NovelToon NovelToon
MEWUJUDKAN CITA-CITA.

MEWUJUDKAN CITA-CITA.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / CEO / Kebangkitan pecundang / Kehidupan di Kantor
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: RST

Pada suatu ketika, terlihat seorang pemuda dengan pakaian yang tak layak pakai sedang berjalan. Pemuda tersebut terlihat keletihan, entah mengapa pemuda itu seperti seorang yang belum makan berhari-hari. Karena dari tubuhnya, sudah terlihat sangat kurus kering, membuat siapa saja yang melihatnya merasa kasihan.

"mah, pah. Aku telah dewasa, ternyata benar apa yang kalian katakan dulu. Dewasa sangat tidak menyenangkan, banyak masalah yang ku pendam sendiri, dan aku sangat kesepian sekarang, tak ada teman maupun keluarga yang mau membantuku disaat susah kini," ucap pemuda tersebut didalam hati.

Berjalan tidak tentu arah, pemuda bernama asli Rifki Edrea kini singgah sebentar, dia berhenti sejenak untuk melepaskan rasa lelah habis perjalanan jauh. Walaupun dia tidak memiliki uang sekarang, tetapi rifki masih memiliki persediaan air dikantung celana nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RST, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemandian Air Panas.

Di pagi hari yang cerah, hari begitu terang dan indah di langit pagi, kini Rifki telah berada di depan teras rumah kost. Setelah kesibukkan kemarin usai, saat ini ia sudah menjadi yaitu pengangguran kembali.

Apalagi, mungkin status tersebut nanti akan lama melekat di dirinya. Memang mencari pekerjaan begitu susah, dan hampir di setiap daerah negara ini kehabisan stok lowongan pekerjaan.

Namun, walau negara ini terkena dampak inflasi, tetapi negara maju ini dapat kelola dengan baik seluruh inflasi dengan banyaknya manusia pengangguran.

"Masih pagi bro! Sudah ada cofe aja," sapa Tomi sambil tersenyum.

"Hehe, begitulah bang! Seperti yang dilihat," ucap Rifki sambil menyengir.

"Hari ini ada rencana apa bro?" tanya tomi.

"Enggak ada bang, mungkin seharian berada di rumah kost," ucap Rifki jujur.

"Ya, kalau begitu akan bosan dong! Apa tadi bocah sebelah sudah keluar?" tanya tomi.

"Anak sebelah siapa bang? Bang fraswa?" tanya Rifki dengan bingung.

"Betul, apa dia udah keluar kamarnya?" tanya tomi.

"Belum bang! Kayaknya enggak pulang tadi malam," ucap Rifki.

"Wah, anak itu benar-benar songong! Saat sedang di butuhkan tidak ada," ucap Tomi kesal.

"Haha, memang untuk apa bang kalau ada?" tanya tomi penasaran.

"Kita bisa jalan-jalan gratis," ucap Tomi sambil menyengir.

"Wah, lu penikmat gratisan bang!" ucap Rifki meledek.

"Pasti dong! Karena begitu indah gratis!" ucap Tomi santai.

Mereka lalu mengobrol bersama, tentu sambil menunggu orang yang mereka tunggu. Saat sedang mengobrol, Rifki pun kemudian mulai meminjam ponsel dan melakukan trading.

Walau pasar saham luar belum buka, namun demi mengejar uang banyak, ia relakan waktu pagi untuk analisa. Dan semua pekerjaan ini, memang tidak memiliki bos.

Seusai selesai analisa, Rifki lantas membeli coin terbaik di pagi hari. Tentu, harus memiliki pertimbangan khusus dengan prediksi harga tersebut.

Ketika sudah di beli, kini ia hanya tinggal menunggu saja perubahan harga coin. Dan tak lama kemudian, akhirnya orang yang mereka tunggu pun datang.

"Dari mana lu bro?" tanya tomi santai.

"Biasa, pamit undur diri ke mansion!" ucap Fraswa.

"Wah! Dapat uang dong," ucap Tomi santai.

"Ck! Uang melulu bos, ohhiya kenapa kalian masih disini? Apa sudah selesai proyek kalian?" tanya Fraswa.

"Begitulah bos! Kami pengangguran lagi," ucap Tomi.

"Bas-bos saja lu, mending dari pada boring di kost, mari kita jalan-jalan," ucap Fraswa ajaknya.

"Nah, ini yang ditunggu-tunggu!" ucap Tomi sambil tersenyum.

"Ck! Mau jalan-jalan kemana rif? Apa ada tujuan?" tanya Fraswa meminta rekomendasi.

"Enggak tau bang! Saya belum pernah jalan-jalan jauh," ucap Rifki jujur.

"Yasudah, kalau begitu biarkan saja yang rekomendasi babang!" ucap Tomi dengan penuh percaya diri.

"Yaudah, mau kemana?" tanya Fraswa.

"Pemandian air panas aja bro! bukankah waktu itu kita ingin kesana?" ucap Tomi mengingatkan.

"Hmm! Iya juga, yaudah rapi-rapi sana, kalau orang tampan ini sudah rapi," ucap Fraswa memuji diri.

"Siap, tuan muda keluarga kaya!" ucap Tomi menyindir sembari bangkit dari kursi depan rumah kost.

Walau disindir, namun Fraswa tetap tenang dan tersenyum. Ia sangat tau bagaimana tabiat Tomi, apalagi keseharian orang itu, dan ia sudah lama bersahabat dengan tetangga kostnya tersebut.

setelah semua rapi, mereka lalu memasuki mobil milik Fraswa. Mereka kemudian pergi meninggalkan rumah kost dengan gunakan mobil Fraswa.

"Ohhiya, setelah ini kalian memiliki aktifitas apa? Apakah akan ada gebrakan baru?" tanya Fraswa.

"Enggak bro! Kami mungkin menunggu lagi pekerjaan baru, dan kami mungkin menunggu sembari jalan-jalan," ucap Tomi.

"Wah! Sayang sekali dong, bagaimana kalau lu berdua ikut di perusahan milik sendiri," ucap Fraswa menawarkan.

"Perusahan apaan? Bukankah saat ini lu masih kuliah?" tanya tomi heran.

"Ya, memang saat ini sedang kuliah, tetapi ini ada niat membuka perusahan. Dan sayang kalau uang banyak tetapi tidak di gunakan hal baik," ucap Fraswa jujur.

"Asik, enak bang! Kalau memiliki uang banyak tinggal sat-set," ucap Rifki.

"Konfliknya banyak bro! Kalau memang lu ingin tau, walau memiliki banyak uang pun tidak membuat hati senang!" ucap Fraswa.

Fraswa lalu menjelaskan bagaimana keluarga besarnya tersebut. Walau Rifki adalah teman baru, namun melihat kebersamaan dengan Tomi begitu lekat, ia pun menjadi tidak segan untuk menceritakan keluarganya.

Dan Tomi, ia membantu Fraswa untuk beri Rifki pengetahuan tentang keluarga besar Fraswa dengan pengetahuannya. Dan itu bagaimana keluarga konglomerat hidup dalam keseharian.

"Wah, cukup parah bang! Saya kira setelah memiliki uang dan status, bukan hanya akan di hormati saja," ucap Rifki sambil menampilkan wajah kasihan.

"Enggak rif, semua memang seperti cerita tadi benar adanya! Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, pasti akan ada perubahan seiringnya jalan waktu," ucap Fraswa.

"Dan menjaga sikap itulah yang di perlukan oleh keluarga konglomerat, karena mula dari situ kita di hormati," ucap Fraswa lanjut.

"Lalu bang, apa saat ini keluarga besar bang fraswa mengetahui pertemanan dengan bang tomi?" tanya Rifki penasaran.

"Tidak! Mereka mana mau tau, karena setahu mereka saya berteman dengan kasta yang sama dengan keluarga," ucap Fraswa jujur.

"Lalu, bagaimana jika mereka tau bang?" tanya Rifki.

"Mungkin saya akan di adili, dan di beri banyak amarah oleh keluarga. Namun apapun yang terjadi, semua tidak merubah siapa pewaris dalam keluarga rif, maka dari itu saya menyingkir lebih dulu sebelum perebutan kekuasaan terjadi," ucap Fraswa jujur.

"Ternyata selain bersaing di bisnis, kalian itu bersaing dalam keluarga juga bang, begitu menyeramkan," ucap Rifki merinding.

"Haha, enak mana dengan kalian? Hidup bisa saja berubah, namun kalian harus sedikit berjuang lebih, atau kalian berada seperti saya yaitu lingkaran iblis berwujud manusia?" ucap Fraswa bertanya.

"Seperti Kamilah, hidup tenang tanpa adanya keributan apapun," ucap Tomi.

"Ya, benar apa yang di katakan bang Tomi," ucap Rifki sambil mengangguk.

Tidak berselang lama, akhirnya mereka pun sampai di pemandian air panas. Mereka lalu turun dari kendaraan sport Fraswa, dan lantas berjalan memasuki area dalam pemandian.

"Ramai banget, apakah mereka mandi?" tanya Rifki heran dan membulatkan mata.

Melihat banyak pengunjung, Rifki sangat terkejut. Apalagi semua pengunjung wanita hanya memakai bikini, dan ada pula yang hanya memakai dalaman.

Tentu saja, ini hal pertama kali di lihat selain di internet, dan mungkin menjadi pengalaman bersejarah dalam hidupnya. Tapi, berbeda dengan Tomi, ia malah terlihat terkesan cuek melihat banyak melon gantung.

"Kalian mau ganti pakaian atau langsung?" tanya Fraswa.

"Pasti sikat langsung dong, cukup buka celana panjang saja!" ucap Tomi santai.

"Yaudah, kalau begitu mari kita lakukan!" ucap Fraswa sambil tersenyum.

"Jangan bengong, kayak enggak pernah lihat wanita tanpa busana saja," ucap Tomi sindir.

"Haha, tau rif! Santai saja, kalau memang ada yang suka, sikat saja!" ucap Fraswa sembari tertawa.

1
ahmad sudrajat
Luar biasa
jalowos wos
Lumayan
Nrimo Ing pandum666
Luar biasa
ラマSkuy
menarik untuk masuk list fav saya 😁👍
lanjut thor
Yani Yan
lumayan
babang chabiyy
bagus
Andri S.
up lagi thorr
Jeger Widjaja
bagus broo
Adri Pratama
lanjutkan thor, jangan lama2 break nya
Shakri Aziz
Luar biasa
Baksoo Tempelenv
Visi misi di kepala setiap orang berbeda mas, anda harus mengetahui terlebih jauh teman anda sebelum memberikan sesuatu.
Was pray
frasa ternya tega juga memperalat temannya sendiri, aku kira fraswa tulus berteman dengan rifki, gak taunya ada udang dibalik rempeyek...ya gosong lah si rifki..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Was pray
tomi sok pintar biar dikira orang berpengalaman, sok tampil elegan padahal jajan aja ditraktir, malu maluin rifki dan frasyawa
Was pray
ceritanya bagus tapi sayang sudah tamat sebelum ceritanya tuntas..
Baksoo Tempelenv: Lanjut membacanya kak, saat ini sudah hadir bab-bab terbaik dari novel ini
total 1 replies
maldi Suryana
semangat bang ditunggu up nya
Millennium Earl
Sangat menghibur, aku sekarang menjadi penggemar setia dari penulis ini.
Baksoo Tempelenv: makasih atas supportnya kak
total 1 replies
Lia_Vicuña
Wuih, jadi terinspirasi.
Baksoo Tempelenv: Alhamdulillah kak, semoga nyaman dengan ide saya ini
total 1 replies
La Otaku Llorona <33
Seru banget, ayo cepat update next chapter nya thor! 🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!