Pernikahan adalah salah satu untuk menyempurnakan agama. Tetapi bagaimana jika pernikahan dilandasi karena keterpaksaan dan kebohongan?.
Disha Haura, gadis cantik yang duduk di bangku semester akhir terjebak dalam pernikahan dengan adik tingkatnya. Keduanya di jebak dan di fitnah sehingga membuat keduanya harus menikah.
Di samping itu seseorang yang selalu menyebut nama Disha dalam sepertiga malam harus menelan ludah melihat pujaan hatinya menikah dengan adiknya sendiri.
Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan baca sehingga kalian menemukan jawabannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
Hari ini Disha sudah rapi dengan rok panjang hingga sampai mata kaki dan kameja dengan panjang tak lupa juga jilbab yang kini melakat di kepalanya.
Sejak dua hari yang lewat Husein belum pulang kerumah, Disha mencoba tidak perduli tetapi ada sesuatu yang ganjil di hatinya, tetapi tidak baik ber prasangka buruk pada seorang suami.
'Sebaiknya aku berangkat saja" putusnya
Pagi ini Disha harus ke kantor dimana dirinya magang, dan malam nanti dirinya harus bekerja di cafe.
Disha mengendarai sepeda motornya menuju jalanan yang cukup padat akan kendaraan. Kebetulan rumahnya dengan Husein tidak terlalu jauh dari kantor sehingga membuatnya lebih santai, berbeda dengan rumahnya yang dulu memakan waktu 30 menit untuk sampai.
'Eh neng Disha? Sekarang pakai jilbab? Dan pagi bener datangnya?" tanya salah satu security
'Hehehe iya nih pak, hari ini ada rapat divisi pak, masuk dulu yaa" pamit Disha sesopan mungkin
'Cantik bener neng Disha, udah gitu baik lagi" ucap security yang tadinya diam melihat interaksi Disha bersama teman kerjanya
'Benar, tapi bukankah neng Disha itu tidak pakai jilbab?" tanya security bernama Anton
'Biarkan saja pak, mungkin dek Disha dapat pencerahan, lagian dia begitu cantik begitu" sahut security bernama Fahmi
Empat security itu kembali fokus kerja setelah ngobrol sebentar, biar bagaimana pun mereka harus menomorsatukan kerja yang bagus untuk perusahaan.
Sesampainya di ruangan bagian pemeriksaan Disha melihat Juna sudah datang bersama dengan rekan-rekan kerjanya yang lain.
'Disha?" panggil Juna ragu
'Iya Jun, kenapa?" balas Disha duduk di kursinya
'Ini beneran Disha? Disha Haura?" tanya Juna memastikan
'Iya Jun, udah ah. Kamu membuatku bingung" Disha mencoba mengabaikan Juna
Jujur saja Disha merasa tidak nyaman karena sejak dirinya masuk ke dalan perusahaan, beberapa mata memandangnya, mulai dari security, ob, resepsionis bahkan beberapa karyawan yang sudah datang memandangnya cukup aneh, karena dirinya adalah anak magang sudah pasti dirinya dan dua temannya dikenal oleh beberapa karyawan lainnya.
'Widihhh cantik bener pakai jilbab, pertahankan yaa" ujar Juna menatap Disha penuh kekaguman
'Biasa aja dong, udah sana kerja sebentar lagi manager pasti datang" usir Disha pada Juna yang masih menatapnya takjub
Dan benar saja tidak lama kemudian terlihat seorang laki-laki berusia 40 tahun datang bersama seorang pria yang membuat mata Disha melotot, begitu juga dengan pria itu menatap Disha kaget.
'Pagi semuanya, pagi ini kita akan mengadakan rapat dengan pemilik perusahaan ini. Silahkan masuk terlebih dahulu ke ruang rapat, saya masih harus berbincang sebentar dengan tuan Daud" ucap pria bernama pak Haznil yang merupakan seorang manager
Disha memilih menunduk saat matanya tidak sengaja bersitatap dengan pria keturunan dubai-indonesia itu. Baru Disha ketahui jika tuan Malik berasal dari Dubai, pantas saja wajahnya terlihat seperti keturunan Arab.
Di dalam ruang rapat Disha selalu diam sambil memperhatikan sekretaris pak Haznil yang mempresentasikan hasil data yang sudah mereka rangkap dalam satu bulan ini.
Selama 2 bulan magang, Disha baru tau jika perusahaan ini adalah milik dari saudara suaminya yaitu Arcel. Yap bener, pemiliknya adalah Arcelio Daud Pramadyo Putra Ibrahim. Dan di perusahaan ini Arcel dipanggil pak Daud.
Cukup lama rapat itu berlanjut hingga kini semua telah bubar kecuali Disha dan Juna. Mereka berdua disuruh tinggal karena Arcel ingin berbincang dengan mereka berdua.
'Namamu Arjuna Kaliammar Sugi kan?" tanya Arcel serius pada Juna yang terlihat takut
'Benar pak" sahut Juna takut
Juna takut jika dirinya dikeluarkan sebelum magangnya selesai, padahal sejauh ini dirinya tidak melakukan suatu kesalahan. Nampaknya Juna terlalu berpikiran jauh.
'Bukankah perusahaan orangtuamu cukup besar, saya rasa kamu bisa magang disana daripada disini di suruh-suruh oleh atasan" tukas Arcel menatap Juna
Juna memang adalah putra seorang pengusaha, hal itu membuat Arcel bertanya-tanya.
'Maaf pak, tetapi saya ingin belajar mandiri. Lagipula memulai dari awal lebih baik sehingga kita tau apa itu namanya perjuangan" jelas Juna
'Baiklah, kamu boleh pergi" ucap Arcel
Juna pun pamit pergi diikuti oleh Disha yang sedari tadi menunduk karena dia takut dengan tatapan tajam Arcel yang merupakan kakak iparnya.
'Siapa yang menyuruhmu keluar!" sentak Arcel membuat keduanya terdiam
'Saya pak?" tanya Juna kebingungan
'Bukan kamu yang saya maksud tetapi perempuan disamping mu!" tegas Arcel
'Kalau begitu saya pamit pak, permisi" ucap Juna ngibrit meninggalkan Disha yang gugup
'Duduklah" perintah Arcel
'Tapi pak...
'Saya bilang duduk Disha Haura!" pungkas Arcel dengan tegas membuat Disha menurut
'Saya baru tau kalau kamu bekerja disini?" tanya Arcel
'Saya hanya magang pak, sebentar lagi juga sudah mau usai" jawab Disha mencoba menatap Arcel
'Apa setelah pulang dari sini kamu akan langsung bekerja di cafe?" tanya Arcel serius
'Bagaimana bisa bapak tau kalau saya bekerja di cafe?" Disha balik bertanya membuat Arcel kelabakan
'Saya hanya menebak, biasanya anak kuliahan banyak bekerja di cafe sebelum mendapatkan pekerjaan yang jelas" dusta Arcel membuang muka karena takut ketahuan berbohong
'Apa pernikahan mu dengan Husein baik-baik saja?" tanya Arcel kembali
'Maksud bapak apa ya? Sejauh ini baik-baik saja" balas Disha merasa kurang nyaman
Disha merasa tengah di interogasi oleh Arcel, apa Arcel tidak menyukai dirinya jika menikah dengan Husein?.
'Lupakan, silahkan lanjutkan pekerjaan mu" Arcel rasanya ingin memeluk wanita di depannya tetapi dia sadar bahwa Disha bukanlah jodohnya melainkan jodoh adiknya yaitu Husein
'Baik pak, kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum" Disha langsung keluar karena tidak nyaman duduk berduaan dengan Arcel
Di meja kerjanya terlihat Disha yang masih memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh kakak iparnya, entah dirinya yang terlalu sensitif tetapi Disha merasa jika Arcel seolah tau kehidupannya.
'Mungkin hanya perasaan ku saja" gumannya
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan sudah waktunya bagi Disha dan anak magang lainnya untuk pulang sedangkan karyawan tetap baru boleh pulang jam 7 malam.
'Dishaaa" panggil seseorang membuat Disha menoleh
'Eh Adis" sapa Disha ramah
Adistri Rezkya atau sering dipanggil Adis adalah salah satu anak magang beda divisi. Disha, Juna dan Adis secara bersamaan masuk ke dalam perusahaan dua bulan yang lewat untuk keperluan skripsi.
'Cantik bener lo pake jilbab, pantesan karyawan divisi gue pada gosipin lo" Adis menatap takjub Disha yang hanya menggelengkan kepalanya
'Bisa aja, udah ah. Gue duluan yaa" pamit Disha
Disha memang menggunakan lo gue jika berhadapan dengan teman-teman nya, berbeda dengan Husein dan keluarga Husein.
'Akhir-akhir ini gue merasa kalau Disha lebih tertutup, entah itu cuma perasaan gue aja?" guman Adis menatap kepergian Disha menggunakan sepeda motornya
Adis pun mencoba membuang pradugaannya, lagian itu bukan urusannya, dia tidak boleh ikut campur.
🌾🌾🌾
riri-can