NovelToon NovelToon
Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:344.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: khitara

matia matian seorang gadis cantik yatim piatu bernama Malayka Khumaira Rasyid berusaha mempertahankan dan mewujudkan cita citanya di tengah tengah cercaan dan hinaan.

seorang tuan muda tampan dan masih merupakan kerabat pemilik yayasan tempat ia menuntut ilmu karena mendapat bea siswa mampu memberi suport dan diam diam menjadi penyemangatnya dan bertahta di hatinya.

namun seorang putra mahkota dari sang pemilik yayasan justru berhasil merenggut paksa kehormatannya membuatnya harus rela melepaskan dan melupakan semua impian dan cita cita yang telah mati matian tengah ia perjuangkan

gadis itu memilih pergi, namun setelah sepuluh tahun berlalu ia malah harus bertemu kembali dengannya dan justru membuat dirinya tiba tiba menjadi seorang wanita kedua.

" beri aku seorang anak darimu, setelahnya aku akan membebaskanmu memilih jalan hidupmu " Zain

mampukah ia menerima kenyataan pahit itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 ( malam kehancuran Alika )

Zain sudah seperti orang yang kesetanan, ia mencium dengan paksa bibir Alika. Kemudian berpindah kearea leher Alika.

Alika mendorong dengan kuat tubuh Zain namun sayang, ia sungguh tak mampu melakukannya.

Hingga Zain yang berhasil menarik dan membawanya ke atas tempat tidur.

Sekuat tenaga Alika terus memberontak, namun usahanya tetap nihil. Pemuda itu berhasil membuka dengan paksa pakaiannya membenamkan wajahnya di dada Alika.

" kau harum sekali sayang, aku tak rela jika berbagi dengannya.." racau Zain sambil terus menyesap bukit kembar Alika.

Tak ia hiraukan tangisan Alika yang memilukan, yang ada di otaknya kini hanya ingin menghapus setiap jejak Ohan di tubuh gadis itu.

Zain telah berhasil melepas seluruh pakaian Alika begitupun dengan dirinya.

Ia menekan kedua tangan Alika dikedua sisi tubuh gadis itu, sementara kakinya menjepit kedua kaki Alika agar gadis itu tak bisa melawannya lagi.

Zain membelalakkan mata ketika ia merasa kesulitan menembus pertahanan Alika.

Hingga Alika menjerit kesakitan dan ia dengan cepat meraup bibir gadis itu. Berharap ia mampu sedikit mengurangi rasa sakit yang dirasakan gadis itu karena ulahnya.

"shittt...." umpatnya dalam hati, sadarlah ia kini. Gadis yang kini tengah berada di bawah kungkungannya itu ternyata masih perawan.

Namun segera senyum tersungging di bibirnya, ia adalah yang pertama bagi gadis itu. Bisiknya dalam hati

Zain mendekap kuat tubuh Alika, kemudian mencium bibirnya dengan sangat lembut sebelum akhirnya ia melanjutkan aksinya bergerak naik turun di bawah sana.

Alika tak henti hentinya meneteskan air matanya antara rasa sakit di bagian intinya dan rasa hancur yang kian menyeruak di dalam sanubarinya. Alika semakin hancur tatkala ia merasakan tubuhnya yang semakin di guncang pemuda di atasnya kini.

Sedikitpun ia tak pernah melihat kearah Zain, ia jijik sekaligus katekutan kepadanya.

Hingga Zain mengerang kemudian kembali memeluk erat gadis itu sembari membenamkan wajahnya di ceruk leher Alika dengan manjanya.

Zain terus mengulangi perbuatannya pada Alika, ia seakan tak mampu mengendalikan dirinya yang seakan sudah kecanduan dengan tubuh Alika meski tak ada sedikitpun balasan dari gadis itu atas semua cumbuannya. Zain tak perduli.

Tak pernah ia merasakan menginginkan seperti yang ia rasakan kini pada tubuh Alika. Ia yang biasanya di inginkan, kini ia sangat menginginkan.

Hingga jam di dinding menunjukkan angka satu, Zain baru menyudahi semua ulahnya. Ia membaringkan tubuhnya di sisi Alika kemudian menutupi tubuh polos gadis itu berikut dirinya sendiri dengan selimut kemudian menarik gadis yang masih terus terisak itu kedalam dekapannya.

Ia mengelus surai panjang dan harum itu penuh kasih kemudian mencium puncak kepala Alika sembari menghirup harum rambut Alika.

Tak dapat ia gambarkan betapa bahagianya dirinya kini mengingat dirinya adalah yang pertama untuk gadis itu. Senyum manis terus tersungging di bibirnya.

Sungguh keadaan yang berbanding terbalik dengan Alika yang kini terus meratapi nasibnya. Ia hancur sehancur hancurnya. Apa yang harus ia lakukan kini.

Apa yang akan di katakan pada Ohan.

" tidurlah...ini sudah malam " bisik Zain di telinga Alika kemudian membenamkan wajahnya di ceruk leher Alika dengan lengan kanannya memeluk erat tubuh yang masih tak memakai apapun itu.

Keduanya masih sama sama polos, Zain tak berniat memakai pakaiannya kembali begitupun dengan Alika, ia tahu gadis itu hendak bergerak namun dengan gerakannya yang semakin erat memeluk ia pun melarang Alika memakai pakaiannya lagi.

Entah apa yang diinginkan oleh Zain.

Zain terus mendekap Alika hingga nafasnya terdengar teratur yang menandakan ia telah tertidur pulas.

Alika pelan pelan beranjak dari tidurnya setelah sebelumnya ia menyampingkan lengan kekar Zain di atas tubuhnya.

Dengan menahan sakit di selangkangannya ia dengan cepat memakai pakaiannya yang masih bisa ia gunakan. Memakai kerudungnya.

Agak lama ia mencari kunci kamar itu ke arah tadi Zain melempar kunci itu.

Ketemu, Alika segera membuka pintu dan berjalan terseok seok meninggalkan tempat itu

 ia tak menoleh sedikitpun kebelakang, tak ia hiraukan tatapan aneh orang orang padanya.

Alika berhasil mendapatkan taksi dan sampai di asramanya pukul tiga pagi. Beruntung ia kenalan Ohan hingga penjaga mengizinkannya masuk tanpa banyak tanya.

Sesampainya di dalam kamarnya, Alika tak mampu lagi menahan dirinya. Ia masuk kedalam kamar mandi dan menangis sejadi jadinya disana.

Sudah hampir satu jam gadis itu berada di dalam kamar mandi, ia terus mengosok tubuhnya dengan sabun dan sangat kasar. Ia merasa sangat kotor dan jijik pada dirinya sendiri.

Ada banyak jejak yang di tinggalkan Zain di sana. Alika semakin menangis meski tak lagi bersuara. Tenggorokannya rasanya telah kering karena ia menangis terlalu lama.

Hingga akhirnya tubuhnya limbung dan merosot kebawah. Alika tak sadarkan diri sendirian di dalam kamar mandi dengan tubuh yang masih basah.

Sementara itu, Zain yang tiba tiba terbangun meraba raba sisi tempat tidurnya karena ia yang tak lagi merasakan hangat di tubuhnya.

Ia membuka mata dan segera melompat dari pembaringan begitu tak menemukan sosok Alika lagi di sisinya.

Sadar dirinya tak memakai apapun, ia segera meraih boxer dan celananya. Matanya menyadari tak ada lagi pakaian Alika di sana.

Ia melangkah cepat ke arah kamar mandi dan membukanya, namun ia tak menemukan siapapun

Kini perhatiannya tertuju pada kunci kamar yang menggantung di pintu

" shitt...." umpatnya sambil menjambak rambutnya, ia mendongak. Jam di dinding menunjuk angak tiga lebih.

Cepat cepat ia meraih kemejanya dan tak lagi memperhatikan penampilannya, Zain berlari keluar kamar menuju lift. Sekeluarnya ia dari lift Zain berlari cepat kearah parkiran mobilnya.

Zain berhasil keluar area parkiran hotel, matanya ****** menatap kesegala arah.

" kemana kamu....akhhhhh, bagaimana aku bisa ketiduran " katanya

" di mana kamu, kemana kamu pergi, pulang...tapi di mana kamu tinggal akhhh...." sekali lagi Zain berteriak sambil memukul stir.

Ia tak tahu sama sekali tentang Alika, ia bahkan tidak tahu gadis itu tinggal di asrama.

Hingga hari menjelang terang Zain tetap tak menemukan Alika. Ia pun memutuskan untuk kembali pulang ke apartemennya dengan raut wajah penuh kekecewaan.

Kenyataan sungguh tak sesuai ekspektasi, kemarin setelah menggagahi Alika ia berniat mengajak gadis itu berjalan jalan di pagi hari menikmati indahnya pemandangan puncak dan sarapan berdua saja.

Dan dengan hanya memikirkannya saja Zain sudah menyunggingkan bibirnya, tapi apa...gadis itu meninggalkannya begitu saja.

Ah ..ini adalah yang pertama kalinya baginya, di tinggalkan begitu saja setelah adegan panas di ranjang.

Apalagi hanya dirinya yang bergerak dari awal hingga akhir. Kesannya hanya dirinya yang memberikan servis dan bukan dirinya yang di servis.

Sungguh lucu...pikirnya. Biasanya ia yang di puaskan dengan di servis bukannya malah menservis seperti tadi malam.

" Alika..." bisiknya.

Kembali senyum tersungging di bibir Zain mengingat malam panasnya tadi malam bersama Alika dan menyadari Ohan atau siapa pun tidak pernah melakukannya pada Alika.

Atau Alika benar benar menjaga dirinya dengan benar selama ini.

" kau milikku sekarang dan sampai kapanpun...hanya milikku " bisik Zain pelan sembari mengelus bibirnya mencoba merasakan kembali bibir Alika di bibirnya dengan duduk disisi pembaringannya.

1
aoi_chan
sebenernya aku agak gimana gitu baca novel yg tokoh"nya jder ky gini,,cuma klo alurnya bagus fine" aja sih,,,saran aja sih kak,,,bikin cerita yg latar belakang tokohnya agak simpel gitu,,,klo tajir ya gak usah ampe melintir ky gini,,,agak nya susah buat aku ngehalu klo latar belakang tokohnya aja kurang bisa digapai ky gini🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Siti Nurhasanah
kok bisa? menikah diam²? emang siapa walinya? kan ayahnya masih hidup? bahkan dia punya 2 saudara laki² kalo tak ada ayahnya
Siti Nurhasanah
seperti Shafeea (Gadis Tak Bernasab) yg hanya menyukai tanaman hias berdaun hijau saja tanpa berbunga.
Dwi Rana
bagus
Tuti Tyastuti
kasihan si kake pen ngusap cucu mantu tapi gx bisa🤭🤭
Tuti Tyastuti
waduh si kake nih
Tuti Tyastuti
semoga bahagia semuanya
Tuti Tyastuti
dasar ricko
Tuti Tyastuti
mantap
Tuti Tyastuti
bumil sensitif🤭
Tuti Tyastuti
semangat
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
🤭🤭🤭
Tuti Tyastuti
semoga bahagia alika dan zaidan
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah kake dah sadar dan merstui
Tuti Tyastuti
semangat nadi
Tuti Tyastuti
mewek thor bacanya😭😭
Tuti Tyastuti
syok zaidan lihat kekeny posesif
Tuti Tyastuti
ya kamu terlalu memaksakan nadir
Tuti Tyastuti
itu lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!