Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KESEPAKATAN BARU
Aku dan Putri menunggu masih di halte, waktu menunjukkan pukul 19.30 malam sampai bus akhirnya datang.
Rumahku dan rumah putri beda jalur, tapi karena ini pertama kalinya putri naik busway, aku putuskan untuk menemaninya terlebih dahulu.
Disepanjang perjalanan putri tak hentinya ngoceh, dengan mata tertuju pada cincin yang melingkar di jari manisku.Dia tidak percaya kalau ini pemberian ibuku. Sekuat tenaga aku menahan diri supaya mulutku gak sampai keceplosan.
Bus berhenti di halte tulip, aku dan putri beranjak keluar.
" vin, kok lu ikut turun?," tanya putri kaget, melihat sahabatnya ikut turun di halte yang sama dengannya.
" iya, aku kan mesti balik ke halte yang tadi. " jawabku.
" ya ampun vin,, jadi dari tadi lu nemenin gue dulu. " ucap putri yang baru menyadarinya.
" he'em lu kan first time nih naik busway, gue takut lu nyasar. " jawabku menjelaskan.
" ya udah yuk ikut ke rumah gue, biar nanti gue anterin pulang. " ucap putri sambil menarik tanganku.
" eh itu busnya udah dateng, gue pergi dulu ya. Daaaa" jawabku sambil melepaskan tangannya lalu berlari ke arah pintu masuk.
" KALAU UDAH NYAMPE KABARIIIINN... !! " teriak putri
.................
( Rey)
Rey tiba dirumahnya dengan perasaan tak menentu, gelisah dan khawatir memikirkan tentang Vina yang belum memberikan kabar, apakah sudah sampai dirumah ataukah belum.
" sudah jam 9 malam, kok belum ngabarin ya?," suara batinnya bertanya tanya.
Rey terus mondar mandir sambil menunggu kabar dari kekasihnya itu.
Sampai akhirnya terdengar notif pesan di HP, nya.
( apa Vina lagi sama nak Rey sekarang? Dia belum pulang, Ibu telfon gak diangkat)
Ternyata pesan masuk dari Bu Tari, menanyakan keberadaan anaknya.
Bergegas diraihnya kunci mobil, buru buru dia pergi mencari Vina.
.........
( vina)
Aku masih menunggu bus di halte dekat sekolah.
Waktu menunjukkan sudah pukul 21.35 malam.
Dalam halte nampak sepi hanya ada aku dan dua orang pemuda yang duduk di ujung bangku.
Drrrrttthz drrrrrrrtrtzzz
Terdengar suara getar di dalam tasku. Ternyata panggilan dari kak Rey.
" hallo kak" pelan pelan ku jawab panggilannya.
Belum sempat aku meneruskan pembicaraan, ku lihat kak Rey sudah berdiri di depan pintu halte, dengan expresi yang cukup membuatku merinding.
Dia menarikku untuk masuk ke mobilnya.
Sudah setengah perjalanan tapi suasana masih sangat mencekam,. Ku lihat expresinya dingin, dan dia masih membisu.
" inih dipake " tiba tiba kak rey bersuara, sambil menyodorkan jaket hitamnya.
" terima kasih. " jawabku, lalu segera ku pakai karena memang badanku sudah kedinginan dari tadi.
Kak Rey menghentikan mobilnya dekat gang.
" terima kasih udah mau nganterin. " ucapku ketus sambil membuka pintu mobil. Dalam hati merasa kesal karena kak rey menghentikan mobilnya di depan gang, bukan di depan rumahnya.
" tunggu," teriak kak Rey,
aku pun menutup kembali pintu yang hampir terbuka.
" kenapa kak? " jawabku kaget
" katanya sama Putri? Terus kenapa sendirian? " ucap kak Rey tegas.
Panjang lebar ku ceritakan kronologinya. Dari awal hingga akhir.
Mendengar ceritaku kak rey menghembuskan nafasnya kasar.
" Lain kali telfon kakak kalau ada apa apa, juga jangan dibiasain jauh dari HP. " jelas kak Rey lagi.
" ya maaf kak, sudah bikin khawatir . " jawab ku memelas.
" sekarang kamu tanggung jawabku". Ucap kak rey sambil memegang kedua tanganku.
Saat kak Rey memegang tanganku jantungku berdetak tak teratur, buru buru ku tarik tanganku agar tak semakin terlarut suasana.
" ya kak, aku turun dulu." segera ku buka pintu mobil lalu beranjak pergi.
Kak Rey ikut turun lalu menarik tanganku.
" mulai sekarang tolong libatkan aku dalam setiap masalahmu".suara Rey tepat ditelingaku.
" ehm maksud kakak." tanyaku lirih sambil melangkahkan kakiku mundur.
Posisiku sudah mentok, gak bisa lari kemana mana. Kak Rey semakin mendekatkan dirinya lalu menatapku dalam dalam.
" ini perjanjian baru kita". Ucap kak rey tegas.
Segera ku memalingkan wajahku, Kak Rey menarik tanganku agar mengikutinya memasuki gang.
Perlakuan kak Rey hari ini membuatku malu, karena sudah berprasangka buruk sebelumnya.
Sesampainya di depan gerbang kak Rey menyuruhku masuk,
Ku langkahkan kakiku menurut, tampak kak Rey masih menunggu di depan gerbang.
..........
( Rey )
Setelah memastikan calon istrinya kembali dengan selamat, Rey buru buru membuka hp, nya untuk menelfon Bu Tari, guna menjelaskan kejadian yang terjadi.
Dia tak ingin kalau nanti Vina kena marah.
Panjang lebar dia menceritakan di dalam telfon. Bu Tari terdengar tenang setelah mendengar penjelasan darinya.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak