NovelToon NovelToon
ONS With Daddy

ONS With Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:493.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

"Aku hamil!"

Sebuah kalimat yang terlontar dari Adlin ditengah kehidupannya yang sedang tidak baik-baik saja.

Kehormatannya direnggut dan ayahnya meninggal setelah mengetahui kenyataan pahit putrinya.

Adlin yang bingung dengan kondisinya hanya bisa menangis, sampai ia sadar bahwa ia tengah mengandung anak dari bossnya sendiri yang sudah merenggut kehormatannya.

Mampukah Adlin hidup bersama Gibran yang arogan dan kasar serta menerima kenyataan bahwa Gibran adalah mantan suami ibu tirinya saat ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH. 09: Bukan Pria Playboy Tapi Cassnova

Setelah acara resepsi pernikahan antara Adlin dan Gibran selesai, tampak para tamu undangan mulai pergi meninggalkan tempat sedangkan Adlin dan Gibran tengah berdiri didepan pintu sambil menunggu para tamunya pergi.

"Selamat yah bro, kayaknya lo tokcer juga bisa dapat cewek yang masih muda? lo hamilin yah," bisik Leo sahabat Gibran sembari memeluk Gibran.

"Tutup mulutmu, Leo setidaknya aku tidak jomblo sepertimu," jawab Gibran melepas pelukannya.

Leo tersenyum mesum lalu beralih menjabat tangan Adlin "Udah berapa bulan mbak?"

"Maksudnya?" jawab Adlin kebingungan beserta gelapan.

"Haduh mbak gak usah polos amat, kandungan dah berapa bulan," ujar Leo menaik turunkan alisnya.

Bug!

Gibran langsung memukul pundak sahabatnya keras serta memberikannya kode untuk menjauh dari sana.

"Iya, iya gue pergi lo kejam amat sih," ujar Leo berjalan keluar dari rumah Gibran.

Sementara itu Adlin hanya tersenyum keki menatap Leo.

Setelah semuanya pergi Adlin tampak memasuki kamarnya dan merebahkan dirinya diranjang sembari memikirkan nasib dia kedepannya.

"Apa Mas Gibran bisa setia nanti? Atau mungkin setelah anak ini lahir dia bakal ninggalin aku," ujar Adlin terduduk lesu dari tidurnya.

"Kamu terlalu banyak berpikiran kotor, saya bukan pria yang suka mengkhianati seorang wanita," jawab Gibran yang rupanya mendengar semua perkataan Adlin.

"Mana tahu aku kalau diluar sana, bapak begitu," jawab Adlin.

"Jangan panggil Pak, saya suamimu bukan lagi atasanmu, panggil saya Mas," ujar Gibran melepas jasnya serta beberapa kancing kemejanya dan berjalan naik ke atas ranjang.

"Bisakah kita memulai ritual pengantin kita?" goda Gibran memeluk Adlin dari belakang.

Adlin seketika gugup mendapat perlakuan itu dan mencoba memberontak namun pelukan Gibran jauh lebih kuat.

"Jangan terlalu memberontak, ini tidak akan sakit," ujar Gibran berbisik risih ke telinga Adlin.

Adlin tampak memejamkan matanya dan meneteskan air mata karena ketakutan, mengetahui hal itu Gibran tersenyum geli dan melepas pelukannya.

ia kemudian berjalan ke arah lemari baju dan mulai melepas pakaiannya satu persatu.

"Bisakah kau mengganti baju dikamar mandi dasar tidak tahu malu," protes Adlin.

Gibran sekilas tersenyum lalu melilitkan handuk dipinggangnya dan berjalan ke arah Adlin.

"Sebaiknya kau segera mandi dan bawa baju gantimu atau aku akan terpaksa melihat badan telanjangmu untuk kedua kalinya," ujar Gibran.

"Dasar gila!" ujar Adlin mengambil handuk dan baju gantinya.

Ia kemudian berjalan ke dalam kamar mandi sedangkan Gibran hanya tersenyum dan mulai memakai baju koko yang sudah dia siapkan.

Gibran menatap baju itu kemudian memakainya serta mengambil sebuah peci namun entah bagaimana ia merasakan bahwa hatinya merasakan getaran lain di saat dia menatap baju koko serta peci ini.

"Kapan terakhir aku sholat?" gumam Gibran meneteskan air matanya dan memakai pecinya.

Tak lama kemudian Adlin keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidurnya.

"Nah gini kan cantik, jadi seger saya lihatnya," ujar Gibran mengambil sebuah bungkusan dari dalam lemari.

"Gak usah ngada-ngada yah pak," gerutu Adlin mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.

"Itulah dirimu, dipuji salah, diapa apain juga lebih salah,"

"Saya gak perlu pujian yang keluar dari mulut bapak," jawab Adlin memutar kedua bola matanya kesal.

Gibran lagi-lagi hanya tersenyum lalu menarik tangan Adlin untuk duduk diranjang.

"Eh apa ini?"

"Diam! ini Perintah!" bentak Gibran memakaikan mukena ke Adlin.

"Kita mau ngapain sih Pak?" tanya Adlin, sebuah pertanyaan bodoh yang seharusnya tidak dia tanyakan.

"Sholat Isya," jawab Gibran singkat.

"Bapak bisa sholat? Cih kukira dah gak punya agama," ucap Adlin meremehkan.

"Saya cuma banyak dosa bukan lupa sholat, sebaiknya tutup mulutmu karena saya mau Azan," jawab Gibran yang membuat Adlin terdiam.

Gibran kemudian mulai mengumandangkan azan serta Adlin menggelar sajadahnya.

"Sebenarnya dia iman, yang baik tapi karena keadaan saja yang membuatnya begini, tapi dia cukup baik walaupun agak kasar," ujar Adlin dalam hati.

Setelah itu Adlin dan Gibran mulai melaksanakan sholat dengan keadaan khusyuk tanpa gangguan, setelah mengucapkan salam Adlin kemudian membaca doanya dan naik ke atas ranjang sedangkan Gibran masih terus berdoa.

"Dia doa apa sih kok lama banget?" pikir Adlin terduduk diatas ranjang sembari sesekali menguap karena mengantuk.

Lama Adlin menunggu sampai akhirnya ia memilih melepas mukenanya dan tidur diatas ranjangnya sedangkan Gibran masih terus berdoa dan entah apa doanya.

Tak cukup waktu lama Adlin sudah terbuai oleh mimpi sehingga setelah Gibran menyelesaikan doanya dia sudah mendapati istri mungilnya tengah tertidur pulas.

Gibran kembali tersenyum dan naik ke atas ranjang untuk tidur disamping Adlin, setelah ia merebahkan tubuhnya diranjang, Adlin tampak membalikkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di dada Gibran dalam keadaan masih tertidur.

Gibran kembali tersenyum dan dari tadi Otor nulis senyum mulu yah, lalu Gibran mengelus kepala Adlin lembuf.

"Maafkan saya merusak hidupmu tapi saya akan jadi yang terbaik kedepannya,"

Ditengah suasana itu, Gibran kemudian perlahan mencium kening Adlin namun gagal ketika sebuah gedoran langsung membangunkan Adlin.

"Daddy? Mommy? Bukain pintunya ini Aulita," teriak Aulita menggedor kamar kedua orang tuanya.

Gibran kemudian berjalan membukakan pintu untuk putrinya dan mendapati Aulita tengah tersenyum polos di hadapannya.

"Boleh aku tidur dikamar Daddy?" tanya Aulita menerobos masuk dan langsung memeluk Adlin yang masih belum menemukan nyawanya.

"Mom, aku mau tidur disini yah," ujar Aulita naik keatas ranjang dan tidur disamping Adlin.

Adlin mengangguk dan memeluk Aulita sembari menidurkan badannya kembali ke ranjang di susul Gibran yang ikut tidur sehingga mereka kini telah tertidur dengan pulasnya.

- TBC

Benih Benih cinta bukan sihhh

1
Annie Soe..
Bab 1 kagi di revisi,
bab 2 ? huuu langsung kejaammm...
Lanjuuttt...
Ibuk Kumaiyah
Luar biasa
Dyah Oktina
kasihan thor... suami masih boleh nengokin debay d dalam perut selama tdk ada masalh dgn kandungan istrinya... malah semakin tua umur kandungan bagus unk membuka jalan lahir..asal d lakukan perlahan2.... begitu 👍🏻
Dyah Oktina
eh..... belum jd suami istri... kan baru besok mau nikahnya... lupa ya thor... terlalu banyak judul yg d tulis nih kayaknya.. 🤭
Ridz 🔹: duh ibu ini novel lama blum revisi wkwk
total 1 replies
Meyke Joyce Rantung
Koq Sasa ....
Meyke Joyce Rantung
Aulia sudah 10 tahun, tapi...masih kecil ya😅
Meyke Joyce Rantung
Bukannya Alea itu kembaranx Gibran...Koq jadi adik tiri
Ridz 🔹: ini karya lama banyak cacat logikanya kak, aku ga saranin buat dibaca hehe
total 1 replies
Sri Rahayu
maaf thor d kepalaku lanksunk ada fikiran anak q adalah anak n cucu mama tiri q...y salaammm 🤦‍♀️maaf y thor😁😁😁🙏
Sri Rahayu
sadis man......
umi b4well (hiatus)
ini othor satu satunya yg bikin saya ngakak ngikngik setiap naca novelnya
umi b4well (hiatus)
oke deh.lagian udah trauma saya..
umi b4well (hiatus)
waduh....panjang bangat sedang direvisi
umi b4well (hiatus)
hahaha😂😂😂😂
Eli Masmuda
baru mulai baca thor
Dengpa 78
sadis juga ini othornya 😂😂
Made Elviani
benih" cinta .......iya kyaknya walo Gibran perlu perjuangan
Made Elviani
harusnya kalo punya masalah kan lbh baik d bicarakan dgn suami loh sbg pasangan suami istri .......lah ini kok Zuhra malah curhat n minta tolong ya sm Rizwan ..,....n memilih cerai dr Gibran .......gimana gitu ya pemikiran Zuhra ......pusing sendiri akunya
Made Elviani
suka n Jonny banget dih main ancam" mulu
Made Elviani
gak asyik gak bisa baca part 1nya Ridz
Ndhe Nii
ini sih sama dg perkosaan...bisa d laporkan dan dalam keadaan sadar serta masih menyakiti....😀...tp berhubungan ini sebuah novel...okelahh... gimana othorr mengemasnya hingga mudahan jd bacaan yang okeee... lain dr yg lain..🙏😀😀🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!