Perbedaan kasta yang terlalu jauh membuat Dina hanya bisa menjadi wanita simpanan seorang CEO muda dan kaya, dapatkah ia hidup bahagia bersama irang yang ia cintai dan harapkan, meski semua menentang dan memisahkan Dina dan kekasihnya ?
Update seminggu 5x ya kalau lebih berarti aq lagi baik dan ada waktu lebih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Trip Business #2
Rey bersiap sedari pagi untuk bekerja bahkan kini ia sudah terlihat rapi dengan setelan jas formalnya, sementara Dina yang melihat Rey bersiap hanya bisa cemberut karena ia harus tetap dihotel sampai Rey pulang bekerja.
"Kenapa wajahmu cemberut?". Tanya Rey sok tak tau padahal ia tau mengapa Dina cemberut.
" Kau pergi sementara aku hanya bisa disini seperti burung dalam sangkar, aku bosan Rey, bahkan kau tak mengizinkanku keluar sendirian". Kata Dina yang kini melipat tangannya.
"Ah aku lupa pakai dasi, pakaikan dasiku". Rey mengulurkan sebuah dasi yang berwarna biru namun tak segera Dina ambil.
"Kau kan bisa memakainya sendiri". Dina masih cemberut akan dirinya yang hanya bisa menunggu Rey kembali dan itu sangatlah lama.
"Dinaaa". Kata Rey yang meninggikan nadanya agar Dina mau memakaikan dasi di lehernya dan berhasil membuat Dina menurut.
"Iya baiklah". Dina kini beranjak dari duduknya dan memakaikan dasi dengan telaten namun tanpa ia sadari sedari tadi Rey terus memandangi wajah Dina dari dekat, lalu mengecup bibir Dina singkat.
"Sudah jangan cemberut lagi, apa kau membawa pakaian kerjamu ?". Tanya Rey yang kini tangannya sudah dilingkarkan ke pinggang Dina.
"Tentu tidak, memangnya ada apa ?". Tanya Dina bingung karena ia kesini bukan untuk bekerja dan menaruh pakaian kerja di koper sama halnya dengan membuat kopernya penuh.
"Kau akan ikut denganku, dan menemaniku kerja sebagai asistenku". Ucap Rey.
" Apa !! Rey kau ingat kan kalau aku hanya seorang Resepsionis, dan aku tak mengerti apa-apa ". Ucap Dina kaget karena ia takut hanya akan menimbulkan masalah jika menjadi asisten Rey.
"Kau hanya perlu diam dan tersenyum manis kepadaku, sudahlah jangan dipikirkan, aku akan memesankan baju untukmu kau bersiaplah". Rey menyeringai memikirkan nanti ia tak sendirian dan di temani Dina.
Dina bingung dengan Rencana Rey sebenarnya namun ia tetap mengikuti Rey, jika Rey bilang dia hanya harus diam maka itu berarti tidak akan jadi masalah jika ia ikut. Karyawan hotel sudah membawakan satu setel baju kantor untuk Dina berupa blazer dan rok span sedikit diatas lutut yang terlihat pas saat dikenakan Dina.
"Kau terlihat cantik". Ucap Rey kala Dina sudah siap.
"Terima kasih, tapi bagaimana bisa pakaian ini begitu pas di badanku ? pegawai hotel benar-benar pintar mengira-ngira". Dina melihat pakaian yang ia kenakan di cermin dan terlihat sangat cocok di badannya.
"Tentu saja sangat pas karena aku yang pesan dan aku tau setiap inchi ukuran tubuhmu, bahkan sudah kucicipi juga". Ucap Rey yang membuat pipi Dina memerah malu dan langsung memukul lengan Rey.
Sebelum tangan Dina berhasil memukul lengannya, Rey terlebih dahulu menarik Dina dalam pelukannya dan ******* bibir Dina hingga gadis itu hampir kehabisan nafas.
Dina mencoba melawan karena ciuman Rey yang lama kelamaan cepat dan membuatnya kesulitan bernafas, tetapi Rey malah menekan tengkuk dan pinggang Dina hingga ciumannya semakin dalam.
Saat dirasa Dina sudah sangat kesulitan bernafas baru ia menghentikan ciumannya dan langsung merapikan jasnya lalu pergi dengan tersenyum tanpa merasa bersalah.
"Ayo kita sudah terlambat". Rey berlalu pergi sementara Dina masih terengah-engah karena ciuman itu, dan berjalan menyusul Rey. Dalam hati ia merutuki Rey dan melayangkan tatapan sinis sementara Rey menghiraukan bagitu saja tatapan Dina.
******
Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan, dan terlihat client sudah menunggu kedatangan Rey disana, client itu terlihat membawa istri dan juga anak perempuannya yang sekitar berumur 6 tahun.
"Maaf menunggu lama tuan". Ucap Rey sambil mengulurkan tangan untuk di jabat.
"Tidak apa kami juga baru sampai". Tuan Ryco menjabat tangan Rey.
"Apa ini istri dan anak anda tuan ?". Tanya Rey saat pandangannya beralih ke seorang perempuan yang menggendong anak perempuan di sampingnya.
"Iya benar, maaf aku mengajaknya karena anak perempuan ingin ikut denganku ". Ucap tuan Ryco dengan senyuman.
"Tidak apa tuan aku mengerti, dan pastinya jika tidak diajak ia akan menampilkan wajah cemberut sepanjang hari atau mendiamkan anda kan ?". Rey sambil melirik kearah samping dimana Dina sudah memperlihatkan wajah kesalnya.
"Ya sepertinya anda tau banyak mengenai anak perempuan ?". Tanya tuan Ryco.
" Iya aku tau seorang gadis yang masih seperti kanak-kanak sifatnya". Rey melirik ke arah Dina lagi yang kini sudah menampilkan mata seperti laser siap ditembakkan.
"Apakah ini istri anda tuan Reymond ?". Tanya tuan Ryco.
"Ini asisten saya". Rey memperkenalkan Dina yang berdiri di sampingnya.
" Hallo tuan nama saya Dina". Ucap Dina seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat dan disambut oleh tuan Ryco.
"Aku kira nona ini adalah istri atau kekasih anda tuan, karena yang saya dengar asisten anda adalah lelaki". Ucap tuan Ryco kepada Rey yang membuat Dina terkejut dan milirik Rey khawatir.
Tapi dengan cepat Rey mengalihkan pembicaraan tentang bisnis yang sedang mereka kerjakan bersama. Cukup lama perbincangan bisnis berlangsung dan seperti yang Rey bilang jika Dina disana hanya diam dan mendengarkan mereka saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun begitu juga nyonya Ryco dan anaknya. Anak tuan Ryco terlihat rewel hingga menangis membuat pembicaraan bisnis terganggu.
"Maaf saya permisi dahulu". Ucap nyonya Ryco yang membawa anaknya ketempat lain karena tak berhenti menangis, sementara Dina yang melihat nyonya Ryco kesusahan mendiamkan anaknya segera menghampiri.
"Saya permisi dulu tuan-tuan". Dina meninggalkan Rey dengan tuan Ryco. Dan sepeninggal Dina mereka kembali membicarakan bisnis lagi.
" Ada apa nyonya, apakah saya boleh membantu ?". Tanya Dina kala ia sudah dihadapan nyonya Ryco yang terlihat sangat kesulitan.
"Aku tak tau dari tadi anakku menangis, ia bicara sambil menangis jadi apa yang ia mau aku tak bisa dengar jelas". Nyonya Ryco terlihat pusing.
"Sudahlah sayang berhentilah menangis dan katakan dengan jelas apa yang kau mau dan bibi akan memberikannya". Dina menggendong anak itu dan mengusap kepalanya pelan, tak lama kecil itu mulai reda tangisnya tapi masih agak sesenggukan.
"Aku bosan aku ingin ice cream". Ucap gadis itu yang masih sesenggukan.
" Siapa namamu cantik ?". Tanya Dina sambil membantu mengusap air mata gadis itu.
"Namaku lucy". Ucap lagi gadis itu.
"Baiklah Lucy ayo kita cari ice cream". Dina masih menggendong Lucy lalu pergi mencari ice cream diikuti nyonya Ryco yang merasa lega karena anaknya berhenti menangis.
Tanpa Dina tau jika saat ia menggendong dan bermain dengan lucy, dua orang dari kejauhan melihatnya, Mereka adalah Rey dan tuan Ryco yang telah selesai dengan kerjaanya dan melihat kedua wanita juga satu anak perempuan begitu akrab hingga terlihat seperti sudah saling kenal lama.
"Asisten anda orang yang baik tuan, suatu hari ia akan menjadi istri dan ibu yang dapat diandalkan". ucap tuan Ryco kepada Rey yang membuat Rey tersenyum teduh melihat Dina.
" Anda benar tuan". ucap Rey.
Rey dan tuan Ryco berjalan mendekati 3 perempuan itu dan ikut bergabung dengan mereka. Pembahasan mengenai bisnis telah usai dan kini mereka terlihat akrab seperti saudara yang tengah berkumpul bersama begitu juga si kecil Lucy yang amat nyaman duduk di pangkuan Dina sambil tertawa.
Lucy kini tertidur di pangkuan Dina dan percakapan diantara mereka berempat juga sudah usai. Nyonya Ryco memindahkan Lucy dari pangkuan Dina dan mengucapkan terima kasih karena bisa menenangkan juga bermain bersama Lucy. Mereka kini kembali pulang ke asalnya begitu juga Dina dan Rey yang sudah lelah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*** hai guys gimana keseruan hubungan Rey dan Dina, mereka sekarang masih adem ayem ya tapi mungkin episode mendatang akan aku buat konflik biar seru 😈😈
jangan lupa klik like juga tanda love agar kalian tau jika novel "wanita simpanan CEO " up
Mohon juga untuk Vote aku ya pakainya poin kok guys , caranya :
klik tanda love dibagian Detail lalu klik vote.
yang vote aku doakan selalu diberikan kebahagiaan.
oke see you next
balik lagi kita... sudah berkali2 aku baca ini krna seru , sedih dan kesel juga😅
rey dan dina cintanya yg tdk bisa di ganggu..smpe brtahun2 akhirnya brtemu kembali dan berjodoh kembali
sehingga membuat dadakuu sakit.