(Sequel terpisah Bukan Salah Jodoh)
Belum direvisi ⚠️
⚔️⚔️
Bagaimana jadinya, jika seorang mantan agen rahasia FBI, Jubir juga lawyer menjadi seorang singel parent untuk seorang bayi tampan tanpa identitas?
Inilah yang dialami dua pria muda tampan, Galaksi Renand Pradipta dan Gemintang Reynando Padipta.
Ketika memilih lepas dari dunia hitam yang membesarkan namanya, Black Brother ini harus kembali terjerat tanpa terikat. Bocah tampan ditinggalkan tergeletak begitu saja
Didepan rumahnya. Bagaimana kiranya, duo Pradipta ini akan menghadapi pase baru dalam hidup mereka. Menjadi singel parents tanpa
pernah mengalami yang namanya menikah terlebih dahulu.
⚔️⚔️
Baca Cerita Author yang lain juga :
1. Bukan Salah Khitbah (End)
2. Bukan Salah Jodoh (End)
4. Bukan Cinta Terencana (on going)
3. Bukan Dijodohkan ( on going)
5. Mistress (End)
6. Target Rasa Sang Cassanova (On going)
Follow IG Author juga @Karisma022 atau username Author @kaka shan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8-Mantan Papa Gemi :'(
8-Mantan Papa Gemi :'(
"Mana ada mantan,pacaran saja belum pernah!"-Gemintang Reynando Pradipta
****
Sang raja siang mulai menyingsing.Kembali berporos diatas khatulistiwa tuk menguasai hari.Langit nampak cerah,dengan hiasan awan putih bersih yang bergerak pasif diatas sana.
"Cepat,kenapa lama sekali?"
Gerutu pria tampan yang tengah bersender disamping mobil mewahnya tersebut.
"Maaf tuan,tadi tuan muda haus."
Jawab si lawan bicara.
"Ini barang barang barang keperluan Astronot sudah semuakan?"
Tunjuknya kepada tas jinjing yang dibawanya.
Gadis cantik itu mangangguk mantap.
"Sudah tuan,sisanya ada di minipack ini."
Ujarnya.
"Kalau begitu kita berangkat."
Gadis yang tengah mengendong bayi lelaki itu mengangguk.Dengan segera ia masuk kedalam mobil.
"Kenapa dibelakang,aku bukan supir pribadimu!"
"B-baik tuan."
Hari ini merupakan hari keempat Galaksi pergi keluar negri.Gemintang sendiri tidak pernah loscontak dengan kakaknya.Bahkan Galaksi memiliki akses kendali penuh tentang keamanan rumah mereka,walaupun berada diluar negri.CCTV,keamanan,bahkan akses beberapa kontrol keamanan tingkat tinggi yang mengelilingi rumah dua lantai tersebut berada dibawah kendali Galaksi.
Gemintang juga sudah izin perihal kepergianya ke Manhattan kali ini.Bukan apa apa,kepergian Gemintang kali ini karena ada pertemuan bisnis disana.
Hari ini hingga besok,dia rencananya akan menetap di Manhattan.Dari tempat tinggalnya kesana,tidak membutuhkan waktu yang lama memang.Hanya saja,karena tidak maù repot bolak balik jadilah Gemintang turut serta merbawa Astronot dan babysisternya.Hitung hitung membawa Astronot jalan jalan lagi.
Sekitar pukul sembilan pagi waktu setempat,mereka tiba di tempat tujuan.Hari ini,agendanya akan ada pertemuan dengan client dari Singapura.Karena dari pihak client meminta bertemu di Manhattan,jadilah Gemintang menyanggupinya.Selama ia pergi,ada Ari yang menjaga Astronot dua puluh empat jam.
"Mamammmaaa..."
Celoteh bayi tampan tersebut.
"Papa pergi kerja dulu baby boy,kita tunggu disini saja ya."
Ujar gadis cantik tersebut,sambil menatap punggung yang semakin jauh dari jangkauanya.
"Kita akan bersenang-senang seharian ini!"
Ujarnya gembira,sambil mengecup pipi gembul bayi tampan dalam gendonganya.
"Baby boy."
Lirihnya,sebelum benar benar menghilang dibalik pintu.
Memang ada banyak rahasia yang tersembunyi didunia ini,baik kecil besarnya.Tak ayal,butuh ketelitian khusus ketika ingin menguak rahasia tersebut jika dilingkupi teka-teki ditiap jalanya.
Termasuk tentang hidup seorang Arini-gadis cantik yang bergelar kupu-kupu malam sejak usia dini.Banyak yang tertipu sekilas oleh wajah polos juga lugunya.Seolah-olah tampilan awal selalu menjamin tabiat baik didalamnya.Cover bukanlah jaminan,bukan juga cerminan.Karena sifat manusia siapa yang tahu,tiap individu punya sisi lain dalam dirinya yang tidak diketahui dunia.
Bagaikan siang dan malam,ada banyak pembeda didalamnya.Tampang polos seputih kertas,tidak akan pernah menjamin tabiatnya.Tapi,stigma buruk yang terkadang sudah melekat pada diri seseorang,terkadang menutupi hal lain dalam dirinya.Tak selamanya yang dicap buruk,benar benar buruk dalamnya.Rupa buruk tak menjamin segalanya,begitupun stigma buruk tentang seseorang.
Manusia bisa saja berubah,hanya saja semua itu kembali lagi kepada diri sendiri.
"Astronot mana?"
Tanya pria tampan yang baru saja tiba tersebut.
"Tidur,tadi kelelahan habis lihat lihat minigarden dibawan."
"Hm"
Gemintang beranjak,mengambil sebotol air mineral dari dalam lemari pendingin.Membukanya dengan santai,lalu menenggaknya.
Jakunya naik turun seirama,ketika gelombang air mengalir ditenggorokanya.Pria tampan itu baru saja kembali,alotnya diskusi yang dilaluinya tadi membuat tenggorokanya kering.Seperti pada client client penting lainya,mereka terkadang selalu berargumen alot demi memenangkan kepentinganya sendiri.Tapi bukan Gemintang Reynando Pradipta namanya,jika tidak bisa mengendalikan situasi tersebut.
Ia bahkan sudah terjun langsung kedunia bisnis semenjak memutuskan masuk dunia agen gelap dibawah naungan FBI.Walaupun ya,kala itu ia belum sepenuhnya memegang perusahaan sendiri.Sekarang,Gemintang memegang kendali sendiri.Melajukan kemudi satu satunya pusat peninggalan clan Pradipta yang masih tertinggal.
"Kamu mau keluar?"
Tanya Gemintang.
Arini menoleh,gadis yang tengah melipat baju Astronot itu terpekur sejenak.
"Nanti malam?"
"Hmm,itu tuan?"
Jeda Ari sejenak.
"Saya mau mengunjungi teman,kebetulan rumahnya dekat sini."
Gemintang mengangguk,ia kembali menyimpan sisa minumanya ditempat semula.
"Pergi saja,aku dan Astro juga akan dinner."
"Dinner?"
"Hm,kenapa kaget begitu?"
Sebelah alis Gemintang menaik.
"Bukan begitu tuan,apa tuan tidak kerepotan?"
Tanyanya hati hati.
"Tidak apa apa,aku sudah terbiasa dengan keberadaan Astronot.Dia,bukan beban bagi kami."
Kami maksud Gemintang adalah ia dak kakaknya.Berbulan bulan menjalani status baru sebagai singel parents,ternya telah membuat mereka terbiasa.Mereka bahkan menikmati momen tersebut,sebagai salah satu bentuk tanggung jawab.
"Pergilah,jangan cemas."
Dan aku akan mengikutimu-lanjut Gemi dalam hati.
Ari mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Baik tuan."
"Ah iya,omong-omong kamu tinggal dimana selama ini?"
Tanya Gemintang,sambil duduk diatas sofa.
"Manhattan"
"Disini?"
Arini mengangguk.
"Benarkah?"
"Iya,tapi aku kuliah didekat tempat tinggal tuan."
Gemintang mengangguk,ia terus bertanya.Dari hal hal sederhana,hingga rumit sekalipun.Dipergelangan kirinya,sudah tersimpan jam tangan pintar.Jam tangan yang selewat seperti jam mahal biasa,hanya saja didalamnya sudah diotak atik oleh dirinya.Membuat benda tersebut sebagai salah satu benda kecerdasan buatan tercanggih koleksinya.
Salah satu fitur canggih didalam jam tersebut adalah merekan segala bentuk aktivitas,komunikasi atau interaksi si pengguna dengan lawan bicaranya lewat sentuhan tangan,sebagai cara mengaktifkan fitur canggihnya.Kecerdasan buatan tersebut bahkan sudah tersambung langsung kepada user lainya,yang bisa melihat interaksi sipengguna-yaitu Galaksi.
"Hm,you have a boyfriend Ari?"
Tanya Gemintang untuk pertanyaan kesekian kalinya.
Gadis cantik itu menggeleng,bibir ramunya bergerak untuk menjawab.
"Saya cuma mencintai satu pria didunia ini tuan."
"Serious?"
Gadis itu tersenyum malu,lalu berbicara kembali.
"Iya,di pria yang baik,bertanggung jawab,taat beragama dan menjungjung tinggi kehormatan seorang wanita yang akan menjadi pasanganya."
Jedanya sejenak.
"Hanya saja,dia sudah ada yang punya.Wanita yang dikirim tuhan sebagai tulang rusuk tanpa cela,yang kelak akan mendiami surga bersamanya."
Gemintang bisa melihat setitik kesedihan dimata beningnya.Ada cinta yang amat besar,terpendam didalam hatinya.
"Dia tahu kamu memendam rasa untuknya?"
Ari mengangguk,lalu beralih menatap pandangan dihadapanya nyalang.
"Hanya saja,sebuah kesalahpahaman besar membuat dia benci bahkan jijik kepada saya!"
Anggukan Gemintang,membuat gadis itu tersenyum tipis.
"Lalu,bagaimana dengan tuan?"
Tanya Ari balik.
"Aku?"
Tunjuk Gemintang kepada dirinya sendiri.
"Ìya."
"I don't have a grils friend.But,"
Jeda Gemintang.
"Mantan punya?"
Celetuk Ari.
Tawa Gemintang mengudara,ia terbahak bahak karena pertanyaan tersebut.
"Mana ada mantan,pacaran saja belum pernah!"
Papar Gemintang,sambil mengurangi tawanya.
"Hah?"
Kaget Arini.
Gemintañg mengangguk meyakinkan.
"Harta,Tahta dan Wanita itu bukan saja mitos sebagai kelemahan seorang pria,bagiku itu adalah sumber ketamakan seorang pria nantinya."
Tuturnya.
"Lagi pula,aku tidak punya mantan.Tapi,ditolak sudah pernah empat kali!"
Jujurnya.
"M-maksud tuan?"
"Rahasia,itu ada dipintu terdalam hatiku!"
Ujar Gemintang,sambil mengingat-ingat kembali kebucinanya jaman putih biru dahulu.
Pergelangan kirinya terasanya tersengat listrik dengan kejutan kecil,membuat dirinya sadar.Introgasinya sudah melenceng ternya.Ia keasikan bercerita,pasalnya gadis dihadapanya juga humble dan care.Mudah diajak bertukar cerita,hingga ia lupa alur interogasinya.
"Ah ya,soal keluargamu yang hilang.Apa sudah ditemukan?"
Arini diam sejenak,memilah milah kata yang cocok untuk menjawabnya.
"Sudah?"
Gemintang terperangah kecil,sebelum kembali menormalkan ekspresinya.
"Lalu,dimana mereka sekarang?"
"Mati!"
Deg
Gemintang bisa melihat perubahan raut wajah yang signifikan dari lawan bicaranya.
"Maksudmu?"
Tanya Gemintang,Ari balik menatapnya lama.
"Maaf jika aku lancang bertanya."
Ralat Gemintag.
'Ck,harga diriku jatuh hanya karena minta maaf!'
Gerutunya dalam hati.
"Mereka tiada,sekitar puluhan tahun yang lalu."
"Aku turut berduka mendengarnya."
Iba Gemintang.
"Mereka tiada membawa dosa,membuatku terluka hingga trauma.Membuat diriku tertinggal didunia yang kejam ini seorang diri,tanpa ada satupun dàri mereka yang membawaku.Aku memiliki seorang saudari,dia sangat aku sayangi.Dia juga sangat baik diantara saudaraku lainya."
Ceritanya panjang lebar.
"Jadi,kamu masih punya keluarga?"
"Iya."
'Ayo,sedikit lagi!'
Geram Gemintang dalam hati.
"Jadi,dimana mereka?"
Jeda Gemintang-dan apa hubunganmu dengan Astronot.Lanjutnya dalam hati.
"Masih ada saudariku,dua saudaraku telah tiada.Saudariku,dia-"
'C'mon!'
"Dia ada di-"
Suara tangisan yang cukup nyaring,membuat gadis itu menoleh cepat.Dirinya langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Sebentar,Astronot sepertinya terbangun tuan!"
Ujarnya sambil berlalu.
Gemintang tak bergeming,sepertinya pengaruh ilusinya juga sudah hilang.Yap,Gemintang baru saja menunjukkan bakan terpendam lainya barusan.Tekhnik yang dapat membuat seseorang berbicara jujur,hanya karena lewat tatapan mata teduhnya.
Mirip tekhnik hipnotis memang,karena sama sama menggunakan alam bawah sadar si target.Hanya saja,teknik yang Gemintang miliki ini cukup spesial.Ia tidak menggunakan perantara apa apa,hanya menggunakan pandangan yang dalam dah teduh juga lewat suara yang membuat silawan bicara percaya dan nyaman dengan situasinya saat bercerita.
Secara teknis, gendam atau hipnotis merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction, ericksonian hypnosis dan mind control (telepati, magnetism). Termasuk didalamnya metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.
Terkadang,tekhnik ini acak sekali dijadikan sebagai salah satu metode tindak kejahatan.Padahal,dari sisi lainya metode ini dapat juga digunakan untuk beberapa hal yang lebih berfaedah-tetapi masih dalam konteks jalur yang tidak melanggar aturan dan norma.
Ada juga beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mennghindari hipnotis,atau tekhnik semacamnya.Salah satunya Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan berpengaruh pada orang yang menolaknya. Seluruh proses hipnotis adalah proses self hypnosis (sugesti diri sendiri). Rasa takut korban justru dimanfaatkan oleh pelaku hipnotis.
Curiga pada orang yang baru dikenal dan berusaha mendekati. Seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.
"Sedikit lagi?!"
Geramnya.
Sedangkan dibelahan bumi lainya,dua pria tengah menatap layar laptop dihadapanya tak percaya.
"See,jadi siapa Arini Anindita William atau Arini Anindita Budiman ini?"
Tanya salah satunya.
"Ntahlah,ini membingungkan."
"Hm,benar.Dan yang paling aneh,apa hubungan Ari-ini dengan Astronot?"
Tanya pria tampan berkacamata baca tersebut.
"Ntahlah."
Jawab silawan bicara,sambil membuka baret kebangganan miliknya.
"Atau mungkin,Arini ini-"
"-Ibu Astonot?!"
Sela suara satunya lagi.
Sumber : Goggle
****
TBC
Selamat pagi readers🤗🤗
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75🇮🇩🇮🇩 MAJU DAN JAYA TERUS NEGERIKU.
Semoga lekas lepas dari genggam berbagai wabah yang mengancam negri,Amiiin.
Hallo readers semua,GG Bersaudara kembali update ya?
Gimana,masih penisirinkan?
Soal Ari ini,masih diselidiki oleh duo ganteng yo-Galaksi & Van'ar💖
Jadi readers tunggu saja,bentar lagi juga terungkap jawabanya💕
Ok,jumpa lagi dipart berikutnya ya🖑🖑
Sukabumi 17 Agustus 2020
MERDEKA🇮🇩🇮🇩
#curhat dikit