Zheyara : "Aku berjanji akan membebaskan kalian dari lingkaran kematian ini, meskipun sedikit mustahil bagi diriku sendiri".
Misteri, ya dunia ini adalah misteri dan teka-teki dan orang yang paling banyak mengetahui semua misteri itu adalah perwujudan sosok misteri itu sendiri.
misterius, cover yang sangat menarik dari diri seseorang. Dalam diamnya, terdapat banyak rahasia yang dipendam, dalam sunyi banyak hal yang terusik, dan dalam sepi banyak sesuatu yang menari sehingga menciptakan suatu misteri.
"Aku tak akan membunuh kalian semua tetapi bukan berarti aku melupakan dendamku. Hanya saja aku merubah arah panah dendam itu menjadi 2 sisi yang sangat tajam sekaligus menyenangkan bagiku. Satu sisi membuatku menjadi kuat dan Istimewa, dan satu sisi lainnya membuat orang yang membenciku lebih terluka berkali" lipat untuk sekedar melihatnya daripada terluka karna pembalasan sebuah dendam".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azyhra Angkasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puncak Terpecahnya Kekaisaran Merak Putih
Keluarga kaisar pun dibawa dan dipindahkan ke taman belakang istana, karena saat ini bagi mereka sudah tidak ada tempat yang aman lagi. Menurut mereka hanya taman belakang yang tidak pernah ada sejarahnya musuh menyerang wilayah kekaisaran bagian itu.
Sedangkan para tamu undangan dan yang lainnya dibantu untuk dievakuasi melewati jalur lain yang dirasa lebih aman dan tidak terlalu berbahaya oleh pemimpin prajurit.
Zheya, bocah balita itu pun saat ini juga merasa ketakutan. Zheya berada di dalam gendongan ibunya saat ini.
Mereka semua pun menuju taman belakang istana kekaisaran yang sebelumnya mereka kira akan aman dari kejaran para penyusup itu.
Tapi sayangnya justru saat mereka sampai di taman belakang istana kekaisaran, ternyata sudah ada sesuatu yang menghalau mereka di depan.
Tiga orang berpakaian sama seperti pasukan ninja hitam tadi, hanya saja bedanya mereka mekakai topeng kaca berwarna perak. Ketiga orang itu sudah ada lebih dulu sebelum mereka semua sampai di taman belakang istana.
"Siapa kalian dan apa tujuan kalian datang menyerang istana?" teriak Bibi Miangyi dengan suara yang menggema dan sedikit bergetar karena masih shock.
Ketiga orang itu pun membuka kain hitam penutup mukanya dan topeng kaca perak yang mereka gunakan untuk menutupi wajahnya, dan ternyata mereka bertiga adalah saudara-saudara Xialie, ketiga paman Zheya.
Mereka semua sangatlah terkejut dan tidak menyangka saat melihat wajah ketiga orang yang berada di balik jubah ninja hitam itu ternyata adalah anggota keluarga mereka sendiri.
Xialie dan ibu suri Xiziling yang sangat terkejut karena tidak pernah menduga akan ada penyerangan dari anggota keluarganya sendiri seperti ini.
Mereka berfikir bahwa kejadian 5 tahun lalu yaitu pernikahan dan penobatan Xialie dan Rembaya menjadi kaisar dan permaisuri baru, sudah mereka relakan karena sudah sekian lama tidak ada kericuhan apa-apa, tetapi dugaan mereka semua salah, kini ketiga pangeran itu datang untuk balas dendam.
Dan kedua orang tua mereka sebenarnya juga tetap memberikan mereka bagian yaitu sebidang tanah luas di beberapa wilayah.
Tetapi tetap saja, menurut ketiga pangeran itu, tanah itu tidak sebanding dengan yang mereka berikan kepada adik bungsunya Xialie, maka mereka datang kembali untuk merampasnya setelah menunggu saat yang tepat bertahun-tahun.
"Kalian pikir kami akan diam saja menerima ketidakadilan dari kalian? Dan kalian berharap bisa bersenang-senang di atas hak-hak kami yang kalian rampas?"
"Cih jangan harap."
Mereka semua langsung menyerang serta berusaha melukai bahkan menewaskan semua keluarga mereka sendiri agar mereka bisa merampas kembali hak mereka.
Senjata terlempar di mana-mana, banyak para tamu undangan yang sebenarnya masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Zheya banyak yang tewas, stok bahan pangan dan harta kekaisaran juga dicuri oleh mereka.
Peristiwa itu terus berlanjut dan menjadi sebuah peperangan, pasukan sekutu ketiga pangeran itu pun ikut membantu mereka untuk mengacaukan kekaisaran. Setidaknya ada dua kekaisaran yang menjadi sekutu para pangeran dan pasukan ninja itu.
Hingga peperangan memang sudah tak bisa lagi dihindari, jumlah mereka para penyerang itu melebihi 15.000 pasukan sedangkan jumlah pasukan yang saat ini dimiliki istana hanya 10.000 prajurit dan 100 jendral perang saja.
Warga pun juga terkena dampaknya, harta mereka juga dirampas dan mereka ikut dilukai jika mereka tidak mau menyerahkan semua harta mereka.
Sampai tiba di puncaknya pada sore hari. Saat salah satu pasukan ninja hitam itu pun berhasil melukai Xialie adik bungsu mereka. Kejadian itu pun berhasil menewaskan janin yang ada di kandungannya.
Xialie, yang pada saat itu tidak mengetahui bahwa dirinya sedang hamil pun terkejut dan menangis sejadi-jadinya. Dirinya kehilangan calon anak keduanya karena ketiga kakaknya sendiri.
Kaisar Rembaya yang mengetahui bahwa Xialie keguguran pun ikut panik dan berusaha menenangkan Xialie. Ia merasa bersalah karena tidak bisa melindungi anak dalam kandungan Xialie. Bahkan, ia juga tidak mengetahui bahwa Xialie sedang hamil.
Ketiga saudara-saudara Xialie yang sudah berhasil menewaskan hampir seluruh keluarga Kaisar Mingyhu dalam kurun waktu kurang dari 1 hari.
Ketiga pangeran itu pun merasa puas terlebih saat mengetahui bahwa Xialie kehilangan janinnya yang juga merupakan anaknya. Mereka pun pergi meninggalkan Istana Kekaisaran Merak Putih yang telah hancur berantakan itu.
Pesta itu pun akhirnya tidak dapat dilanjutkan, keluarga Kekaisaran Merak Putih sedang berduka, banyak keluarga mereka yang tewas di peperangan itu.
2 hari setelah peperangan
Xialie sangat sedih karena janinnya gugur di peperangan itu, ia mengurung diri berhari-hari di kamarnya dan tak mau menemui siapapun kecuali ibu suri yang merupakan ibu kandungnya dan Zheya seorang saja.
Xialie tidak mau bertemu dengan orang istana yang lainnya termasuk Kaisar Rembaya suaminya.
Kaisar Rembaya pun merasa sangat bersalah pada istrinya, semenjak saat itu pun kaisar Rembaya berubah menjadi lebih baik dan selalu ada di sisi istrinya.
Seminggu kemudian, berkat bujukan dari Kaisar Rembaya dan juga ibu suri yang memberinya pengertian secara perlahan bahwa meninggalnya calon anaknya itu memang sudah takdir yang tak dapat dihindari oleh siapapun, akhirnya Xialie pun luluh dan kembali ceria lagi seperti sedia kala lagi.
Sejak saat itu sikap Kaisar Rembaya pun jadi berubah, ia memperbaiki hubungannya dengan Xialie dan Zheya, ia tidak mau kehilangan keluarganya lagi seperti pada saat ia kehilangan anak yang masih dalam kandungan istrinya.
Kaisar Rembaya pun berkerja keras untuk membangun kembali Kekaisaran Merak Putih dengan tangannya.
Kaisar Rembaya juga memperkuat sistem keamanan dan pertahanan di wilayah kekaisaran sampai perbatasan kekaisaran, agar kejadian penyerangan dadakan ini tidak akan pernah terjadi lagi.
Sampai pada masanya, Kekaisaran Merak Putih pun menjadi sangat maju karenanya. Dan hal itu menjadikan Kaisar Rembaya kini menjadi sangat sibuk mengurus banyak hal, sampai ia sendiri juga harus pergi dan menyelesaikannya sendiri ke sana.
Sejak Kaisar Rembaya pergi untuk menjalin kerja sama antar kekaisaran, Rheyana sering sekali menuduh dan menghukum Zheya seenaknya yang mengakibatkan Zheya seringkali mendapat beberapa hukuman pukul dan cambuk karena dituduh mencuri dan masih banyak lagi.
Xialie yang selalu membela Zheya pun juga sering menjadi pelampiasan saat mereka sedang kesal dan marah.
Mereka suka sekali menindas orang lain, tak hanya Zheya dan Xialie tetapi juga para prajurit dan pelayan istana.
Saat kabar tentang hal itu terdengar di telinga ibu suri, ibu suri pun langsung marah dan mengamuk serta mengusirnya dari istana.
Ibu suri pun memindahkan Rheyana ke paviliun mewah yang letaknya jauh dari istana kekaisaran agar ia tidak kembali lagi dan menyiksa anak dan cucunya.
9 tahun kemudian
Ibu suri bermimpi sesuatu yang buruk tentang keluarganya. Ibu suri bermimpi bahwa ketiga putranya yang menyerang dan menghancurkan istana saat pesta ulang tahun Zheya 9 tahun yang lalu.
Dan karena kejadian 9 tahun yang lalu itu menyebabkan Zheya menjadi sangat trauma dan tidak mau merayakan dan menghadiri pesta apapun lagi karena kejadian itu.
Ibu suri pun bangun dengan nafas yang tersengal.
"Apa yang akan terjadi, ada apa ini, apakah ini sebuah pertanda bahwa kejadian 9 tahun lalu akan terulang lagi dan benar-benar akan memusnahkan Kekaisaran Merak Putih?"
"Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi, aku akan menemui seseorang untuk bertanya tentang mimpi ini."
Ibu suri pun berencana ingin pergi ke bukit tua yang terletak di sebelah barat kekaisaran Dhayu, tempat itu adalah tempat seorang kenalannya yang merupakan seorang penasihat agung yang sudah sepuh.
Meskipun pertahanan dan keamanan Kekaisaran Merak Putih saat ini sudah jauh lebih kuat daripada masa sebelum-sebelumnya.
Meskipun begitu Xiziling tetap merasa tidak tenang apalagi putra-putranya itu belum mendapatkan apa yang mereka incar sesungguhnya, mengingat putra-putranya yang juga orang-orang yang nekat untuk memenuhi ambisi gilanya.
Sebenernya Xiziling pun tak tega berpisah dan meninggalkan Xialie dan Zheya, anak dan cucu tersayangnya itu apalagi saat ini Kaisar Rembaya belum juga pulang. Tetapi semua ini demi kebaikan mereka semua jadi mau tidak mau Xiziling harus tetap pergi.
Tetapi sebelum dirinya pergi untuk menemui penasihat agung itu, Xiziling sudah menyiapkan dan mengosongkan tiga hari jadwalnya untuk menghabiskan waktu bersama cucu dan anaknya sebelum ia pergi ke bukit tua itu.
Xiziling pun menggunakan waktu tiga hari sebelum dirinya pergi itu dengan bermain bersama Zheya yang saat itu berusia kurang lebih 14 tahun dan Miangji kecil yang baru berusia 3 tahun, mereka membuat memori-memori indah bersama walau dengan waktu yang sangat singkat.
Waktu berlalu, saat ini sudah tiba waktunya Xiziling harus pergi meninggalkan Istana Kekaisaran Merak Putih, hanya saja ia harus pamit terlebih dahulu kepada Xialie, Zheya dan Miangji.
Terlihat dua anak perempuan sedang bermain bersama dengan ditemani seseorang perempuan dewasa. Mereka adalah Zheya, Miangji dan Xialie yang sedang mengawasi mereka main.
Xiziling pun menghampiri mereka dan memberitahu tentang kepergiannya itu. Mereka terlihat seperti tidak rela mengizinkan Xiziling untuk pergi tetapi akhirnya mereka tetep memberinya izin setelah Xiziling beritahu mimpinya dan firasatnya.
"Nenek, sebenernya Zheya masih ingin terus bersama nenek dan bermain bersama seperti kemarin, tetapi Zheya mengerti nenek punya urusan lain di luar istana," Zheya menunduk sedih.
"Sebenarnya ibu pun juga sama sepertimu Zheya yang tidak rela nenek pergi, tetapi mengertilah nenek punya suatu urusan yang harus diselesaikan demi kebaikan keluarga kita," beo Xialie berusaha memberikan pemahaman.
"Baiklah kami mengizinkan nenek pergi asal nenek berjanji harus kembali dengan secepat mungkin dengan selamat ya," sambung Miangji kecil sambil mengulurkan kelingking kecilnya ke arah Xiziling.
Xiziling pun hanya tersenyum saja, ia pasti akan mengusahakan hal yang dipinta Miangji yaitu kembali ke istana dengan cepat karena sebenarnya saat di sana sudah bisa ia pastikan kalau dirinya sangat rindu dengan mereka.
Hanya saja dirinya tidak bisa berjanji untuk pulang dengan cepat, karena di sana pasti banyak hal yang terjadi tanpa ia duga sebelumnya dan tidak secepat itu serta butuh waktu untuk menanganinya.
Xiziling pun pergi dengan membawa kantong besar yang berisi koin emas dan segala keperluan yang akan ia butuhkan di sana.
Semangat Thor 💪
smngt
smngt thor
naik ke atas pohon.