NovelToon NovelToon
Kakak Iparku, Suamiku

Kakak Iparku, Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:245.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Faustina Maretta

Ryana menikah dengan Dipta Narendra karena dijodohkan. Cinta tumbuh seiring berjalannya waktu.

Sampai pada suatu malam, Ryana merasakan seseorang naik ke atas tempat tidurnya. Ia mengira sosok tersebut adalah Dipta, suaminya. Mereka menghabiskan malam yang panas.

Malam telah berlalu, Ryana terbangun dari tidurnya dan mendapati lelaki yang tidur di sampingnya bukan lah suaminya, melainkan Barra Kakak iparnya.

Karena kesalahan yang telah mereka perbuat, Ryana dan Barra sepakat untuk melupakan malam itu.

Tidak mudah bagi Barra untuk melupakan malam panasnya dengan Ryana. Ia selalu teringat oleh Adik iparnya itu.

Barra selalu mendekati Ryana, tapi wanita itu selalu menghindar dan menjaga jarak dengan Barra.

Ryana menghormati Dipta sebagai suaminya, walaupun ia selalu mendapatkan perlakuan kasar dari Dipta dan Barra lah yang selalu membela Ryana.

Sampai pada akhirnya Ryana mengetahui perselingkuhan antara Suaminya dan wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Suara keran air di kamar mandi sudah tidak terdengar lagi. Ryana mengunci kembali dan mengembalikan ponsel suaminya di tempat semula. Ia duduk di depan kaca riasnya.

Ia melihat suaminya keluar dari kamar mandi dari pantulan kaca. Tangan kanannya mengambil sebuah sisir berwarna pink lalu Ia menyisir rambut panjangnya.

"Ry Aku tidur duluan ya," ucap Dipta sembari mengambil ponselnya di saku jasnya.

Ryana hanya mengangguk dan tersenyum. Tidak berlangsung lama, Dipta sudah terlelap. Ryana mendekati suaminya untuk memastikan kembali. Setelah yakin bahwa suaminya sudah nyenyak Ia berjalan ke lemari pakaiannya. Ia memilih baju tidur terusan yang panjangnya hanya sampai atas lutut Ryana. Baju tidur berwarna merah, tak lupa Ia mengambil kimononya.

Pukul sebelas malam, ia keluar kamar. Langkah kakinya menuju kamar Barra yang letaknya hanya disamping kamarnya dengan Dipta. Ia memastikan apakah ada orang sebelum masuk ke dalam. Semua dirasa aman, ia membuka pintu kamar Barra.

"Ryana, ada apa?" tanya Barra yang sedang sibuk dengan laptopnya.

"Aku hanya tidak bisa tidur, Mas," ucap Ryana melangkah mendekati Kakak iparnya. "Kamu sibuk ya, Mas?" sambung Ryana.

"Aku baru saja selesai, dan-" ucapan Barra terhenti saat Ryana duduk di pangkuan Barra. "Wow, Ry," ucap Barra.

Ryana langsung ******* bibir Barra. Ciuman panas itu berlangsung selama beberapa menit. Barra mendorong bahu Ryana untuk mengambil napas, lalu mereka melanjutkan ciumannya lagi. Barra menggendong Ryana menuju tempat tidur. Kali ini, Ryana langsung membuka kimononya.

"Ry, apa kamu yakin?" lirih Barra mencoba mengatur napasnya.

Ryana mengangguk memberi izin agar tangan Barra menyentuh tubuhnya. Sentuhan yang Ryana harapkan dari suaminya tapi malah ia dapatkan dari Kakak iparnya. Dia sangat menikmati sentuhan dari tangan Barra. Mereka mengulang malam panas yang dilakukan tanpa sengaja, kali ini di dasari oleh perasaan cinta.

Barra menyatukan kening dengan Ryana setelah bermain selama satu jam, ia mengecup kening wanitanya.

"Makasih ya Ry," ucap Barra.

Ryana hanya tersenyum lalu bangkit berdiri dan mengenakan baju tidurnya kembali. Ia harus segera kembali ke kamar agar suaminya tidak curiga. Ia mengecup bibir Barra sebelum kembali ke kamarnya.

Dipta masih terlelap saat Ryana kembali ke kamar. Ia merebahkan dirinya di samping suaminya, perasaannya kini campur aduk. Di satu sisi Ia kesal dengan perselingkuhan yang di lakukan suaminya dengan wanita yang ia kenal, tapi di sisi lain ia senang memiliki Barra Narendra. Ryana terlelap karena memikirkan Kakak Iparnya itu.

***

Siang hari, Ryana memutuskan untuk pergi ke mall karena berbelanja membuat suasana hatinya membaik. Ia pergi seorang diri. Ia membeli beberapa baju dan sepatu.

"Minta tolong yang ini di pisah ya plastiknya," pintar Ryana pada kasir.

"Baik bu," sahut kasir itu.

Ryana masuk dari satu toko ke toko yang lain. Sudah lama Ia tidak menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri, setelah merasa puas ia melangkah menuju lahanat parkir dimana mobilnya berada.

Ia melakukan mobilnya menuju kantor suaminya. Sesampainya di sana, semua staff kantor menyapa kedatangan Ryana. Siapa yang tidak kenal dengan Ryana Narendra, menantu satu-satunya di keluarga Narendra.

"Hai Ry, tumben nggak ngabarin ke sini," ucap Febby saat Ryana datang menghampirinya.

Ryana hanya tersenyum, matanya melirik jam tangan yang dipakai Febby saat itu, "ini untuk kamu, aku tadi belanja dan ingin mampir ke sini sebentar," ucap Ryana.

"Wow, thank you. Aku antar ke dalam ya," ucap Febby.

Ryana mengikuti langkah Febby, dari belakang Ryana mengamati Febby dari atas sampai ke bawah. Febby memang cantik dan montok, dia juga sangat pintar.

"Ryana, tumben kamu kemari," ucap Dipta.

"Aku hanya mampir,, sudah lama aku tidak mengunjungimu," sahut Ryana.

Ryana mengamati kantor suaminya, ia melihat kursi kebesaran suaminya, sofa yang ia duduki. Pikirannya langsung teralihkan pada pesan antara suaminya dan Febby. Mereka bermesraan di kantor ini, bahkan melakukan hal itu di sofa yang kini ia duduki.

"Mau minum apa Ry?" tanya Febby.

"Tidak perlu, aku hanya sebentar," tolak Ryana. "Aku ada janji dengan Mama Sinta," ucap Ryana berbohong.

Selama kurang lebih tiga puluh menit Ryana di sana, ia berpamitan pulang. Dadanya terasa sesak berada di kantor suaminya. Ia tidak ingin menceritakan ini kepada Barra, ia tidak ingin merasa Barra hanya tempat pelarian saja. Ryana memendam masalah ini sendirian.

Ia duduk termenung di dalam mobil. Dia harus memergoki mereka dengan mata kepalanya sendiri.

***

"Ryana ngapain sih ke sini, bikin jantungan aja," gerutu Febby.

"Dia kan hanya mampir saja tadi," sahut Dipta santai.

Febby kesal karena Ryana mengunjungi Dipta karena kantor ini adalah tempat dimana ia bisa bermesraan dengan Dipta, jika Ryana ke sini merasa cemburu. Ia tidak rela melihat istri kekasihnya datang.

"Ayo sayang, kita singkirkan Ryana," ucap Febby.

"Dengan rencanamu itu?" tanya Dipta menatap kaksihnya.

"Iya kita culik saja dia, lalu kita buang ke laut,“ ucap Febby dengan santai. Ia duduk di meja kerja Dipta.

Dipta sedikit ragu dengan rencana Febby. Dalam hati kecilnya ia tidak tega melakukan hal sekeji itu untuk menyingkirkan Ryana.

"Kenapa kita tidak jujur saja dengannya?" tanya Dipta.

"Lalu dia akan mengadu pada Kakek dan kau tidak akan mendapatkan warisan. Itu mau mu?" ucap Febby sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Benar juga, kita bicarakan itu nanti saja biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku ini," ucap Dipta.

Febby melirik apa yang sedang dikerjakan kekasihnya itu.

"Itu bisa kau kerjakan nanti sayang, kemarilah," ucap Febby sembari menarik kerah kemeja Dipta.

Febby menciumi bibir Dipta dengan sangat brutal.

***

Ryana melangkah pelan saat kembali ke kantor suaminya, ia tidak melihat Febby di meja kerjanya. Matanya langsung tertuju pada pintu kantor Dipta. Dia mencoba menempelkan telinganya pada pintu itu, tapi hasilnya nihil. Dia tidak mendengarkan apapun.

Klek,

Perlahan Ryana membuka pintu, ia menutup mulutnya seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Suaminya sedang bercumbu dengan sahabatnya sendiri. Dada Ryana terasa sesak, ia tidak berkutik, ia hanya mematung. Matanya berkaca-kaca menahan agar air matanya tidak tumpah.

Ryana mengeluarkan ponselnya, lalu merekam perbuatan suaminya itu. Air matanya tumpah membasahi kedua pipinya. Setelah dikira cukup untuk membuat barang bukti, ia pergi meninggalkan kantor suaminya.

Mobilnya melakukan dengan kecepatan tinggi. Ia tidak tahu akan pergi kemana, air matanya terus mengalir. Suara klakson trek dari arah kirinya membuatnya menoleh, cahaya lampu dari trek itu menyadari bahwa ia telah melanggar lalu lintas.

"Arrrrggghhh," Ryana berteriak.

Ryana terus menginjak gasnya tapi bagian belakang mobil terlanjur ditabrak oleh sebuah trek, mobil Ryana pun terguling.

1
namia khira
Luar biasa
guntur 1609
kehamcuran keluarga narendra akan datang. org terkuat dan terpintar sdh hengkang semua. akibat sifat egois mereka semua
guntur 1609
kok rumah segwde ti gak ada cctv. dan knp ryana diam atas oembunuhan dan penulyekapan yg dialaminya
guntur 1609
brti bara sm gea kandung lah
Sylvia Alhabsyi
ada ya orang yang hampir mati mau dibunuh tapi santai aaja ga mlapor kepolisi ga juga balas dendam.dan akhirnya difitnah lagi kaya ryana🤔
istriJimin
/Kiss//Kiss/
v_cupid
happy new born baby Luna.. 🥰
v_cupid
mantap barra.. tunjukkan bagas tdk bisa seenaknya
v_cupid
.
v_cupid
kapan dipta n febby dipenjara
v_cupid
si ular masih disana bakal byk prahara lagi nih .
v_cupid
terciduk deh dipta..
my name
mampus kau pasutri yg kejam
my name
telat kamu barra kenapa ngak dari dulu nglaporin dipta dan fabby
v_cupid
muncul lagi org jahat
my name
sebentar lagi kehancuran dipta
my name
bikin kesel aja
kenapa sih barra lemah banget jadi laki udah tau dipta jahat banget kenapa ngak tegas gitu harusnya dia cari bukti semua kejahatanya dipta dan febby
my name
pasti iblis wanita itu menfitnah ryana, huh....bikin kesel aja.
lagian kenapa barra bisa semudah itu sih memaafkan dipta yg sudah mencelakai ryana
my name
makin kesini kok rasanya kurang greget y ceritanya padahal awalnya sudah bagus banget lho
my name
ryanakan belum diceraikan dia cuma diangap mati kan jadi belum berstatus janda

gea penuh misteri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!