NovelToon NovelToon
Bila, I Love You

Bila, I Love You

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:346.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fitt Ramadhan

Menjadi istri dari seorang TNI itulah cita-cita bagi Nabila karena melihat sang kakak yang mendapatkan suami seorang tentara yang baik dan terlihat sangat mencintai sang kakak, keinginan Nabila pun terlaksana namun apa jadinya jika sang suami yang anggota TNI itu adalah kakak iparnya sendiri.


Dapatkah Nabila menjalani pernikahan nya dengan sang kakak ipar yang jauh berbeda memperlakukannya tak seperti pada kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitt Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 tidur bersama tak membuat Rama sadar

"Aaaa." Bila berteriak namun buru-buru membekap mulutnya karena melihat Nurma yang ada di samping kanannya tengah tertidur pulas, namun melihat samping kirinya ia melihat Rama yang tengah memeluk tubuh nya dengan kedua matanya yang masih terpejam tenang dan nyaman.

"Kak Rama bangun kak!" Bila mencoba untuk membangunkan Rama dengan menggerakkan bahu nya yang terdapat dada Rama yang menempel pada tubuh nya itu.

"Kak bangun!" Namun Rama masih tak bergeming sama sekali.

"Kak Rama bangun!" Sedikit berteriak dan menggerakkan tubuhnya lebih kencang.

Rama menggeliat merasa tidur nyenyak nya terganggu.

"Hemmm berisik sekali sih." Rama bergumam namun dengan nada kesal nya dan matanya masih terpejam.

"Bangun kak, aku mau bangun." Jelas Bila yang sulit sekali melepaskan tangan Rama yang masih memeluk dengan erat.

"Ya bangun saja kalau mau bangun!" Kesal Rama belum sadar. "Berisik sekali sih, diam lah aku masih mengantuk." Kembali Rama menelusupkan wajah pada leher Bila yang membuat Bila terkejut dengan perbuatan Rama pagi itu.

"Bagaimana bisa aku bangun kalau kak Rama masih memeluk ku seperti ini!" Sebal Bila.

Mendengar ucapan Bila kontan saja Rama langsung membuka matanya lalu setengah bangun dengan tangan masih berada di atas perut Bila bahkan bagian lengannya merasakan sebuah tonjolan empuk sang pemilik tubuh yang ia peluk. Tatapan Rama pun langsung menatap ke arah wajah Bila yang menatapnya dengan tatapan tajam.

Rama terkejut melihat bagaimana perbuatannya pagi ini. Ia jadi merasa bingung sendiri. Lalu ia pun melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari tubuh Bila, karena tubuh mereka begitu menempel tak ada jarak sedikit pun.

"Kenapa kamu tidur di sini?!" Tanya Rama terdengar kesal. "Kamu sengaja tidur di sini supaya aku memelukmu seperti tadi!" Lanjutnya menuduh dan masih terdengar kesal.

"Apa?" Kejut Bila dengan tuduhan Rama itu.

"Kamu sengaja kan?!" Tekan Rama menuduhnya kembali.

"Tunggu-tunggu!" Bila bangkit dari tempat tidurnya, lalu menatap Rama untuk menjelaskan semuanya, karena ia tak terima dengan tuduhan kakak ipar sekaligus suaminya itu.

"Semalam kan aku memang tidur di sini, kakak sendiri yang tidak mengijinkan aku untuk tidur di kamar karena tidur ku seperti orang pingsan, apa kak Rama lupa?" Bila mencoba mengingatkan Rama akan hal itu namun...

"Bohong, tidak mungkin aku mau memeluk mu seperti tadi, ini tidak masuk akal." Balas Rama yang sama tak mau terima.

"Ah susah kalau bicara dengan kak Rama. Minggir aku mau ke toilet!" Kesal Bila mendorong Rama hingga dada Rama sedikit tersentak, ia lebih baik pergi ke toilet setelah menahan buang air yang sudah terasa penuh, daripada susah-susah menjelaskan pada Rama yang tak akan mau mengalah.

Bila langsung beranjak lalu pergi ke kamar mandi meninggalkan Rama yang menatapnya dengan tajam karena sebuah dorongan Bila pada tubuhnya. Berani sekali pikir Rama.

"Bagaimana mungkin aku bisa memeluk nya?!" Heran sekaligus kesal kini Rama rasakan, dia pun melihat karpet empuk yang semalam mereka tiduri bersama, mencoba mengingat bagaimana ia bisa tidur di samping Bila lalu bisa memeluk tubuhnya pagi ini.

Rama mengusap wajahnya dengan kasar, ia mengingat semalam setelah Nurma tertidur karena mengajak bergadang hingga pukul 3 dini hari, ia pun merasa kantuknya tak terhankan, namun saat ia akan tertidur di samping Nurma, bayinya itu memiringkan tubuhnya ke samping menghadap padanya, hingga membuat tempat yang akan ia tiduri tidaklah cukup untuk tubuh nya yang besar, tak ingin mengganggu tidur sang anak dan ia yang sudah merasakan kantuk pun malas untuk pergi ke kamar, lalu melihat di samping Nabila yang masih terlihat luas, pada akhirnya ia pun memilih tidur di sana dengan sedikit jauh pada tubuh Bila dan tidur dengan posisi membelakangi Nabila.

Namun Rama tak menyangka jika pagi itu ia akan ketahuan tidur dengan posisi memeluk Bila tanpa ia sadari jika hal seperti itu akan terjadi. Benar-benar memalukan, batin Rama.

Tak ingin malu saat nanti Bila sudah selesai di dalam kamar mandi nya, Rama dengan cepat beranjak ketika terdengar pintu kamar mandi terbuka, ia pun langsung pergi ke kamar meninggalkan Nurma yang masih tertidur pulas.

Bila yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Nurma tengah sendirian di sana, membuat ia menggelengkan kepalanya karena Rama berani meninggalkan Nurma sendirian.

"Kak Rama bagaimana sih meninggalkan Nurma sendirian di sini, bagaimana kalau Nurma bangun lalu menangis." Kesal Bila.

"Benar-benar tega ya jadi bapak!" Tak terima Bila.

*

*

*

Siang harinya, Bila maupun Rama melupakan kejadian pagi tadi. Mereka pun sibuk dengan kegiatan masing-masing, seperti Rama yang terlihat sedang berolahraga di belakang rumahnya sedangkan Bila sibuk dengan Nurma yang sudah segar setelah selesai memandikan bayi itu.

"Kak, bisa titip Nurma sebentar, sudah siang aku mau mandi." Bila meminta Rama untuk menjaga Nurma sebentar ketika Rama tengah berolahraga.

Rama menghentikan kegiatan nya lalu menghampiri Bila yang tengah menggendong Nurma.

"Mandi tidak mandi sama saja." Ujar Rama menyebalkan.

"Ish, tetap cantik kan maksudnya." Balas Bila yang kesal namun membalas nya dengan santai.

"Tetap jelek!" Sahut Rama enteng seakan ucapannya itu tak akan menyakiti hati Bila.

"Walaupun jelek, di akte pernikahan kan aku istri sah kak Rama ." Balas Bila tak mau kalah. "Jadi aku jelek suaminya tetap kak Rama!" Sambung Bila agar Rama kesal.

Rama tak bisa membalas ia malah menatap Bila dengan sengit sehingga ia dengan cepat berlari ke kamarnya dan menguncinya lalu ia pun mandi di kamar mandinya.

***

Setelah selesai mandi Bila di kejutkan dengan Rama yang tiba-tiba memberikan sebuah kartu ATM.

"Di kartu ini berisi uang yang cukup, untuk memenuhi segala kebutuhan kamu dan keperluan Nurma." Jelas Rama.

"Setiap bulannya aku akan mentransfer uang untuk kalian. Tapi ingat jangan boros, karena pekerjaan ku tidaklah mudah, nyawa yang harus aku pertaruhkan." Kembali Rama berujar membuat Bila merasa bingung.

Ya kan elo suami wajarlah jika bekerja mencari nafkah. Pikir Bila

"Makasih kak, aku tidak akan boros kok, aku akan menggunakan uang ini sebaik-baiknya untuk hidup kita." Balas Bila cukup senang.

"Bukan hidup kita, tapi hidup mu sendiri dan keperluan Nurma, Fifty-Fifty." Terang Rama. "Uang yang aku berikan padamu dan kamu gunakan nanti adalah uang untuk membayar mu karena kamu sudah mengasuh dan menjaga Nurma anakku dengan baik." Kembali Rama berkata.

Bila terdiam tak menjawab hatinya terasa berdenyut mendengar ucapan Rama.

"Ingat, itu bukan uang nafkah yang seharusnya suami berikan kepada istrinya. Aku tekankan sekali lagi, kamu hanya pengasuh Nurma bagiku dan tantenya bagi Nurma anakku!" Tekan Rama mengingat Bila akan posisi nya.

"Di sini, di rumah ini tidak ada pasangan suami-istri, bagi ku kamu adalah adik ipar dan tantenya Nurma yang mengasuh dan menjaga Nurma." Kembali Rama menerangkan.

"Istri ku hanya Naura, kakak kandung mu." Ucap Rama dengan tegas.

Bila hanya mampu menatap Rama dalam diam, ucapan Rama itu terasa telah menyakiti hatinya namun Rama tak menyadari ucapan nya itu. Namun bagi Bila ia merasa sakit hati luar biasa, setidaknya jika memang Rama tak menginginkan Bila menjadi istrinya tak perlu lah Rama menjelaskan semua itu padanya karena Bila pun akan sadar dengan dirinya yang tak ingin menggantikan posisi kakak nya sebagai istri sekaligus ibu bagi Nurma.

"Kamu mengerti?" Tatap Rama pada Bila yang hanya diam saja.

"Kamu paham maksud ku?" Ulang Rama tanpa hati karena Bila diam saja tak menjawab.

"Ya aku mengerti dan paham dengan maksud kak Rama." Sahut Bila dengan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan.

Hatinya merasa teriris namun tak mengucurkan darah.

1
Wiwik 123
lanjut
patma
lanjut baca
patma
hadir Thor
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😁
Neny Tryana
👍
Deasy Dahlan
Vagus bila.. Biar rama tertarik kepada mu
Deasy Dahlan
Tega sekali rama bilang bahwa bila pengasuh nurms... Bila punya perasaan rama....
prima yanary
Luar biasa
Deasy Dahlan
Rama.. Msh seperti anak kecil... Usia tidak menjadikan dewasa
Deasy Dahlan
Seperti kucing dan tikus...
Deasy Dahlan
Pertama.. Mng benci.. Tp ht ht rama bila jarak cinta dan benci sangat tipis
Deasy Dahlan
Sabar sabar bila
kharisma
ceritanya bagus bngett tp cuma dikit ..lanjut lagi dong seruu bngett bagus ceritanya
kharisma
baguss bangett
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Alhamdulillah akhirnya Bila bisa menerima alasan dari suaminya untuk menunda kehamilan. Dan suaminya juga sudah bisa menerima kehamilannya.
Terima kasih author, kisahnya bagus sekali 👍👍
Sri Hayani Bahri
klw dipikir" mnding bila lepas saja dr pernikahannya kan katanya 2 bln lg
utk apa sih hidup dgn lelaki yg porsinya cuma mikirin ego ny sendiri
Kynan Adinata
kyaknya Rama trauma deh,takut klo Bila melahirkan trus berakhir kayak Naura
Mira Lusia
kabangeten bener pak komandan nih..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Lha, pak komandan ini ada-ada aja deh... 🙈🙈
Englind Ruddy
Rama mungkin trauma klo bila hamil akan pergi seperti kakanya saat melahirkan. 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!