NovelToon NovelToon
Kamu Bukan Ahli Dokter

Kamu Bukan Ahli Dokter

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Dokter / Tamat
Popularitas:40k
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Seorang pemuda yang bercerai dengan istrinya pergi ke desa untuk mengubah dirinya. Suatu hari saat pemuda itu membersihkan gudang belakang dia menemukan satu buku kuno yang berisi tentang jenis tanaman. Awaln perjalanan di mulai oleh pemuda itu dengan berbagai hal yang tidak disangka dia temukan hingga dia menemukan sang pujaan hatinya yang sesungguhnya. Jika ingin tahu ceritanya silakan baca jika ingin tahu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBAD 9

Santo mendengar perkataan dari Irfan langsung berkata,”Apa kamu tidak mau menampung aku di sini. Aku sudha tidak memiliki tempat lagi setelah ayahku datang dan berkata akan mengusirku. Apa lagi kamu sudah melihat tadi malam pakaianku saja sudah dibawa ke tempat kamu.”

“Jadi kamu akan tinggal disini untuk waktu yang lama,”ucap Irfan. Snato yang tidak bisa berkata hanya bisa tertunduk diam saja. Tapi Irfan juga ingin tahu kenapa Santo bisa diusir dari rumah ayahnya apalgi Santo adalah anak kandungnya sendiri.

“Kenapa kamu di usir dari rumah apa yang sudah kamu lakukan sampai ayah kamu marah Santo,”kata Alina yang mendulukan Irfan yang juga ingin bertanya tentang itu semua. Santi tertunduk dan terdiam tidak tahu apa yang harus dia ceritakan kepada mereka berdua.

“Jika aku menceritakan kepada kalian berdua. Apa aku akan di terima di kampung ini?,”ucap Santo yang dirinya sudah merasa putus asa. Irfan dan Alina hanya menganggu saja sampai dimana Santo melihat ke arah mereka berdua.”Baiklah aku akan ceritakan apa yang sudah terjadi dengan diriku dan ayahku,”ucap Santo.

“Ayahku adalah Baron aku juga memiliki saudara tiri tapi berbeda ibu setelah ibu kandungku meninggal. Ayahku menikah dengan wanita itu dimana saat mereka masuk ke rumah kami. Istri dari ayah sudah memiliki anak dimana anak itu bernama Jaya. Karena perbedaan otak mungkinayah pilih kasih dan lebih percaya kepada Jaya dari pada aku. Karena ayah tahunya aku membuat masalah saat itu?,”ucap Santo.

“Apa maksud kamu saat itu?,”ucap Irfan.

“Itu saat aku hendak menolong seorang warga yang di keroyok oleh preman wilayah lain. Tapi saay aku menolong ayahku melihatku bersama dengan Jaya. Di situ adalah kesalahpahaman membuat ayahku marah. Aku juga tidak tahu dimana kesalahpahaman itu hingga sekarang ayah percaya kepada Jaya. Apa yang aku lakukan dimata ayahku itu hanya membawa masalah,”kata Santo.

“Apa ini jebakan untuk kamu dari Jaya yang ingin mengambil apa yang kamu miliki,”kata Irfan.

“Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu Irfan itu tidak mungkin. Bisa jadi ini semua karena Santo tidak berpikir panjang saat menolong,”ucap Alina. Santo yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja. Karena tidak ada yang mau mendengarkan cerita dari Santo saat semua orang menjauh darinya.

“Terima kasih sudah mau mendengarkan ceritaku,”ucap Santo yang pada saat itu dia menangis membuat keduanya terkejut.”Hai kamu kenapa menangis,”ucap Irfan yang tidak bisa berkata apa-apa.

“Iya bukan maskud aku menyalahkan kamu, tapi kanapa kamu menangis Santo. Maaf jika aku membuat kamu tidak enak,”kata Alina yang merasa bersala. Santo hanya menggelengkan kepalanya saja kepada mereka hingga topik lain berubah dimana Irfan untuk mencarikan orang untuk menguji produknya. Karena Irfan sudah memutuskan untuk produk kecantikan ini yang mengurus adalah Alina dan Santo untuk menemaninya.

Irfan yang pergi ke pasar untuk menjual obat yang dia buat sementara Alina dan Santo mencari ornag untuk menguji produknya. Di pasar yang biasa saja Irfan mulai berjualan. Tapi hari itu tampak berbeda dari biasanya dimana pasar sangat ramai. Irfan yang tidak perduli dengan siapa yang datang hanya bisa menjual obatnya.

Setelah obat sudah habis Irfan kembali ke rumah tampak ada beberapa orang di dalam rumahnya. Irfan masuk dan melihat apa yang sedang terjadi.”Ada apa ini?,”ucap Irfan yang melihatnya.

“Kami sudah membawa beberapa orang untuk menguji obat jerawat, pemutih kulit dan parfum mawar merah yang kamu buat kepada mereka,”ucap Alina menjelaskannya.

“Tapi mereka semua yang sedang mengambil ketiga hal itu ya?,”kata Irfan. Sementara keduanya hanya bisa menganggu saja tanpa ada yang perlu dibicarakan lagi. Alina yang sudah memberikan obat itu kepada semua orang Santo yang menertibkan mereka hingga satu dari mereka seorang wanita yang sama sekali tidak perduli dengan obat yang dibuat oleh Irfan.

“Aku tidak ingin mencoba obat yang jelas itu akan memburuk jerawatku,”kata wanita jerawat.

“Jika anda tidak merasa yakin dengan obat yang kami buat ini. Kita bisa manggung seluruh pengobatan jika ada masalah dengan obatnya, bagaimana?,”ucap Irfan.

“Baiklah aku akan mencobanya jika ada masalah aku akan datang lagi ke sini. Awas saja jika wajahku tambah buruk lagi aku akan melaporkan kalian bertiga ke kantor polisi,”ucap wanita jerwat yang segera pergi dari rumah Irfan. Setelah semua sudah selesai Irfan dan Santo membersihkan semua barang yang ada.

“Akhirnya telah selesai juga,”ucap Alina yang bisa duduk.

“Bagaimana apa menyenangkan Alina?,”kata Irfan.

“Apa yang kamu katakan Irfan bagaimana ini bisa menyenangkan,”kata Santo. Irfan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja hingga mereka semua bisa kembali ke tempat masing-masing setelah makan malam.

Pagi datang disaat semua sudah bangun Irfan yang sedang menyiapkan makanan.Santo yang sedang bersih-bersih melihat Alina datang membawa beberapa sayuran untuk mereka makan bersama.”Alina kamu sudah datang, tapi apa yang sudah kamu bawa itu sangat harum,”ucap Santo setelah mencium bau harumnya.

“Aku bawa makanan untuk kita bertiga dari ibu. Tapi di mana Irfan?,”ucap Alina.

“Irfan ada di dapur sedang membuat sarapan pagi. Kamu masuk saja menju dapur, aku masih belum selesai untuk membersihkan halaman depan,”ucap Santo yang kembali menggerakan tubuhnya. Alina segera masuk ke dalam berjalan menuju dapur dimana Alina tampak Irfan yang sedang memotong sayuran.”Apa yang sedang kamu buat Irfan,”kata Alina.

Irfan menoleh ke arah Alina berjalan dimana wajah yang diperlihatkan oleh Irfan wajah ramah dan tersenyum.”Aku sedang membuat sarapan pagi, tapi kenapa kamu pagi seperti ini sudah datang. Apa ada masalah yang sedang terjadi?,”kata Irfan. Alina hanya menggelengkan kepalanya sampai terdengar suara keributan yang terjadi.

Santo didepan halaman melihat banyak orang berdatangan membauat Santo berjaga. Irfan dan Alina yang mendengar keributan itu pergi keluar.”Santo apa yang sedang terjadi disini?,”ucap Irfan yang dari belakang melihat banyak orang berdatangan.

Wanita yang kemarin marah-marah datang dengan wajah yang bersih dari jerawat ditambah kulitnya juga putih.”Siapa wanita itu Santo?,”ucap Irfan yang sedikit tidak mengenal wanita itu.

“Hai kamu lupa dengaku yang kamarin tidak percaya dengan produk kecantikan kamu. Sekarang aku percaya kalau produk kecantikan yang kamu buat membuahkan hasilnya lihat ini. Mereka yang datang ke sini ingin membeli produk kamu,”kata wanita jerawat.

Irfan yang mendengarnya melihat ke arah Alina untuk mengurusnya dan Santo yang berjala masih mengurus orang yang ingin masuk.”Maaf jika kalian ingin membeli produk kami sebaiknya kalian mendaftar di tempat Santo lebih dulu,”ucap Alina sambil menunjuk ke arah Santo. Semua orang melihat ke arah Santo dimana dia mulai mengerakan tangannya untuk menulis pesenan mereka semua.

Lama kelamaan orang yang berdatangan sudah mulai pergi tapi untuk wanita jerawat itu masih di rumah Irfan.”Jadi anda masih disini untuk apa?,”ucap Irfan.

“Aku datang ke sini untuk meminta maaf dan aku ingin menjalin kerja sama dengan anda,”kata wanita jerawat.

“Kerja sama tapi aku saja tidak mengenal anda,”kata Irfan dengan jujur.

“Maaf aku perkanalkan namaku adalah Jelina awalnya aku seorang yang ingin menjadi artis tapi karena produk yang aku gunakan membuat wajahku bermasalah. Aku juga sudah datang keberbagai tempat tapi tidak menemukan perubahan hingga Alina datang memberikan usulan untuk mencoba produk yang kamu tawarkan. Setelah itu kamu sudah tahu apa yang sedang terjadi, bukan,”ucap Jelina.

“Jadi kesimpulannya aku ingin menjalin kerja sama soal kecantikan atau perawatan tubuhku. Jika aku nanti menjadi artis yang terkenal, tentu saja dengan keuntungan yang merata. Bagaimana?,”ucap Jelina lagi. Tapi apa Irfan akan setuju dengan usulan itu?.

1
Nusa thotz
berhentilah mengajukan pertanyaan konyol di akhir bab..ente authornya jangan tanya reader
Aisyah Suyuti
seru
tmi lotus
mantap kak
Kang Comen
judul nya gk pas
Zikriendri Endri
uo
queen angelista: MC nya terkesan kek ingin ikut campur terus
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!