Aku adalah Arumi Ayunda, Putri satu-satunya dari konglomerat nomor 1 Indonesia, Kakak Pertamaku adalah Adlan, Kakak Keduaku Arnold, sedangkan Ayahku Abraham Aditama, sedangkan ibuku Paula Singh, keturunan India, ya kakek ibuku orang India.
Hidupku tak seperti kebanyakan putri orang kaya lainnya, aku tak lebih baik dari anak yang hidup di Panti Asuhan.
Jika kedua kakakku ke sekolah Naik mobil dan di antar sopir, juga sekolah di sekolah mahal, aku hanya di sekolahkan di dekat rumah, ke sekolah naik motor di antar ibu pengasuh.
Untuk makan aku harus menunggu keluargaku selesai, barulah aku makan, kejadian ini terjadi setelah ibuku meninggal saat datang mengambil ijazah SD ku, demi menyelamatkan ku ibu di tabrak mobil dan meninggal di rumah sakit setelah 1 Minggu di rawat.
Selesai pemakaman ibuku, semua berubah, ayah dan kedua kakakku mulai membenci ku, hingga aku mati terkurung dalam gudang.
Namun mahakuasa memberikan ku kesempatan, dengan hadirnya jiwa yang lain... ikuti ceritaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.9. Perampokan
Di sebuah ruangan tempat pertemuan, Arumi terlibat perdebatan sengit dengan pendiri perusahaan, Arumi mempertanyakan tentang hak dividen yang 2 tahun tidak di bayar.
Mereka sepakat bahwa selama 2 tahun tidak ada keuntungan atau keuntungan hanya kecil dan sudah di gunakan untuk berbagai keperluan.
Arumi membantah, bahwa dia tidak menerima laporan keuangan dan laporan tahunan, mereka lantas minta maaf atas kelalaian mereka, dan harapan mereka Arumi akan percaya.
"Begini saja, jika dividen saya tidak bayar, untuk apa juga saya masih menanam saham disini, saha ingin Menarik saham saya yang 40% sekarang, sedangkan yang 20 % nanti saya pikirkan", tekan Arumi.
"Maaf Nona, bisakah anda pikirkan kembali, kedepan kita akan perbaiki kinerjanya, dan juga kita baru mendapatkan Proyek pembangunan 150 unit rumah mewah, dan 2000 unit menengah dan 200 unit Ruko, jawab Pemimpin perusahaan.
"Kenapa ada proyek seperti, saya tidak di beritahukan, dan untuk masalah proyek itu urusan kalian, jadi saya harap semuanya selesai, kembalikan dana sebesar 60 triliun, kembalikan pokoknya saja, tidak perlu bunganya.
Hanya orang bodoh yang percaya dengan omongan kalian, kalian barusan bicara bahwa ada proyek, apa benar Perusahaan skala internasional mempercayakan Proyek prestisius itu perusahaan ini, bukan saya pesimis tapi lihat realitasnya, Harga per unit akan jual minimal 50 milyar, dan paling mahal 500 milyar, untuk perumahan menengah, minimal 5 milyar hingga 40 milyar, Ruko saja 2.5 milyar.
Jangan kalian asal ngomong dan saya akan percaya saja, kalian berpikir saya masih muda jadi bisa di bodohi, tegas Arumi.
"Tapi Nona, selama 2 tahun perusahaan tidak ada peningkatan, proyek yang kami dapat sangat kecil, jawab pemimpin perusahaan.
"Lantas 60 triliun milik saya kalian kemanakan, walaupun kecil pasti ada untungnya untuk perusahaan, minimal modal masih kembali, sengit Arumi.
"Kami gunakan untuk beberapa proyek yang belum selesai Nona, jawab Pemimpin Perusahaan.
'Berikan daftar Proyek yang dikerjakan namun belum selesai, tanya Arumi.
"Ini Nona, ada 10 proyek yang sedang kami jalankan, ucap Bagian perencanaan.
"Kebohongan kalian akhirnya kalian tunjukkan, kalian lihat koordinat lahan yang kalian tunjukkan, itu benar perusahaan kita yang kerjakan, tapi proyek ini sudah selesai dari sejak sebelum saya bergabung, lihatlah gapura nya tertulis HUT RI tahun lalu
Lebih bodohnya lagi, di Google tertulis bahwa perumahan itu laku keras hingga menjadi trending topik, hanya dl tempo 5 tahun, 2000 unit tipe 45 selesai di jual, tekan Arumi.
"Saya tidak butuh penjelasan yang tidak masuk akal, kalian kemanakan uang saya, tekan Arumi.
Ruangan sunyi tidak ada yang berani menjawab
"Baiklah jika begitu, saya yakin sudah kalian gunakan untuk kepentingan pribadi, bahkan uang yang saya berikan 3 hari lalu, sudah kalian bagi-bagi 50% dari uang yang saya berikan, ujar Arumi.
"Karena kalian tidak bisa mempertanggungjawabkan nya mau tidak saya akan melaporkan ke pihak yang berwajib, ucap Arumi.
"Jangan bertindak gegabah Nona, kami tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, jadi pikirkan kembali rencana anda itu, apakah anda punya bukti kuat untuk melaporkan kasus ini.
Sekarang juga saya transfer setoran saham anda, agar anda tidak banyak bicara disini, seolah kamu yang berkuasa, ucap Manajer Keuangan.
Mereka tidak tahu, Arumi sudah membuat 5 akun bank Virtual di luar negeri atas nama mereka dan saat akan mentransfer, maka semuanya akan masuk ke rekening Bank Virtual dengan nama mereka masing-masing, dan dalam waktu 10 menit uang itu akan masuk ke rekening Arumi secara otomatis.
Arumi juga sudah mengecek rekening ke 5 orang itu, ternyata sisa uang mereka masih banyak, sisakan saja masing-masing 100 milyar, agar mereka masih bisa bayar hutang, hahahaha.
"Berikan nomor rekening anda, dan setelah ini, dana anda yang 60 triliun, akan kami transfer dalam Tempo 15 hari, setuju atau tidak anda harus setuju, ucap Manajer Keuangan itu sambil menulis nomor rekening Arumi, nomor rekening yang Arumi berikan adalah rekening baru, dengan 1 milyar.
"Silahkan tunggu beberapa saat, berikan bukti penerimaan transfer dari kami, agar jelas, ucap Manajer Keuangan dengan nada sombongnya.
"Baiklah, sisanya saya tunggu 15 hari dari dari sekarang, jika tidak maka, Gedung Perkantoran milik perusahaan akan saya sita, ucap Arumi.
"Baik, silahkan ambil aset kami, sambung pemilik perusahaan, dengan yakin.
Dia tidak tahu uangnya akan lenyap dalam sekali enter, ini namanya perampokan berkelas.
Baik, saya percaya dengan kalian, ucap Arumi.
"Martin silahkan lanjutkan transaksi nya, sudah muak aku disini, ucap Pemimpin Perusahaan bernama Dirga.
"Baik Dir, ucap Martin dan langsung menekan enter.
"Tunggu saja, ucap Martin.
"Ya saya tunggu, lagian ini uang saya, dan setelah ini, saya tunggu 15 hari bukan ? tanya Arumi.
"Silahkan tunggu saja, yakin pemimpin perusahaan.
Waktu sudah berjalan 30 menit, tapi handphone Arumi belum berbunyi notifikasi.
"Sudah setengah jam, kenapa belum masuk? tanya Arumi.
"Tapi di kami melaporkan bahwa transaksi berhasil, ucap Manajer Keuangan sambil menunjukkan layar laptop ke Arumi.
"Tapi tidak mungkin sudah 30 menit berselang namun belum juga masuk, sengit Arumi.
Waktu berlalu 30 menit lagi, mereka memeriksa nomor rekening Arumi tidak masalah, akhirnya mereka menghubungi pihak bank, tapi pihak menjawab bahwa sudah terkirim, pihak Bank mengirimkan bukti transfer, dan alangkah terkejutnya mereka bahwa nama yang tertera justru nama mereka masing-masing dari bank yang berbeda dan negara yang berbeda.
"Kenapa lama, apa ada masalah, mohon maaf sudah terlalu lama saya menunggu, saya semua uang saya sudah kembali dalam tempo 15 hari, selamat sore, ucap Arumi dan langsung beranjak pergi.
Kelima orang itu kebingungan, dan tanpa mereka sadari Arumi sudah keluar dari ruangan itu.
Arumi tersenyum penuh kemenangan, dia mengambil handphone 1 lagi dan cek saldo, akun Bank nya sudah ada laporan transfer uang dari bank Virtual itu.
Bank Virtual, hanya mampu di buat oleh hackers tingkat tinggi, dan waktunya hanya 1 x 24 jam, setelah uang berpindah ke rekening tujuan asli, maka akun tersebut segera hilang tanpa jejak.
Para pembuat Akun virtual ini, sangat meresahkan ada 1 organisasi yang menjalankan layanan ini, dan hingga saat ini menjadi perhatian perbankan, mereka mengambil potongan admistrasi sebesar 5 % per transaksi.
"Tidak apa-apa ada potongan, daripada, uang tidak kembali, lagian 15 hari lagi aku akan mendapatkan gedung itu secara gratis, uang yang kudapatkan juga sudah melebihi dari uang yang saya berikan, hahahaha, ucap Arumi dalam hati.
Ke-lima orang itu masih diam tak bisa bicara, petualang mereka dipaksa berhenti karena kecerobohan mereka dalam memberikan laporan keuangan, jika saja tiap tahun mereka mengirim laporan keuangan, dapa dipastikan Arumi belum bergerak dan mereka masih ada waktu menipu orang lain untuk mengganti uang Arumi.
Arumi langsung tancap gas kembali ke Desa, karena dia yakin para pemimpin Perusahaan itu akan mencarinya untuk negosiasi atau mencabut nyawanya.
Dia bukan takut tapi belum mau membuat hal yang dapat merusak rencana besarnya.
penasaran nii