bersahabat dari kecil, sampai mereka kuliah dan bekerja, hingga pada akhir nya sang perempuan merasa kan benih cinta, tapi ia berusaha menyembunyi kan perasaan nya.
karena sahabat nya, telah menemukan cinta nya, dari perempuan lain, sehingga ia berusaha memendam perasaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuliyulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 09
kini Radit dan enjel pun sudah selesai, dengan acara makan siang nya, mereka pun menuju ke kantor.
berbeda dengan Rani, yg kini tidak bersemangat untuk menghabis kan makan nan nya,padahal makan nan nya itu untuk makan nan Paforite nya, entah lah, karena pikiran nya nya yg sedang tidak baik baik saja, sehingga makan nan nya terasa hambar.
" ran.. ?? " ( icha)
Rani pun mendongak kan kepala nya, saat ada yg memanggil nya.
" ada apa cha. " ( Rani)
" tumben kamu, engga bareng makan sama radit. " ( icha)
" aku bekel di rumah cha, kasian mamah yg udah susah payah, untuk membuat bekal . " ( Rani) sambil menunjuk kan kotak bekal nya.
" oh kirain kamu menghindar dari Radit. " ( icha)
" menghindar karena apa. " ( Rani) mengkerut kan kening nya.
" iya menghindar, karena Radit sedang dekat dengan anak bos. " ( icha)
" engga juga, biasa aja. " ( Rani) sambil tersenyum, berusaha meyakin kan teman nya, walaupun hati nya sakit.
jujur Rani merasa kan ada yg kosong, biasa nya hari hari nya, selalu bersama Radit, tapi kini ia harus mulai membiasakan diri , tanpa Radit.
icha pun kini duduk di meja, dan tak berselang lama, Radit pun masuk dengan wajah berbinar binar.
" ran. " ( radit) menoleh ke arah Rani.
Rani hanya menatap sekilas, karena ia sedang memberes kan bekal nya.
" hari ini aku bahagia sekali ran, karena aku bisa lebih dekat dengan enjel. " ( Radit) dengan wajah berbinar.
" syukur lah, aku doa kan semoga lancar ya, kalau sudah jadian jangan lama pacaran, takut nya khilap. " ( Rani) sambil tersenyum.
" wah, emang sahabat aku ini memang the beast, makasih ya atas doa nya. " ( Radit)
Rani hanya mengacung kan jempol nya, sambil tersenyum, walaupun hati nya sakit, tapi lagi lagi ia berusaha baik baik saja.
mereka pun kembali bekerja, lagi lagi agak ada lagi canda tawa, dari ke dua sahabat tersebut.
tak terasa waktu sudah menunjuk kan pukul empat sore, waktu nya mereka pulang.
" ran. " ( radit) sambil memberes kan berkas berkas nya, yg berada di meja nya.
Rani hanya menoleh, dan kembali memberes kan berkas , yg akan ia bawa ke rumah, karena harus segera di selesai kan.
" kamu , mau bareng pulang nya. " ( radit)
" engga usah dit, aku mau naik taksi online saja" ( Rani) sambil tersenyum.
" bener ran.. ?? " ( radit) meyakin kan lagi.
" iya beneran, aku takut ganggu kamu sama enjel. " ( Rani)
" engga ko ran, kalau kamu mau bareng aku juga engga apa apa. "( radit) lagi lagi ada rasa , yg sulit ia arti kan.
" iya aku serius, udah ya aku duluan, takut nya taksi nya sudah ada di depan, assalamu'alaikum " ( Rani) sambil meninggal kan Radit .
radit hanya mematung, saat melihat Rani yg meninggal kan diri nya .
di saat Rani ke luar, ia berpapasan dengan enjel.
" eh.. ?? " ( Rani) sambil tersenyum kikuk.
" eh ran, radit nya mana. " ( enjel)
" oh radit , masih di dalem jel, aku duluan ya. " ( Rani)
" loh, kamu engga bareng sama kita . " ( enjel)
" engga usah jel, takut nya ganggu, aku duluan ya, assalamu'alaikum.. ?? " ( Rani) sambil tersenyum ke arah enjel, dan setelah itu ia meninggal kan enjel.
tak berselang lama radit pun ke luar, dari ruangan nya.
" sudah lama. " ( radit)
" baru aja ko, kenapa Rani engga mau bareng sama kita . " ( enjel) dengan tatapan heran.
Radit hanya mengedik kan bahu nya, dan enjel pun tidak terlalu mempeduli kan nya, mereka pun menuju ke parkiran