo panggil gue sayang, atau lo bakal di situ sampai nanti jam pulang sekolah," Ancamnya.

"Yaaaaa Jupiter!" Aku semakin di buat kesal. Matahari yang semakin terik, membuat ku semakin terasa panas, bahkan sampai otakku pun ikut panas.

"Ya udah kalau ga mau." Ucap Jupiter santai,bahkan kini ia berbalik hendak meninggalkanku.

"Pa, ambil kuncinya?" Pintaku pada Pak Sodik,namun dia hanya tersenyum getir, menatapku iba. Siapa yang bisa menolak perintah Jupiter, si anak pemegang saham terbesar di sekolah ini. 

Jupiter benar-benar hendak meninggalkanku di luar gerbang, tidak ada pilihan lain. Ku Hembuskan nafas, memberi ancang-ancang,dan akhirnya,

"Sayang,, tolong buka pintunya." Ucapku, tanpa melihat ke arah Jupiter. 

Kudengar langkah nya terhenti

"Lo ngomong gitu buat siapa? Buat batu?" Perlahan kuangkat kepalaku, melihat ke arah Jupiter.

"Sekali lagi ngomongnya." Lanjutnya.

"Apa? Kamu tuli?"

"Nggak, lo tadi ngomong sambil nunduk, gue kira lo ngomong sama sepatu. Coba sekali lagi."

Aku menghela nafas kasar "Sayang, tolong buka gerbangnya." Ku Ucap sekali lagi, kalimat yang terdengar menggelikan, namun kali ini kalimatku penuh dengan penekanan.

Jupiter terkekeh, berjalan mendekat dan akhirnya membuka gerbang.

"Gitu kek dari tadi. Lo ga bakalan telat kalau nurut." 

Aku menatap tajam matanya, sebelum Jupiter melakukan hal-hal yang tidak diinginkan lagi, segera aku berlari menuju kelas.namun langkahku terhenti begitu Bu Tania masuk kelas, dan menutup pintu. Habislah sudah riwayatku.

"Yahhh lo kaya nya telat." Ucap Jupiter tanpa rasa bersalah sedikitpun. 

Rasa kesal,lapar dan panas, semua jadi satu. Bahkan aku *** kantong plastik belanjaan ku dengan kuat. 

Aku berbalik menghadap Jupiter, melayangkan kantong belanjaan ke tubuhnya.

"Sialan! Salah aku apa. Hah?! Kenapa kamu ganggu hidup aku!" Aku berteriak sambil memukul-mukul Jupiter dengan kantong plastik berisi cemilan. 

"Kenapa?! Jawab!" Aku memukul Jupiter dengan membabi buta, bahkan hingga kantong belanjaan sobek, dan isi nya berhamburan keluar. 

"Awww sakit. Santai aja,lagian sekali ini doang lo bolos kelas.kenapa histeris banget kaya ketinggalan setahun." Decaknya,sambil mengusap-usap lengangannya.

"Kamu ga tau,satu nilai buruk bisa berakibat fatal buat hidup aku. Kamu ga akan tau! Hal sepele yang menurutmu biasa, bisa menjadi fatal buat orang lain." 

Nafasku memburu, bahkan aku sampai terengah seperti habis berlari satu kilo meter tanpa henti,menahan rasa kesal yang hampir meledak hingga ubun-ubun. Berhadapan dengan orang seperti Jupiter membuatku kehabisan kata-kata. 

"Jangan ganggu aku lagi!" Aku segera berbalik meninggalkan Jupiter yang masih mengelus lengannya akibat pukulanku. 

________

Surat peringatan dari Bu Tania yang sangat aku hindari,akhirnya kini berada di tanganku. Aku menatap satu kertas putih dengan perasaan menyesal.

Nadira masih diam, tidak bertanya apapun mengenai alasan aku terlambat datang pas pelajaran Bu Tania. Sifat kepo nya kali ini tidak terlalu nampak, mungkin karena dia tak tega melihat wajahku yang berantakan dan pucat akibat kena tegur Bu Tania. 

"Mau langsung pulang?" Tanya Nadira,bahkan terdengar ragu-ragu hanya untuk sekedar bertanya. Aku hanya mengangguk, berjalan gontai keluar kelas, di ikuti Nadira dari belakang.

"Gue duluan ya,Nad."

"Iya, nanti malem gue telfon lo, ya?" Aku kembali mengangguk. 

Sebelum aku masuk ke dalam mobil,aku sempat melihat Jupiter tengah duduk di atas motor Ducati merah miliknya. Bukan Jupiter yang menjadi perhatianku, namun kantong plastik putih yang menggantung di dekat kaca spion motor nya. Apa itu kantong belanjaanku tadi siang?

Aku tidak peduli lagi,lagi pula rasa lapar ku hilang begitu aku mendapat teguran dari Bu Tania. 

"Bi,,, aku mau makan." Teriakku. Setelah mengganti pakaian, aku segera ke dapur mencari apapun yang bisa dimakan. Meski tadi sempat hilang, namun kini rasa lapar itu kembali datang.

"Bi,,,, Bi Iyah.....Mba Susan,,,," aku masih berteriak mencari Bi Iyah dan Mbak Susan.

"Bi,,,,?" 

"Iya,Neng. Bibi dari depan. Ga denger Neng Kara manggil."

"Kara mau makan ya, Bi." 

"Sebentar, Bibi siapin ya?" Aku mengangguk,menunggu Bi Iyah di meja makan. 

"Neng, ada tamu." Tiba-tiba Mba Susan datang.

"Siapa mba?" 

"Kurang tau, orang nya nunggu di luar." 

"Siapa ya?"

"Katanya mau ketemu Neng Kara." 

Aku turun dari kursi, segera menuju arah pintu keluar. Dalam hati kecil aku sangat berharap itu Faro. Entah mengapa aku berharap Faro datang meski hari ini tidak ada jadwal bimbingan belajar. 

Mataku menyusuri seluruh area halaman depan, berharap ada motor Ducati hitam di sekitar halaman rumah. Namun bukan Ducati hitam yang aku lihat,justru Ducati merah tengah terparkir di dekat parkiran mobil.

Jangan dia lagi aku mohon....

Jupiter berjalan menghampiriku yang masih berdiri di dekat pintu,aku bahkan terang-terangan menunjukan rasa terganggu begitu dia menghampiri.

"Galak banget mukanya, padahal gue dateng nya baik-baik." 

"Ga puas ya ganggu di sekolah,sampe nyusul kesini segala?" 

"Gue mau damai. Masa ga di suruh duduk atau gimana gitu. Kaki gue pegel,nunggu lo keluar. Lama banget."

"Aku ga minta kamu kesini." Jawabku ketus.

"Ck,, gue beneran minta maaf. Gue haus , minta minum kek." Melihat wajah Jupiter yang berkeringat,ditambah cuaca yang masih panas, akhirnya aku mengijinkan Jupiter duduk di kursi depan, itu pun di luar rumah.

Aku membawa dua gelas sirup orange dingin dan beberapa cemilan.

"Nih belanjaan lo," Jupiter memberi kantong plastik putih, berisi cemilan persis seperti yang aku beli tadi siang.

"Kenapa dibalikin, buang aja. Udah pada jatuh ke tanah juga." Balasku, tanpa menyentuh kantong plastik pemberian Jupiter.

"Siapa bilang itu jajanan yang jatuh, itu baru. Yang tadi gue buang." 

"Apa? Kenapa dibuang?"

"Udah ancur, lo ga nyadar mukul pake itu kantong kenceng banget." Ejek Jupiter sambil mengangkat lengan kaos nya, memperlihatkan lebam merah di kulit putihnya. Aku terkejut, bahkan aku merasa tidak sekeras itu memukulnya. Kenapa sampai berbekas?

"Aku ga kenceng ko,mukul nya?" Elakku.

"Iya engga, cumam ampe lebam aja." Cibir nya, kembali menurunkan lengan kaos yang sempat di pamerkannya.

"Maaf, aku ga sengaja." Cicitku, aku merasa bersalah. Meskipun Jupiter sangat menyebalkan, tapi aku tidak bermaksud sampai menyakitinya.

"Impas. Lo di kasih surat peringatan,gue juga dapat peringatan, dari lo." 

"Maaf, ga sengaja." Aku meringis tertawa.

"Nih, gue ganti." Jupiter kembali menyodorkan kantong plastik putih, kali ini aku menerimanya. 

"Ko beda?" Tanyaku, begitu aku membuka satu persatu isi dari kantong plastik.

"Apanya yang beda? Perasaan sama." 

"Ini," aku mengacungkan roti isi,yang berbeda dari aku beli tadi siang.

"Sama kan?" Elak Jupiter

"Nggak, ini rasa Nutella, kan yang aku beli rasa kacang."

"Oh itu. Gue sengaja beli rasa itu, gue ga suka rasa kacang ,gue suka nya rasa cokelat. Jadi,biar adil gue beli tuh rasa Nutella, jadi adil kan.kacang sama coklat jadi satu." Jupiter menjelaskan, sambil minum sirup orange hingga habis. 

"Ide gue bagus kan?" Lanjutnya,

Aku masih terperangah mendengar teori absurd nya, tapi sejujurnya Jupiter tidak begitu menyebalkan, hanya saja dia selalu ingin menang sendiri tentang pendapatnya. 

"Eh ngomong-ngomong sekarang kita temenan apa pacaran? Secara lo tadi udah manggil gue sayang?" 

Aku langsung tersedak,baru satu menit aku menyebutnya tidak menyebalkan. Kini, ia kembali ke mode awal, si Jupiter lelaki menyebalkan.

"Pacaran sana sama Ayu!" 

"Dia bukan pacar gue, kalau lo mau tau." Jawabnya acuh

"Dan pacar gue sekarang itu Lo. Rendang Kara." Lanjutnya sambil teekeh dan mengacak-acak rambutku. 

1
Wida
sukaaa
lika16
titip sendal
X'tine
bingung baca cerita ini, di ulang ulang
Doubley
KERENN! Aku udah baca, komen, dan like. Semangat, Kak. Feedback ke novel saya dong, judulnya The Vengeance. Terima kasih.❤
Anisa Shofy
ceritanya bagus kak. aku baca di lapak sbelah, krna ga selesai jadi donlot noveltoon buat baca karyamu. semangat yaa..smoga ga typo lagi dan ga ketuker2 namanya hihi
Anisa Shofy
yaamponn jantungan thorr😣
Anisa Shofy
yaamponn jantungan thorr😣
Just Rara
akhirnya happy ending juga
Just Rara
😄😄😄lucu ayahnya si jupiter
Just Rara
knp tiba2 aksa bisa benci gt sm camelia ya?
Just Rara
wah si kara hamil,semoga bu mala bisa luluh hatinya setelah dpt cucu baru dr kara dan jupiterr☺️☺️
Just Rara
knp si febian gak dijodohin sm si nadira aja
Just Rara
akhirnya mereka nikah juga☺️
Just Rara
lah itu febiannya blm meninggal🤔🤔
Just Rara
yak knp si febiannya dibikin meninggal thor😭😭
Just Rara
mantap febian,ungkap semua penjahat nya👍
Just Rara
pasti tu si jupiter sm nadia deh yg ada diruangan itu
Just Rara
say good bye to jupiter ya kara😁
Just Rara
dasar si jupiter,dia gak tulus cinta sm kara😒😒😒
Just Rara
sama aja jahatnya jupiter dgn para lelaki hidung belang itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!